Penghianatan

Penghianatan
Episode 68


__ADS_3

Mereka pun lalu menghabiskan malam pertama mereka dengan indah dan bercumbu dan berhubungan intim sepanjang malamnya dan sementara simpanan kedua ayahnya Mira sedang menonton siaran pernikahan Mira ditv yang ditayangkan ulang ia menonton dengan serius dan menangis terharu dan juga sedih karena tidak bisa menghadiri pernikahan Mira yang dia anggap putrinya “aku berharap aku bisa menghadiri pernikahanmu nak” guman simpanan kedua ayahnya Mira dengan sedih lalu ia pun lanjut menonton siaran ulang pernikahan Mira dan Deo ditelevisi dan keesokan paginya Deo yang baru bangun melihat Mira yang sedang tertidur disampingnya dengan lelap Deo pun mencium Mira dengan lembut “selamat pagi istriku” sapa Deo dengan nada pelan dan lembut Deo tersenyum sangat bahagia saat melihat Mira yang tertidur disampingnnya dan memikirkan saat dia menikahi Mira kemarin “ini seperti mimpi” guman Deo pelan dengan senang.


Lalu Deo memeluk Mira dengan lembut dan tiba tiba Mira pun terbangun dari tidurnya “apa aku membangunkanmu?” tanya Deo dengan lembut “emm tidak” jawab Mira lalu memeluk Deo dengan erat “jika lelah tidurlah lagi” ucap Deo sambil membelai kepala Mira dengan lembut “emm baiklah” ucap Mira lalu kembali tertidur dipelukan Deo dan Deo juga ikut kembali tidur dan dimeja makan ayahnya Mira dan ayahnya Deo dan kakeknya Mira sedang sarapan dibawah “sudahlah tuan besar tidak perlu menunggu kedua pengantin baru itu” uca ayahnya Deo sambil memakan sarapanya “iya tuan besar mereka pengantin baru pasti belum bangun” sambung ayahnya Mira sambil menikmati sarapannya “benar sekali besan bersulang untuk teh dipagi hari” ucap ayahnya Deo dengan senang “tentu saja besan” balas ayahnya Mira “dasar dua orang gila” guman kakeknya Mira pelan sambil menikmati sarapanya sedangakan markus terlihat sangat lesu dan tiddak selera untuk melahap sarapannya adik dari teman dekat Deo terlihat tidak selera untuk melahap sarapan paginya.


Kakeknya Mira yang memperhatikan hal ini pun bertanya kenapa mereka tidak memakan sarapan mereka “kenapa kalian berdua keliatan lesu dan tidak memakan sarapan kalian?” tanya kakenya MIra dengan heran “oh ini sudah mau saya makan tuna besar tadi masih sedikit ngantuk saja” jawab markus dengan cepat lalu segera memakan sarapanya “iya benar tuan besar adik perempuanku ini mungkin masih mengantuk dan kelelahan” sambung temen dekat nya Deo “oh kalau masih mengantuk pergi tidurlah saat sudah selesai makan” ucap kakeknya Mira “iya baiklah tuan besar” jawaba markus dan teman dekat Deo bersamaan lalu mereka pun makan bersama lalu setelah makan markus kembali kekamarnya begitu pula dengan adik dari teman dekatnya Deo dan teman dekatnya Deo pun menyusul adiknya untuk menghiburnya sedangkan kakeknya pergi bermain golf dengan teman temannya yang mafia.

__ADS_1


Ayahnya Deo dan ayahnya Mira mereka pergi keluar pergi memancing bersama Mira dan Deo pun bangun juga pada pukul sepuluh lewat tiga puluh menit Deo masih bermalas malasan ditempat tidur sedangkan Mira sudah turun dari kasur dan pergi menemui hewan peliharaannya Mira juga memetik bunga mawar untuk diletakan divas bunga diatas pianonya dan saat MIra sedang memetik bunga Deo tiba tiba memanggil Mira dari belakang “ra lagi nagpain tuh?” tanya Deo yang datang dari belakang Mira pun seketika menoleh kearah Deo.



Deo yang melihat wajah Mira merona pun hanya tersenyum puas lalu mereka pun makan bersama sambil membahas mereka akan berbulan madu dimana dan akhirnya mereka memutuskan bulan madu di swiss paris dubai turki dan korea selatan mereka akan berbulan madu di lima negara tersebut dan mereka akan berangkat besok setelah sarapan Mira dan Deo pun mengobrol dengan seru dan terlihat mesra sedangkan disisi lain anak dari simpanan kedua ayahnya Mira tidak dapat menemukan ibunya dan mulai bertanya tanya dimana ibunya berada ia mencoba menghubungi ibunya tetapi tidak bisa “kemana sebenarnya ibu pergi?” guman anaknya simpanan kedua ayahnya MIra bertanya tanya dan disisi lain simpanan kedua ayahnya Mira sedang fokus mempelajari dokumen yang diberikan dokter bedah tersebut yang berisi data data dan informasi tentang ibunya Mira dan menyusun rencana untuk mendekati Mira saat perban diwajahnya sudah bisa dilepaskan.

__ADS_1


Melihat ambisi dan semangat dari simpanan kedua ayahnya Mira tuan s sangat puas dan senang dan tanpa diketahui simpanan kedua ayahnya Mira bahwa dokter bedah ini selalu mengawasinya dan memata matainya dan melaporkan semua gerak geriknya kepada tuan s sedangkan disisi lainya isabel sudah hidup dengan bahagia dan tenang seperti yang dia inginkan mantan suaminya isabel juga mendapatkan hukuman atas apa yang telah dia lakukan semuanya berjalan dengan damai dan tenang Mira dan Deo juga sudah pergi berbulan madu selama satu bulan penuh dan mengunjungi lima negara dan pada saat mereka pulang simpanan kedua ayahnya MIra sudah melancarkan aksinya perban diwajahnya sudah dibuka simpanan kedua ayahnya Mira sengaja muncul di bandara untuk menarik perhatian MIra dan membuat Mira menyelidikinya.


Dan sesuai dugaannya Mira menyadari keberadaanya walaupun samar tetapi Mira hanya beranggapan bahwa dia berhalusinasi jadi tidak menyelidikinya simpanan kedua ayahnya Mira juga memperlihatkan dirinya kepada ayahnya Mira dengan samar begitu pula dengan kakeknya Mira yang sedang menjemput Mira di bandara dan mereka pun mulai merasa curiga tetapi mereka beranggapan mereka sedang berhalusinasi karena terlalu merindukan ibunya Mira lalu Mira pun bertemu dengan kakeknya dan memeluk kakeknya dengan hangat dan pelukan itu juga dibalas dengan hangat oleh kakeknya “kakek aku pulang” ucap Mira sambil memeluk kakeknya “huhu cucuku akhirnya pulang aku sangat merindukan cucuku”ucap kakeknya Mira sambil memeluk Mira dengan erat “aku juga sangat merindukan kakek” ucap Mira dan setelah berpelukan dengan kakeknya Mira tidak menghampiri ayahnya yang ikut menjemputnya ia hanya menatapnya sekilas saja.


“kakek ayo kita pulang sekarang aku sudah merindukan masakan kakek” ucap Mira sambil menggandeng tangan kakeknya “hahaha baiklah cucuku kakek akan memasak makanan enak untuk mu” ucap kakek MIra dengan senang Deo juga ikut masuk dalam pembicaraan Mir dan kakeknya “aku juga akan membantumu kakek” ucap Deo dengan muka tebal “cih dasar bocah tidak tau malu” ucap kakeknya Mira jengkel.

__ADS_1


__ADS_2