
Setelah perjalanan yang panjang Deo akhirnya sampai saat pukul jam sembilan malam karena sebelum berangkat ia masih mengurus pekerjaannya dan pergi mencari bunga mawar segar untuk Mira yang tahan untuk perjalanan jauh saat ia pulang ia memanggil Mira dengan penuh semangat
“RA RA AKU UDAH PULANG” panggil Deo dengan bersemangat tetapi tidak mendapat jawabandari Mira.
Lalu kakeknya Mira keluar dari kamarnya dan turun kebawah “cucuku sudah pergi ke acara perayaan ulang tahun ceo internasional grup” ucap kakeknya Mira sambil duduk diisofa dan kepala pelayan menyiapkan teh untuk kakeknya Mira. “oh iya Mira kan udah bilang sama gue” guman Deo pelan sambil memukul jidatnya.
“ada apa dengan anak ini huh dasar” guman kakeknya Mira pelan lalu menikmati tehnya Deo pun bergegas kembali kekamarnya dan mandi dan bersiap siap menyusul Mira ke acara perayaan ulan tahun adiknya ceo internasional grup disisi lain Mira yang sudah sampai di acara tersebut pun disambut hangat oleh tuan rumah dan juga banyak orang yang terpesona oleh kecantikkan Mira.
“ceo Aslan ini hadiah yang saya siapkan untuk adik anda tuan muda Aslan” ucap Mira sambil menyerahkan hadiahnya “wah presiden Sekar sangat loyal ia memberikan lukisan yang Leonardo da Vinci” “iya iya presiden Sekar memang sangat royal” “iya tuan muda Aslan sangat menyukai seni” orang orang mulai membicarakan.
“terima kasih presiden Sekar” ucap adiknya ceo Aslan “tidak masalah tuan muda Aslan saya ucapkan selamat ulang tahun ya” balas Mira sambil tersenyum formal sedangkan ceo Aslan yang sedari tadi terus menatap Mira dan adiknya mengetahuinya ia pun mencoba membantu kakak yang sedang dimabuk asmara itu.
“bagaimana kalau kakak berdansa dengan presiden Sekar agar kakak tidak dibilang gay oleh orang orang” “aku sangat malu saat orang orang mengatakan kakakku ini gay” ucap adiknya ceo Aslan “apa sih jaga sopan santun mu” ucap ceo Aslan yang malu tapi mau adiknya yang sudah tau sifat kakaknya pun terpaksa mengeluarkan wajah memelasnya agar Mira mau berdansa dengan kakaknya yang sangat bodoh dalam masalah asmara.
__ADS_1
“presiden Sekar tolonglah anggap ini hadiah ulang tahun ku” “aku akan mengembalikan lukisan ini” ucap adiknya ceo Aslan sambil memelas Mira yang sebenarnya berhati lembut pun kesulitan menolaknya dan akhirnya berdansa satu lagu dengan ceo Aslan karena permintaan adiknya tersebut.
Ceo Aslan yang terus menatap Mira dengan lembut sehingga membuat Mira risih ceo Aslan yang mengetahui Mira tidak nyaman dengan tatapanya dan pegangannya ia pun melepaskan pegangannya tetapi saat berdansa ia akan tetap terlihat seperti menyentuh Mira dan berdansa seperti pasangan dansa normal. “lihat lah ceo Aslan yanng biasanya tidak suka dekat dengan wanita ia berdasa dengan presiden Sekar” “iya iya mungkin ceo Aslan menyukai presiden Sekar” “iya karena presiden Sekar memnag sangat cantik siapa yan tidak jatuh cinta melihatnya” “iya tapi presiden Sekar sudah mempunya tuan muda Florensis” “iya iya benar juga kisah cinta keluarga kelas atas memang rumit” para tamu undangan bergosip.
“kenapa orang orang rendahan ini begitu suka bergosip” guman adikanya ceo Aslan pelan dan terlihat kesal Ia juga mencoba mencari topik mengenai pekerjaan “presiden jadi apa kita perlu membahas proyek kedua kita?” tanya ceo Aslan untuk mencairkan suasana “aa itu lihat juga sepertinya kita memang harus membahasnya sekali lagi” jawab Mira pembahasan itu terus berlanjut mereka berdansa sambil membahas pekerjaan mereka.
Saat Deo masuk kedalam aula ia melihat Mira yang sedang berdansa dengan ceo Aslan hatinya langsung terasa sakit dadanya langsung terasa sesak ia sangat cemburu saat melihat Mira berdamsa dengan ceo Aslan amarahnya meledak ledak ia sangat kesal. Saat musik sudah selesai Deo langung datang kehadapan Mira dan berlutut didepan Mira.
Mira pun menerima bunga Deo dan tersenyum manis sehingga semua semua orang terpana melihat senyumana Mira “ok kkita tunangan dulu” jawab Mira “dan makasih udah pengertian ya de” lanjut Mira “PLAK PLAK PLAK” semua tamu bertepuk tanga dan memberikan selamat kepada Deo dan Mira “selamat semoga langgeng ” “iya selamat”
Lalu Deo pun berdiri dan memeluk Mira dan Mira juga membalas pelukan Deo dengan hangat Mira selama ini sudah sangat merindukan Deo begitu pula dengan Deo mereka berpelukan cukup lama dan Mira pun sadar kalau mereka masih didepan umum dan langung mendorong Deo menjauh wajah Mira juga menjadi merah seperti tomat.
__ADS_1
Melihat Deo yang sudah datang melihat ekspresi wajah Mira yang hanya terlihat seperti wanita pada umumnya hanya dihadapan Deo ia merasa sangat sesak didadanya hatinya terasa sangat sakit tapi ia juga merasa bahagia melihat Mira yang tersenyum seperti senyuman hanya ditunjukan untuk Deo seorang ia merasa Deo sangat beruntung bisa memiliki Mira.
“selamat ya presiden Sekar dan tuan muda Florensis” ceo Aslan memberi selamat kepada Deo dan Mira dengan hati yang tersayat dan dadanya terasa sesak “oh ya makasih ya ceo Aslan maaf udah ngerusak pesata ulang tahun tuan muda Aslan” ucap Deo sambil menunjukan senyum
kemudian adiknya ceo Aslan yang tidak tahan kakaknya dibully saingan cintanya pun dan berjalan mendekat kearah mereka.
“jika anda sudah tau merusak maka pulang lah jangan menunjukan kemesraan dipesta ulang tahun ku aku ini sangat suci dan polos paman” ucap adiknya ceo Aslan dengan dingin “oh maaf tuan muda Aslan kami akan pergi dan selamat ulang tahun ya maaf tidak menyediakan hadiah” ucap Deo.
Lalu Deo mengandeng tangan Mira keluar dari aula dan dan mereka masuk kedalam lift.
Deo menahan Mira di dinding lift dan mendekatkan wajahnya ke Mira “kamu sangat hebat ya baru tadi pagi memanggil gue darling malam nya lu malah berdansa dekat banget sama cowo lain” ucap Deo yang terbakar rasa cemburu. “eh lu dah bangun ya tadi pagi kok tau soal darling” ucap Mira mencoba mengallihkan topik “iya gak usah alihkan topik” ucap Deo yang sedang terbakar rasa cemburu.
“ayoyo ada yang cemburu nih” goda Mira sambil mencubit lembut pipi Deo. Deoyang kesal langsung menciumpaksa Mira didalam lift “ememm dee ini didalam lift” ucap Mira langsung mendorong Deo “emang nya kenapa?” tanya Deo “ada cctv lah nanya lagi” jawab Mira lalu Deo menunjukan jari tengah kearah cctv
__ADS_1