Penghianatan

Penghianatan
Episode 8


__ADS_3

Velix pun masuk kedalam mobil ia menghidupkan mobilnya lalu terdiam sebentar membayangkan Mira yang tampil begitu memesona dan jika mengingat hal yang dikatakan Deo tadi dengan menyebut Mira sebagai Miranya dan bahkan menggandeng tangan Mira.


Seolah olah mereka adalah sepasang kekasih yang sedang berkencan itu membuat Velix sangat hingga ia pun membanting setirnya karena sangat kesal terhadap Deo. Sementara disisi lain Deo dan Mira bersenang senang bersama mereka beramin kincir ria dan mereka juga masuk kedalam rumah hantu.


“ra ayo masuk aku pengen masuk” ajak Deo.


“gak ah aku takut” kata Mira yang enggan masuk.


“ada aku tenang aj ayo” ucap Deo sambil mengulurkan tangannya kepada MIra.


Kemudian Mira pun memegang tangan Deo dan masuk kedalam permainan rumah hantu tersebut saat mereka didalam Mira memegang tangan Deo dengan sangat erat Deo pun tersenyum.


Tiba tiba dari belakang ada sebuah tangan yang memegang kaki Mira yang membuat Mira kaget dan sepontan melompat kedalam pelukan Deo.


“AAAAAAAAAHHHHHHHH DEO” teriak Mira dan langsung melompat kepelukan Deo.


“DEO TOLONG AKU AKU TAKUT” kata Mira sambil memeluk Deo dan menutup matanya.


“gak apa apa ra itu cuman hantu palsu” ucap Deo sambil tertawa.


“gak mau aku gak mau turun” ucap Mira sambil mempererat pelukannya kepada Deo.


“ya udah aku gendong sampe keluar” ucap Deo sambil nyengir.


Setelah beberapa menit mereka un keluar dan Deo menyuruh Mira untuk membuka matanya karena mereka sudah keluar.


“ra udah buka aja matanya udah keluar kita” kata Deo sambil tertawa kecil”


“beneran?” tanya Mira yang masih menutup matanya.


“gak bohong” kata Deo.


“ ih yang serius Deo” kata Mira sambil menjambak rambut Deo.


“eh bener ra jangan jambak lagi nanti botak rambut gue” ucap Deo sambil mencoba melepaskan rambutnya dari jambakan Mira.


Kemudian Mira pun membuka mata nya lalu ia pun berhenti menjambak Deo


“udah turunin gue” ucap Mira kepda Deo.


“gue gendong aja” ucap Deo sambil mengendong Mira berjalan menuju pintu keluar.


“maluu gue de turunin cepet” ucap Mira sambil menutup wajahnya.


Tapi Deo tetap tidak menurunkan dia dan menggendongnya sampai kedalam mobil.


“ih Deo malu banget aku tau gak sih” ucap Mira sambil memukul Deo pelan.


“ngapain malu kan elu pakek baju” jawab Deo”

__ADS_1


“mending kita cari makan” lanjut Deo.


“tadi gue dah makan banyak gemuk gue nanti” kata Mira dengan raut wajah yang serius.


Melihat raut wajah Mira yang sangat serius itu membuat Deo tidak bisa menahan tawanya


“bwaHAHHAHAHAHAHHA” Deo tertawa lepas melihat raut wajah Mira yang begitu serius.


“lucu banget siih kamu ra” ucap Deo sambil mencubit pipi Mira.


“apa yang lucu?” tanya Mira kebingungan.


“raut wajah kamu itu lucu banget jadi gemes aku” jawab Deo sambil tertawa.


“apaan yang lucu udah cepet katanya mau cari makan” kata Mira yang terlihat ngambek.


“eh jangan ngambek dong sayang” Deo mencoba membujuk Mira yang sudah keliatan ngambek.


“apaan sih sayang sayang nyetir aja sana” ucap Mira.


“siap yang mulia” jawab Deo.


Lalu Deo pun menyetir sambil mencoba mebujuk Mira dan Mira pun terbujuk mereka bernyanyi bersama didalam mobil.


Setelah menyetir cukup lama mereka pun sampai juga.


disebuah restoran bawah laut yang ada dipantai healing resort Deo memarkirkan mobil mobilnya setelah itu mereka berdua turun dari mobil Deo membuka pintu untuk Mira.


“ terimah kasih pangeran” balas Mira sambil meletakkan tangannya ditangan Deo.


Kemmudian mereka pun memasuki resort sammbil bergandengan tangan


“silakan lewat sini tuan meja anda sudah kami sipakan” kata seorang pelayan.


“oh baiklah terima kasih” ucap Deo kepada pelayan tersebut sambil memberikan tip untuknya.


Kemudian pelayan tersebut memandu mereka kemeja mereka


“ini meja anda tuan Florensis dan nyonya Florensis” ucap pelayan tersebut sambil menunjuk meja tersebut.


“apa nyonya Florensis??” Mira bertanya tany


“apa saya salah berbicara nyonya?” tanya pelayan kebigungan.


“oh tidak anda bisa kembali dengan hidangannya” ucap Deo kepada pelayan tersebut.


“baiklah tuan” jawab pelayan tersebut.


Setelah kepergian pelayan tersebut Mira masih kebingungan dengan panggilan pelayan tersebut ia berfikir bukankah pelayan itu seharusnya memanggil dia ceo sekar atau nona sekar tapi kenapa malah memanggilnya nyonyya Florensis.

__ADS_1


“Mira ayo kita duduk dulu” ucap Deo sambil menarik kursi untuk Mira.


“emm ok” jawab Mira sambil duduk dikursi yang ditarik Deo.


“Deo kenapa pelayan itu memanggil ku nyonya Florensis?” tanya Mira dengan penasaran.


“mungkin dia salah paham sudahlah jangan dipikikan” jawab Deo sambil mengalihkan pandangannya.


“ benarkah?”tanya Mira tak percaya.


“iya mending kamu lihat pemandangan nya ini indah banget” kata Deo mencoba mengalihkan pendangannya.


“wah cantik banget” ucap Mira dengan tatapan kagum.


“iya kan” balas Deo sambil tersenyum.


Mira pun mengambil kamera dan memotret pemandangan bawah laut yang indah ini saat Mira sedang memotret ada seorang pelayan datang mengantarkan makanan kepada kemeja mereka.


“permisi tuan dan nyonya ini makanan kalian” ucap pelayan tersebut sambil memindahkan makanan yang ia bawa kemeja Deo dan Mira.


“emm makasih ya” ucap Mira kepada pelayan itu.


Saat mendengar suara Mira pelayan itu mendongak ia melihat kearah Mira “ Mira” guman pelayan itu


“hah ada yang anda bilang tadi?” tanya Mira kepada pelayan tersebut.


“tidak apa apa nyo..n..ya” jawab pelayan tersebut panik.


Sedangkan Deo merasa ada yang aneh dengan pelayan ini dan menatap tajam pelayan ini


“saya permisi dulu tuan dan nyonya” ucap pelayan tersebut lalu langsung pergi.


Saat pelayan itu sudah pergi pun Deo masih tidak menghilangkan kecurigaannya tapi dia diam saja dan tidak memberi tau Mira dia


“ra ayo makan nanti makanannya dingin gak enak lagi” ucap Deo sambil menyuapi Mira steak sapi.


Mira pun mebuka mulutnya dan membiarkan Deo menyuapinya selama Mira bersama Deo ia diperlakukan bagaikan seorang tuan putri yang berharga yang selalu dimanja


“Deo elu perlakukan geu kek anak kecil aja” kata Mira kepada Deo.


“aku ini akan selalu memanjakan Mira sekar seorang saja” uucap Deo sambil membersihkan noda makanan dimulut MIra.


“gue sayang banget sama elu deh” kata Mira sambil mengelus rambut Deo yang lembut.


Saat Mira dan Deo sedang makan bersama ada seseorang yang menatap mereka dari tadi


“mira bisa bisa kau bahagia disaat aku begitu menderita karena mu” guman pelayan yang tadi mengantar makanan.


“kenapa semua orang menyukaimu kenapa kamu selalu mendapatkan apa yayng kamu mau bahkan ayah Velix memihak padamu dan bisa mendapatkan apa yang kau mau dengan mudah” guman pelayan itu lagi dengan nada penuh kebencian yang dalam.

__ADS_1


“aku Vivi Losta pasti akan membalasmu MIRA SEKAR” gumann itu lagi.


__ADS_2