
Setelah saling bertatapan cukup lama Mira lalu mendorong Deo menjauh dan berjalan menjauh dari Deo ia berjalan menuju ruang istirahta pribadinya yang ada didalam ruangannya.
“ra lu mau kemana?” tanya Deo.
“.………………………….” Mira tidak menjawab.
Mira terus berjalan dan tidak berbalik hal ini membuat Deo panik ia mengira Mira marah padanya karena sifat sembrononya “Mira marah sama gue? Sial gue terlalu gak sabaran” guman Deo dalam hati. Sementara Mira yang berada dalam ruang istirahat pribadinya terduduk ditempat tidur dan wajah Mira sangat merah seperti tomat detak jantungnnya berdetak tak karuan “gue kenapa sih” guman Mira pelan.
Setelah Mira cukup menenangkan diri ia keluar dengan ekspresi dingin seperti tidak ada yang terjadi ia duduk dikursi kerjanya dan mulai fokus bekerja dan Deo yang melihat wajah dingin Mira semakin panik ditambah Mira juga tidak mengajak dia berbicara itu membuat Deo makin panik.
“ra lu marah sama gue?” tanya Deo gelisah.
“.……………………………..” Mira tidak menjawab dan masih saja fokus kepada dokumen dokumenya.
Deo semakin panik melihat Mira yang tidak menjawab ataupun membalas perkataannya Mira yang melihat mimik wajah Deo yang gelisah dan panik jadi ingin menjahili Deo “ ih lucu banget mimik wajahnya gue godain aja kali ya” guman Mira dalam hati.
Hingga saat malam tiba bahkan saat perjalanan pulang ke villa pribadi Mira. Mira tetap tidak berbicara kepada Deo bahkan sekedar membalas perkataan Deo saja tidak itu membuat Deo panik dan gelisah jadi pada malam harinya Deo memasak makanan kesukaan Mira dan mengantarnya kekamar Mira.
“TOK TOK TOK”
“ra boleh masuk?” tanya Deo dengan hati hati.
Mendengar suara Deo dari luar Mira membukakan pintu.
“kenapa?” tanya Mira singkat.
“ini aku buatkan makanan kesukaanmu dimakan dulu gih” jawab Deo sambil menyerahkan makanannya tersebut.
“makasih gue gak mau” kata Mira sambil mau menutup pintu kamarnya.
“eeehhh tunggu dulu kenapa lu gak mau makan?” tanya Deo sambil menahan pintu kamar Mira.
“gak selera udah elu aja yang makan” jawab Mira dingin.
“ra aku ngaku salah tolong bicara sama aku jangan cuekin aku” ucap Deo sambil berlutut didepan Mira.
“emang lu salah apa?” tanya Mira pura pura gak tau.
“aku udah cium paksa kamu dan megang megang” jawab Deo dengan wajah menyesal.
__ADS_1
“tau salah juga hah?” tanya Mira pura pura kesal.
“maaf gue yang salah jangan marah lagi” jawab Deo cepat.
“masuk dulu letakin makanannya didalam” ucap Mira.
“ok ok siap yang mulia” jawab Deo cepet dengan senang.
Lalu mereka duduk disofa dan memakan makan malam bersama saat makan Mira hanya diam Mira makan sambil menonton drakor sedangkan Deo terus menatap Mira dengan lekat tapi Mira tidak menyadarinya karena terlalu fokus menonton drakor.
Setelah selesai makan Deo turun kebawah untuk cuci piring sedangkan Mira membaca setelah Deo selesai mencuci iring ponselnya berdering.
“KRING…………KRING…………KRING”
Deo mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelponnya saat Deo melihat ternyata ayahnya la yang menelponnya.
“halo ada apa?” tanya Deo dingin.
“Deo kamu sudah tau bukan keberadaan Mira beritahukan pada ayah Deo” jawab ayahnya Deo.
“gak bisa ini privasi Mira” kata Deo dengan cepat dan akan mematikan telponnya.
“ada apa lagi sih?” tanya Deo tidak sabar.
“ayah tau ayahnya yang salah jika yah diposisi Mira ayah juga akan bisa terima dan melupakannya begitu saja tapi……” belum sempat ayahnya selesai berbicara sudah disela oleh Deo.
“AYAH TOLONG JIKA AYAH MEMANG MENGERTI TOLONG BERHENTI MEMBELA SAHABAT YAH ITU” ucap Deo dengan nada tinggi kepada ayahnya.
“ayah tau Mira sudah menganggap ayah sebagai ayahnya karena ia tidak pernah mendapat kasih sayang dari ayah kandungnya tapi ayah malah menyakitinya seperti ini membuat dikecawa kepada ayah” lanjut Deo dengan kesal.
“emm ayah tau ayah salah nak tapi tolong suruh Mira pulang ayah merindukannya tolong suruh dia jangan marah lagi dan pulanglah” ucap ayahnya Deo dengan nada rendah.
“aku tidak bisa melakukan apa apa ayah, ayahkan tau kalau Mira sudah marah dia seperti apa” ucap Deo lalu menutup panggilan tersebut.
Mira yang dari atas mendengar percakapan Deo dan ayahnya hanya terdiam dan saat Deo berbalik ia sudah berada disana melihat Mira lalu ia pun langsung memhampiri Mira dan memeluknya seerat eratnya Mira menangis dalam diam didalam pelukan Deo.
Lalu Deo mengendong Mira kekamarnya dan mebaringkannya ia juga ikut berbaring dan memeluk Mira yang sedang menangis dengan erat.
“gak apa apa nangis aja ra” ucap Deo sembil memeluk erat Mira.
__ADS_1
Tidak ada balasan dari Mira yang terdengar hanya tangisan dari Mira yang selama ini ia tahan
“aku kangen mama de” ucap Mira sambil menangis.
“.…………………………….” Deo hanya bisa terdiam karena tidak tau harus menjawab apa.
“de apa menurut lu apa yang gue lakuin salah?” tanya Mira dengan sendu.
“gak kok ra kalo aku diposisi kamu pasti aku akan melakukan lebih” jawab Deo menenangkan Mira dan memeluknya kembali.
“gue salah apa de kenapa mama ninggalin aku?” tanya Mira sambil menangis.
“.………………………………” Deo sekali lagi hanya bisa terdiam dengan pertanyaan Mira.
“kenapa laki laki brengsek itu perlakuin mama aku dengan buruk padahal mama aku tulus banget sama dia”lanjut Mira sambil menangis.
“baru sekarang bersikap seolah olah ia orang yang paling merasa sedih dan menyesal” lanjut Mira lagi.
“emang kalo ia udah nyesel mama gue bisa balik lagi?” tanya Mira kepada Deo.
“gak ra” jawab Deo yang hampir meneteskan air matanya karena melihat penderitaan dan tangisan dari wanita yang ia cintai.
Deo terus memeluk Mira yang sedang menangis ia memeluknya dengan erat dan bahkan ikut merasakan sakit yang dirasakan Mira.
“ra bagi semua rasa sakit lu ke gue aja” ucap Deo sambil memeluk erat Mira.
“aku gak tahan liat kamu menderita kek gini” lanjut Deo.
Mendengar perkataan Deo Mira hanya terdiam dan menangis lagi ia sangat bersyukur memiliki Deo disisinya yang selalu menemani dirinya.
“maaf ra aku baru datang sekarang aku gak bisa ngelindungi kamu maaf ra” ucap Deo sambil menangis dan menyalakan dirinya sendiri.
“bukan salah kamu de tapi aku berteima kasih sama tuhan atas kehadiran kamu” ucap Mira sambil memegang wajah Deo dan menghapus air matanya.
“ sekarang kamu juga udah balikkan jadi semuanya pasti baik baik aja aku percaya” lanjut Mira sambil menatap mata Deo dengan dalam.
“iya aku bakal jadi lebih kuat dan ngelindungi kamu” ucap Deo sambil memluk Mira lagi.
Mira yang kelelahan menangis akhirnya tertidur juga Deo kemudian menyelimutinya dengan selimut lalu ia mengambil ponselnya dan menelpon seketarisnya untuk mengirim file tentang proyek besar yang sedang ai kerjakan.
__ADS_1
Setelah selesai ia kembali ketemoat tidur dan tidur saat akan tidur Deo memluk Mira dengan saat erat seolah olah ia ia akan segera kehilangan Mira.