
Happy Reading★~(◠ω◕✿)
...****************...
Di kamar bernuasa biru langit terdapat gadis cantik berusia 21 tahun yang memasuki jenjang perkuliahan semester 7 siapa lagi kalau bukan Zhifanna syaffani as-syahidah , gadis cantik nan shalehah yang kerap di panggil zhifa ia memiliki postus tubuh yang sangat menarik tinggi badan nya yang pas, kulit yang putih cerah itu menambah kesan kecantikan nya tersendiri.
Zhifa sudah bersiap akan pergi ke kampus karna ada jadwal pagi hari ini ia sedang bersiap siap ke kampus nya, zhifa menggunakan gamis yang hampir menutup kaki nya dengan jilbab menutupi dada dan bgian belakang yang menjuntai menutup punggungnya dan tak lupa ia juga memakai kaos kaki dan sepatu yang hampir cocok dengan warna gamis nya
(anggap aja gini ya)
zhifa turun ke bawah untuk sarapan dengan bunda nya,iya dapat melihat bunda nya yg menata makanan di meja,ya mereka hanya hidup berdua saja zhifa dan sang bunda nya arum. jika di tanya kemana ayah zhifa jawabanya ayah zhifa meninggalkan nya saat umur zhifa msh 3tahun , bunda nya meminta cerai kepada ayah nya saat arum tau bahwa suami nya memiliki anak dari wanita lain yang parah nya iya sudah menikah sirih saat arum hamil zhifa(sungguh parah bukan)
zhifa dan anak ayah nya dari wanita lain itu hanya berbeda beberapa bulan saya tetapi zhifa lh yang tua, bunda nya menceritakan kisah nya itu ke zhifa saat umur nya 12 thn. terkadang zhifa berpikir bagaimana ibunya bisa membiayai hidup nya seorang diri bahkan bunda nya hrs menjadi ibu sekaligus ayah untuk nya
Arum melihat anaknya melamun di tengah² tangga sedari tadi iya tau anaknya akan turun tapi bukan turun ia malah melihat zhifa berdiri dengan tatapan kosong dan teduh ntah apa yang di pikir oleh zhifa arum tetap berfikir positif mungkin tugas kuliah nya banyak gitu pikirnya iya pun berinisiatif memanggil zhifa
"zhifa kenapa bengong disitu sini sarapan nak" ajak arum membuat zhifa tersadar
tanpa menjawab zhifa tersenyum dan turun menghampiri arum dan mencium punggung tangan nya lalu duduk bersebrangan dengan arum
"hm bun Nanti zhifa ada kerkom di rumah maudy mungkin agak telat pulang nya gak papa kan? " izin zhifa sopan, arum tersenyum meskipun zhifa gadis dewasa tapi ia akan meminta izin kepada nya kemana pun ia akan pergi keluar. zhifa selau menuruti perkataan arum tak pernah membantah sedikitpun. arum sangat bangga dengan putri nya itu
__ADS_1
"iya kamu hati² ya tapi jangan pulang terlalu larut bahaya anak gadis pulang larut²" ucap arum lembut
zhifa menggangguk mengerti dan mulai membaca doa dan makan tanpa bersuara karna bunda nya melarang nya berbicara saat makan
"bun zhifa sudah selesai zhifa pamit" pamit nya seraya mencium punggung tangan arum dan mengecup pipi kanan arum dengan kasih sayang
"Assalamu'alaikum bun"salam zhifa
" waalaikumsalam hati-hati fa bawa mobil nya"nasehat arum di acungi jempol oleh zhifa
Arum menatap anak semata wayangnya itu dulu ia sempat nyerah ia memikirkan bagaimana menghidupi balita itu sendiri tanpa seorang suami tapi berkat dukungan dari mama dan papa arum iya harus terlihat tegar di mata putri. arum mulai membuka toko kue kecil²an itu sudah lebih dari cukup untuk hidup berdua saja dengan zhifa.
Angga yang tak lain adalah ayah zhifa selalu mengirimkan uang kepadanya sebulan sekali tetapi ia tak pernah menggunakan uang itu untuk keperluan nya. arum menggunakan uang itu ketika membeli keperluan skolah zhifa atau biaya² skolah lain nya. arum. juga sering menitipkan zhifa ke mama nya tapi saat umur nya 10 tahun mama papa arum mengalami kecelakaan dan mobil mereka masuk ke jurang.
.
.
.
sampainya di kampus ia memikirkan mobil ny dan masuk ke salam kampus seperti biasa zhifa selalu mendapat sapaan dengan ramah dari para temen se fakultas nya dan hanya di balas senyuman oleh zhifa jika itu perempuan.
Zhifa yang enng ia menjaga mata nya dia selalu berjalan dengan kepala tertunduk tanpa berani menatap laki² yang bukan mahram nya tanpa ia sadari ada pemuda yang sedang terburu buru alhasil menabrak zhifa untung saja tak ada yang jatuh hanya buku saja yang berserakan di lantai koridor
__ADS_1
"astaghfirullah ya ampun maap maap aku tidak sengaja" sesal zhifa sambil memunguti buku yang berserakan. lalu melvan mengangkat bukunya dan beres.
pemuda ini menatap zhifa yang sedang menunduk "eh tidak apa apa mungkin aku yang terburu buru" ujar nya tersenyum.
setelah itu mereka berdiri tapi zhifa masih setia menunduk enggan untuk mendongak ke arah wajah laki² itu. laki² itu menyodorkan tangan kanan nya ke depan zhifa
"nama ku Melvan Ryan xander, kalau lo-eh kamu"zhifa menatap tangan itu sekilas dan mengatupkan tangan nya ke depan dada
" Nazhifa syaffani as-syahidah panggil aja zhifa"ucap zhifa menatap melvan tersenyum tipis
deg
zhifa merasakan ada debaran aneh di sekujur tubuh nya lalu buru buru memutuskan kontak mata nya dan kembali menunduk. iya menyesal ia merutuki dirinya yang berani menatap mata lawan jenis dan tersenyum tadi
"ya Allah maafkan zhifa ya Allah., huh zhifa khilaf tadi" mohon zhifa dalam hati. melvan melihat gelagat aneh dari zhifa tersenyum geli ia juga merasakan ada hal aneh saat bertatapan dengan zhifa, lalu ia menarik lagi tangan nya malu itu lah yang melvan rasakan
"hm kamu jurusan apa zhifa??" tanya melvan ia tak pernah melihat zhifa
"aku di jurusan Manajemen bisnis kak" gugup zhifa jujur ia kurang nyaman berbicara berdua dengan laki² apa lagi kondisi koridor yang sepi mungkin hanya 1 2 orang saja yang lewat.
melvan menggangguk
"oh pantas kita aku tak pernah melihat mu. tapi jangan panggil aku kak mungkin kita seumuran panggil aja melvan" ucap melvan tersenyum bertepatan dengan zhifa yang melirik melvan, zhifa terpaku melihat senyuman melvan itu sangan manis di tambah ada lesung pipi nya
__ADS_1
"iya van aku duluan maaf untuk yang tadi" zhifa lalu pergi melanjutkan jalan nya tujuan nya adalah kantin karna tadi Sahabat nya sempat menyuruh zhifa ke kantin menemui mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...