
happy reading ♡´・ᴗ・`♡
.
.
.
dengan tak sadar raya memukul lengan zhifa" elo zhif nganggetin aja tau "
“raya ih sakit” ucap zhifa mengusap usap lengan nya yang baru saja di pukul raya.
Ray ikut meringis lalu ikut mengusap ngusap lengan zhifa lalu menyengir” sorry ya zhif replek gue tadi”
“ngapain?” tanya raka ke aldo datar
“kita kan anak sholeh bang yaelah ya mau takziah lah ngapain lagi masa minta sembako” sahut aldo santai
“bohong bang si aldo kesini tadi katanya mau nyolong barang² “ kompor ken
Aldo melotot ke arah ke “ sembarangan lo “
“sudah lah terserah kalian tapi jangan buat keributan ini rumah orang”
“lo ngapain di sini zhif?” tanya maudy
“Oh gue ikut bunda tadi ke sini sama...”
“sama?” tanya maudy penasaran karna zhifa menggantung ucapan nya.
__ADS_1
“sama pak raka hehe iya kan pak raka juga temen kerja pak Mahendra” bohong zhifa karna sahabat nya tidak pernah tau ayah zhifa jika.zhifa mengatakan dia kesini bersama ayah nya akan di pastikan sahabat nya akan kepo .
“yaudh kita duluan ya bye” pamit shifa lalu pergi dari hadapan mereka smua
“mereka kayak keluarga bahagia ya” ucap vino tiba²
“Iya jadi pengen nikah” ucap aldo melirik maudy yang kebetulan maudy juga menoleh.maudy hanya menanggapi dengan senyuman saja.
“nanti kita buat anak selucu za yuk yang” ajak vino ke catlin
“iya.nanti kita buat yang lebih lucu” lalu kedua sejoli itu berpelukan dari samping begitu juga maudy dan aldo sedangkan ken dak raya hanya menjadi obat nyamuk mereka saja.
“Ray lo gak kau pelukan juga gitu ?” tanya kenapa
“ya pingin tapi sama siapa” jawab raya tak peka
“gue nganggur lo ray lo gak mau” goda kenapa menaik turunkan alis nya
“Sembarang lo ray” kesal kenapa.
****
Pengurusan jenazah sudah hampir selesai kini tinggal mengebumikan jenazah nya saja karna tempat pemakaman tidak terlalu jauh tetapi jika berjalan itu akan membuat lelah juga mereka memutuskan untuk memaki ambulan saja.rere yang sedari tadi mengetuk pintu kamar tania lelah karna tidak ada sahutan dari tadi.niat rere hanya menawarkan mana tau tania ingin melihat papa nya terakhir kali tetapi tidak di tanggapi oleh tania jadi rere meninggalkan kamar tania karna suami nya sudah memanggil bahwa mobil sudah siap tinggal berangkat saja.
Tania sedang memandangi foto papa nya “ pa maafin tania hiks tania sayang papa,tania gak kuat liat papa di tutup kain dan tanah hiks maaf pa tania gak ikut antar Papa” tania memeluk figura papa jya yang tersenyum di situ dan ada seorang gadis 6 tahun yang ia gandeng disitu siapa lagi jika bukan tania.
“ya allah sedih banget “ maudy meneteskan.air mata nya sedih melihat Mahendra yang siap di kebumikan itu.meskipun bukan siapa² tetapi jika seseorang meninggal kita pun ikut merasakan sedih.
“sabar yang sabar” aldo mengelua punda maudy
__ADS_1
“gue gak kuat sumpah kasian banget ini” raya pun ikut² sengguguh ken lah yang berusaha Menengkan raya.
Saat jenazah sudah di angkat dan ingin di masukan ke dalam liang lahat mereka smua kaget mendengar teriakan seorang gadis yang berlari memanggil papa.
“PAPA”teriak tania berlari dari arah jauh dan menerobos kerumunan.smua orang kaget termasuk orang tua melvan dan teman² zhifa.melihat tania yang penampilan tidak bisa di katakan baik itu berlari dengan air mata yabg masih menetes dan hidung yang merah.
Tania langsung memeluk tubuh Mahendra yang terbalut kain kafan dan menangis “ papa hiks jangan tinggalin tania maafin tania jika tania salah sama papa tania gak mau kehilangan papa,papa bangun hiks pa nanti Tania sama siapa disini” tania menangis histeris memeluk papa nya smua orang merasa iba melihat tania.
“ tania anak pak Mahendra?” tanya maudy bertanya tanya
“bukan nya pak Mahendra gak nikah ya” tambah raya
“dan bukan nya si tania non muslim” ucap catlin
“inikan pemakaman orang islam kok bisa tania anak nya sih” imbuh ken
“Anak pungut kali” celetuk vino menjawab pertanyaan teman² nya itu.
Rere maju dan mengusap punggung anak majikan nya itu.” Sabar tania sabar ikhlaskan tuan ya ikhlasin papa tania “
“gak mau tania mau papa tania butuh papa hiks jangan kubur papa” tangis tania semakin kencang dan rere berusaha mengingkirkan tania dari tubuh Mahendra supaya mahendra bisa di kuburkan.
“JANGAN- jangan masukin papa kalian siapa itu papa aku jangan di masukin situ itu papa hanya pingsan kenapa kalian jahat”tania memberontak dari dekapan rere.
“istighfar sayang istighfar jangan gitu ikhlasin papa kamu”
“pa-pa tania sayang papa” lirih nya lalu tania tak sadarkan diri.rere panik lalu meminta orang untuk membantu nya mengangkat nya.
Zhifa dan raka tak ikut karna di larang oleh arum karna zhifa membawa za dan arum melarang bahwa anak kecil dilarang masuk kedalam makam yang otomatis raka ikut menemani zhifa dan za.
__ADS_1
“Pasti nyesek jadi gadis itu” ucap arum dalam hati karna hati nya mersa sakit saat melihat tania menangis² memeluk tubuh kaku Mahendra.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...