Perjalanan Kisah Cinta Zhifa

Perjalanan Kisah Cinta Zhifa
kejutan


__ADS_3

...****************...


jangan lupa like ya jika kalian suka..


mungkin agak belepotan dan banyak typo karna ini karya pertama aku😀


.


.


.


happy Reading ♡´・ᴗ・`♡


.


.


Zhifa dan bunda nya berjalan tros di Koridor hotel. Zhifa bingung sebenarnya mau kemana bunda nya dan teman² zhifa yang dari tadi di belakang mereka sudah pergi seperti terburu buru ntah kmn zhifa pun tak tau.


“Bun kita mau kemana “ tanya zhifa


“Em bunda nyari toilet zhif dr td gak ketemu² ih” zhifa melongo sedari tadi mereka berkeliling hanya untuk mencari toilet.


“Bund toilet bukan di sini tapi di setiap ruangan jg ad “


“Yaudh deh bunda cari toilet dulu kamu tunggu disni ya “ ucap arum


“Zhifa temenin deh ya” tawar zhifa ragu²


“His kamu ini sini aja lah sekalian nanti bunda mau ngambil baby za sama temen bunda “ arum langsung meninggalkan di Koridor hotel sendirian.


1 jam sudah zhifa menunggu tetapi tidak ad tanda tanda kedatangan bunda nya pikiran zhifa sudah kalut kemana mana ia takut terjadi sesuatu. Zhifa tak lagi berfikir jernih ia terus saja menelpon dan mengirim pesan kepada bunda nya tetapi tak ada satu pun ada balasan atau jawaban dari arum.


Zhifa berusaha menelpon sahabat nya berusaha meminta bantuan tetapi tak di angkat oleh mereka smua. Raka pun begitu zhifa bingung ad apa dengan smua orang kenapa tiba² mendadak menjadi orang sibuk smua.


“Bunda za kalian dimana” gumam zhifa mulai menyusuri setiap sudut gedung.


Dttrrr dtrrr

__ADS_1


Ponsel zhifa bergetar menandakan ada yang menelpon zhifa segera melihat disana tertera nama kontak bunda nya.ia langsung mengangkat nya dan menempelkan di telinga.


“Assalamu’alaikum bunda dimana zhifa cariin gak ketemu²” ucap zhifa dengan nada khawatir.


“zhifa zhifa Tolongin bunda hiks Tolongin bunda sama za disini “


“Bunda dimana bun katakan”


“bunda di culik nak disini juga ad za, kamu datang ke lantai 34 kalau gak salah cepet nakk arkkkhhhh”


“KAU INGIN MATI YA”


Air mata zhifa tak kuasa terbendung ia berlari menuju lift dan mencari kamar hotel yang ad di lantai 34 . Karna zhifa mendengar bunda nya menangis dan menjerit di akhir katanya dan seseorang yang berteriak disitu juga suara za menangis dengan kencang. Zhifa sudah menangis air matanya seakan tak bisa berenti sedari tadi.


Zhifa sudah sampai di lantai 34 dia berlari mencari di setiap ruangan dimana bunda nya lantai ini bukan tempat kamar tetapi tempat biasa di sewa untuk acara yang berukuran sedang. Smua pintu di kunci dan kini 1 kamar lgi yang tersisa dan benar saja kamar itu tak di kunci.zhifa mengetuk pintu tak ad aahutan dan akhirnya ia masuk.


Yang oertama kali ia lihat adalah gelap tak ada cahaya sedikit pun.


“Bunda baby za” teriak zhifa


Tak ad aahutan seperti nya ruangan itu kosong. Kaki zhifa seakan seperti jelly ia langsung merosot ke lantai dan menangis menyebut nama bunda nya dan za.


“Kalian dimana hiks bunda baby za” suara zhifa sudah serak seperti lama sudah ia menangis.


Tek


Lampu menyala zhifa yang menunduk langsung mendongak bersama dengan itu.


“HAPPY BIRTHDAY ZHIFA “ teriak smua orang yang ada disitu yang tak lain ketiga sahabatnya di tambah ke4 laki² yang tadi,Bunda nya, orang tua raka dan tak lupa si kembar azura dan zaura.


“Bunda “ zhifa berdiri lalu berlari kepelukan bunda nya menangis lagi. Seperti nya air mata zhifa unlimited tak bisa habis.


“his udah² masa nangis sih itu make up nya luntur kan” canda arum mengelus punggung zhifa


“Bunda gak papa kan? “


“dimana za bun”


“haha liat lah wajah mu sudah berubah menjadi merah karna menangis. Berbalik lah” arum menyuruh zhifa untuk menoleh ke arah belakang nya.

__ADS_1


“happy birthday day to you”


“happy birthday day to you”


“happy birthday happy birthday happy birthday day to you”


"happy birthday mama za"


Tes


Air mata zhifa turun lagi kala mereka raka menyanyikan lagu ulang tahun dengan tangan kanan memegang kue dan tangan kiri mendorong stroller bayi za dan dapat di lihat bayi itu anteng dan bertepuk tangan sperti ia paham saja.




Raka mendekat di hadapan zhifa “ happy birthday mama za” raka tersenyum tulus ke arah zhifa.


Zhifa terharu kenapa ia sampai melupakan hari kelahiran nya ia mengusap air mata nya. Dan tersenyum ia mengucapkan Terima kasih kepada smua orang.


“tiup lilin nya tiup lilin nya tiup lilin nya sekarang juga sekarang juga sekarang juga” nyanyi smua orang dengan gembira kecuali 1 orang yah kalian pasti tau itu siapa.


“Tiup ya tetapi doa dulu dong”


Zhifa menutup mata nya dan “ ya Allah makasih atas kesempatan untuk mu aku hidup makasih juga telah menitipkan bund kepada zhifa dan menitipkan malaikat kecil seperti za seakan kebahagiaan zhifa lengkap ya Allah smoga aku selalu merasakan kebahagiaan selalu. Aamiin”


“Aamiin”


Zhifa langsung meniup lilin itu dan di sambut tepuk tangan dari smua nya. Waktu nya sesi potong kue potongan pertama zhifa berikan kepada bunda nya lalu potongan ke dua di berikan kepada mama Della dan ketiga sebenarnya zhifa berikan kepada papa galang tetapi karna papa galang tan menyukai kue , jadi potongan ke tiga zhifa berikan ke pada raka. Setelah raka menerima suapan dari zhifa. Za yang sedari tadi diam langsung tertawa keras selalu seperti bahagian sekali.


“Em zhifa bisa ikut dengan ku sebentar” pinta raka kepada zhifa


“hah ya mas ada apa? “


“tidak di sini ikutlah dengan ku”


Zhifa berbicara dengan bunda nya lalu mengikuti langkah raka. Seperti nya zhifa tau dimana tujuan raka seperti rooftop hotel karna mereka terus saja naik ke atas.


Raka membuka pintu yang menghubungkan antar tangga dengan rooftop. Zhifa terpukau saat melihat nya di sini di hiasan sedikit balon dan meja dan zhifa juga dapat melihat keindahan hotel pada malam hari. Gedung² yang tinggi dan lampu kendaraan di bawah sana zhifa baru pertama kali melihat nya karna inda sekali pemandangan warna kelap kelip malam dan sinar bintang.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2