Perjalanan Kisah Cinta Zhifa

Perjalanan Kisah Cinta Zhifa
shalat di masjid


__ADS_3

Happy reading ★~(◠ω◕✿)


...----------------...


Saat ini zhifa dan melvan sedang di perjalanan ,tujuan mereka adalah ke bioskop untuk nonton tetapi di tengah perjalanan zhifa melihat tukang cendol ia menyuruh melvan untuk berenti dan ingin membeli nya tetapi melvan melarang agar zhifa berada di Mobil saja jadi melvan lah yang turun dan membeli kan cendol untuk zhifa


Setelah membeli 2 cendol itu melvan masuk ke dalam mobil tetapi zhifa yang asik bermain ponsel jadi ia tak menyadari nya dengan diam² melvan memotret zhifa dan mengupload nya ke instagram


melv_ryanx



❤ 💬


15.698 like disukai oleh aldo_gans dan 15.697lainnya


melv_ryanx Thank you for giving me a little time😍


komentar di nonaktifkan


...****************...


"eh van udah balik kok diem aja sih mana sini cendol nya" pinta zhifa lalu melvan meletakkan ponselnya di dashboard dan memberikan cendol ke arah zhifa


zhifa menerima nya dengan senang hati lalu melvan menghidupkan mesin mobil nya dan menuju ke tempat bioskop


butuh waktu menempuh ke bioskop setelah menghabiskan 45 menit perjalanan akhirnya mereka berdua sampai sebelum masuk zhifa dan melvan akan membeli tiket nya terlebih dahulu


"aku akan beli tiket nya dulu" ucap melvan lalu di anggukin oleh zhifa


"em evan aku akan kesana membeli popcorn untuk kita" izin zhifa lalu melangkahkan kaki nya menuju penjual popcorn tetapi tangan di cekal oleh melvan! melvan memegang lengan gamis nya zhifa jd aman kok


"kamu manggil aku apa tadi? " tanya melvan menatap zhifa


sedangkan yang ditatap tak berani melihat "eh itu anu aku panggil evan aja boleh biar simple" cicit zhifa


"haha muka kamu lucu banget sih pingin. cubit pipi kamu yang chubby itu" gemas melvan tapi ia Tahan supaya tak mencubit pipi zhifa


"kenapa? " tanya zhifa bingung


"apa kamu mau aku memegang pipi mu lalu mencubit nya? " tanya melvan mendapat gelengan dari zhifa lalu ia melangkah kan kaki nya lagi


"yaudh pergi lah tapi cepet kembali aku takut kamu nanti hilang"suara melvan sedikit berteriak karna buot yang ramai dan zhifa yang menjauh tetapi zhifa msk bisa mendengar dan hanya mengarungi jempol kanan nya ke atas


zhifa sudah mendapat 2 popcorn dan 2 minuman di tangan tetapi karna bioskop yang agak ramai orang jadi membuat zhifa sedikit kewalahan harus menghindari orang yang sedang berlari² an di Koridor bioskop saat zhifa ingin menghindari anak kecil yang berlari kencang ia malah menabrak seorang pemuda


" awsss"rintih zhifa yang terjatuh


zhifa yang melihat makanan dan minuman yang terjatuh itu pun sedih "yah kan jatuh" gumam zhifa dlm hati


"maaf maaf apa kau tidak apa²" tanya pemuda tadi


zhifa yang sadar bahwa di tadi menabrak laki² ia mendongak lalu menundukkan kepalanya lagi


" aku tidak apa²"sahut zhifa

__ADS_1


"mau ku bantu berdiri" ucap pemuda itu mengulurkan tangan nya


"tidak Terima kasih aku bisa berdiri sendiri" lalu zhifa bsendiri membersihkan debu yang menempel di baju nya mengibas ngibas dengan tangan nya


"aku akan mengganti makanan mu" ucap pemuda itu


"ehh tidak aku yang salah bukan kau"tolak zhifa secara halus


" tapi itu... "pemuda itu menujuk popcorn yang berserakan di lantai dan minuman yang msh utuh untung saja tidak tumpah


" tidak apa² aku bisa membeli nya lagi"


"apa aku boleh tau nama mu" tanya pemuda itu


" hm ya aku nazhifa panggil saja zhifa"ucap zhifa menggatupkan tangan nya di depan dada


"aku zaraka panggil saja raka" ucap raka memperagakan seperti zhifa menggatupkan kedua tangan nya


"aku harus pergi raka teman ku pasti sudah menunggu" pamit zhifa lalu pergi


"gadis yang menarik" batin seseorang yang tak lain adalah raka


tanpa mereka sadari sedari tadi melvan melihat ke2 manusia itu dari zhifa terjatuh sampai mereka berkenalan sepanjang itu pula melvan merasa sakit di hatinya, sekarang ia tau buka dengan nya saja zhifa tak mau berjabat tangan tetapi dengan pria lain juga


"zhifa hanya milik ku dah hanya untuk ku" gumam melvan menyorot tatapan tajam ke pemuda yang masih berdiri sambil tersenyum ke arah punggung zhifa


"melvan" panggil zhifa menepuk pundak melvan pelan


"astaga zhifa kamu mengagetkan saja"


"udah dong yuk masuk bentar lagi mulai" ajak melvan mendahului langkahnya dari pada zhifa


"panggil aku seperti tadi jangan melvan lagi" ucap melvan


"apa! evan? "


"hm aku suka panggilan itu" zhifa menggangguk sebagai tanda mengerti


...****************...


hari sudah menjelang sore dan akan menunjukan waktu magrib tetapi melvan dan zhifa masih berada di bioskop mereka menunggu lama sampai pintu bioskop sepi karna jka berdesak²an melvan tak mau itu


"huh lama sekali keluar nya"keluh melvan


" sudah ayo pulang sebentar lagi maghrib "ajak zhifa


ternyata saat di perjalanan zhifa sudah mendengar azan magrib berkumandang berarti ada masjid di dekat sini


" melvan kita akan solat di masjid depan sana ya"ucap zhifa menunjuk arah depan


"eh zhifa a-aku emm ituu...." gugup melvan


"kenapa apa kamu belum pernah solat disitu tidak apa² aku juga belum pernah jd tenang saja"


"kita berenti dulu kalau kita pulang akan habis waktu maghrib nya" ucap zhifa sedikit memaksa

__ADS_1


"oke" melvan pasrah ia gak tau harus gimana lagi jika ia memberitahu zhifa sekarang ia takut zhifa menjauh


akhirnya mobil melvan berenti di masjid yang lumayan besar, melvan dan zhifa turun dari mobil lalu melangkah kan kaki nya menuju tempat wudhu


"ya Tuhan gimana ini bahkan aku baru pertama menginjakkan kaki ku di masjid "


"evan ngapain disitu sini" ajak zhifa sedikit berteriak karna melvan belum juga bergerak masuk ke teras masjid


melvan tersadar lalu menyusul zhifa "kenapa melamun disitu" tanya zhifa


"aaa itu anu aku hanya menganggumi nya masjid ini sangat bagus" bohong melvan


"benarkan masjid ini sangat bagus interiornya sangat modern"


lalu mereka sampai di tempat wudhu karna tempat wudhu laki² dan perempuan berbeda jadi mereka berdua terpisah..


"terakhir aku menyimak tentang wudhu itu waktu SMA" batin melvan gelisah


lalu di samping nya ada seseorang yang ingin berwudhu juga tak ingin ketinggalan melvan mengikuti gerakan lelaki paruh baya itu, sebenarnya melvan ingat tetapi ia takut salah,


melvan adalah tipe orang yang ingin tau dari SD ia selalu menyimak pelajaran pendidikan agama Islam teman² seagama selalu keluar kelas tetapi tidak dengan melvan ia justru memperhatikan dengan serius terkadang waktu sesi tanya jawab teman nya diam melvan yang tau jawaban nya pun mengangkat tangan dan menjawab nya yang mana membuat teman sekelas nya melongo..


meskipun ia tak tau isi bacaan alquran tetapi ia tau pelajaran tentang surat² kecil ia mendengar guru atau teman² membaca itu lama kelamaan ia tau sedikit surah² pendek


setelah selesai melvan masuk kedalam barisan menyesuaikan shaf nya, ia tak pernah shalat tapi ia tau tata cara nya jadi ia akan ngikut saja


"apakah kamu mau menjadi imam nak" tanya pria paruh baya yang melvan yakini itu adalah orang yang di tempat wudhu tadi


"eh tidak saya tidak jelas" bagaimana bisa seorang beragama non muslim menjadi pemimpin solat


"tidak apa² maju lah setidaknya kau berlajar menjadi imam di keluarga mu" suruh lelaki yang di sebelah melvan


"tidak maaf kan saya tetapi saya belum hafal bacaan² sholat saya takut salah" melvan trus saja menolak


"yasudah ustaz dia tidak mau, ustaz saja yang menjadi imam seperti biasa" ucap lelaki yang di sebelah melvan tadi lalu orang yang di panggil ustaz tadi mengangguk.


sekarang melvan tau bahwa yang tadi adalah ustaz,setelah itu sholat pun di mulai dengan suara niat sholat magrib


setelah selesai zhifa menunggu melvan kenapa ia tak muncul juga padhal sudah 10 menit selesai sholat.


"maaf menunggu mu" ucap melvan yang baru datang


"dari mana saja kamu evan?? kenapa lama sekali? " tanya zhifa bingung


"ha tadi aku sedang mengobrol dengan ustaz daerah sini" jawab melvan benar..


ya bener selesai sholat ustaz tadi atau ustaz yahya memanggil melvan hanya untuk bertanya² karna ia tak pernah melihat melvan sebelumnya jadi ustaz yahya menawarkan melvan untuk sholat lagi di masjid itu dengan meminta agar melvan mau menjadi imam, melvan tak berjanji ia hanya mengiyakan saja apa yang di minta ustaz yahya setelah selesai bicara melvan pamit karna ia membawa seorang teman takut menunggu katanya, lalu ustaz yahya mempersilahkan melvan keluar..


"oh benarkah jadi kenapa ustaz itu memanggil mu"


"beliau menawarkan aku untuk menjadi imam di suatu hari nanti dan ia juga mau aku shalat berjamaah di masjid ini lagi" jelas melvan..


"bagus dong lain kali kita kesini lagi tetapi dengan syarat kamu menjadi imam" ucap zhifa dengan nada gembira lalu mereka menuju ke parkiran dan pulang


jangan lupa tinggalan kan jejak

__ADS_1


like and komen biar akunya jadi semangat up🔥


__ADS_2