
... Happy reading...
... ....
... ...
... ....
... ....
... ...
...----------------...
... ***...
"*Tuan maaf di depan ada tamu ingin bertemu dengan tuan" ucap bik sum yang baru saja datang dari arah pintu.doen mengkerutkan kening nya karna ia tak punya janji hari ini dan tamu yg ia undang hanya tania lalu siapa yang datang karna tidak sembarangan orang datang ke rumah deon dan tau rumah deon*.
"Suruh masuk aja bik" suruh deon kepada bik sum dan di anggukin bik sum.setelah bik sum pergi tania menatap deon.
"Ngundang sapa lo!" tuding tania memicingkan mata nya takut² jika orang jahat kan.pikiran tania selalu negatif jika dengan deon.haha
"Saya tidak tau" tania mrmutar bola mata nya malas.
"Mari masuk pak buk , tuan deon ada di dalam" ucap bik sum tersenyum ramah pada tamu yang datang.
"Terimakasih bik"
"Sama sama buk… saya permisi"
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam " jawab deon dan tania serempak membalas salam orang yang baru saja memasuki rumah.
Tania yang tadi nya miring menghadap deon membenarkan posisi duduknya agar melihat siapa yang datang dan mata nya membulat sempurna melihat siapa yang datang.
"A-ayah" lirih tania masih dengan keadaan kaget, yah yang datang adalah ayah nya yaitu angga dan mama tiri nya lisa oh dan jangan lupakan orang yang berjalan sambil menunduk di belakang mereka.
"Tania? Ngapain disini?" tanya angga bingung melihat anak nya di sini sedang duduk di samping deon dan za yang berada di pangkuan nya.
" Silahkan duduk pak angga dan buk lisa" ujar deon datar mempersilakan duduk kedua orang paruh baya itu tetapi tidak menyuruh risa untuk duduk.
"Tania lagi main hehe ia lagi main ama za "
"Tapi kam--"
"Maaf om angga sebelumnya ada apa datang kerumah saya dan setau saya tidak banyak yang mengetahui rumah saya kecuali orang yang penting bagi saya" to the point deon memotong ucapan angga ia paling tidak suka banyak basa basi dan jangan lupakan ia menekan kata penting dalam arti kata orang yang tak penting di larang ke rumah.atau biasa jika ada janji deon lebih milih bertemu di luar saja.
"Iya saya juga sebenarnya tidak tau tetapi saya datang kesini itu karna saya tau alamat dari papa kamu kebetulan papa kamu rekan bisnis om" jelas angga itu tidak bohong memang angga sudah menyelidiki dan ternyata deon adalah anak rekan bisnis nya.
"Om bilang apa aja sama papa" ucao deon dingin
__ADS_1
"Tidak banyak hanya saya hanya meminta dengan alasan pekerjaan saja" deon menghela nafas nya lega tapi...
"Dan juga bilang jika kamu harus tanggung jawab agar putri saya di nikahi oleh mu" sambung angga sukses membuat tania tersedak air liur nya sendiri.
"Ini non minum nya" kebetulan sekali di saat minum nya datang di situ tania tersedak.
"Makasih bik"
"Maksud om apa?" tanya deon tidak peka lebih tepat nya pura pura bego.
" om tau kamu ngerti tapi tak apa om akan jelaskan.. oh oke. Kamu deon harus menikah dengan anak om risa untuk di jadikan istri mu dan ibu dari cucuku za" tekan deon tegas.
"Hah!" kaget tania
"Kenapa tania kamu gak suka jika deon menikah dengan risa?" tanya lisa sedikit kecewa melihat tania seperti tak menyukai ucapan angga.
Tania tersenyum miring " haha saya mah apa disini saya bukan siapa siapa, jadi saya gak berhak menentukan tapi emng risa sanggup jadi ibu dari za?" tanya tania tersenyum sinis ke arah risa yang menunduk sedari tadi.
"Kenapa tidak dia seorang ibu yang pasti dia biaa merawat kan"
Tania tertawa lepas mendengar penuturan lisa membuat mereka smua bingung termasuk za entah kenapa bayi itu malah ikut tertawa mungkin karna melihat tania lucu.
"Aduh perut gue sakit , gini ya ayah dan mama tania tau za anak risa dan risa ibu kandung za.. Coba kalian pikir ibu mana yang tega membuang anak kandung nya yang masih bayi dan dia tidak tau sama sekali info bayi nya setelah di buang"
"Oh satu lagi emng risa bisa sedangkan sekarang aja za enggan melirik ibu kandung nya,pasti kalian tau lah darah lebih kental dari air lalu mana darah nya rasa nya za tak pernah menatap risa seakan risa memang ibu nya"
Risa menitikan air mata nya smua kata kata tania menusuk hati nya , rasa nya memang nyeri saat za enggan melirik nya atau pun bermain bersama nya seperti ibu dan anak pada umum nya.
"Tania jaga bicara mu , biar deon yang memutuskan kau diam"titah angga tegas tetapi di acuhkan tania malah bermain dengan za sesekali mengobrol.
" deon om minta kamu nikahin risa secepatkan ini demi za supaya kalian bisa rawat za sama sama"
"Tidak.akan." tekan deon menatap tajam risa.
"Kenapa nak, tante tau risa memang salah tapi itu sudah masa lalu jadi kita lupakan saja sekarang kita buka lembaran baru biarkan risa menjadi ibu yang baik lagi untuk za dan istri hntuk mu" bujuk mama lisa lembut dengan mata teduh seakan meminta agar deon mau menuruti nya dan luluh.
"Saya tidak akan sudi menikah dengan nya , karna saya paling anti orang yang menolak saya tetapi esok nya malah memohon"
"Kalau begitu kembali kan za pada zhifa agar ia merasakan kasih sayang orang tua lengkap" tania heran kenapa jadi begini ayah nya dan mama nya terlalu egois sih kenapa pada maksa orang deon nya gak mau juga.
"Saya tidak mau ya sudah cukup memaksa saya! Kalian tidak berkah mengatur hidup saya ataupun anak saya dan apa tadi kata tuan angga adijaya mengembalikan za pada zhifa? Emng siapa zhifa bahkan darah zhifa pun tidak ada mengalir di tubuh putri ku!" gertak deon marah membuat smua terdiam.
"Dia bukan anak mu saja deon dia juga anak ku , aku berhak merawat nya juga" kali ini risa memberanikan diri untuk berbicara.
"menyesal hm? LALU KENAPA KEMARIN KAU BUANG ANAK KU HAH SECARA TIDAK LANGSUNG KAU MEMANG TAK MENGHARAPKAN KEHADIRAN PUTRI KU!" bentak deon cukup kali imi emosi tak terkontrol muka nya sudah merah padam akibat memendam emosi dari tadi melihat wajah risa seakan ingin deon jadikan samsak tinju nya.
"Deon! Turunkan suara mu apa ini CEO membentak perempuan" hardik angga tak terima.
"Huwaaa mama mama" tangis za kaget karna suara deon yanh cukup keras.
"Cup cup sayang kaget ya maafin papi mu ya " tania langsung berdiri mengendong za dan menimang nimang agar za lebih tenang.
__ADS_1
Bukan nya berhenti za malah menguatkan tangisan nya mereka smua diam mendengar tangisan za dan melihay tania yang berusaha menenangkan nya.
"Kak aku boleh gendong" tania mlihat za bentar lalu menyerahkan za pada risa sebenarnya ia taku jika za diam dengan risa otomatis risa akan nikah dengan deon.entah kenapa perasaan tania tak terima itu.
Tangisan nya tak berhenti juga kali ini lebih parah za memberontak dari gendongan risa ia menendang nendang angin dengan kaki nya dan tangan nua berusaha menjauhkam tubuh nya dari risa.
Saat kaki za tak sengaja menendang tangan kiri za yang memegang pantat za itu. Membuat risa mengaduh dan melepas tangan nya dan itu membuat smua kaget karna za merusut kebawah.
"Za" replek tania dan deon menangkap za di bawah mereka saling pandang karna tangan mereka bersentuhan dan untuk saja bayi itu berhasil mereka tangkap. Bukan nya menangis lagi za malah tertawa dengan riang melupakan bahwa ia menangis tadi.
Tania langsung mengambil za dan ia gendong,mereka berdua jadi salah tingkah sendiri huh.
"RISA! Kau ingin membunuh putri ku lagi iya!! Belum puas apa kau jatuhkan putri ku dari tangga, ini mau di jadikan ibu menggedong anak saja tidak becus apa lagi menjadi istri saya. Ck keputusan saya sudah bulat saya akan ambil hak asuh anak dan kau tidak akan kubiarkan kau menyentuh anak ku lagi" tunjuk deon menggunakan telunjuk nya menunjuk risa.
"Deon ini--"
"Stop! Saya tidak akan mengulang nya lagi dan ingat saya akan menikah dengan tania bukan risa karna saya rasa tania lebih baik dari pada risa "
Perkataan deon berhasil membuat jantung tania berdiskotik ria, pipi nya merah menahan malu akhirnya tania membuat kegiatan sendiri dengan mengajak za berbicara.
"Tapi risa ibu nya bukan tania" kilah angga
"Yah saya akan menikahi putri om"
"Benarkah?" tanya lisa tak percaya.
"Ya"
"Sialan kok gue merasa di buat mainan ama nih duda"
"Tapi tania kata nya kamu mau menjadikan ibu sambung za"
" ya saya akan menikahi putri om yaitu tania, kenapa kalian bertanya lagi ya jelas saya akan buat tania menjadi ibu dari za" ujar deon santai itu membuay risa seakam terjatuh dari langit.
"Tapi kau akan menikahi putri om risa , apa kau mau memadu risa?"
"Haha kau sungguh lucu tuan angga apa kau Tak mengganggap bahwa tania putri mu oh apa kau lupa jika tania juga putri mu dan itu terserah bagi ku ingin menikahi siapa yang jelas aku akan menikah dengan putri mu"
"Tidak ini--"
"Saya rasa cukup jelas jadi jika tidak ada hal penting lagi silahkan keluar" usir deon secara halus sambil menunjuk pintu utama.
"Kau mengusir kami tidak sopan sekali " cibir angga
"Tuan angga yang terhormat saya tidak akan mengulangi kata kata saya jadi mohon bijak"
Angga geram sudah ia menyeret risa yang menangis sedari tadi itu untuk keluar bersama lisa istri nya tanpa mengatakan sepatah kata pun.
"Apa tidak terlalu sekali mengusir orang yamg lebih tua?" tanya tania.
"Tidak selagi ia bisa menghormati sesama"
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...