Perjalanan Kisah Cinta Zhifa

Perjalanan Kisah Cinta Zhifa
fakta 2 & kemarahan zhifa


__ADS_3

hoho selamat membaca semoga sukaaaaaa


.


.


.


"Aku ayah nya" tiba tiba seseorang muncul dari balik pintu utama rumah raka,mereka smua menoleh ke arah pintu dan betapa kaget nya ia melihat deon yah deon mereke mengenal itu waktu di bali deon juga pengusaha yang berkerja sama dengan angga dan galang pasti nya.mudah saja deon akrab karna raka adalah sahabat nya semasa menuntut ilmu.


"Deon?" gumam mereka smua terkejut.


Deon melangkahkan masuk kedalam lalu menaruh amplop coklat di meja dengan keras,risa hanya memejamkan mata nya takut.


Amplop coklat itu adalah hasil tes dna,surat kelahiran za di london dan beberapa bukti lain nya.


Raka lebih dulu membaca isi amplop surat tersebut mata nya terbelalak tak percaya.raka mengerjap ngerjapkan mata nya berusaha menghilangkan kenyataan itu tapi sama saja hasil nya sangat di kuar dugaan.


"Mas itu surat apa coba baca bilang kalau pernyataan risa dan deon itu salah" desak zhifa juga penasaran tetapi tangan nya memegangin za jadi susah jika tidak ia akan merebut amplop itu dari tangan raka.


Zhifa kesal ia menaruh za di pangkuan tania lalu merebut amplop coklat dari tangan raka. Zhifa menangis membuang amploo itu ke atas meja.


"Gimana udah percaya? Itu bukan rekayasa tapi itu fakta! Wanita yang selama ini kalian terlihat lugu baik dan polos ini memilik sifat iblis!" deon menekan kata iblis memandang wajah risa yang menunduk.


"Ini?bagaiman bisa?" tanya lisa meminta jawaban dari risa atau pun deon jujur ia tak mengerti ia hanya mengerti surat dna bahwa deon 99% ayah biologis za.


"Putri tante itu risa dia mabuk saat kuliah dulu dan saya sebagai dosen di sana,kami pacaran juga waktu itu ntah kenapa risa meminum obat perangsang ia tersiksa karna obat itu jadi ia memaksa saja untuk melakukan itu awal nya saya nolak tetapi gadis ini malah membangkitkan hasrat saya,di situ kta melakukan yang seharus tidak pernah terjadi..


...1 bulan setelah itu risa hamil awalnya aku gak percaya karna kita hanya melakukan sekali tetapi setelah aku pikir mungkin itu adalah anak ku karna aku lah yang pertama kali mengambil harta paling berharga milik risa"


Flashback on


1 bulan kejadian itu risa mual mual,pusing dan badan nya sedikit berisi ia jadi teringat waktu dimana ia mengahabiskan malam dengan deon pacar nya.


Risa berinisiatif membeli tescpack dahulu memeriksa,risa was was ia takut diri nya beneran hamil ia takut mama dan ayah nya kecewa.


Risa memutup mata nya perlahan ia mengangkat benda mungil itu tepat di hadapan nya.risa membuka mata nya perlahan,mata memanas dan ia menangis ternyata terdapat garis 2 merah di sana yang arti nya ia hamil.


"Gak mungkin aku ham-il hiks kenapa aku hamil"


deon menatap risa datar di depan nya menunggu apa yang mau di ucapakan risa.


"Cepatlah berbicara aku tak ounya banyak waktu" ujar deon dingin semenjak kejadian itu deon semakin datar dan dingin kepada risa ntahlah ia benci wanita peminum seperti risa.

__ADS_1


"Deon aku hamil"


Deon melotot mendengar penuturan risa " haha kau lawak sekali risa mana mungkin .. aku dan kau hanya sekali mela--"


"Hey jadi kau pikir aku hamil anak siapa!! Aku bahkan tak pernah berencana memiliki anak aku ingin bebas mengejar cita cita ku bukan menjadi ibu rumah tangga" ucap risa tersungut emosi secara tak langsung deon mengatakan bahwa ia pernah melakukan dengan laki laki lain.


"Jadi mau mu apa? Pertanggung jawaban? Oke aku akan menikahi mu" deon menggeleng pertanda tak mau ia dan deon sudah putus 2 minggu yang lalu.ntah kenapa tania memutuskan setelah mereka melakukan itu.


Deon mengernyit heran " jadi ?"


"Aku gak akan mempersulit ini kita akan melanjutkan kehidupan kita masing kau dan aku kita urus urusan kita soal janin ini aku akan menggugurkan nya" ujar tania santai tanpa melihat deon yang sudah menggeram menahan marah terlihat urat² leher timbul dan muka yang merah padam.


Brak


Deon menggebrak meja cafe dengan kerasa itu dapat membuat tania kaget bukan hanya kaget tetapi pengunjung cafe juga dan atensi mata menuju ke arah mereka.


"KAU GILA JIKA SAMPAI KAU MELAKUKAN ITU kau akan mati di tangan ku sendiri" bentah deon murka tania kaget karna ia baru melihat deon semarah ini,ia sadar bahwa dia keterlaluan tapi mau bagaimana lagi ia takut orangtua nya kecewa. Pengunjung lain nya hanya menatap tak rau karna memang mereka tak paham bahasa deon dan risa yang menggunakan bahasa indonesia.


"Deon tapi aku gak mau orangtua ku kecewa kalau tau aku hamil hiks" deon mengantur nafas nya lalu ia duduk dan menatap risa lekat.


"Lahirkan janin itu lalu berikan pada ku,setelah itu kau bisa pergi aku tak akan mengganggumu!kau bisa mengjar cita cita mu dan soal orangtua mu akan ku pastikan mereka tak mengetahui ini"


Selama hamil risa selalu di jaga dengan baii oleh deon bukan deon hanya menantikan bayi nya bukan risa,dia hanya sedikt kecewa bahwa wanita yang ia cintai tak mau di nikahi dan berniat membunuh janin yang tak berdosa.


Bulan ke 9 hanya menghitung hari lagi risa akan melahirkan tetapi karja urusan mendesak deon di suruh oleh orang tua nya menjalankan bisnis keluarga di usa itu membuat deon menolak tetapi ancamam berbagai ancaman keluar dari mulut sang mama membuat deon menuruti kemauan mereka.


"Letakan bayi ini dimana saja yang kau mau.aku ingin bayi ini jauh dari ku atau pun deon…jangan sampai meninggalkam jejaksedikit pun.mengerti!' titah risa menyerahkan box bayi yang sudah ia isi beberapa perlengkapan bayi nya.


"Dimana saya akan membuang nya nyonya?" tanya perempuan itu ia adalah pembantu di rumah risa yang kebetulan orang indonesia juga.


"Buang menurut di negara yang akan merawat putri ku dengan baik"


" baik nyonya"


"Maafin mama quily"


Setelah itu risa tak tau kemana pembantu nya membuang anak nya yang pasti pembantu jya juga tak muncul di hadapan nya lagi.risa berkemas ia akan keluar dari rumah deon dan tinggal di apart nya lagi.


Flashback off


Semua orang menangis dan sedih mendengar cerita yang keluar dari mulut risa sendiri.lisa dan angga ia snagat kecewa anak yang mereka didik dan berusaha agar tak seperti lisa di waktu dulu tetapi mereka gagal risa sudah memiliki anak tanpa menikah.


Arum berusaha menenangkan lisa ia juga tak menyangka risa seperti itu.dan untung saja risa tak hamil dengan suami orang karna arum tajut karma akan ada meskipun begitu risa tetep saja hamil tanpa menikah.

__ADS_1


Zhifa sudah menangis di pelukan raka ketakutan nya adalah za yang akan di ambil oleh deon.jujur ia sudahh menganggap za sebagai anak nya ia tak mau jauh dari balita mungil itu.


"Smua sudah jelas disini terserah kalian mau apakan wanita ini aku tak peduli,aku seperti orang gila yang kehilangan sesuatu yang berharga aku menantikan bayi ku tetapi dengan mudah ia membuang..dasar wanita tak punya hati" maki deon setidaknya ia sudah lega smua orang mengetahui kebenaran sekarang ia hanya mau anak nya sudah cukup ia jauh dari putri nya.


Deon mengambil za yang ada di gendongan tania untuk ia gendong bukan nya menangis za malah memekik senang.


"Papa" panggil nya dengan muka senang dan tersenyum lebar.


"Iya sayang ini papa " deon mencium pipi za sayang.


"Saya akan ambil apa yang jadi milik saya dan apa yang seharus nya saya jaga selama ini" ucap deon menekan kata milik saya,smua tau apa arti deon.


"Jangam hiks za putri ku deon jangan ambil za ku mohon" mohon zhifa ingin mengambil za tetapi deon malah mengelak dan menjauh.raka hanya diam saja ia berusaha menenanglan za mau ia kekeh pun di sini deon lah yang menang.


"Saya rasa kalian sudah cukup merawat putri saya,saya akan ganti smua yang kalian keluarkan untuk putri saya,sekarang saya akan membawa za pergi.. Permisi" deon langsung berlalu keluar dari rumah raka,deon seakan menulikan pendengaran nya saat zhifa,tania dan risa memanggil nama nya dan nama za. Za bayi itu malah memeluk erat deon seakan lupa dengan zhifa dan raka. Memang yah darah lebih kental dari pada air meskipun za tidak tau dan jarang bertemu deon tapi bayi itu pasti mempunyai ikatan antara ayah dan anak.


Setelah deon hilang di balik pintu beberapa menit kemudian tiba tiba suara tamparan nyaris di ruangan itu.mereka smua menoleh dan kaget saat zhifa menampar risa dengan cukup keras.


plak


"PUAS HAH KAU PASTI SENANG MELIHAT KU MENDERIYA SEPERTI kau selalu saja merebut apa yang ku punya merebut kebahagiaan ku,dulu ayah dan kebahagiaan ku saat kecil sekarang aku sudah memaafkan ku tetapi dengan mudah za di ambil begitu saja..Kau pasti senang kan iya melihat aku sedih kehilangan za yang sudah ku anggap putri ku yang sendiri! IYAKAN RISA!"


Semua orang terdiam mendengar bentakan zhifa yang baru pertama kali mereka lihat.mereka tak tau dampak za sangat besar bagi zhifa. Tidak dengan tania ia sudah tau kemarahan zhifa saat za terjatuh dari tangga dan kini kesimpulan zhifa akan berubah menjadi moster jika itu smua sudah berhubungan dengan putri nya za.


"Maaf kak maaf" cicit risa takut² ia sudah tau akan hal ini jika terjadi ia juga sudah memikir kan kosekuensi nya yang ia lakukan dulu.


"Akan ku maafkan jika kau pergi menjauh dari ku dan kembalikan za kepada ku" egois yah menang zhifa saat ini egois ia sudah begitu menyanyangi za ia tak peduli lagi dengar sekitar nya.ia hanya mau za dan hanya za.


"Zhifa tenang kita--"


Bruk


"Zhifa" teriak smua orang memanggil nama zhifa saat mlihat zhifa jatuh pingsan untuk saja raka menangkap nya tetapi tetap saja mereka berdua terjatuh ke lantai.


Tanpa babibu raka menggendong zhifa keluar dari rumah ia nenuju mobil nya ia takut terjadi apa apa dengan za.ia akan membawa istri nya kerumah sakit memastikan bahwa zhifa baik baik saja.


"Raka kau mau kemana?" tanya arum


"Kerumah sakit bun raka takut terjadi apa apa sama zhifa"


Smua orang menggangguk lalu menyusul raka dan zhifa.kini hanya tinggal si kembar,tania dan aldo.


"Aku gak tau bahwa kau wanita yang sangat keji berhati iblis ntah dimana hati nurani mu saat mengatakan untuk membuang bayi tak berdosa itu,disini ku simpulkan bahwa kau yang sangat berdosa,padahal deon sudah menawarkan hal baik tetapi kau hanya mementingkan ego mu saja" kata kata tania menusuk ke hati risa ia hanya menangis menyesal itulah yang ia lakukan tetapi itu semua gak menutup kemungkinan bahwa dosa nya mampu di maafkan.

__ADS_1


"maaf maaf maaf maafin risa ma.yah kak hiks"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2