
Benar saja 45 menit sudah mereka menghabiskan waktu menuju ke villa itu kini mereka sudah berada di depan villa depan pantai sangat indah bukan pemandangan nya villa dengan jendela depan menghadap pantai.mereka smua sdah turun dari mobil kini mereka tinggal memasuki villa yang cukup luas ini.
"welcome to bali" pekik si kembar saat turun dari mobil.
"malu²in aja lo berdua" sinis aldo.
"iri ? bilang babu!" teriak si kembar dan memeletkan lidah nya.
smua orang terkekeh melihat adik kakak yang tak pernah akur untung saja mereka tak semobil jika semobil akan di pastikan hanya ada pertengkaran dan kebisingan mereka bertiga.
Saat di meja resepsionis ternyata di sana sudah ada raka yang masuk terlebih dahulu seperti mengobrol dengan pekerja resepsionis disana.
Raka berjalan ke arah sofa yang mereka dudukin untuk menynggu raka datang smua sangat senang mereka seperti keluarga bahagia ada nya tawa² dari za membuat keluarga smua nya ramai. ralat tanpa di diduga ada seseorang memandang za dengan tatapan teduh dan tersenyum getir.
"maaf"
“ini kunci kamar papa sama mama di kamar nomor 66,tros ini kamar ayah angga sm mama lisa di kamar 67 ,ini kamar bunda arum nomor 69 emm bunda gak papa tidur sendirian atau mau tidur sama siapa gitu ?”raka berhenti memberikan kunci kepada bunda arum.
“gak papa bunda udh biasa tidur sendiri kok”
“eh kak tania tidur sama bunda” potong tania cepat dan mengambil kunci kamar dari tangan raka.
Raka menggangguk lalu memberikan kunci kamar lagi “ kalian bertiga tidur 1 kamar ya” ucap raka kepada twins dan risa di anggukin mereka bertiga.
“Tros kunci aldo mana?” padahal ia menunggu pembagian kunci kamar tapi raka malah duduk.
“sorry kamar nya habis do jadi ya gitu deh” ujar raka kelewat santai membuat mata aldo terbelalak tak percaya .
“heh tros gue tidur di mana woyy kalau kamar nya pada habis” ucap aldo nyolot
Raka mengedikan bahu nya tak tau dengan kepada menggeleng jangan lupakan ekspresi raka membuat aldo semakin kesal tingkat dewa.
“Ini tinggal kamar gue sama kamar zhifa kalau lo gue i don't boy...”
Smua orang terkekeh melihat raka me ngerjain adik nya ,raka senang sekali membuat aldo kesal karna itu memang membuat mood nya naik ia tau dari sehabis tiba di bali aldo lah yang paling misuh² mengeluh lelah dan kenapa jauh sekali makanya raka berniat mengerjain adik nya ini.
__ADS_1
“Ya sudah kamu tidur sama mama papa aja kita bertiga nanti kamu di tengah biar mama kelonin mau??” tawar della menggoda anak nya.
“gak mau” pekik aldo gak habis pikir ia jika itu terjadi bisa malu sama bocil dia nanti.
“halah sebelum ada si kembar aja dulu kamu kalau gak tidur di tengah² mama papa gak mau tidur” cibir galang.
“Itu kan dulu pa sekarang aldo dan gede udh malu lah apa lg aldo udh punya cwek apa kata cwek aldo kalau aldo tidur di kelonin sama mama papa” sewot aldo .
Smua orang tertawa melihat wajah kesal aldo itu karna menurut mereka wajah aldo itu sangat tampan dan jika sedang kesal akan menjadi menggemaskan tetapi tidak dengan si kembar ia memandang aldo yang notabe abang kandung nya miris menurut si kembar ekspresi aldo membuat mereka berdua eneg.memang adik yang tidak berperikemanusiaan mereka berdua.
“Miris banget hidup lo bang” celetuk zaura
“hooh mana masih muda lagi”timpal azura menggangguk.
Raka menggeleng tak habis pikir lihat lah ke3 adk nya kenapa tidak ada yang waras smua mungkin di antara mereka ber4 hanya raka lah yang waras.
“Ini kamar lo gitu aja mau nangis malu lah sama za” raka menyodorkan kunci kamar kepada aldo tepat di depan wajah nya.
“kamar lo ada di no 84 di depan kamar mama papa ,karna kamar mereka bertiga di 68”.aldo langsung mengambil kunci dan memasukan nya kedalam saku kemeja nya.
“Halah sibuk ngapain lo palingan juga ngelonin kaka ipar” sungut aldo mengendong saja aldo masih belum terlalu bisa apa lagi di suruh menjaga semalaman bisa gila dia lama2.
“udah² jika aldo gak mau bIar bunda sama tania yang jaga za malam ini za tidur sama bunda kamu lanjutin aja program adik nya za” lerai bunda arum menahan tawa nya.zhifa?? Ah gadis itu menunduk menyembunyikan rona merah di pipi nya malu ia menyibukan bermain dengan za pura² tidak tau arah pembicaraan mereka smua.
Raka tersenyum memang mertua nya lah yang terbaik ia tau smua nya wah rasa nya raka tak sabar ingin menerkam wnaita yan duduk d samping nya.
.
.
.
Malam hari telah tiba smua orang sedang beristirahat karna mereka sampai di villa sekitar jam 4 jadi mereka tak sempat untuk berkeliling balik mungkin besok hari ini mereka hanya ingin beristirahat dahulu supaya besok bisa bersenang ssenang.setelah makan malam mereka smua kembali ke kamar mereka masing tentu saja sesuai yanh mereka sepakati tadi siang perkara za ingin tidur dengan siapa dan dengan mudah nya tania membujuk za agar tidur bersama nya.ternyata tidak sulit za berpikir tania adalah mama nya karna memang wajah tania sedikit mirip itu sebab nya balita kecil itu mau bersama tania dan arum di kamar yang sama.
__ADS_1
Keheningan yang menyelimuti sepang suami istri di kamar mereka berdua sedang bermain ponsel mereka masing² dengan raka yang mengecek sedikit masalah di kantor karna ya baru saja dulu telpon sekertaris Nya agar mengecek malam ini juga sedangkan zhifa hanya mengecroll sosial media nya.
Tap
Zhifa menoleh raka yang menarik ponsel nya dan ponsel raka di atas meja lalu berjalan ke arah pintu zhifa fikir raka akan keluar ternyata ia mengunci pintu.zhifa hanya menelan ludah nya kasar raka berbalik dari berjalan ke arah nta dengan tatapan lapar zhifa saja sampai bergidik ngeri melihat nya.
Sebenarnya ini bukan malam pertama mereka sebagai pengantin baru raka sudah pernah meyerang zhifa saat malam ketiga pernikahan mereka tetapi itu sama saja masih membuat zhifa takut karna pernikahan mereka sudah berjalan 2 minggu lebih tetapi mereka masih melakukan nya sekali.mengingat nya saja zhifa sangat malas di mana zhifa di buat kelelahan dan tak bisa berjalan 2 hari oleh raka.di saat mereka ingin melakukan nya lagi setelah 2 harus za balita itu selalu rewel dan seperti tak rela mama nya di buat lelah lagi Oleh raka.
Raka langsung meloncat ke atas kasur niat nya ingin mendarat di atas zhifa tetapi zhifa malah bergeser al hasil raka menimpah guling.
“Mas kamu ngapain sih lompat gitu” kaget zhifa sebenernya ia tak tau jika raka ingin melompat ia hanya mau bergeser dan bertukar posisi tidur tetapi raka malah melompat untung saja zhifa bergeser jika tidak huhu badan zhifa akan pegal² karna di jatuhkan gajah seperti raka.
“Kok kamu ngeser sih sayang”
“ya bagus lah kamu kira enak kamu loncat tros aku di bawah nya”
Raka duduk dan mengahadapi zhifa menangkup kedua pipi nya dengan lembut lalu mencium kening istri nya dengan kasih sayang. Tangan raka bergerak membuka jarum yang adi di jilbab zhifa lalu membuka nya dan meletakkan di nakas.
“sayang.. Buat raka junior made in bali yuk kita buat junior untuk adik nya za”
Zhifa tertawa geli saat raka mendusel dusel di leher nya .”ih mas geli ah awas”
“yang” kini suara raka serak dan seperti menahan sesuatu di sana.zhifa hanya tersenyum dan mengelus rambut suami nya."ayok tapi harus made in bali ya" bisik zhifa di telinga raka.
Seperti lampu hijau tak ingin menyia nyiakan kesempatan lagi tiba tiba....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dan begitulah yang terjadi selanjutnya kalian tau kan tidak perlu di jabarkan lagi pasti udah pada tau kok pasti peka kan author malu loh mau ngetik kek gini aja serius ಥ⌣ಥ
__ADS_1