Perjalanan Kisah Cinta Zhifa

Perjalanan Kisah Cinta Zhifa
meminta bantuan


__ADS_3

happy reading


.


.


.


...----------------...


...----------------...


***


"Huwaa mama ma ma huhu papa mama huwaa"


"Cup cup anak pinter gak boleh nangis"


"Huwaaaa mama"


Tangisan si balita mungil za menggelenggar di dalam rumah besar deon, dari jam 6 bayi itu tak berenti menangis memanggil nama mama twrus menerus. Deon sampai kelimpunan karna muka bayi itu sudah memerah karna kebanyakan nangis.


Deon tak punya pengalaman untuk mengurus bayi atau semacam nya bisa di bilang deon anti yang namanya bayi karna menurut nunua bayi itu merepotkan.


"Tuan ini susu nya seperti non za lapar" ucap asisten yang bekerja di rumah Deon karna ia sudah melihat tuan nya menenangkan bayi itu tapi ia takut jika tuan nya marah jadi ia inisiatif membelikan susu.


"Ah ya bawa kesini dan terimakasih bik" raka mengambil botol susu yang ada di tangan bik sum setelah mengucapkan itu raka duduk di tepi ranjang dan menyodorkan ujung botol susu kemulut za.


"Sama sama tuan menurut saya cari baby sister atau gak ibu nya aja tuan karna bayi biasanya deket banget sama ibu nya" saran buk sum membuat deon terdiam dan memikirkan itu lalu ia menatap za yang lahap mengemut susu itu,ia pikir merawat za itu mudah tetapi tidak sesuai yang ia bayangkan ternyata za sangat rewel.


"Ibu? Rasanya aku benci jika risa adalah ibu dari anak ku"


"Seperti nya aku menemukan ibu baru untuk mu sayang yang pasti kau akan bahagia , aku tak bisa membawa mama mu zhifa kemari karna ia sudah mempunyai suami tapi aku bisa membawa kembaran ibu mu untuk menjadi ibu.yah aku akan membuat onty mu menjadi mami mu. deon tersenyum memikirkan ide gila nya.


"Hallo"


"Hm ada apa kau menelpon ku" judes gadis di sebrang telpon sana bukan nya marah deon malah terkekeh geli.


"Tania bisa kau kerumah ku!"


"Gak bisa ,ada apa emang kau pasti kewalahan mengurus za kan.. Haha itu lah kau sok sokan ngambil dari zhifa " cerocos tania yah wanita yang di telpon deon adalah tania yang menurut nya tania mirip dengan zhifa pasti bayi ini senang.


"Cepat lah kemari gak usah banyak tanya"


"Kalau aku tidak mau kau mau apa!" tantang tania tak ada sedikit takut sama sekali.


"TANIA!"


"APA!"


"Cepat kemarin akan ku katakan tujuan ku"


"Aku tidak--"


"Aku menyuruh mu bukan meminta jawaban mu!"


"Heh dasar pere--"

__ADS_1


"Cepat! Akan ku sharelock rumah ku"


"Huwaaa mama"


"Kau apakan ponakan ku heh deon jangan macam² kau,baiklah cepet share aku akan kerumah mu"


"Good girl cepet atau ponakan mu ini--"


"Awas saja kau jika bertemu akan ku geprek kepala mu itu jika ponakan ku lecet"


Tut tut tut


Tania mematikan ponsel nya sepihak itu membuat deon tertawa ngakak sedangkan bayi za hanya menatap miring papa nya heran.sebenarnya za tadi tidak menangis hanya saja deon memgambil boneka yang ada di tangan za itu sukses membuat bayi itu menjerit.


"Liat lah gadis yang kau panggil onty itu akan berubah menjadi mami mu"


Di tempat lain tania masih mencak mencak tak jelas ia memang masih menemani zhifa tetapi sudah di rumah dan tiba tiba deon menelfon jadi tania memjauh dari mereka agar mereka tak mendengar ucapan nya dan deon.


"Dasar deon pemaksa,keji,arogan dan kejam awas saja kau jika ketemu akan ku pastikan kepala mu benjol sebelah" kesal tania mengebu gebu melayangkan kepalan tangan nya di udara seolah angin itu adalah deon.


***


Tania masuk kedalam ia akan meminta izin kepada zhifa dan bunda nya untuk pergi ia tidak memberitahu akan kerumah deon.


Saat di ambang pintu kamar zhifa ia dapat melihat zhifa yang terlihat murung sedang berbicara dengan bunda.


"Nak bunda tau tapi kamu gak boleh egois papa kandung za pasti sangat merindukan putri nya,kamu tau kan ini bukan salah deon jadi kamu gak boleh benci dia ya" bunda arum menasehati zhifa dengan lembut.


"Bun tapi dia ngambil za gitu aja sama zhifa"


"Iya bunda tau tapi kamu tetep harua berpikir dewasa bagaimana pun darah deon mengalir di darah za,ayah mana yang tidak merindukan putri nya selama lahir sampai hamoir 2 tahun tidak bertemu hm"


"Sudah sudah gak papa mungkin lain kali kamu pasti bisa bertemu za tinggal tunggu deon saja "


"Aduh udah dong melow nya bumil mah nanti tambah jelek loh"canda tania


"Kamu nih suka banget sih tiba tiba nongol kayak gitu bikin kita kaget aja" memang titisan setan sih si tania selalu aja timbul di saat tak tepat yang selalu membuat orang jantungan mendadak untung saja orang² rumah tak ounya riwayat penyakit jantung.


"Namanya juga titisan setan bun ya gitu suka tiba² muncul"


"Enak aja lo cantik cantik gini di bilang titisan setan gue mah titisan bidadari ya " sungut tania tak terima oleh ejekan zhifa.


"Oh ya skip bun tania izin ya mau keluar ada urusan.biasalah orang penting " bangga tania sedikit sombong padahal mah hanya kaum rebahan tetapi bergaya seperti orang penting.


"Iya hati² jangan pulang malam awas aja pulang malam"


"Okeh sip deh ntar gue kasih hadiah untuk lo bumil"


"Terserah deh sana pergi rasa nya kamar gue pengap ada elo ny" usir zhifa mengibaskan tangan nya mengusir.


Tania hanya mengelus dada nya sabar kenapa dar tadi pagi selalu dia yang di bullu dan di julid in kurang sabar apa cobak tania untuk zhifa twins nya sekaligus bumil kalau tidak tania pasti mengajak zhifa baku hantam.


"Gue pergi bay bay awas kangen beb, dah bun assalamualaikum" teriak tania sambil berjalan keluar kamar zhifa,bunda dan zhifa hanya geleng geleng kenapa sifat tania snagat bobrok seperti itu, rasa nya mungkin suami tania aka frustasi jika menghadapi istri seperti tania yang membuat darah tinggi orang naik.


.


.

__ADS_1


.


...****************...


Ting nong


"Gede juga nih rumah tapi rumah nya beda sama yang dulu itu"gumam tania mengamari bangunan dan sekekelilinh rumah deon,cat yang berwarna putih polos dan di padu warna kuning keemasan dan yang membuat mata seger adalah tanaman hijau di depan rumah deon sangat banyak sampai ke pagar.


"nyari siapa ya non?" tanya wnaita paruh baya yang membuka kan pintu.


"Eh ia bik saya di suruh deon kesini,deon nya ada bik?" ramah tania


"Ada non mari masuk saya panggil tuan dulu"


"ck tuan? Haha sultan bener tuh orang"


Tok tok tok


"Tuan!" panggil bik sum mengetuk pintu kamar deon


" ada apa bik?"


"Ada tamu tuan di bawah perempuan cantik katanya tuan yang meyuruh datang" jelas bik sum apa ada nya.


"Yasudah makasih bik"


Deon mengambil za dan turun kebawah karna dia tau itu pasti adalah tania.


"Onty" pekik za yang melihat tania


"Za uh ponakan onty apa kabar" ucap tania tak kalah heboh langsung mengambil za di gendongan deon,ia mencium seluruh wajah za dengan gemas bukan nya menangis za malah kesenengan.


"Za duduk di sana ya papi mau ngomong sama tante tania dulu" ujae deon lembut ke za ia menunjuk karpet bulu yang ada di depan tv membiarkan bayi itu bermain dan menonton tv.


" dia seneng banget ketemu sama kamu"


"Iyalah gue kan onty nya gimana sih" ketus tania melirik sinis deon.


"Tania apa saya bisa minta tolong?"


"Apaan,minta tolong dihh kerjain sendiri sana gue tuh masih kesel sama lo gara² situ zhifa masuk rumah sakit" tukas nya


"Apa salah saya, saya hanya mengambil anak saya apa itu salah? Dan yah memang saya kerepotan jadi sya minta tolong sama kamu untuk--'


" gak usah ngadi ngadi deh gue ogah banget lo pasti nyuruh gue jadi baby sister nya za kan,makanya kalau gak bisa itu gak usah sok ngambil za dari zhifa tapi gak bisa ngurus" tania memotong ucapan deon dan mengomel dengan nada tak santai..


"Bukan itu saya minya tolong sama kamu untuk ikut ke rumah orang tua saya,saya minta kamu mengaku bahwa za adalah ank mu dan anak ku "


Tania melotot kaget mendengar penuturan deon yang seenaknya itu dikita gampang apa yang ada nanti dia di cap jelek pula.


"Enak aja gak gak lagian yah lo buat nya dengan risa kenapa harua gue lo nikahin sono si risa biar za punya ibu dan lo punya istri" nyolot tania


"Bantu saya kali ini saja" mohon deon tetapi tidak memasang wajah melas ia masih ber ekspresi datar.


"Tapi saya --- "


"Tuan maaf di depan ada tamu ingin bertemu dengan tuan" ucap bik sum yang baru saja datang dari arah pintu.doen mengkerutkan kening nya karna ia tak punya janji hari ini dan tamu yg ia undang hanya tania lalu siapa yang datang karna tidak sembarangan orang datang ke rumah deon dan tau rumah deon.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2