
...happy reading...
... ....
... ....
Malam hari tiap malam di mana zhifa dan raka mengundang seluruh anggota keluarga nya untuk makan malam bersama di rumah mereka.ini adalah pertama kali nya bagi mereka smua yaitu makan di rumah raka.
Smua anggota keluarga sudah berkumpul di meja makan smua tertawa dan bercanda ria,bisa di liat mereka seperti keluarga harmonis.
"Zau itu ayam gue kenapa lo ambil" kesal azura melihat kembaran mengambil ayam miliknya.
"Gue yang dulu ngambil..siapa cepet dia dapet" bantah zaura.
"Balikin gak itu paha tinggal satu tau" azura berusaha merebut paha ayam yang ada di genggaman zaura.aksi mereka membuat yang lain terkekeh kecuali orang tua si kembar mereka malah menepuk jidat mereka pusing,selalu saja membuat keributan ntah di rumah atau pun dimana saja.
"Zaura! Azura! Berenti kalian ini buat malu aja,zaura ngalah dong sama adik nya" ucap della melerai aksi rebut merebut kedua anak nya.
"Gak mau ma lagian zau cm beda 10 menit doang sama zura" keras kepala sekali mereka berdua huh rasanya bingung mempunyai anak yang selaly membuat onar seperti ini,mau marah juga susah karna sifat si kembar sangat mirip dengan masa kecip della dulu tetapi beda nya della berebut dengan kakak nya karna ia tak punya kembaran.
"Eh udah udah itu di dapur masih ada bi ningsih tolong ambilin ya" bi ningsih yang menaruh makanan di meja pun tersenyum lalu menggangguk.tak lama bi ningsih datang membawa ayam yang ada paha nya tetapi hanya 2.
Selesai makan malam mereka smua berkumpul di ruang tamu lagi dan lagi hanya dominan suara si kembar saja yang ribut di tambah aldo yang mengusik kedua nya du tambah tania yah gadis itu pun ikut menggibah bersama zau menceritakan tentang drakor yang mereka tonton.
Para Orang tua hanya menggeleng melihat tinggal anak remaja di depan nya mereka hanya berbicara tentang kerjaan dan masa lalu mereka di saat masa masa SMA meskipun itu udah berpuluh puluh tahun tetapi mereka masih ingat.
__ADS_1
"Risa gimana udah sehat?" tanya zhifa yang melihat risa hanya diam dari awal makan hingga sekarang,jika di tanya barulah iya membuka suara.
Risa menggangguk " udah lumayan kak"
"Mau cerita?" tanya nya singkat risa hanya terdiam bukan tak arag pertanyaan zhifa tapi ia bingung mau cerita bagaimana karna itu smua sudah lewat dan ia berusaha menepis nya dari pikiran nya. Tetapi lagi² deon merusak segala nya dan menimbulkan masalah.
Para orang tua yang asik mengobrol pun berhenti lalu menoleh ke arah risa yang menundukan kepala nya diam.
Zhifa dan raka saling pandang mereka penasaran mungkin ini adalah yang tepat untuk meminta jawaban dari smua nya.
"Sayang kalau mau cerita disini aja ya,kita siap kok denger nya dari pada kamu pendam sendiri itu sama aja nyiksa diri sendiri" ucap lisa lembut membelai rambut risa yang tergerai bebas.
Bukan nya menjawab risa menangis dan memeluk mama nya,bener memang ia tak sanggup memendam sendiri tapi mai bagaimana ia takut smua akan benci diri nya terutama mama dan ayah nya.
"Risa takut kalian benci risa" cicit risa di sela sela tangisan nya ia sudah melepas pelukan nya kini ia menundukan kepala nya tak berani menatap smua orang.
Risa rasa memang ia harus menceritakan smua nya percuma juga ia menyembunyikan karna deon sudah mengancam akan mengambil za dari tangan zhifa dan raka. Jika mereka tau za anak nya dari orang lain itu akan membuat mereka semakin benci kepada nya.jadi malam ini ia pasrah ia akan menerima hukuman apa yang yang di berikan oleh mama dan ayah nya.
Risa menunjuk za yang berada di pangkuan raka melihat za yang bermain dengan asik di pangkuan orang lain membuat hati nya nyeri " dia za dia anak risa hiks"
Deg
Tiba tiba hening tidak ada yang bersuara smua masih mencerna kata kata risa yang cuma terdiri 5 kata itu.
"Risa kamu ngomong apa sih ngelantur banget" zhifa berusaha untuk tidak mempercayai ucapan risa,ia beranggapan bahwa risa hanya bercanda.
__ADS_1
Risa menggeleng membantah ucapan zhifa " engga risa gak bohong za adalah anak risa sewaktu di london..za adalah anak dari kesalah risa sama pacar risa waktu kuliah dulu.."risa menutup wajah nya malu dan menangis.
Lisa berdiri dan menarik risa untuk ikut berdiri juga dan..
Plak
Sebuah tamparan indah mampir di pipi risa,ibu mana yang tak sakit hati jika mengetahui anak nya yang selama ini ia anggap gadia ternyata salah bahkan ia juga sudah memiliki anak..dan jangan lupakan lisa merasa ia gagal padahal ia ingin risa menjadi anak yang tau aturan tidak seperti dirinya yang hamil di luar nikah.tetapi risa putri nya mengalami nasib yang sama!.
"Mama gak pernah ajarin kamu kayak gitu risa,berani sekali kamu berbuat seperti!! Kamu? Kenapa harus seperti mama sih nak hiks mama ngerasa gagal jadi seorang ibu" lisa langsung terduduk di sofa menangis,arum yang di samping nya pun memeluk lisa supaya wanita di samping nua tenang.
"Katakan ini bohong risa! Aku tidak suka seseorang yang berbohong lagian kamu kan kuliah di london sedangkan za berada di indo bagaimana bisa" zhifa menolak opini yang di ucapan risa yang menggeleng bahwa itu hanya kebohongan atau prank mungkin.
Risa berlutut di depam zhifa ia memegang lutut zhifa yang duduk risa menangis dan meminta maaf.
"Risa yang menyuruh orang untuk membuang za karna risa belum siap punya anak"
"Risa kau benar tak punya hati,ayah kecewa pada mu..lalu katakan siapa ayah nya?" geran angga melihat putri nya sungguh ia malu karna disini terdapat besan nya.
Galang dan della memang diam ia rasa ini masala keluarga mereka jadi ia tak berhak ikut campur mungkin mereka hanya membantu memberi nasehat dan masukan saja.
"Keji sekali dia membuang bayi mungil itu" bisik zau kepada kembaran nya.
"Iya dia tak jauh lebih dari pada iblis" balas zura.
"Heh anak kecil jangan berbisik bisik tak sopan" cibir aldo yang melihat adik kembar nya yang berbisik tapi matanya tertuju kepada risa dan zhifa.
__ADS_1
"RISA JAWAB! Siapa ayah dari bayi itu" teriak angga habis kesabaran ia menunggu jawaban yang belum keluar dari mukut risa.
"Aku ayah nya"