Perjalanan Kisah Cinta Zhifa

Perjalanan Kisah Cinta Zhifa
jatuh dari tangga


__ADS_3

.


.


.


happy reading


....


...----------------...


Tap tap tap


“Good morning ma pa” sapa risa yang baru saja turun dari kamar nya dengan style casual nya sangat cantik.


“Morning too sayang” balas orang yang di sapa risa.


“loh kamu mau kemana sayang cantik banget” tanya lisa melihat penampilan anak nya membawa tas kecil dan ponsel nya .


“Mau ke rumah kak zhifa di ajak kak tania mah kita kangen sama za hehe”


“kamu sekarang jadi sering ya main² ke rumah zhifa semenjak pulang dari bali waktu itu” ucap angga dan menerima piring yang sudah di isi oleh lisa dengan nasi dan kawan ² nya .


“Iya pah lagian za itu lucu dan imut yah mustahil juga orang gak kangen sama dia ‘yakan ma?’” lisa hanya menggangguk dan tersenyum setidaknya tidak ad kata musuh di antara zhifa dan risa .


“yaudh kamu nikah gih biar punya anak lucu kaya za,mama juga pingin cucu loh”


“papa juga” angga menimpali ucapan lisa ia setuju mungkin umur risa juga sudah cukup untuk menikah apa lagi ia juga sudah lulus kuliah di suruh S2 tidak mau lalu hanya menikah lah mungkin lisa belum menawarkan pada anak nya.


Risa tertawa “ gak mau lah ma risa mau sendiri aja lagian risa nih masih jomblo tau”


“mau papa carikan anak rekan bisnis papa tidak kayak nya banyak laki² yang mau sama putri papa yang cantik ini” goda angga sebenarnya hanya menggoda anak bungsu nya saja untuk mau menikah padahal mah anak rekan bisnis nya perempuan rata2 jika laki2 juga sudah dewasa paling seumuran dengan raka.mana mungkin risa mau kan.


“NO” pekik risa menggeleng


“Kenapa sayang kan biar kamu gak jomblo lagian kamu lama banget masa dari dulu jomblo mulu”


Risa menggeleng menunduk lesu” belum ada yang pas ma “


 


Selesai sarapan tadi risa membawa mobil nya menuju rumah tania sebenarnya rumah tania dan rumah zhifa tak  terlalu jauh bahkan mereka 1 komplek hanya berbeda beberapa rumah saja tapi lumayan jauh juga jika jalan kaki.karna searah ingin kerumah zhifa jadi risa berkunjung dulu tempat tania atau rumah peninggalan Mahendra lebih tepat nya.tania tinggal bersama bunda nya terkadang arum tidur di rumah nya dan juga kadang menemanin tania di rumah Mahendra.


Ting tong


Bel rumah rumah zhifa di pencet karna tak ada jawaban tania langsung nyelonong saja masuk lagian siapa yang akan marah toh ini rumah kembaran nya tetapi jika ad raka tania akan sedikit segan.


“assalamualaikum ya wahai manusia kuhh” teriak tania menggelegar di ruang tamu.risa Yang di samping tania hanya bisa pasrah dan menutup telinga nya seperti setelah ini risa harus pergi ke tht meneriksa telinga nya.


“Kak jangan teriak² “


Tania menoleh lalu menyengir memasang wajah tak berdosa “ hehe dan kebiasaan gimana dong” ujar nya santai.


Zhifa yang sedang menyuci piring pun langsung menaruh piring nya dan berlalu ke ruang tamu karna teriak seseorang di sana.zhifa memang tak tau jika tania dan risa akan berkunjung ke rumah .

__ADS_1


“Astagfirullahalazim tania kebiasaan banget teriak² kirain tadi siapa coba untung bukan maling”padahal zhifa sudah siaga ia sudah memegang sapu di tangan nya siap² untuk memukul orang itu yang tak bisa sopan ke rumah orang.


“heh mahmud mana ada orang maling siang bolong kayak gini lagian maling kagak pernah ngucap salam btw”  sembur tania mencibir zhifa kembaran nya .


“Haha ya ya maaf oh ya untuk apa kalian kemari?’ zhifa menaruh sapu itu ke sudut ruangan lalu berjalan menuju sofa dan duduk di sana di ikutin tania dan risa di belakang nya.


“mau ketemu za” pekik tania dan risa bareng.


Zhifa menatap tajam mereka berdua karna pekikan mereka itu sangat cempreng. Ia membuang nafas nya pasrah “ memang ya anak gue itu ngangenin .. apa lg udah jadi seleb sejak dini” bangga zhifa sedangkan tania hanya memutar bola matanya malas.


“dimana za kak kok gak nampak?” tanya risa karna ia tau gadis kecil itu biasanya tak bisa jauh dari mama nya yaitu zhifa.


“Oh za dia tidur tadi habis sarapan ntah kenapa dia mau tidur lagi katanya ngantuk” papar zhifa.


“aku ke atas aj ya kak mau ketemu za boleh?”


Zhifa Mengangguk “ iya boleh kalau udah bangun ajak main aja ya aku mau ke Supermarket beli cemilan kayak nya di kulkas habis” zhifa beranjak dari tempat nya lalu mengambil.kunci mobil nya.


“Ris nanti gue nyusul ke atas,gue mau buat minum dulu” risa hanya memberi jempol nya saja lalu naik ke atas menuju kamar za.sampai di kamar risa melihat balitas kecil duduk di kasur nya sambil bermain mainan milik nya.


“pandai sekali dia tidak menangis” risa mendekati bocah kecil itu dan menyapa nya lalu sontak za mendongak dan tersenyum sambil merentangkan tangan nya pertanda ia ingin di gendong.


“hallo za sayang aku rindu pada mu” sangking erat nya risa memeluk za gemas berakhir muka risa di tepok kuat oleh za .


Bocah kecil itu mengerucutkan mulut nya dan menggembung pipi nya kesal.”nty jaat huh nana za ndak au deket nty agi hus”


Risa tertawa melihat wajah sebal milik za .tiba tiba ponsel nya berbunyi risa melihat panggilan siapa itu setelah melihat ternyata tidak ada nama ny antara ingin mengangkat dan tidak.


“Za disini aja okeh Jangn kemana² onty mau angkat telpon dulu” risa sedikit menjauh dari balita itu karna jika ia berbicara di depan balita.itu pasti bayi itu akan meniru nya mengingat bahwa anak kecil sangat cepat menangkap perkataan orang lain.


“siapa”to the point risa saat Mengangkat panggil itu


“Oho oho kau to the point sekali honey apakah tidak ada basa basi terlebih dahulu” risa melotot kesal buka ia bodoh tidak tau siapa yang menelpon karna dari suara nya saja risa sangat kenal itu siapa.


“mau apa kau menelpon ku deon!”yah dia adalah deon mantan risa saat kuliah dulu.


“Hanya menelpon mu saja kenapa ? Kalau di pikir aku juga merindukanmu risa”


“aku tidak!! Berhenti menggangguku apa kau bisa hah aku ingin bebas dari mu apa kau mengerti maksud ku DEON!! Kali ini intonasi risa terdengar tinggi dan kesal.sedangkan ia hanya terkekh saja di sebrang sana.


“aku tidak akan berhenti mengganggu mu sebelum---“


Tut tut tut


Karna sangking kesal nya risa langsung mematikan sambungan telepon nya lalu membalikan badan nya ternyata balita mungil itu tidak ada di karpet itu laku dimana ia.risa langsung berlari keluar kamar karna pintu kamar terbuka lebar apa lagi kamat za ini sahabat dekat dengan tangan takut jika balita itu kenapa kenapa.


“Za kamu dimana cantik” panggil risa berjalan keluar rumah tiba² tubuh nya menegang dan berhenti kala melihat belita itu sudah di ujung tangga jika risa maju itu akan membuat za kaget dan terpeleset jatuh.


Tania ingin naik ke atas dengan membawa nampak isi minuman da cemilan yang ia buat tadi saat di dapur.


“ZA jangan bergerak nak” tania berteriak dan menjatuhkan nampan nya dan berlari ingin naik ke atas tangga tadi kaki nya malah kepeleset karna biar dari jus yang terjatuh tadi.


“Za sini sayang jangan maju ya sini sama onty yuk “ risa maju sedikit demit sedikit untuk mengambil bayi itu.


“Hu hu”za berdiri dari duduk nya ingin menghampiri risa tapi naas kaki mungil nya salah pijak dan membuat bayi mungil itu menggelinding dari atas tangan ke bawah.

__ADS_1


“Za” teriak tania dan risa menggelenggar sampai zhifa yang baru sampai pun mendengar teriakan mereka.


“Mama”


.


.


.


Prangg


Suara pecahan kaca terdengar di ruangan kerja raka ia tak sengaja menyenggol bingkai milik ny itu adalah bingkai foto mereka bertingga di pantai kemarin dan sekarang sudah pecah tak berbentuk.


“Ada apa ini smoga kalian baik2 aja di rumah” batin raka merasakan perasaan aneh di hati nya tiba tiba ia merasa gelisah seperti ada sesuatu yang terjadi.


“robi” panggil raka sedikit berteriak mengganggil sekertaris nya di luar sana.


“Saya pak” seseorang yang di panggil robi oleh raka memasuki ruangan dan menunduk sopan.


“panggilkan OB dan suruh bersihkan ini ingat jangan buang foto nya dan satu lagi kau urus smua nya saya akan pulang “


“tapi pak nanti jam 1 kita ada meeting “ cegah robi


“Kau gantikan atau undur perasaan ku tak enak sekarang” tanpa menunggu jawaban robi raka langsung keluarga dari ruangan dengan langkah lebar .


"huh bos mah bebas"


Bruk


Belanjaan yang di pegang zhifa terjatuh ke lantai kaki nya lemas seketika tapi ia beranikan untuk berlari ke arah za.


“za sayang hiks kenapa ha da-darah ini” zhifa menangis memeluk za sedangkan za ia menangis sangat kencang mungkin karna sakit dan darah yang di kepala nya sangat banya lantai yang putri kini kena darah za dari tangga hingga ke bawah.


Risa berlari ke a bawah ia masih menegang “ za maaf kak”


Plak


“BAGAIMANA BISA KAU MEMBIARKAN ANAK KECIL KELUAR DARI KAMAR DARI MANA SAJA KAU HAH!! SAMPAI ZA JATUH” teriak tania marah setelah menampar pipi risa.risa hanya pasrah memegang pipi nya panas


“Maaf kak tadi ah aku mengangkat telpon dari teman ku ja---'


“DIAM”sentak zhifa risa langsung mengatupkan bibir nya takut kepada zhifa.


“Kau!! aku mempercayai mu untuk menjaga za sebentar saja dan apa ini kau malah membuat ia terluka dan untuk kau, aku juga memaafkan mu tentang masa lalu kita tetapi kau malah membuat aku semakin ingin membenci mu jika terjadi apa dengan putri ku ingat ini aku tidak akan membiarkan mu hidup dengan tenang” ancam zhifa marah lalu ia membawa za di gendongan nya yang masih menangis di pelukan nya ingin membawa za kerumah sakit karna darah tak berhenti dari kepada dan hidung za Di ikutin tania di belakang nya.


Risa langsung terduduk dan menangis menyesal itulah andai saja ua tak mengangkat panggilan Deon tadi pasti za tidak akan lepas dari pandangan nya dan terjadi seperti ini.


"maaf maaf maaf maaf za"


hanya kata maaf yang bisa di ucapkan oleh risa saat ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


 

__ADS_1


 


__ADS_2