
...****************...
Tin tin tin
Smua orang terlonjak kaget dengan suara klakson mobil yang baru datang.
Raka menurunkan kaca nya dan memberi kunci kepada fiki
“buka” titah raka
Fikir mengambil kunci itu dan membuka pagar rumah zhifa lebar supa mobil bisa memasuki rumah zhifa. Mobil raka masuk duluan dan di ikutin mobil lain nya.
Zhifa turun dari mobi raka “loh kalian ngapain disini rame² ada apa? “ tanya zhifa kaget
“heh bego kita tuh nyariin lo dari pagi lo kemana aja” ujar raya melotot
“Iya lo gak biasanya ngilang² gini”
“aduh udah deh ntar nanya nya di dalam ya”
Jawab zhifa
“mas rak eh pak raka ini kunci rumah nya bukain ya” zhifa memberikan kunci rumah zhifa dan diterima oleh raka.
“mas” Beo smua orang mulut mereka sedikit terbuka.
“udah sana masuk itu ikutin pak raka kalian tau pintu masuk kan” canda zhifa mendorong baju sahabatnya
Mereka smua masuk kedalam rumah zhifa sedangkan zhifa mengambil baby za di jok belakang yang sedang tertidur.
“uh anak bunda gak tidur ya hm tapi tumben gak nangis” zhifa mengangkat baby za dan mengendong nya.
“Zhifa” panggil raka mengagetkan zhifa. Kepala zhifa terbentur pintu mobil
“aduhh pak raka kebiasaan banget sih nganggetin orang” pekik zhifa
Raka yang tau langsung mengusap² kepala zhifa
“maaf ya” lalu raka meniup niup kepala zhifa
__ADS_1
Tanpa mereka sadari melvan belum masuk ia berbuat menyusul zhifa tetapi malah di suguhin pemandangan seperti itu. Lalu ia masuk dan meninggalkan kedua sejoli itu.
“Bawa itu tas nya baby za ya pak suruh zhifa
“ kok pak sih”
“mas bawain tas baby za ya” ucap zhifa dengan senyum terpaksa. Raka tersenyum geli melihat zhifa ia gemas sekali ingin mencubit pipi zhifa lagi tapi ia urungkan.
Zhifa dan raka berjalan beriringan masuk kedalam rumah saat di pintu.
“Pak jangn bareng gak muat” karna pintu zhifa hanya di buka sebelah jadi jika 2 orang masuk sekaligus tidak muat.
“Saya masuk dulu” ucap raka mendahului zhifa
“eh enak aj saya dulu “
“saya”
“Saya pak”
“saya zhifa”
“pak”
“mas raka “ ucap zhifa lembut raka langsung mundur
“ yaudh masuk gih” raka mengalah
8 orang yang di dalam menyaksikan perdebatan unfaedah itu hanya menyimak dan terakhir raka mengalah karna zhifa memanggil mas raka dengan suara lembut nya.
Zhifa masuk dan duduk di hadapan teman² nya dengan baby za di pangkuan nya. Itu membuat pertanyaan di kepala mereka masing².
“Zhifa itu anak siapa” tanya raya
Zhifa menarik nafas nya capek “ ntar gue capek banget nafas dulu”
Raka duduk di samping zhifa ia melihat ke arah baby za. Dan baby za melihat ke arah raka memiringkan kepala nya
“Baa” kaget raka
__ADS_1
Baby za tertawa kencang, itu membuat smua orang gemas ingin mencubit pipi gembul bayi itu.
“udah deh pak, jangan nanti dia nangis kebanyakan ketawa” zhifa menjauhkan raka dari baby za
“Sini baby nya biar saya yang gendong” minta raka
“Ini sekalian ambil susu nya di dalam tas” zhifa memberikan baby za ke raka.
“Oke gue bakal jawab pertanyaan kalian smua.”
“bayi yang kalian lihat itu anak gue dan... “
“anak saya” potong raka yang datang bersama baby za lagi dengan botol minum di tangan nya.
“Kok bisa” pekik maudy,raya dan catlin
“ya bisa orang dibuat “ujar raka santai. Kenapa gitu karna raka sudah tau kalau melvan menyukai zhifa begitu juga zhifa tetapi terhalang oleh perbedaan.
Plakk
“kalau ngomong itu di saring pak tolong ya” kesal zhifa sinis
Baby za yang di pangku raka pun kaget dan nangis langsung di masukan ujung botol Susu kemulut baby za oleh raka dan baby za berenti menangis.
“Oy bang itu lo jahat banget sih” aldo menunjuk bayi yang di pangku raka, bagaimana bisa ketika bayi itu menangis ia langsung membungkam mulut bayi dengan ujung botol susu. Aldo tau abang nya memang tidak suka anak kecil. Tapi gak gitu juga boy.
“anak² gue ya suka2 gue lah” jawab raka
“trus tadi kalian dari mana kita udah nelpon kalian yang berdua gak di angkat “ tanya maudy
“pantai” jawab zhifa dan raka
“ponsel kalian? “ tanya aldo
“Mode silent” lagi2 mereka menjawab serempak
“fiks jodoh “ celetuk ken
“emng” raka berujar santai langsung di beri tatapan tajam Oleh zhifa.
__ADS_1
Mereka smua berbicara terkadang bermain dengan baby za, zhifa dan raka memang tak memberitahu bahwa baby za mereka temukan di mobil. Mereka selalu menjawab baby za anak kami. tetapi tidak dengan melvan ia masih kecewa karna zhifa sudah mempunyai anak dari raka yaitu dosen sekaligus abang sahabat nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...