
Malam hari nya tania merebahkan diri nya di ranjang nya sambil menatap langit² kamar nya.i baru sajaa selesai makan malam jadi rasa nya badan nya itu capek dan ingin segera tidur tapi nyata nya saat di kamar ngantuk nya tiba² ilang .tania menoleh melihat kearah nakas nya ia ingat menaruh buku peninggalan papa nya disitu ia berjalan menuju meja itu dan membuka laci meja dan benar saja buku itu masih di dalam situ.
Ia mengambil dan memandangi buku itu sejenak “ aku akan membaca nya jika aku menemukan orang tua ku itu akan sangat bagus tetapi jika aku tidak mengenal atau tak menemukan nya di kota ini maaf aku tidak bisa meyusul kalian rasanya aku sudah terbiasa hidup sendiri” monolog tania sendiri ia berjalan menuju ke tepi ranjang mengusap debu yang menempel di buku itu.
Ia membuka halaman pertama terdapat foto tania waktu bayi dan dengan tulisan di bawah nya;
Tania avinda zhafany
1 Agustus 1999
Leo
Tania anak papa semoga setelah kamu baca halaman berikut nya kamu tidak membenci papa ya nak...
Mahendra
.....
Tania membuka halaman berikut nya terdapat tulisan tangan papa nya yang sangat indah di buku itu.halaman demi halaman ia baca bahkan ya membaca sambil menangis tak peduli buku itu hampir basah karna air mata tania.hampir di halaman
Tania membuka halaman demi halaman kini ia membuka halaman tentang dimana di situ terdapat lelaki paruh baya yang snagat gagah di foto itu.jangan lupakan tulisan di bawah foto itu.
Angga adijaya iya adalah ayah mu tania ayah kandungmu dan maaf.
Di setiap lembar pasti selalu ada kata maaf yang mahendra tulis itu membuat sesak di dada tania. Ia beralih ke foto di samping foto angga seketika air matanya lolos lagi ia memeluk buku itu dengan erat aaat membaca tulisan itu.
Arum gheanindy iya adalah bunda mu tania ia adalah wanita yang mengandung dan melahirkan mu.ia sangat hebat dan lihat lah wajah nya mirip dengan mu ya..
“papa hiks jadi bunda arum adalah bunda tania juga hiks kenapa tania baru mengetahui itu” ada rasa sangat bahagian di hati tania karna ia sudah mengganggap bunda arum sebagai ibu dan ternyata darah lebih kental dari pada air itu kenapa tania merasa nyaman di dekat arum mungkin itu adalah suatu tanda jika arum adalah ibu nya.
Halaman terakhir ia buka menampakan gadis cantik tersenyum di foto itu tetapi senyum itu sangat membuat tania benci pada diri nya sendiri.
Ternyata kau punya kembaran yang sungguh cantik tania . andai saja kamu berpakaian seperti kembaran mu itu papa akan sangat senang melihat putri kecil papa memakai hijab.dia adalah nazhifa syaffani as-syahidah kalian kembar hanya beda 10 menit di antara kalian tetapi dia adalah kakak mu tania.kalian hampir mirip bukan hanya saja kau seperti arum sedangkan zhifa seperti angga.
Halaman terakhir hanya 1 halaman lagi untuk di baca tetapi tania tak sanggup menbaca nya jadi ia hanya membaca di dalam hati.
Ntah sudah beberapa jam tania menangis memeluk buku tebal itu.berisik tentang pengalaman hidup mahendra masa tumbuh tania dan identitas keluarga tania yang mebuat Tania terharu adalah mahendra sebenarnya ingin bercerita langsung dnegan tania tetapi ia malu dan benci pada diri nya sendiri kepada tania itu sebab nya mahendra selalu membuat tania menderita smua itu demi mahendra bisa membuat tania benci kepada nya.
Dan di dalam buku ini terbukti bahwa mahendra sangat menyayangi tania bisa di liat smua perkembangan tania ada di buku itu dari tania kecil hingga SMA.hingga 5 tahun mahendra behenti menulis itu karna tania semakin jauh denngan nya dan menjadi gadia yang sangat pemarah dan jahat..
__ADS_1
“maafin tania pa maaf maaf” beribu ribu kata maaf telontar dair bibir tania melihat foto papa nya da diri nya disana pada saat umur tania 6 tahun dia masih sangat manja dengan mahendra hingga saat masuk smp mahendra berubah menjadi sosok yang kejam dan pemarah.ia selalu memukul tania jika nakal dan menghukum nya.
.
.
Hari ini smua keluarga sedang berkumpul di rumah zhifa dan raka mereka mengundang orang tua mereka untuk membahas tentang liburan sekaligus honeymoon zhifa dan raka.
Arum dan della asik berbicara sesekali galang menimpali ucapan kedua wanita,si kembar azura dan zaura sedang bermain dengan za sedangkan aldo dia adik bermain ponsel nya sesekali menggoda abang nya dan kaka ipar yang mana membuat pipi zhifa merah menahan malu.
“aldo udah liat pipi menantu mami merah gitu” ujar della bukan tak mendengar ia sangat mendengar godaan aldo kepada sepasang pengantin itu
“habis nya seru mi goda kaka ipar” kekeh aldo
“Ehemm jadi kalian berdua mau bicara apa untuk mengundang kami kemarin?” tanya galang memandang raka putra nya.
Raka menatap mereka smua “ em begini pi,mi,bun raka dan zhifa berniat mau liburan kesuatu tempat ya itung² sekalian honeymoon “
“kenapa tidak kalian berdua saja soal zaman biar bunda yang menjaga nya” tawar arum ia pasti tau menantu nya ini sedikit memiliki privasi jika ingin honeymoon ia tak mau merusak honeymoon mereka saat ad za rewel di dekat zhfa.
“masalah nya zhifa gak mau jauh dari za iya takut ngerepotin kalian smua jadi raka sama zhifa ngajak kalian aja sekalian nanti raka juga ngaruh baby sister untuk za” jelas raka.
“Ikut!!” seru si kembar bersama dengan mata terbinar.
“Heh sibuk aja orang mau bulan madu malah ikut mau ganggu kalian hah” sahut aldo menonyor kepala adik nya.
Si kembar hanya mendesah kecewa karna ia tak boleh ikut semenjak masui SMA ia tak pernah liburan lagi.
“iya zhifa sebaiknya kalian pergi saja berdua masalah zaman serahkan kepada kita lagian mama mu juga dibrumah pasti ia senang ad teman nya” saran galang.
“tapi pi...”
“mami sih setuju itu mending kalian berdua aaja”
.....
Tok tok tok
“non tania bangun non “ rere mengetuk pintu tania tapi tak ad sahutan dari tania sedikit pun rere berinisiatif membuka knop pintu dan beruntung nya pintu tania tak di kunci.rere melihat pemandangan kamar yang berantakan dan tania yang tidur memeluk buku hitam dengan mata sembab sampai membuat rere bertanya² ad apa dengan tania. Tapi ia tak mau kepo karna semenjak Mahendra pergi tania jadi sering menangis di dalam kamar.
__ADS_1
Rere mencoba membangunkan tania dengan menggoyang goyangkan lengan tania dan berhasil merasa tidur nya terganggu tania menggeliat dan hampir membuka mata nya.
Tania membuka matanya terasa berat dan perih akibat menangis semalaman.” Bik ngapain?”
“eh itu non di bawah ad keluarga melvan mereka meminta kejelasan jujur saya takut menjawab jadi saya selalu bilanh jika non tania lah yang memutuskan” jelas rere sedikit takut² membuat tania langsung duduk dan membuka mata nya lebar² ia sampai melupakan bahwa ia harus menjelaskan smua nya.
“ah ya bik bilang tania akan turun sbentar tania mandi dulu” rere menggangguk dam langsung menutup pintu kamar tania lagi.
Tania menatap buku itu sejenak “ mungkin gue harus beri tau yang sebenarnya “tak disitu ia beralih menatap jam di atas nakas nya ternyata sudah menunjukkan pukul 10 pagi itu arti nya ia kesiangan.tania buru² mandi dan bersiap² turun kebawah.
Setelah membutuhkan waktu hampir 30 menit tania turun kebawah menemui keluarga melvan ia menarik nafas nya dalam² berusaha menyiapkan mental nya untuk membicarakan smua nya.
Ia turun dan mendudukkan diri nya di kursi single dan menatao orangtua melvan dan melvan.” Maaf lama menunggu om tante” ujar tania tapi enak hati.
“Tidak apa² sayang “ sahut mauren tersenyum.
“jadi pak wilson dan buk mauren ingin kejelasan yang gimana biar tania akan menjawab smua nya” ucap darma memulai pembicaraan mereka..
“seperti yang saya katakan tadi kapan pernikahan tania dan putra ku terjadi mereka juga sudah lama bertunangan kita tidak pernah membicarakan ini”
Darma menatap tania mengisyaratkan agar tania menjawab pertanyaan wilson.tania yang mengerti ia menggangguk dan menatap wilson dan mauren bergantian.
“maaf sebelumnya om tante tania mau membatalkan pernikahan ini! Tania ---“ tenggorokan nya tercekat saat ia mau bilang bahwa diri nya tak pantas untuk melvan dan hati sakit bila mengatakan ingin membatalkan pernikahan ini.
“Maksud kamu apa ?” tanya Wilson tak mengerti
“Kita batalin pernikahan ini om tan tania gak cocok buat melvan,tania tau melvan menolak keras pernikahan ini jadi tania mau melvan bahagia dengan pilihan nya sendiri”
“kamu di paksa apa sama melvan katakan nak” ucap mauren memegang tangan tania dan melirik tajam ke arah melvan.melvan yang dulu lirik oleh mommy nya berusaha acuh toh dia juga tak berbuat apa².
Tania menggeleng “ gak ada tan ini kemauan tania sendiri”
“lagi pun tania ini berbeda dengan melvan “ sambung tania dengan nada lirik tapi masih dengan oleh smua orang karna keadaan yang sepi membuat mereka mendengar suara tania meskipun kecil.
“maksud—“ ucapan mauren terpotong dengan suara perempuan yang baru masuk kedalam rumah tania.
“tania anak ku”
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1