Perjalanan Kisah Cinta Zhifa

Perjalanan Kisah Cinta Zhifa
donor darah


__ADS_3

happy reading***


.


.


.


###


Sudah 1 jam tetapi belum ada tanda² dokter keluar dari ruangan operasi itu sekitar 10 menit setelah za masuk dokter meminta za di operasi dan di ronsen karna kepala za sedikit terluka cukup parah dan sedikit pemeriksaan memastikan tidak ada kerusakan lain di kepala za.


Smua keluarga sedang menunggu di situ mereka smua sudah datang setelah tania menghubungi dan tak lupa juga raka karna tania yakin zhfa butuh raka saat ini. Tapi zhifa tak berhenti menangis dalam diam di pelukan raka mungkin ia juga merasakan sakit saat za sakit .


“risa bagaimana bisa ini terjadi? Kau ingin memecah belah keluarga ini lagi ia” ujar seseorang yang baru saja datang ternyata dia adalah lisa yang baru sajaa datang bersama angga memang sedikit telat tapi mereka harus menyelesaikan masalah nya dahulu.


“maaf ma risa gak bermaksud gitu... Risa gak sengaja ma benran”


Lisa menggeleng lalu menuju ke kursi yang di tempatin zhifa dan raka .


“zhifa maafin risa ya nak mama gak mau kalian saling membenci lagi”


Zhifa hanya melirik tanpa mau menjawab ia malah menyembunyikan wajah nya di balik dada bidang raka.


“Em ma mungkin zhifa masih kaget kejadian ini jadi nanti kita bicarakan lagi”


Lisa meggangguk “ smoga za gak papa ya”


“Aamiin”


Kalau di tanya dimana orang tua raka engga ada itu karna mereka sedang keluar negri untuk bisnis jadi merka tak bisa datang kemungkinan besok mereka akan datang menjenguk zza


Cklek


Pintu terbuka menampakan seorang dokter cantik memakai baju khas ruang operasi dan memakai masker .


“keluarga pasien” seru dokter itu.


Zhifa dan raka melihat dan mendekat ke arah dokter itu.” Saya orang tua nya dok” jawab zhifa cepet.


“dok bagaiman keadaan anak saya?” kali ini raka yang bertanya


Dokter itu menggangguk .” baiklah pak buk menurut kami luka di bagian kepala anak bapak dan ibu cukup serius tapi kami sudah mejahit sedkit luka yang robek mungkin akibat jatuh dari tangga itu,tetapi...”


“tetapi apa dok” tuntut zhifa tak sabar karna tiba tiba dokter itu menggantung kalimat nya padahal mah dokter nua tarik nafas dulu.


“Sabar buk,darah nya tak berhenti juga jadi untuk berjaga jaga apakah di antara kalian mau mendonorkan darah mengingat balita itu masih sangat kecil untuk terjatuh dari tangga”


“golongan darah nya apa dok?” tanya raka.


“B pak tetapi karna stok di rumah sakit habis dan golongan B itu sangat susah di dapatkan di rumah sakit ini atau di rumah sakit lain”


Zhifa langsung menangis memeluk raka.dokter itu mengkerut kan keningnya kenapa malah nangis bukan nya di donorin kek batin dokter itu heran.


“kami akan bantu mencari donor darah nya dok”


“loh kenapa tidak bapak dan ibu saja kan kalian orang tua nya kita juga tidak punya banyak waktu pak,golongan darah ini biasanya sama persis dengan bapak nya atau ibu nya”


“maaf dok tapi golongan saya O dan istri saya A dan di keluarga kita tak ada yang B”


Dokter itu semakin bingung dengan keluarga ini kemudia hanya mengganggu saja “ baiklah tapi waktu nya tak banyak sekitar 30 menit mungkin"


“dokter dokter darah pasien butuh darah sekarang” teriak suster dari dalam ruangan lalu dokter itu masuk ke dalam meninggalkan keluarga nya yang sedang panik.


“sayang aku akan cari donor darah buat za kamu disini aja ya sama bunda oke”raka mengelus kepala zhifa dengan lembut dan mengecup keningnya sebentar.


“bun raka pergi ya raka titip zhifa” pamit raka kepada bunda arum.


“Iya kamu hati hati smoga ketemu pendonor darah nya”


Raka mencium punggung tangan semua orang tua .


“Ayah akan ikut cari juga”


“kita akan bantu cari buat za”

__ADS_1


Smua orang sudah pergi mencari pendonor darah untuk za si balita mungil yang sangat di sanyangi smua orang tinggal zhifa,bunda ,lisa,dan risa saja di situ.tania dan si kembar sudah pergi bantu mencari.


Tiba tiba risa teringat kepada seseorang yang mungkin bisa mendonorkan darah nya untuk za.ia langsung berpamitan kepada mama nya dan bunda setelah mendapat persetujuan risa langsung keluar dari rumah sakit itu dan menuju ke suatu tempat.


Risa memakirkan mobil nya di tempat gedung yang menjulang tinggi seperti sebuah kantor ris langsung masuk dan bertanya ke resepsionis tetapi sang resepsionis malah membuat nya emosi karna tak mau memberi tau di mana letak bos nya.


“dimana ruangan bos kalian” bentak risa sudah berapa kali ia bertanya seperti itu tapi jawaban dari resepsionis dan karyawan lain sama saja.


“Maaf nona karna anda tidak memiliki janji apaan kepada bos kami jadi anda tak boleh menemuinya itu sudah peraturan disini”selalu itu jawaba nya rasanya risa ingin mencekik leher wanita yang ada di depan nya ini.


Risa tak mau kehilangan nyawa za jadi ia langsung berlari mask ia tak peduli karyawan dan satpam meneriaki nya tujuan nya adalah lantai paling atas karna biasanya ruangan ceo adalah paling atas.


Risa mencari pintu ceo di lantai paling atas ini ternyata satpam mengikuti nya dan mengejar risa langsung berlari dan menemukan bacaan pintu bertulisan CEO di sana langsung saja risa mendobrak pintu itu.


Seseorang yang sedang melihat kendaraan lalu lalang di kota ini lewat jendela ruangan nya tiba2 ia terlonjak kaget karna pintu ruangan nya di buka paksa oleh seseorang.


“HEY APA KAU TAK PUNYA SOPAN SANTUN” bentak ceo itu lalu membalikan bada nya sedangkan orang yang mendobrak hanya memasang wajah cuek saja.


“maaf tuan nona ini menerobos masuk kami sudah mencegah nya tapi ia tetep kekeh masuk menemui tuan” ucap satpam itu takut2 langsung mecengkal tangan risa dan menyeret nya keluar di ikutin oleh kawan satpam yang lain.


“Lepasin tangan kalian”.risa memberontak melepaskan tangan nya dari satpam itu.


“Lepasin wanita itu dan kalian berdua pergi” titah ceo itu dengan wajah datar dan dingin.


“Baik pak” kedua satpam itu menunduk langsung pergi dari ruangan atasan nya.


“bukan kan tadi pagi kau bilang tak ingin aku ganggu lalu kenapa kau menemui ku hm” kalian pasti sudah menebak siapa laki laki itu yang di temui risa .


“aku butuh bantuan mu “ masih dengan nada cuek nya risa meminta tolong.


Deon? Yah laki laki itu adalah deon ia tertawa garing “Apa meminta tolong? Apa aku tak salah dengan kau meminta tolong kepada ku...mau apa kau uang ,tas braded,atau liburan keluar negeri?”


“cukup deon aku tak mau itu smua aku hanya mau darah mu” jengah risa kenapa laki laki ini malah mengganggap nya diri matre.


“haha sejak kapan kau coplas menjadi vampir risa..”


“deon ku mohon donor kan darah mu untuk za”


“za?” tanya deon seperti tak asing memang nama nya jadi raka mencoba mengingat nama itu dah tah ia memingat nya za bayi mungil milik raka dan istri nya.


“kenapa harus aku kan ia mempunyai orang tua pasti darah nya sama lah” deon berujar santai lalu memandangi keindahan kota lagi.


“Deon aku tau golongan darah mu pasti b itu sebab nya aku meminta mu dan kau pasti tau dia bukan anak raka “


“tidak! Dan bagaimana bisa kau tau aku mempunyai golongan darah b”


Risa gugup ia bingung harus menjawab apa lagi “ itu tidak penting sekarang bantulah balita mungil itu deon” air mata risa menetes dan mengatupkan tangan nya di dada memohon agar deon mau mendonorkan darah nya.


“Aku bilang tidak ya tidak” sarkas deon ia malas melihat wajah risa memelas seperti itu ia juga tak tertarik dengan wajah memohon risa.


“Setelah kau mendonorkan kau bisa meminta apa pun dari deon tapi ku mohon kali ini bantu aku”


Deon langsung menatap risa lekat lekat “ apa pun?” risa menggangguk


“Ya apapun”


“kalau begitu kembalikan anak ku”hanya itu yang di ucapkan deon tapi memapu membuat risa mendadak lemas tak berdaya ia menangis lagi du lantai itu.


“Kenapa? tidak bisa ya? Kalau begitu pergi lah” usir deon datar dan tersenyum miris.


“deon” lirih risa


“Pergi” usir deon tanpa menoleh dengan nda yang sangat mengerikan.


“deon donorkan darah mu untuk ANAK MU,za dia adalah anak mu!! Puas kau hah” dengan tenaga yang tersisa risa mengungkap smua nya.


Deg


“Apa maksud mu?”


“za dia adalah anak mu deon anak yang di temu


oleh raka dan zhifa yah zhifa kakak ku dan raka sahabat mu dia lah yang sudah membesarkan za selama ini” gumam risa tetapi masih di dengar jelas oleh deon.


“Kau mengetahui itu tetapi kenapa—arrggh kau bodoh risa kau bodoh “risa semakin menangis yah ia memang bodoh membiarkan anak nya di asuh oleh kaka nya sendiri dan dia adalah ibu yang paling bodoh karna membuang anak nya sendiri bahkan sampai ke negara orang.

__ADS_1


Deon langsung keluar dari ruangan dan meninggalkan risa sendiri tetapi deon malah berbalik lagi “ dimana rumah sakit nya”


“pelita”


“deon” panggil risa berteriak deon hnya menaikan alis nya saja bertanya ‘ap’


“aku ikut dengan mu” cicit risa.


Deon berdecak kesal “ ck menyusahkan”


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


*semoga kalian suka ya hehe maklum sih kalau cerita kadang gak nyambung tapi ini author usaha in biar kalian suka sama karya aku*


nanti malam deh insyaallah author up lagi


kalian juga bisa komen tentang tokoh yang ada di sini


nama² tokoh nya yang ada di cerita ini:


*Nazhifa syaffani as-syahidah*


* Zaraka kenzo aldinata putra*


* Zaylyla bella trinisa*


* Melvan ryan xavinder*


* Tania avinda zhaffani*


* Naraya evanda putri *


* Maudy zivarina *


* Catlin gisellee varenza *


* Zaura neona eveline *


* Azura neova evelina *


* Carrisa ayu syaffani *


* Alana elfisya xander*


* Calvino jevras louis *


* Aldo jeovanes putra *


*kenneth daffa pratama *


* Deon alvano kendra*


* Angga adijaya*


* Arum gheanindy*


* Analisa widyaningrum*


* Wilson alexander*


* Mauren helvana xander*


* Della Anastasya*


* Galang prima aldinata *


peran pembantu:


*mahendra*


*darma*


*rere*


*robi*

__ADS_1


*bi ningsih*


__ADS_2