Perjalanan Kisah Cinta Zhifa

Perjalanan Kisah Cinta Zhifa
makan di sendok yang sama


__ADS_3

.


.


.


Keesokan hari nya zhifa berangkat ke kampus sebelum nya ia sudah mencarikan banyak sister untuk baby za. Kebetulan tetangga nya adalah janda ia tidak mempunyai anak dan ia sangat senang saat zhifa menitipkan teman kepada nya. Apa. Lagi seorang bayi.. Ibu mana yang tak senang saat ia memiliki anak dan menjaga anak, smua ibu pasti akan menginginkan seorang malaikat kecil.


Mobil zhifa sudah terparkir di parkiran kampus ia melihat teman nya berjalan ke arah nya.


“Zhifaa” teriak mereka


“apaan sih teriak² jangan kek anak kecil deh”


“kita belum puas sama cerita lo”


“cerita apa lagi sih? “


“tentang baby za”


“kan gue udah bilang baby za anak gue kenapa pada gak percaya sih” kesal zhifa lalu berjalan mendahului mereka


“Heh kita gak bego ya zhifa kalau pun iya kapan lalu hamil dan kapan lo main² sama pak raka? “ tanya raya.


“Main²" tanya zhifa menaikan alis nya


“Iya main² emng lo buat baby za gak pakek main² apa “


“ main apa? “ tanya zhifa polos


“ ck lo aja gak tau gimana ad baby za, ceritain nanti gue tau lo bohong” maudy memulul lengan zhifa.


Zhifa hanya pasrah ya mungkin ia gak bisa berbohong dengan kawan nya karna memang zhifa tak pernah hamil atau pun apa lah. Zhifa selalu bersama mereka jadi mereka tau mana yang hamil mana yang engga sedangkan zhifa langsing² aj dan tak buncit.


 


Mereka duduk di sebuah kafe dekat kampus. Mereka selalu menuntut zhifa untuk berbicara dan cerita layak nya polisi yang menangani tahanan nya.


“ gue ketemu baby za pas di mobil sama pak raka”


“kok bisa” tanya catlin


“ pas gue pulang dari rumah pak Raka gue minta beliin martabak dan pak Raka ikut turun nunggu awal nya dia nungguin gue tapi dia pergi beli es krim dan kita makan bersama.. “


“heh kita mau denger gimana baby za ada kenapa malah cerita lo sama pak raka” kesal maudy


“ yakan dari awal biar enak di dengar” cengir zhifa


Sedangkan ketiga sahabat nya memutar bola mata nya malas “ oke oke habis tuh kita jalan awal nya hening² aja saat udah masuk perempat jalan ada suara bayi kenceng benget gue kita nada dering ponsel pak raka tapi kek nyata, gue beraniin natap kebelakang dan bomm” zhifa mengingatkan mereka smua dengan tangan nya mengebrak meja pelan

__ADS_1


“bangsad”


“bego”


“astaghfirullah “


Hanya umpatan maudy lah yang waras menurut zhifa karna ia istighfar.


Tawa zhifa pecah melihat ekpresi kaget sahabat nya.


“loh zhif “ geram raya melempar tisu ke arah zhifa


“Emng lo ya gak ad akhlak untung gue ga ada penyakit jantung”


“lanjut zhifa kalau lo main² gue gorok pakek garpu ini” ucap maudy memegang garpu dan di letakkan di leher nya


“Ya apa lagi gue nemuin baby za disitu dan gue bawa pulang”


“tapi kan ya lo dari pantai sama pak raka?? “ tanya maudy


“ iya awal nya kita mau ke taman disana kan ada CCTV rahasia. Rupanya CCTV-nya rusak jadi gak bisa liat siapa yang naruh baby za di mobil pak Raka” ketika sahabatnya hanya menggangguk mengerti. Lalu mereka melanjutkan makanan nya dan pamit pulang.


......................


Zhifa akan kerumah tetangga jua dahulu setelah meletakan mobil nya. Rutinitas zhifa sekarang adalah selalu menjemput baby za di rumah mbak lala itu.


“ gak papa lah zhif saya seneng kok ada baby za malah gak kesepian saya nya” memang mbak lala tinggal sndiri di rumah. Semenjak ia di tinggal suami nya meninggal ia tak pernah lagi menikah bahkan dia selalu di sibukan berkerja dan berkerja.


“ kalau mbak Lala kerja gak papa bilang aja sama zhifa kalau kerepotan”


“ gak dong saya kan bos nya jadi gak ad yang ngelarang saya bolos”mbak lala terkekeh dia sudah mengganggap zhifa sebagai adik nya.


...****************...


ting nong


ckleek


" eh pak raka ngapain siang² kesini? " tanya zhifa karna memang ini masih siang kampus pasti belum bubar saat yang memasuki bagian siang.


" saya mau ketemu anak saya" ucap raka datar


"masuk pak anak bapak ada di kamar warna pink" ucap. zhifa menekan kata 'anak bapak'.


raka tak menanggapi ucapan zhifa ia langsung menuju ke arah pintu warna pink karna kemaren asisten mereka sudah merenovasi kamar untuk baby za.


raka masuk kedalam melihat baby za yang sedang tertidur di box bayi nya.


__ADS_1


 tetapi saat raka mendekat bayi itu langsung membuka mata nya dan melihat ke arah raka..


" hm kenapa bangun " tanya Raka menoel² pipi baby za.


baby za se akan ngerti apa yang di bicarain oleh raka iyaa berceloteh dan mengangkat tangan nya ke atas seolah meminta untuk di gendong.


raka menggendong baby za . "uhh anak ayah udah mandi belum hm" baby za tertawa geli saat pipi nya di cium oleh raka dengan gemas. zhifa memang tidak ada ia tadi sudah bilang akan memasak jadi ia tidak mendengar raka mengucapkan kata 'anak ayah' kepada baby za.


.


.


.


raka turun sambil menggendong baby za. ia tadi berusaha memandikan baby za pelan² raka kira baby za akan menangis tetapi bayi itu malah diam dan senyum² senang.


"loh tadi baby za gak pakek baju itu deh" tanya zhifa bingung karna tadi baju baby za warna pink dan sekarang berganti berwarna biru laut.


"saya sudah mandiin dia" ujar raka santai.


" bapak bisa mandiin dia? "


"bisa lah kamu ngeremehin saya apa"


" gak gak yaudh sini baby za nya bapak makan aja. nih" zhifa menyodok piring berisi lauk dan nasi ke arah raka. dan di ambil oleh raka dengan senang hati.


"kamu gak makan? "


"saya jagain baby za dulu pak"


"yasudah saya akan suapin kamu"


"gak usah pak. bapak makan aja saya nanti saja"


"udah diem dan makan"


lalu mereka makan 1 piring berdua dan 1 sendok berdua. raka menyuapi zhifa lalu dirinya, zhifa tak menyayangi bahwa mereka makan 1 sendok yang sama.


"eh tunggu apa ini gue makan 1 sendok berdua sama pak raka?? " zhifa kaget saat menyadari nya.


"kamu kenapa kaget gitu"


"kita pak Em kok 1 sendok berdua sih kan ad sendok lain"


"saya gak tau lagian udah terlanjur udah habis juga nasi nya" raka berdiri mengambil baby za yang si pangkuan zhifa meninggi zhifa masih bergelut dengan pikiran nya merutuki kebodohannya yang baru menyadari itu.


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2