Perjalanan Kisah Cinta Zhifa

Perjalanan Kisah Cinta Zhifa
kantin


__ADS_3

happy Reading★~(◠ω◕✿)


...****************...


Sesampainya zhifa di kantin ia mengedarkan ke penjuru kantin dan ia dapat melihat ke 3 Sahabat nya sedang duduk sambil bercanda ria di sebelah kaca kanan memang dinding kantin itu memakai kaca


zhifa menghampiri Sahabat nya mereka bersahabat sejak awal masuk SMA sampek mereka memutuskan untuk kuliah di tempat dan jurusan yang sama dan lebih beruntungnya lagi mereka selalu sekelas. walaupun tm1 Sahabat nya beragama non muslim tetapi mereka tak pernah membedakan satu sama lain.


"assalamu'alaikum maaf ya gue telat" salamnya tak enak zhifa karna mungkin teman nya sudah menunggu nya lama, jangan salah meskipun zhifa ia pakaian nya tertutup tetapi jika sama sahabat bahasanya akan gaul bukan aku-kamu terkadang ia tetapi jarang


"waalaikumsalam" jawab maudy dan raya


"lo kemana aja sih zhifa lama banget" geram raya yang di anggukin yang lain


"hooh gue kira lo gak jadi ke kantin" tambah maudy


"eh duduk dulu kenapa zhif gak capek apa lo berdiri" suruh catlin


"iya lo ngapa gak duduk kek pelayan aja berdiri di situ" canda maudy terkekeh. zhifa duduk di samping raya yang berhadapan dengan catlin dan maudy "hm sorry ya tadi aku habis nabrak orang jadi... " ucapan zhifa sudah terpotong dulu oleh pekikan ray


"whatt demi apa lo nabrak orang zhif kok bisa" kaget raya


catlin yang sedang minum tersedak karna kaget oleh suara raya kaki menonyor kepala raya untung tangan nya gak pendek jadi masih bisa


"loh iya mati gak orang zhif, parah gak atau apa gitu? cerocoa catlin


zhifa menghela nafas berat " huh bukan nabrak itu ih ini beda lagi"jelas zhifa kesal lalu di balas cengiran oleh ke 3 Sahabat nya


"tros apa jadi apa? " raya jika ia kepo maka harus di bahas sampai selesai kalau tidak tak akan selesai ia bertanya


"makanya dengerin dulu ini aku baru mau kasih tau" Sahabat nya menatap zhifa serius mendengarkan


"jadi tadi aku nabrak orang di koridor bukunya berserakan tadi sempet juga ngomong bentar tros kenalan jadi yah gitu agak lama" papar zhifa teman² nya hanya menggangguk ngerti dan beroh ria "cwok apa cwek zhif yg lo tabrak" tanya catlin


"cwok" balas seadanya

__ADS_1


"ganteng gak? " kepo raya


"astaghfirullah zhifa kalau sama laki² mana mau natap matanya kalau ga sengaja gitu" bukan zhifa yang menjawab melainkan maudy


"tumben ngucap lo" cibir raya yang di beri tatapan tajam oleh maudy "sembarangan lo senakal² nya gue kalau kaget kadang ngucap salam gak kek elo ya" sinis maudy ke raya


"hahah iya raya mah kalau kaget kebun binatang di absen sama dia" tawa catlin di sambut dengan tawa maudy, raya yang melihat itu mendengus kesal


zhifa mengamati ketiga nya tanpa membuka suara ia terkekeh melihatnya lucu bagi nya sahabat nya ini mereka dari dulu selalu saja begitu tak berubah. Disini yang memakai gamis itu hanya zhifa kalau maudy ia pakai hijab tetapi memakai celana dan atasan memakai rok saja jarang apa lagi gamis dengan jilbab pasmina yang di lilit di leher nya, raya iya muslim tapi ia tak memakai hijab katanya sih belum dapet pencerahan tapi pakaian nya msh sopan. nah terakhir itu catlin dia emng non muslim tapi iya sangat menghormati teman nya yang muslim pakaian nya juga sama seperti raya jika pakaian mereka terbuka zhifa akan memarahi dan menceramahi nya.


tanpa zhifa sadari ada yang memperhatikan dari kursi dekat pintu kantin ia mengamati dari zhifa terkekeh sampai tersenyum ie sahabat nya "indahnya ciptaan mu Tuhan" ucapnya yang msk menatap zhifa dkk


"sudah² ayo masuk bentar lagi dosen masuk" ajak zhifa langsung berdiri diikutin sahabat nya dan mereka ber iringan keluar dari kantin


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tak lama mereka duduk di kelas dosen pun masuk


"Assalamu'alaikum" salam Pak David selaku dosen


"baiklah smuanya saya akhiri sampai disini saja dan assalamu'alaikum "pamit pak David


zhifa dkk keluar kelas " nanti kita jadi kan buat. kerkom nya di rumah maudy? "tanya raya


catlin menepuk kening nya " astaga sorry ya guys gue harus nganterin sepupu gue ke mall "terang catlin tak enak


" wihh mall lama kita gak ke mall"ujar maudy


"iya kapan² kita ke mall bareng ya" ajak catlin


"ya sdh gmn kalau lusa aja kek nya lusa kita gak ada kelas kan" ucap zhifa di anggukin yang lain "maaf ya guys jadi gak enak gue"


"gak papa yok kita pulang" raya menarik tangan zhifa sedangkan yang di tarik hanya pasrah saja


...----------------...

__ADS_1


Di tempat lain pemuda yang tak lain adalah melvan sedang berdiri di depan mobil nya sambil mengotak² atik sesuatu tak lupa iya yang menggerutu kesal bagaiman mobilnya ini mogok di saat yang tidak tepat. ia sudah ada janji dengan seseorang ia harus membelikan kado untuk ulang tahun mama nya tapi yang iya dapat adalah mobilnya mogok di tengah jalan yang sepi tak ada yang melintas 1 pun kendaraaan. sialnya lagi iya tak bisa menghubungi seseorang karna batrei ponselnya lowbet huh betapa sialnya hari ini melvan. apakah iya harus berjalan kerumah nya? tak bisa patah kaki nya jika berjalan ke rmh.


dari kejauhan iya dapat melihat mobil merah sedang berjalan ke arah nya. tak ingin menyia nyiakan kesempatan ia pun berdiri di tengah² sambil melambaikan tangan nya menghentikan mobil itu. iya senang karna mobil itu menepi tapi tak ada yang turun dari sana.


zhifa yang melihat ada orang melambaikan tangan nya di depan sana seperti memberi isyarat berhenti akhirnya mau tak mau ia menepikan mobil nya tapi ia enggan keluar karna takut kalau yang memberentikan itu adalah begal atau orang jahat tapi tak lama ada yang mengetuk jendela mobil nya ia menoleh ada seorang pemuda dia seperti mengenal nya..


lalu zhifa keluar dari mobil nya mereka berdua terkejut "loh melvan kenapa? " tanya zhifa kini ia tak sadar kalau ia menatap tak menunduk. melvan tak tau kalau yang ia cegat tadi zhifa kalau iya mau ia malu meminta tolong.


melvan menggaruk tengkuk nya yang tak gatal


"iya zhif hehe iya aku melvan" zhifa menggangguk lalu melihat mobil melvan yang kap mobilnya terbuka


"itu mobil kamu kenapa" zhifa menunjuk mobil melvan


"huh itu mobil ku mogok aku ingin menghubungi montir keluarga ku tapi batrai ponsel aku habis" ujar melvan


zelvan menundukan kepalanya masuk ke mobil mengambil benda pipih dan menyodorkan ke arah melvan


" pakailah ponsel ku dulu jika kamu mau"tawar zhifa. melvan menggelengkan kepala nya zhifa bingung di kasih tawaran malah gak mau kan aneh


"tapi kenapa kamu bisa menelfon montir atau keluarga mu untuk menjemput mu" kening zhifa bertautan


"Maksih atas tawaran nya zhif tapi aku tak hafal nomor montir huh jangan kan montir atau keluarga ku nomor ku saja aku tak hafal"adu melvan menekuk muka nya. sumpah saat ini zhifa sedang menahan tawa nya nya bagaimana mana bisa iya tak hafal salah satu keluarga nya.


zhifa bingung apa yang harus ia lakukan apakah meninggalkan melvan di tengah jalan sendiri atau memberi tumpangan kepada nya? kalau memberi tumpangan berarti ia semobil dengan laki laki kalaupun niat pergi itu sama saja ia dosa meninggalkan orang yang membutuhkan. zhifa melihat awan ternyata awan nya mendung seperti akan turun hujan mau tak mau iya harus memberi tumpangan ke melvan.


" baiklah van akan ku antarkan kamu pulang, cuacanya seperti akan turun hujan"ujar zhifa mengajak melvan naik. melvan kira zhifa akan meninggalkan nya mengingat zhifa menatap muka nya aja iya enggan apa apa lagi semobil "eh gak papa gue disini aja aj ntar gue nyari tumpangan yang lain aja" tolak melvan dengan halus


"tidak apa² naiklah mau sampai kapan kamu menunggu" titah zhifa


"masalah mobil mu tinggalkan saja dulu nanti setelah sampai rumah kau jemput bersama montir mu"


melvan mengangguk tak ada pilihan lagi lagian iya juga malas menunggu disini"baiklah Terima kash aku akan ambil tas dan mengunci mobil ku dulu"sahut melvin berbalik menuju mobil nya


jangan. lupa like and komen

__ADS_1


__ADS_2