
“Melvan gak mau mom kalian maksa trus sih” kesal melvan sudah beberapa hari ini s lalu di teror oleh mommy dan daddy nya agar mau bertunangan dengan tania.
“ryan kamu gak mungkin buat keluarga kita malu kan”
“udah lh bang turutin aja kenapa ribet banget kak tania juga baik dan cantik tinggal tunangan doang elah” lama jengah melihat perdebatan setiap hari dengan topik yang sama.
“Terserah mom aja lh melvan capek” setelah mengatakan itu melvan melenggang pergi naik ke atas untuk ke kamar nya sedangkan daddy dan mommy hanya mengehela nafas berat.
“Mom sm daddy yakin mau buat bg melvan stress gitu lana jd kasian”sebenernya lana juga kasian melihat abang nya seperti tertekan ia selalu berpendiri agar tidak ingin tunangan dengan tania.
“sebernarnya daddy jg gak mau maksa hubungan melvan tetapi ini demi kebaikan nya jika ia punya pasangan tak apa selain jika itu zhifa “
.
.
.
Zhifa sedang duduk di sofa sambil menonton TV sedangkan baby za duduk di stroler bayi. Zhifa sangat rindu bunda nya terhitung sudah seminggu bunda nya keluar kota. Bunda arum juga belum mengetahui sama siapa zhifa tinggal ia selalu menelpon zhifa tetapi zhifa tak pernah mengatakan bahwa ia menemukan anak.
Drrtt
Ponsel zhifa bergetar di atas meja . Zhifa mengambil dan melihat siapa yang menelpon dan senyum nya mengembabg saat bunda nya yang sedang ia rindu kan men vc diri nya. Zhifa menekan tombol hijau dengan semangat.
“assalamu’alaikum bunda zhifa kangen” sapa zhifa semangat
“waalaikumsalam haha ank gadis bunda apa kabar? “
“baik bun sangat baik. Bunda apa kabar dan kapan pulang? “
“insyallah lusa bunda pulang ya sayang disini banyak kerjaan bunda baru saja dpt masalah di toko jd sedikit kekacauan”
__ADS_1
“tetapi bunda gak kenapa napa kan? “
“tidak baby bunda mu baik disini “
“oh ya bunda cepet pulng aku ad kejutan untuk bunda”
“oh ya apa itu... “
“haha raha... “
Ucapan zhifa terpotong mendengar baby za menangis.
“suara bayi siapa itu nak? “
“temen bun heeh zhifa tutup ya assalamu’alaikum”
“waalaikumsalam “
Tut tut tut
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Berbulan bulan telah berlalu kini zhifa sudah menyelesaikan skripsi nya dan tinggal menunggu sidang kelulusan. Soal hubungan dengan raka zhifa semakin dekat tak jarang zhifa dan baby za selalu menginap di rumah della, yah keluarga della dan arum sudah mengetahui kebenarannya dan mereka sangat antusias...mereka selalu menyarankan agar raka dan zhifa menikah dan menjadi orang tua baby za. Tetapi zhifa masih ragu dengan raka, dan seminggu lalu zhifa mendengar kabar bahwa melvan bertunangan dengan tania sebenarnya zhifa kaget dan sedih tapi apa boleh buat jika ia dengan melvan tak akan bersatu.
“pak ngapain sih beli baju terus untuk za itu baju nya udah banyak “ ucap zhifa kepada raka karna kesal setiap minggu selalu saja membelikan baju dan mainan untuk za bukan zhifa iri atau marah zhifa hanya tidak ingin za di manja terlalu dan membuang² uang raka karna mainan dan baju za sudah baby si tambah baby za belum bisa telalu bermain hanya saja akhir2 ini baby za sudah mulai merangkak dan berlajar berdiri.
“kenapa kamu liat baju ini itu lucu zhifa banget nanti kalau di pakek za pasti lucu” ntah kenapa sifat dingin raka hilang saat za menyebut nya papa waktu itu dan raka selalu senang jika za memanggil nya papa.
“Huh terserah bapak aja deh saya mau kebawah nyiram tanaman bunda aj”
“zhifa “ kesal raka
__ADS_1
“Hehe iya mas raka maaf”
.
.
Zhifa langsung meninggalkan raka dan baby za di kamar itu. Karna hari sudah sore ia akan menyiran kan tanaman bunda nya tadi waktu makan siang bunda arum memberi tau zhifa ia akan telat sedikit karna ad urusan jd ia meminta zhifa menyiramkan tanaman nya. Bunda arum sangat suka bunga di halaman rumah zhifa saja sudah seperti toko bunga.
Setelah zhifa selesai ia masuk dan melihat melvan duduk di sofa panjang dan memegang remot seperti di rumah nya sendiri, emang raka selalu beda.
“Mas za mana kok di tinggal sendirian sih di kamar” tanya zhifa.
Raka menoleh ke arah zhifa “kamu gak liat baby za si baby gembul itu” bukan nya menjawab Raka malah melontarkan pertanyaan zhifa membalas dengan celengan kepala.
“Itu apa zhifa segede itu mana gak nampak” tunjuk Raka ke arah 2 kostum beruang coklat yang satu boneka dan yang satu adalah za yang sedang belajar berdiri.
( anggap aja itu lagi berdiri di meja ya depan tv)
“masyallah anak bunda udh bisa berdiri ya “
“ya ya ya Hu hu” tawa baby za senang dengan menaikan kaki nya naik turun.
“Ma ma ma ma Hu pa pa pa “ panggil za ke arah zhifa dan Raka.
“hum kamu manggil mama knp gak panggil bunda atau buna gitu” zhifa mencium pipi gembul za
“mama lebih bagus zif simple”
“ yaya serah baby za aja hm”
“mas aku ke atass ya mau mandi jaga baby za” tambah zhifa di respon anggukan dari Raka.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...