Perjalanan Kisah Cinta Zhifa

Perjalanan Kisah Cinta Zhifa
mengajak zhifa


__ADS_3

Happy reading ★~(◠ω◕✿)


Zhifa sekarang sudah berada di kelas nya memang masih sepi karna masih jam 7 sedangkan biasanya temen² nya akan datang set 8.zhifa duduk di kelas menatap papan tulis dengan tatapan sulit di artikan.tidak lama ke tiga sahabatnya datang dan mengkagetkan zhifa tetapi tidak berpengaruh dengan zhifa.


“Heyy”teriak mereka bertiga.


Tetapi zhifa tak kaget ia hanya menoleh ke arah mereka dan menatap papan tulis lagi, ketiga sahabat zhifa yang merasa di acuhkan pun manarik kursi mereka lalu membuat seperti setengah lingkaran .


“Zhifa lo kenapa sih melamun teros ntar kalau kerasukan setan kelas gimana. “canda raya


“.... “


“zhif lo lagi patah hati ya cerita dong sama kita. “ ujar catlin sebenarnya ia kasian tetapi ia tau kalau melvan sudah memberi tau zhifa kebenaran nya.


“.... “


“MasyaAllah zhif ngomong zhif ngomong “kesal maudy kecampur takut alih alih beneran zhifa kerasukan setan kan bahaya.


“... “


Lagi² tak ada jawaban dari zhifa dia terlalu malas untuk menjawab pertanyaan


akhirnya sahabat nya menyerah dan duduk di tempat masing2 membiarkan zhifa menenangkan pikiran nya.


Setelah pelajaran usai zhifa berdiri keluar kelas tapi lengan gamis nya di tarik oleh raya “mau kemana lo “ tanya raya


“Pulang” jawab zhifa singkat


Dalam sehari ini hanya kata itu yang mereka dengar dari zhifa, saat guru bertanya kepada nya zhifa hanya membalas dengan gelengan kepala, begitulah sehari ini zhifa hanya menggeleng dan menggangguk tidak ada kata yang keluar dari mulut nya.


“Zhif lo gak ke biasa nya ih heran banget gue” gerutunya catlin


“Sorry” ucap zhifa menatap sahabat nya ia tersenyum kepada mereka, lalu berbalik dan melanjutkan jalan nya


“huh kita biarin aja zhifa sendiri gue gak mau nambah badmood dia” usul maudy di setujui mereka

__ADS_1


saat perjalanan menuju parkiran pak raka memanggil nama zhifa spontan zhifa berhenti dan melihat kebelakang


Di sana ada raka yang berlari kecil ke arah nya


“Huh zhifa”panggil raka


“Em iya pak” jawab zhifa


“Apa boleh saya berbicara dengan mu di kafe G” pinta raka


“Kapan pak”


“sekarang karna ini hm lumayan penting bagi saya”ucap raka lirih di kata akhir


“Iya Pak, bapak duluan saja nanti saya ikutin di belakang “ ujar zhifa


Raka berjalan dahulu dengan zhifa karna tidak ingin menjadi gosip terkini karna berjalan beriringan dengan dosen cukup kemaren menjadi topik pembicaraan dan terkena imbas nya tidak lagi untuk sekarang.


...****************...


“pak mau bicara apa ya” ucap zhifa memecahkan keheningan agak canggung memang sesudah zhifa tau bahwa di depan nya sekarang adalah dosen nya.


“Eh jangan pakek pak panggil kak aja seperti waktu itu atau bahasa gaul aja juga gak papa”


“gak enak saya pak, bapak kan dosen saya bukan temen saya” ujar zhifa tak enak.


“Tapi kamu sendiri yang bilang saya itu seperti umur 24 “ kekeh raka mengingat kan kejadian di taman waktu lalu.


“ ya kan saya gak tau itu pak” kilah zhifa


“Baik lah jangan formal ya zhifa pesen saja makanan dulu saya eh aku akan membicarakan selesai makan”


Zhifa menggangguk dan memesan makanan. Setelah menunggu makanan akhirnya makanan datang mereka pun memakan tanpa membuka suara sesekali raka yang melirik zhifa tersenyum


“Jadi pak eh kak” tanya zhifa penasaran

__ADS_1


“haha kamu gak sabar banget” ucap raka , zhifaa langsung terdiam ntah kenapa jadi mengingat melvan


“ kamu Gak sabar banget”


“iya aku penasaran banget tau”


“haha”


“zhif kamu kenapa “ tanya raka membuyarkan lamunan zhifa.


“Eh pak apa Jadi gimana “ raka menepuk kepala zhifa pelan karna gemas melihat wajah terkejut nya


“jadi saya mau mengajak kamu ke acara ulang tahun pernikahan orang tua saya apakah kamu mau? Tanya raka


Zhifa menatap bingung ke arah Raka bukan karna ajakannya tetapi bahasa nya waktu pertama kali bertemu gue- lo saat pertemuan ke 2 aku-kamu dan sekarang saya- kamu jadi yang benar yang mana, padahal dia mengajak jangan berbicara formal tetapi dia sendiri formal (aneh)


“kenapa harus saya pak?. “


“karna hanya kamu wanita satu² nya yang dekat dengan saya” jawab raka


“Saya akan pikir kan nanti pak” ucap zhifa


“zhifa apakah tidak bisa sekarang, saya tau ini memang memaksa tetapi saya mohon sama kamu” ucap Raka memohon, ini pertama kali nya raka memohon kepada seseorang terlebih lagi wanita setelah ibunya.


“ tetapi kenapa harus saya pak masih banyak wanita yang lain kan” ucap zhifa berusaha menolak ajakan dosen nya yang mendadak.


"kamu tau saya baru pindah dan tidak terlalu mengenal wanita jakarta"


“zhifa saya tidak mau di jodohkan oleh orang tua saya, orang tua saya berjanji tidak akan menjodohkan saya jika saya membawa calon istri di hari ulang tahun pernikahan mereka“ jelas Raka panjang lebar


“ha calon istri” kaget zhifa dengan wajah terkejut


“ iya jadi gini.. “


jangan lupa vote dan like ny😍

__ADS_1


__ADS_2