
maaf kali ini aku up lagi dah lama sih gak up ya hehe.
sempet gak main nulis lagi karna gak terlalu rame tetapi aku udah gak terlalu mikir sih yang terpenting aku bisa menyalurkan hobi aku disini.
kalau suka ya alhamdulillah kalau engga gak papa kok menurut orang hasil seseorang itu tidak bisa di katakan sempurna pasti ada aja cacat nya walaupun sedikit.
curhat ya:)
Happy reading
.
.
.
.
...****************...
Sudah lama semenjak kejadian dimana za di pulangkan dari rumah sakit waktu itu kini hubungan deon dan tania semakin lama semakin dekat yah walaupun kadang tania tidak peka soal itu tetapi ia juga masih meragukan deon itu saja.soal risa perempuan itu seakan perlahan di buat depresi dan hampir saja gila siapa lagi kalau bukan deon penyebab nya.deon tau karna risa lah yang membuat za terjatuh dan itu juga membuat deon berpikir bahwa risa ingin mencelakai za supaya jauh dari diri nya.
Sudah 2 minggu ini risa selalu mendapat teror dari seseorang itu smua berisi yang hampir berhubungan dengan bayi terkadang di dalam situ terdapat ancaman dan yang membuat bingung smua orang adalah sebuah rekaman dimana terdapat balita yang berbicara dengan bahasa yg cadel tetapi masih bisa di pahami oleh mereka smua.
“Mama tega banget sih buang aku ,kan aku nya ndak salah loh hiks mama jangan buang aku hiks mama jangan tinggalin aku mama mama”
Kini mereka masih mencerna smua barang² yang di kirim berupa teror itu kepada risa smua turut prihatin atas keadaan risa tang jauh di katakan baik dari sekarang.smua berniat berkumpul di rumah angga untuk membahas ini dan angga juga berniat meminta bantuan dan benar saja hari ini mereka membahas itu.
Deon? Lelaki itu sengaja ikut dengan raka karna apa karna tadi sehabis dengan raka ,ternyata raka mengajak deon dengan alasan menyuruh ikut membantu dengan senang hati deon ikut karna ia juga ingin melihat kekacauan risa.
“menurut sih yah gini soalnya du smua bukti hanya ada barang barang yang berhubungan dengan bayi..raka bukan mau souzon tetapi apa mungkin risa??”raka memberi usulan jangan langsung raka smua orang pasti akan berpikir bahwa risa telat membuang seorang bayi tetapi pikiran itu mereka tepis agar tidak curiga.
Zhifa menggangguk menyetujui ucapan raka meskipun masih sedikit marah tetapi zhifa adlaah wanita yang tidak bisa menyimpan dendam dan bagaimana pun risa adalah adik nya mereka 1 ayah hanya saja beda ibu.
“mama tega ngelihat risa gini mas apa kita coba bawa ke psikiater aja”
“menurut zhifa gitu juga ma tapi apa bisa kita bawa kesana sedangkan saat sadar saja dia selalu meraung tak ingin di dekatin” ujar zhifa yang masih setia memangku za yang sedang makan snack.
“Em apa gak sebaiknya kira tanya dulu baik² sama risa mungkin aja dia mau ja—“
Tania memberhentikan ucapan nya kala melihat seseorang melewati nya begity saja tepat di muka nya.terlalu kaget sampek ia ingin memaki lalu ia melihat ke arah samping ternyata risa jatuh di kaki zhifa sambil menangis histeris.
Kaget itu smua orang rasakan bahkan mereka tak merasakan risa turun tiba riba saja langsung duduk di kaki zhifa lebih tepat nya memegang tangan za.membuat balita itu tersentak dan menangis memeluk zhifa dan berusaha menjauhkam tangan nya dari pegangan risa.
__ADS_1
Risa tertawa dan tersenyum lebar layak nya orang gila
“ quily hih kamu cantik banget sih sini sama mama yuk
“ risa berusaha merebut za dari zhifa.
“risa apa yang kamu lalukan lepas “ zhifa melepaskan tangan risa yang menarik tangan za karna itu pasti akan membuat tangan balita itu sakit.
“nak sadar nak ya allah jangan kini” mama lisa memeluk anak nya dan menangis hati ibu mana yang
tak sakit jika melihat anak nya kacau seperti ini.
“Ma aku mau quily hiks mau quily dia anak ku” rancau risa memberontak dari pelukan lisa.
Hening
Smua terdiam hanya ada sengguguk dari za dan rancauan risa memanggil nama quily.
Disaat smua tegang hanya ada 1 orang tersenyum sinis dan seperti kata kata yang tak pantas yaitu “bahagia di atas pemderitaan orang “ itu lagi deon dia tersenyum layaknya seseorang yang baru menyelesaikan tugas nya dengan benar tetapi hanya beberapa detik setelah itu dia mendatarkan ekspresi nya lagi .
Angga menyarankan agar zhifa menjauhkan za dari risa karna rsa sedarintadi mengejar za tros menerus lalu zhifa dan raka pamit pulang dan ia rasa masalah ini mungkin akan di urus angga dan lisa.lalu tania dan deon juga pamit pulang menyusul zhifa.
“Menurut kamu risa kenapa sih mas aku jadi takut deketin zahra sama dia risa” zhifa bertanya kepada raka saat di dalam mobil setelah mungkin jarak rumah risa lumayan jauh.
“masa risa gitu sih mas yah meskipun aku udah lama banget gak ketemu sekali ketemu gini”
“dia kan pernah kuliah di kuae negri sayang kamu tau lah pergaulan orang luar itu beda sama kita,gini ya bukan nya souzon tapi kita juga belum tau dan pasti hanya risa yang tau tentang ini “ papar raka yang masih fokus menyetir setelah itu hanya ada keheningan dan suara ribt kendaraan yang berlalu lalang dan suara radio di mobil raka.
“Yon?” panggil tania melirik lelaki di samping nya yang menatap jalanan dengan fokus
“hm”
“lo sedemikian gak sih ma gue?” tanya tania lagi dengan bahasa gaul nya memang ia sangat malas jika di.suruh menggunakan bahasa formal padahal deoen sudah melarang nya dengan alasan tak sopan mau bagaimana pun deon tetap lebih tua beberapa tahun tapi yang namanya tania keras kepala jadi deon membiarkan tania tetapi ada batas nya.
Deon melihat ke arah tania sekilas sambil menautkan alis nya “ maksud nya” ucapnya tak mengerti.
“ ya lo pikir lah dia tuh kek orang gila dahan tadi apa dia manggil² quily sambil nunjuk za lucu banget
dah,gue sih mikirkan dia penah ngebuang anak nya gitu hasil dari hubungan gelap nya”
“ya mungkin” jawab deon singkat sambil tersenyum.tipis.
“tapi makin kesini gue liat muka si za mirip elo sih apa perasaan gue kali” ucapan tania usia za memang sudah menginjak 22 bulan jadi muka dari balita itu sdah hampir kelihatan mirip siapa balita itu twrnyata jika di liat smua dari pahatan wajah za itu hampir mirip dengan deon hanya saja bibir nya yang beda.
__ADS_1
Mereka memang tak tau kapan za lahir tetapi mereka pernah menanyakan pada dokter dan ternyata bayi itu sudah berusia 22 bulan berarti 3 bulan usia balita itu saat di temukan oleh zhifa dan raka Di dalam mobil waktu itu.
“ya berarti anak gue “ ujar deon santai
“ha?” tania melihat deon kaget
“Maksud lo apa” kepo tania memiringkan badan nya agar melihat wajah deon dengan jelas.
“ya kalau muka za mirip ge berarti za anak gue”
“ngaco lo “ tania hanya mengganggap ucapan deon tadi candaan ia terkekeh lalu memposisikan duduk nya seperti smua menghadap lurus.yah meskipun penasaran tetapi tania hanya berusaha biasa aja dan mengabaikan pertanyaan nya tadi.
Saat ini deon sedang mengerjakan laporan nya yang di kirim oleh sekertaris nya kewat email ia mengerjakan karna tadi setelah rapat ia ikut dengan raka yang membuat ia tak sempat memeriksa laporan keuangan perusahan nya.
Setelah selesai deon menyandarkan di kursi kerja nya lalu memejamkan mata nya lelah dengan tangan yang ia tumpu di kening nya lelah.menurut nya ini adalah hari yang melelahkan melihat drama yang menurutnya seru itu.sudah 1 hari kemaren deon memang tak mengirimkan teror lagi dan ia juga berniat tidak mengirimkan sampai 2 hari kedepan karna ia ingin risa membaik sedikit.
“aku akan memberimu waktu 2 hari jika dalam waktu itu kau tak menjelaskan nya maka bersiap lah ,aku akan yang merebut paksa za dari tangan kalian” setelah itu deon mengirmkan pesan kepada risa masa bodo mau di baca atau tidak oleh risa yang penting deon sudah berbaik hati memberitahu.
“Huekk huekk “ sudah setengah jam zhifa muntah² dengan raka di belakang nya setia mengurut tengkuk istri nya..bukan nya memuntahkan apa apa zhifa hanya mintah cairan bening yang membuat tenggorokan panas dan sakit.
“ke dokter aja ya muka kamu pucet banget loh” saran raka membujuk zhifa agar nau kedokter karna raka khawatir terjadi apa apa karna dari bangun tidur zhifa selalu muntah² dan saat ingin makan ia juga muntah² sampai² raka tidak kekantor sangking khawatir nya.
Zhifa lemas rasanya ia tak punya tenaga untuk berdiri lalu memeluk raka dan menyender kan kepala nya di dada bidang milik raka.
.
“Aku gak papa Cuma masuk angin paling”
“hey aku khawatir kita ke dokter yah” tetap saja zhifa menggeleng tak mau .raka menghembuskan nafas nya menang istri nya keras kepala kok ya mau gimana lagi raka hanya pasrah mungkin jika malam nanti zhifa masih sakit raka akan memaksa agar zhifa mau kerumah sakit.
“Kamu gak kerja?” zhfa mendongak menatap mata raka di balas gelengan kepala raka.
“Aku boleh minta tolong gak?”
“apa sayang?”
“aku mau sate,bakso sama mie ayam boleh” zhufa mengerjap ngerjapkan mata nya lucu.raka yang gemas langsung mencium seluruh wajah zhifa gemas.
“iya aku beliin kamu tiduran aja yah biar za di jaga sama bi ningsih”setelah itu raka keluar dari kamar untuk membeli kan pesanan untuk zhifa.jarang sekali istri nya itu bermanja manja seperti ini da raka sangat suka karna di ahri biasanya sifat zhifa memang tampak dewasa sama seperti raka.
...Ting tong.
...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...