
.
.
.
happy reading( ˘ ³˘)♥
Setelah akad zhifa dan raka duduk di sofa bersama keluarga mereka sesekali menyalami tamu yang datang.tamu yang datang kali ini hanya kerabat deket dan tetangga saja yang mau melohat akad ada juga yang tidak datang mungkin akan datang saat acara resepsi saja.
“selamat ya zhifa yaelah dah married aja lo” ucap raya memeluk zhifa terharu karna mereka selalu bareng² saat masuk SMA dan lulus kuliah bareng dan tak menyangka bahwa zhifa lah yang dahulu menikah mereka mengingat zhifa itu jarang sekali dekat dengan laki².
“ makasih ray smoga nyusul ya sama ken”canda zhifa karna tau seberapa tak peka nya raya kepada ken yang jelas² dari mata mereka bahwa ken menyukai raya.
“Paansih masa sama titisan monyet kaya dia gak like banget zhif” Sergah raya melirik ken yang asik dengan dunia nya sendiri yaitu memangku camilan.
“dih apa lo nengok² gue ntar naksir” sinis ken karna melihat raya melirik ke arah nya.
“gak lo aja yang ke pd an” kilah raya malas berdebat dengan ken kini yang duduk di kursi nya.
Dan kini giliran maudy yang mendekat” selamat ya zhif smoga jadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah”maudy memeluk zhifa dengan cipika cipiki ala cwek.dan di Aamiin in oleh zhifa dan raka.
“Selamat zhifa doa gue yang terbaik untuk lo dan smoga cepet² kasih adek buat za” kekeh catlin
Selamat demi selamat di terima oleh zhifa smua orang daoat melihat kebahagiaan di mata kedua mempelai itu.canda tawa di iringin di setiap ucapan tanpa rasa lelah ataupun letih bahkan kedua mempelai itu enggan untuk masuk ke kamar untuk istirahat sangking asik mengobrol.
Zhifa sesekali melihat ke arah pintu menanti seseorang yang datang tapi seperti nya orang yang iya tunggu2 tak datang.zhifa menekuk wajah nya kesal karna ia sudah mengundang orang itu tetapi malah tak datang.
“Kenapa zhif kok gitu mukak nya?” tanya raka yang sedari tadi melihat gerak gerik istri nya.
“zhifa nunggu temen mas yang waktu itu” jawab zhifa
Raka memcoba mengingat temen mana yang di maksud zhifa karna raka sedikit lupa siapa itu jadi ia hanya menanggapi senyuman dan anggukan saja takut jika salah bicara akan merusak mood zhifa.
“temen mana zhif kan temen lo disini smua” ucapan raya yang mendengar ucaoan zhifa dan raka tadi bukan menguping hanya saja memang kedengaran.
“Ad dia itu-“zhifa melihat ke arag pintu ad gadis yang baru saja masuk dan senyumnya mengembang lalu berdiri dan mengampiri seseorang yang baru saja datang.
__ADS_1
“tania” panggil zhfa senang lalu berdiri dengan menyeret gaun nya berjalan ke arah gadis itu yang tak lain adalah tania.
“hay zhif sorry ya telat tadi macet banget”bener saja karna waktu hampir jam makan siang jadi banyak kendaraan yang keluar untuk membeli makanan jadi tania sedikit terlambat karna macet nya jalan hampir memakan waktu 2 jam.
“Gak papa kamu datang aja udah seneng banget”mereka berpelukan jujur saja zhifa merasa nyaman dekat tania meskipun dulu tania jahat kepada nya ntah kenapa hati nya mengatakan bahwa sebenarnya tania adalah orang yang baik dan zhifa sangat suka itu menganggap tania sebagai saudara nya.
Smua teman zhifa membelalakn mata nya saat melihat iinteraks zhifa dan tania tang mereka beri julukan si nenek lampir kini mapah akrab dengan zhifa.akua heran kenapa zhifa dekat dengan tania bahkan jika di ingat tania pernah membully zhifa habis habisan.
Mereka menghampiri zhiifa dan tania kecuali raka ia memilih menemui rekan kerja karna menurut raka itu adalah urusan mereka para remaja.
“lo ngapain disini heh mau buat masalah” ketus catlin tak suka ke arah tania
“Mak lampir gak puas apa lo dulu bully zhfa sekarang belagak sok baik lagi” tambah raya
“ih kalian jangan gitu tania ini kesini aku yang ngundang” lerai zhifa
Maudy menyipitkan mata nya menatap zhifa “ lo kesambet apa sih zhif sampek² ngundang dia “
Zhifa menghela nafas nya sahabat nya pasti sangat membenci tania dan tak mau memaafkan nya tetapi zhfa yakin sekarang tania sudah berubah tak aaka seperti dulu karna zhifa dapat melihat dari mata tania ada luka di hati nya yang zhifa tak tau.
“udah tania sekarang temen kita dia udah ga kayak dulu lagi, ‘iya kan tania”zhfa merangkul tania dari samping dam tersenyum manis ke arah tania.karna tania sedari tadi menunduk kini mendongak menatap sahabt zhfa dan yah jangan lupakan melvan dkk.tania sedikit lama menatap melvan meskipun hati nya tak rela melepas melvan tapi ia harus melakukan itu karna bagaimana pun ia tak sama dengan melvan.
“Modus lo gak nih”tanya raya kurang yakin kepada tania tapi saat melihat tak ada kebohongan dari mata nya.
“gue serius gue pingin berubah jadi lebih baik lagi”
“dan gue minta maaf terutama sama lo van gue tau gue jadi hama untuk lo pasti lo jijik dan risih liat gue,gue udh tau kok sekarang gue gak akan ngejar lo lagi lo bebas dari pengganggu kaya gue” ucap tania sungguh sungguh menatap melvan.
Melvan tak menanggapi ucaoan tania hanya menatap dan mengernyit kan “smudah itukan ia bilang sedangkan ia baru beberapa bulan bertemu zhifa saja belum bisa move on.sekarang tania bilang ia tak bakal mengganggu yang bisa di hitung sejak smp tania selalu mengincar melvan tapi dalam hati melvan seneng karna tak ad lagi yang mengganggu nya karna sejujurnya iya tak nyaman dekat tania.
“ gue pegang omongan lo” ucap melvan datar.
“hey kalian kenapa di depan pintu gini gak baik lo” ucap bunda arum yang baru datang dari dalam ia melihat remaja ini berdiri di depan pintu dengan berbicara serius.
“hehe maaf ya bun lupa” cengir zhifa
Bunda arum melihat di samping zhifa seperti tak asing bagi nya wajahnya sertu pernah melihat bahkan jika di bilang hampir mirip dengan hanya beda penampilan dan hidung zhifa mancung tetapi gadis di samping zhifa sedikit pesek dengan bibir tebal itu persis dengan arum.
__ADS_1
Mereka berjalan masuk dan duduk di sofa yang tadi sempat di dudukin oleh mereka smua.
“kamu yang waktu di pemakaman itu kan ya?” tanya bunda arum sedikit mengingat tania dia ragu karna yang di lihat waktu itu penampilan nya sangat kusut dan tak terawat tetapi yang ini sangat cantik.
“pemakaman mana ya tan?” tanya tania tak mengerti arah bicara arum.
“itu lo pemakaman mahendra waktu itu kamu tau kan?” tania terdiam kembali mengingat kejadian yang hampir 2 bulan itu.tania menggangguk lemah sebagai jawaban iya.
“kamu teman nya –“
Ucapan bunda arum terpotong karna tangisan bayu mungil tangan berada di gendongan raka.
“Ma-ma ma-ma hua mama” tangis za menyebut zhifa mungkin bayi kecil itu merindukan mama nya yang belum di gendong zhifa dari pagi tadi.
“ ulululu kenapa nangis sayang hem “ raka menyerahkan za kepada zhifa yang di sambut senang oleh tangan zhifa seketika tangissan za berhenti ia mendusel dusel di dada zhifa dengan mengeratkan tangan nya di perut zhifa.
“Manja banget sih bocil satu ini” gemas maudy mencubit pelan lengan za semakin gemas nya ingin mengarungin bayi kecil itu.
“haha iya gitulah gak ketemu sama mama nya langsung nangis” ucap bunda arum menggeleng karna memang za tak bisa jauh dari zhifa layaknya anak dan ibu kandung.
“Imut banget dia” puji tania melihat za dari samping karna hanya bagian samping yang terlihat .
“Za coba kenalan sama aunty tania ayo “ suruh zhifa menjauhlan wajah zahra agar tak menenggelamkan wajah nya dan kini za menatap arah tunjuk za samping lalu tersenyum menampakkan gigi susu nya yang 2 tubuh di bagian atas seperti kelinci.
“Onty” panggil za kepada tanya meskipun gak terlalu jelas tapi daoat di kasih pahami bahwa za memanggil tania.
“.hallo cantik nama kamu siapa?” tanya tania berusaha mengajak bayi itu berbicara karna terlalu bingung za hanya mengerjap ngerjapkan mata nya menatap zhifa seakan menyuruh nenjawab pertanyaan aunty nya.
“Nama saya zailyla bella trinisa aunty panggil aja za” ucap zhifa melambaikan tangan za seolah² za lah yang berbicara
“hay za” sapa tania menoel pipi gembul za.
Hanya sekedar menoel pipi nya za tertawa keras menepuk² tangan nya .semua orang terkekeh melihat tingkah za seakan mengerti itu.
bahagia itu sederhana jika kita bisa mensyukuri nya
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...