
... Happy reading...
... ....
... ....
... ....
3 part ini masih cerita fokus ke cerita deon, tania sama za ya....
pokok nya ini 69,70 sama 71 itu masih di hari yang sama ya kita fokusin 1 hari di tokoh deon & tania
...----------------...
"Dimana kamar za gue mau nidurin nih bocil?" tanya tania yang sudah berdiri dengan za yang tidur di gendongan nya.
"Kamar pintu hitam itu kamar saya letakan saja di situ" tanpa menjawab tania langsung melenggang pergi menaiki tangga mencari pintu warna hitam yang di maksud deon.
"Deon sialan dia ngerjain gue, ini pintu nya hitam smua astagfirullah sabar sabar" gumam tania kesal mengusap dada nya.
"Deon ini pintu yang mana gue dah pegel gendong anak lo nih" teriak tania menggelenggar di lantai atas tetapi itu tak membuat za terganggu sedikit pun.
..
.
..
Di lantai bawah setelah tania naik deon menyuggarkan rambut nya prutasi emng akhir akhir ini banyak sekali masalah hidup nya belum lagi urusan kantor dan urusan pribadi yang rumit.
Mendengar suara derap kaki deon mendongak menatap ke arah pintu dengan mata terkejut.
"Mama sama papa ngapain?" tanya deon kaget melihat orang tua nya berjalan dengan muka datar memasuki rumah.
"Menurut kamu ngapain dan mana perempuan yang kamu hamilin itu. Dia anak angga kan ,kamu bener bener ya deon mama gak pernah ajarin kamu bejat gitu" omel devi kecewa dengan anak nya memang angga tidak memberi tau secara langsung tetapi dengan bilang tanggung jawab siruh nikahin devi dan dandi dapat menyimpulkan nya sendiri.
"Ma sebenarnya bukan gitu tapi--"
"Tapi apa? Kamu ini papa jadi malu sama pak angga dia teman bisnis papa tapi kamu malah menghamili anak nya"
"Cepet kamu nikahi perempuan itu"
" Tapi ma--"
Ucapan deon terpotong karna suara teriakan tania menggelenggar dari lantai atas untuk membuat ke 3 orang yang berada di lantai bawah tersentak dan menatap pembatas yang di atas.
"Deon ini pintu yang mana gue dah pegel gendong anak lo nih"
"Jadi bayi nya udah lahir?" tanya devi memicing dengan tatapan tajam membuat deon gelagapan dan gugup.
"Deon keatas dulu nanti deon jelasin" ucap deon langsung berdiri dan menuju ke atas,sial memang niat nya deon belum ingin memberi tau tetapi jika sudah begini mau bagaimana lagi.
"Tania kamu apa apaan sih teriak gini"
"Hah apa lo bilang pintu wrn hitam ini smua warna hitam tros yang mana kamar lo,mana gue pegel lagi lo kira berat badan za 1 kg apa" cerocos tania.
"Ini kamar saya dan masuk saya ada urusan sebentar" tunjuk deon menunjuk pintu yang tepat di hadapan tania dan bodoh nya kenapa tania tidak masuk ya jwaban nya karna ia takut salah kamar.
"Dasar nyebelin" kesal tania lalu masuk kedalam kamar deon.
"Buset dah ini kamar atau tempat semedi dukun mana hitam smua lagi kek kagak ada kehidupan" bodo lah tania langsung merebahkan za di kasur kingsize milik deon dan ia juga ikut merebahkan di samping za sambil menepuk nepuk pantat bayi itu agar lebih pulas tidur nya.
"Cepet jelaskan" tuntut papa deon datar.
"Jadi...."
Deon menjelaskan smua detail detail nya tetapi kali ini ia memakai nama tania dan disini ia sengaja membuat deon lah yang salah bukan tania, membalikan fakta sebenarnya kan risa yang salah tetapi kali ini deon mengalah agar mama papa nya setuju jika tania menikah dengan nya.
Bugh
1 bogeman mentah dari sang papa mendarat mulus di pipi deon. Deon hanya diam merasakan pipi nya panas dan nyeri.
"Tanggung jawab" tegas dandi
"Iya pa deon pasti tanggung jawab"
"Ck 29 tahun bukan nya nikah dulu baru punya anak malah punya anak dulu baru nikah kamu nih ya deon nakal banget" devi menjewer telinga anak nya gemas.
__ADS_1
"Dimana dia mama mau ketemu calon mantu mama sama cucu mama"
"Kamar ma" jawab singkat deon.
Karna mama devi sudah berdiri dan tepat di hadapan deon ia memijak kaki anak nya yang hanya beralas sendal dengan sepatu high heels nya.
"Aduh ma sakit loh apaaan sih" rintih deon memegang kaki nya yang baru saja di pijak oleh mama nya.
"Dimana kamar mu mama gak tau " kesal devi
Deon menghela nafas nya pasrah lalu berdiri dan berjalan dahulu menaiki anak tangga di ikutin devi dan dandi di belakang nya.
Sampai di depan pintu deon membuka pintu yang pertama ia lihat tania yang tidur di sampinb za dengan posisi miring dan mengelus punggung balita itu.
Sebenarnya tania tidak tidur dia hanya memandangi wajah imut za,ia sampai tak menyadari kehadiran ke3 orang di ambang pintu karna memang tania membelakangi pintu.
"Itu orang nya pa dari belakang aja cantik pasti depan nya lebih yakan" bisik devi di anggukin dandi.
"Ia ma si deon pinter banget nyari mangsa" kekeh dandi yah begitulah sepasang suami istri di depan orang saja berwibawa dan tegas asli nya mah tukang ghibah dan aneh.
"Tania!" panggil deon pelan takut za terbangun.
"Eh ad ap-a" tania langsung berbalik badan dan terkejut melihat orangtua deon di samping deon.ia tania ingat meskipun hanya sekilas tapi ia tau orang tua deon.
"Tuh kan bener yang ini" pekik devi spontan
"Ma!" tegur deon karna suara mama nya mengusik balita yang sedang tidur terbukti balita itu menggeliat karna berisik.
"Ups sorry sorry mama cm seneng saja" ucap devi tersenyum.
"Mama seneng deon ngehamilin anak orang?"
"Ya ya enggak lah mama masih marah sama kamu tapi kalau menantu mama yang ini bisa kita bicarakan baik²"
"Papa mau liat cucu papa dulu mirip kamu atau tidak... Masyaallah lucu sekali dia" puji dandi melihat za yang tertidur pulas meskipun za perempuan tetapi mata, dam bibir nya sama kalau hidung seperti nya za pesek.
"Iya ya pa kita udah cucu ternyata tapi hidung nya kok pesek mirip mama nya banget" devi melirik tania .
^^^
[anggap aja itu za lagi tidur]^^^
"Kita bicarakan ini di sofa saja " mereka menggangguk lalu duduk di sofa dengan deon dan tania yanh duduk bersebelahan..tania menatap deon seakan ingin menyakar dan memakan wajah deon itu huh sangat menyebalkan.
"Tania mama minta maaf ya mewakilkan deon, mama tau deon salah deon ngerusak masa depan mu dan menghancurkan mimpi mimpi mu, tapi kenapa kamu milih lari padahal jika waktu hamil kamu minta tanggung jawab langsung deon pasti mau kok kenapa harus sampai cucu mama sebesar ini" papar devi seduh mata nya berkaca kaca menatap tania mungkin karna mereka perempuan jadi devi tau apa yang tania rasakan.
"Bundaaaa tolongg hiks ini drama apaan sihh tania tuh masih perawan tauuuu" kesal tania menjerit dalam hati.
Tania tersenyum palsu " maaf ya tan tania waktu itu benci banget sama deon karna dia ngerusak tania hiks gadis mana yang gak sedih kalau dia hamil belum nikah tan hiks" tania menutup mata nua dengan telapal tangan nya menangis padahal hati nya ingin sekali tertawa karna akting nya.
"Pinter banget akting nya"
Devi beranjak mendekat ke tania dan memeluk tania mengusap punggung tania agar mereda.
Para kaum adam yang berada di dekar mereka hanya memutar bola mata nya malas melihat perempuan menangis seperti itu huh perempuan mememang merepotkan pikir ayah dan anak itu.
"Maka dari itu kalian harus nikah sebelum za paham sama keadaan"
"APA!" kaget tania melepas pelukan devi
"Kenapa sayang kamu gak mau nikah sama deon, tante tau deon membuat kesalahan yang fatal tapi ini juga demi kebaikan kamu kok"
"Menikah? Kapan?"
"Kamu mau nya kapan terserah asal tidak besok"
"Deon merasa kalau kita nikah di hari ulang tahun za itu lebih bagus dan kita juga harus memberi tau keluarga tania dahulu sebelum pernikahan" final deon ia tau sangat tau isi fikiran orang tua nya yang mana mereka akan menikahi deon dan tania dalam waktu dekat.
"Yah padahal mama rencana nikahi kalian lusa" lesu devi menekuk wajah nya.
"Lusa kecepatan ma kita belum dapat restu orang tua tania"
"Yaudah deh tapi emng kapan ultah za?" Tanya devi antusias ia suka berfikir kalau ultah za tidak sampai sebelum ini.
" 2 bulan lagi ma "
Devi melotot " kelamaan deon cepetan dikit lah " deon mengekerutkan kening nya kenapa jadi mama nya yang ngebet nikah kan yang mau nikah anak nya.
"Mama kenapa sih deon mau nya 2 bln lagi ngapain cepet² sih" kesal deon
__ADS_1
"ck kamu gak tau mama mu itu mau cucu lagi paling orang za nya udah gede juga yakan ma" devi menggangguk semangat menyutujui ucapan suami nya, ah suami nya ini sangat tau isi pikiran nya.
"Anak anak apaan sih gue belum siap astaga gimana kalau bunda marah ma gue karna ini duhh mati dah mati" batin tania menangis meratapi nasib nya. Dulu ia suka sama melvan dan berujung hanya sakit untuk melepaskan sekarang malah terjebak dengan deon ini.
...****************...
.
.
.
.
"Assalamualaikum tania pulang yuhuuu helooo tania bawa kado untuk mu bumil" teriak tania dalam luar mungkin sekarang pukul 8 malam jadi suasana sepi.
Brak
'Eh kodok terbang " latah tania kaget karna tiba tiba ada sendal yang melayang ke arah nya untuk saja dia menghindari itu dan mendarat di pintu jika tidak benjol sudah kepla tania.
"Haha" tawa za
"Kamu kebiasaan banget sih tania berisik udah malam juga"
"Sape yang ngelempar sendal nih dah merek swallow sok pulak" cibir tania
"Saya yang ngelempar apa mau marah" garang raka berkacak pinggang seperti mak mak kos nagih uang kos. Mereka tak menyadari tangan mungil yang tania gandeng.
"Hilih" tania hanya menyenye
"MAMA" za menyembulkan badan nya dan belari ke arah zhifa yang turun tangga bersama raka
"Eh za" zhifa langsung menangkap tubuh kecil za dan ia angkat ke gendongan nya dan mencium nya betubi tubi.
"Mama kangen za" za hanya membalas pelukan mama nya erat ia juga rindu mama nya tetapi belum bisa berkata.
"Kok bisa kamu culik tan dari deon?" tanya rak bingung ia mendekat ke zhufa dan za dan mencium pipi za sekilas.
"Enak aja nyulik gue minta baek baek ama bapak nya tros di bolehin kok" sahut nya tak terima
"Masa sih padahl tadi siang saya minta izin gak di bolehin tuh sama dia"
"Ya iyalh orang gue dari pagi di situ kalau siang di ambil mana boleh aneh bat dah" ceplos tania
"Oh jadi dari pagi pergi itu kerumah deon ya sampek malam baru pulang ngapain aja kamu disana" tuduh bunda arum yang muncul daru dapur membawa susu putih di tangan nya.
"Eh hehe bunda anu tania tadi itu di apa namanya di apain ama deon apa sih" gugup tania sekaligus kesal dengan dirinya sendiri karna lidah dan otak nya sedang tidak jalan jadi ucapan nya ngelantur dan itu di saoah artikan oleh mereka.
"Apa!,kamu di apain sama deon bilang sama bunda cepet biar bunda ulek itu deon" ucap bunda khawatir.
"Ga bun tadi tuh tania di suruh jaga za bentar karna dia rewel kok"
"Beneran gak di apa2 in sama deon?" kali ini zhifa yang bertanya dengan nada ae t khawatir.
"Engga kok bener deh"
"Eh itu turunin za kasian anak lo kegencet " sambung tania langsung merwbut za dari gendongan zhifa karna za itu tidak lagi ringan jadi takut kena perut zhifa.
"Apasih tan orang cuma gendong doang"
"Gak sayang bener kata tania takut perut kamu kenapa kenapa" zhifa berhela nafas nya lalu tersenyum ia tak boleh keras kepala bagaimana juga ada bayi nya di dalam perut zhifa yang pasti di nanti nanti oleh banyak orang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ada yang mau request 2 part kedepan cerita siapa;
- tania dan deon
- zhifa dan raka
- melvan
- risa
__ADS_1
- kawan² zhifa ( maudy,raya,catlin)
- kawan² aldo (vino,ken) - dll