
aku double up nih,dah pasti lebih panjang☺
selamat membaca ( ˘ ³˘)♥
...****************...
.
.
.
***
.
.
.
***
“Assalamualaikum bunda ku cintahhh” teriak tania dari luar rumah.
“Waalaikumsalam ehh anak gadis bunda kenapa teriak hmm” arum tersenyum lalu menjewer telinga tania gemas.
“aduh aduh sorry bun gak lagi deh” rintih tania kesakitan .
“Makanya jangan kebiasaan teriak sayang ini rumah bukan hutan”
“iya iya bun maap deh”
“kamu dari mana?”
“dari mall bun”
“udah makan? Makan dulu yok bunda udah masak itu tadinya bunda mau nelpon kamu eh kamu nya udah dateng ayok” bunda arum menggiring tania menuju meja makan,sebenarnya tania sudah kenyang ia sudah makan bersana deon tetapi ia tidak tega untuk menolak permintaan bunda nya untuk makan mau tak mau ia memakan itu meskipun sedikit.
Setelah makan tania menarik nafas panjang panjang rasanya perut nya hampir saja meledak kaena kekenyangan,liatlah perut nya sudah membuncit sekarang.
“Oh ya bun nanti tania izin ya jam 7 mau pergi “
“pergi ke mana sayang? Tanya arum mengkerut kan kening nya tumben izin biasa nya juga 5 menit sebelum pergi baru pamitan.
“ke ultah mama nya deon gak papa kan bun nanti dia jemput jam 7 kalau gak boleh yaudah gak—“ padahal tania beralasan siapa tau bunda nya gak ngizinin kan.
“siapa bilang gak boleh ya boleh dong” potong arum cepet sambil tersenyum.
“oh ya bunda mau nanyak dong?”
“tanya apa bun?”
“kamu sama deon ada hubungan apa?” bukan apa karna arum melihat seperti deon menyukai putri nya ini .
“Gak ada Cuma temen doang kok”
Arum senyum senyum sendiri “ oh gitu kirain kalian pacaran atau ada something gitu”
“ga ada lah bun,yaudh tania ke atas ya bun liat nih perut tania buncit gini “ tania mengelus elus perut buncit nya
Arum tertawa melihat tingkah tania menurut nua gemas lalu ia hanya menggangguk “ iya”.
.
.
.
***
.
.
.
“Sayang!” panggil raka menuruni tangga mencari zhifa karna ia tak menemukan nya di kamar.
“Apa mas?” saut zhifa berada di depan televisi.
“hehe gak papa Cuma manggil aja”cengir raka lalu merebahkan kepala nya di depan za yang sedang duduk bermain dengan mainan nya.
“allo anak papa lagi ngapain tuh” raka menoel noel hidung za dan pipi gembul.
__ADS_1
“Ain ni pa” seperti mengerti za mengangkat mainan barbie nya ke arah muka raka lalu tanpa aba aba raka memukul wajah raka dengan barbie itu.
Tuk
Pukulan zaman tepat di hidung raka tapi mampu membuat nya nyeri di hidung.
“Aduh za ga boleh kayak gitu ya gak sopan” nasihat za menjauhkan tangan bya dari wajah za..za menggangguk lucu lalu bermain lagi.
“Ih udah salah gak mau minta maaf lagi” ujar raka menusuk nusuk telunjuk nya ke pipi za.
“a'ap pa” raka dan zhifa tersenyum mereka tak menyangka bahwa balita yang bahkan belum genap 2 tahun itu mampu mengucapkan kata maaf dan mengerti jika ia salah.
.
.
“Tania” teriak bunda arum dari luar kamar tania
“Ini deon nya udah nunggu di depan cepet dong” lanjut nya.
“iya bun ini tania turun bentar” balas tania berteriak.
Bunda arum turun dari kamar tania ia akan ke bawah lagi menemui deon di sana.seketika ia ingat ini seperti raka dan zhifa sangat persis tidak ada beda nya.
Tap tap
Tania keluar dari rumah nya ia melihat bunda nya dan deon yang sedang mengobrol di teras.
“Masyaallah anak bunda cantik banget” arum tersadar ia membalikan badan nya mendekati tania.arum tersenyum mengelum rambut anak nya.
“lebih bagus di tutup aurat nya lebih cantik pasti anak bunda”
Tania menatap bunda nya “ bunda maaf ya tania belum bisa,tania belum terbiasa tapi nanti tania pasti bakal coba coba kok"
Arum menggangguk dan tersenyum ia memang tak memaksa tania harus memakai hijab ia membebaskan tania mau menggunakan atau tidak tetapi setidaknya ia sudah mengingat kan nya.
“gak papa kalau tania belum siap gak papa bunda gak maksa”
“cantik” gumam deon mendeskripsikan tania saat ini gadis itu nampak agak feminim dari biasa dengan gaun navy cocok untuk kulit putih nya.tapi ntah kebetulan atau apa warna baju mereka ternyata sama deon juga menggunakan jas navy dan celana yang sama..
...[ tania]...
“Yaudh sana gih itu deon nya udah nunggu”
“tania pamit ya bunda” tanya menyalami punggung tangan arum di ikutin deon pun begitu.
“Deon juga tante”
“assalamualaikum”
“waalaikumsalam hati hati ya deon “pesan arum kepada deo dan di anggukin oleh deon “ iya tante deon pinjam tania nya yang tan”
Arum terkekeh lalu mengganguk dan memberikan kedua jempol nya ke arah deon.
“apaan pinjam² di kata gue barang kali”
.
.
Di mobil hanya ada keheningan di antara mereka hanya saja suara kendaraan dari luar dan suara radio mobil deon.
“kamu cantik “ puji deon melirik tania.
“ha!” tania menoleh ke arah deon kaget dengan ucapan laki laki itu.
“kamu cantik hari ini lumayan feminim” ulang deon memuji tetapi di akhirnya seperti menjatuhkan nya.
“ck jadi kemaren kemaren gak cantik gitu” kesal tania cemberut.
“Cantik tapi kayak tomboy bukan kayak cewek asli” celetuk deon lalu hening lagi lagi melanda.
Mobil deon masuk kedalam perkarangan rumah yang cukup besar dengan rumah tingkat 3,tania sempat menganga tak percaya rumah di hadapan nya ini sangat besar,lebih besar dari rumah nya jauh banget.
“ini rumah kamu?” tanya tania masih terbengong.
“bukan,ini rumah mama dan papa saya” jawab deon santai lalu ia membuka pintu dan keluar dari mobil terlihat banyak mobil parkir dai halaman dan luar pagar itu pasti adalah tamu² dari mama nya dan rekan bisnis papa nya.
Tania ikut keluar ia melirik sinis ke arah deon,ia tak tau bakal serame ini tania merasa tak pantas memang tania lumayan anggun tapi jika di bandingkan dengan yang tamu yang lain tania bagai upik abu di anatar mereka..
“Kamu ngapain diem di situ cepet sini” deon membuyarkan lamunan tania,setelah sadar tania langsung berlari kecil ke samping deon.
__ADS_1
“Pulang aja deh aku gak pantes tau di sini yah malu” cicit tania menggandeng tangan Deon tanpa ia sadari tetapi tidak dengan deon ia sangat sadar tetapi ia biarkan hal itung itung supaya tangan nya tak nganggur.
“kenapa? Udah sampek sini juga nanggung dan yah kamu cantik sangat cantik jadi jangan merasa kamu tak pantas” ucapan deon yang sangat sederhana tapi mampu membuat pipi tania panas.
“Gak main main loh beneran ini aku malu” tania merengek bergelayut di tangan deon. Deon berusaha menahan tawa nya saat ia tiba di pintu utama tapi tania sibuk dengan ucapan yang merengek di tangan deon.
“tania lihat lah mereka smua melihat ke arah mu” bisik deon mendekat kan bibir nya ke kepala tania.dengan memasang wajah tersenyum deon melihat ke arah tamu mama dan papa nya yang melihat ke arah depan dan tania.
“Ha” tania yang sadar langsung mendongak menatap sekelilingnya dan bener saja smua menatap nya lagi lagi tania sebagai sorotan.
“deon aku malu” tania langsung bersembunyi di balik tubuh kekar deon,mereka berjalan tetapi dengan tania yang masih setia di belakang deon sesekali ia mengintip dengan mata nya di sela sela tangan deon..
“hay ma selamat ulang tahun semoga mama di beri kesehatan dan panjang umur ya pokoknya anak mu ini mendoa kan yang terbaik untuk mu” deon memeluk mama nya dengan senyuman yang tak luntur,pelukan ibu lah yang paling hangat menurut nya.
“makasih sayang,ini apa pasti perhiasan lagi kan,aduh kamu ini gak ada yang lain apa masa perhiasan mulu” omel devi mama dari deon menerima kotak yang di sodorkan oleh putra nya.
“Hehe gak papa ya ma tapi deon punya bonus nya kok”
“itu siapa?” tanya devu melirik seseorang yang di belakang tubuh Deon.
“tania keluar mama ingin melihat mu” seru deon menarik tangan tania agar ia mau berdiri di samping nya.
“eh” tania yang kaget hanya mampu pasrah lalu ia tersenyum menatap wanita paruh baya di depan nya.
“Hay tante selamat ulang tahun semoga panjang umur dan semoga apa yang di inginkan tante tercapai” meskipun gugup tania mengucapkan selamat kepada mama nya deon.
“Tante kepingin menantu , semoga cepet tercapai ya” tania tersenyum lalu menggangguk .
“nama kamu siapa nak cantik sekali” puji devi menatap tania dari ujung kaki hingga rambut.
“ta-tania tante “
"saya devi mama nya deon"
“Mana kata nya kamu punya bonus untuk mama?” tagih devi menyadahkan tangan kanan nya ke arah deon.
Deon menoleh ke arah tani lalu ia memajukan tania dengan kedua tangan nya ke arah sang mama.
“ini mama mau menantu kan deon udah bawain calon istri deon” tania langsung membulatkan mata nya tak percaya ia menatap deon seolah minta jawaban.
“sialann deon selalu saja membuat gue jantungan dan terkejut ku rasa dia punya dendam kusumat sama gue..arkkhkh gilak aja gue jadi istri nya bisa mati muda gue” jeritan hati kecil tania bersuara ia masih tak percaya dengan ucapan deon yang kelewat santai.
Devi menatap tania dengan mata berbinar “ wah beneran ini gak bohong kan?” tanya devi memastikan ucapan anak nya.
“pasti lah”
“kamu mau jadi mantu tante?” tanya devi antusias.
“hah!”
“kenapa kamu gak mau? Atau kamu Cuma di suruh Pura² sama deon?”
“bu-bukan gitu tante tap—“
“ada apa ini ma” ucap laki paruh baya menghampiri mereka bertiga dia adalah dandi papa deon atau suami dari devi mereka adalah keluarga D.
“ini loh pa akhirnya kita punya calon mantu nih,ternyata anak kamu bukan gay loh” bangga devi menunjuk tania,sedangkan tania tak hisa berkata apa apa lagi selain tersenyum menanggapi ucapan orang tua deon.
“jadi mama ngira deon gay?” tanya deon tak terima enak aja dia di bilang gay jelas jelas ia normal.
“ya kan.kirain lagian kamu udah 29 tapi gak punya pasangan.. 29 tahun hidup gak pernah bawa pacar ke rumah sekalipun”kilah mama devi.
Deon menghembuskan nafas nya pasrah.
“hay om saya tania”
Dandi menggangguk ia melihat wajah tania dengan detail karna wajah tania bergitu mirip dengan teman nya.
“Ngapa sih pa liatin pacar deon gitu banget” ucap deon tak suka.
“ck kamu ini papa liat muka nya kek mirip temen papa gitu tapi kayak nya gak mungkin deh”
“emng siapa pa ?” tanya devi jujur devi juga merasa gitu tetapi sangking banyak nya anak rekan bisnis suami nya dan sosialitanya ia jadi lupa.
“Angga ma inget gak?”
“oh anak nya arum tapi kayak nya zhifa itu pakai hijab deh”
“iya saya anak nya bunda arum dan kembaran zhifa ok tante"
“hah!”
“kamu beneran kembaran zhifa sejak kapan? Kok bisa?” pertanyaan beruntun di ucapakn mama devi,arum memang termasuk teman arisan nya juga jadi ia tau anak nya arum yang sangat tertutup dan memakai hijab.zhifa itu termasuk calon menantu idaman menurut ibu² arisan mereka tetapi sayang nya zhifa sudah menikah dan harapan devi menjadikan zhifa menantu nya gagal.
“udah deh ma ntar aja nanyak nya itu temen² mama mending di sambut” ucap dandi.
“yaudh kalian nikmati pesta nya ya mama mau ke temen mama dulu,ayo pa”
__ADS_1
Setelah kepergian devi dan dandi mereka berdua berjalan menuju kursi paling sepi yaitu di bawa tangga menurut nua itu adalah tempat yang enak dari keramaian
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...