
happy reading
...----------------...
“Permisi saya mau pesan kue brownies nya sama rainbow cake ada?” tanya tania sopan pada pegawai toko kue yang cukup lezat di kota ini tania termasuk salah satu langganan di toko kue itu yang di beri nama N'A cake.
“Oh ada sih mbak tapi rainbow cake nya masih di dapur apa mau menunggu?” jawab pelayan itu.
“Saya tunggu deh 2 ya “ pelayan itu menunduk dan langsung pergi menyiapkan pesanan tania sambil menunggu tania memainlan ponsel nya ia melihat2 sosial media dan melihat foto pernikahan zhifa 3 hari lalu.
Tiba tiba ada yang menghampiri tania dan bertanya apa yang tania pesan seperti wanita paruh baya tania mendongak menatap wanita itu.otak nya berputar mengingat siapa wanita itu.
“tante” sapa tania sata mengingat wajah arum iya ingat betul wanita itu adalaah ibunda shifa.
“tania sedang apa disini nak?” tanya arum
“Saya lagi pesen kue tan,oh ya tante disini mau beli kue juga ya disini emang enak loh tan kue nya “ puji tania pada kue² yang ia beli tania adalah pencinta manis dan cake jadi tak heran ia selalu membeli kue dan camilan dari pada makanan.
“Haha ini toko punya bunda cantik” ucap arum mencubit pelan hidung tania gemas.
Tania melotot kaget tak percaya sedikit malu jika bener tapi apa salah nya ia hanya bertanya dan memuji.
“Kamu pesan apa?”
“brownis sama rainbow cake tan tapi pada msh di dapur di buat jd tania tunggu”
Arum manggut manggut “ mau buat bersama bunda? Bunda juga suka sama rainbow cake itu”
“oh ya jangan panggil tan panggil aja bunda kayak zhifa dan yang lain yah” titah arum tania hanya menggangguk seumur hidup nya tak pernah memanggil orang dengan sebutan mama atau bunda karna ia tak mempunyai nya.
“I-iy bunda”
.
.
2 wanita berbeda umur itu sedang asik membuat kue terkadang sesekali becanda dan bercerita tentang kehidupan mereka.mereka bercanda layak nya anak dan ibu bahkan karyawan mengganggap bahwa mereka adalah anak dan ibu kedekatan mereka sama seperti zhifa dan arum tetapi zhifa snagat jaramg sekali ikut bunda nya ketoko kue itu.
“jadi gitu dulu bunda sama zhifa suka banget buat kue kayak gini sampai belepotan smua” cerita arum ia menceritakan hidupnya dan zhifa pada tania.
__ADS_1
“Zhifa beruntung banget punya bunda gak kayak tania gak punya ibu “ arum memandang tedu tania lalu memeluk nya dengan kasih sayang .
“hey jangan sedih begitu anggap saja aku ibumu okey” ujar arum tersenyum dan di balas senyuman dan anggukan oleh tania tak lupa ia juga membalas pelukan arum tetapi tidak dengan telapak tangan mereka yang masih menempel tepung adonan.
“Dulu tania gak pernah nginjak kaki di dapur baru kali ini tania megang alat² dapur” mengingat tania itu ia jadi rindu papa nya bagaimana mahendra melarangnya tidak ke dapur tania hanya menginjak sebatas kulkas saja bahkan cara memasak saja ia tak tau.
“kamu mau belajar nanti bunda ajarin yah” arum sedikit curiga tentang tania ia merasa bahwa tania putri nya karna ia bilang iya anak mahendra tetapi ia tak bisa menyimpulkan seperti itu tetapi angga bilang smua informasi tentang tania itu tidak ada identitas gadis itu sangat di tutup rapat oleh keluarga nya.
.
.
Zhifa memandangi pemandangan di depan nya dimana suami jya tertidur sambil memeluk za yany tertidur juga baru juga zhfa meninggalkan mereka masak di dapur tetapi kedua orang yang ia sayangi tertidur pulas.
Bersyukur itulah yang di lakukan zhifa karna mengirim malaikat kecil seperti za dan malaikat pelindung seperti raka.dulu zhifa memang jarang sekali memandang raka begitu dekat kali ini ia akui suami nya ini memang tampan jika di lihat dari dekat melihat dan membayangkan aaja sudah mebuat zhifa senyum senyum sendiri.
“tampan sekali dia”
“sudah puas mengganggumi ku hem” ucap raka membuka mata nya sebenarnya iya tak tidur nyenyak tapi ia hanya pura² tidur saat zhifa datang dan melihat nya dan jangan lupakan aaat zhifa memuji itu sangat helas di telinga rakyat bahkan perut nya seperti di gelitiki ribuan kupu².
“eh mas udah bangun” pertanyaan konyol yang dulu ajukan zhifa berusaha menutupi salah tingkah nya karna mengakui dan memuji raka diam²
Raka memutar bola mati nya malas meladeni pertanyaan tak masuk akal dari istri nya udah tau sudah membuka mata nya tapi masih juga bertanya.
“Mas is apa ini “ zhifa memberontak ingin berdiri tapi raka mengeratkan pelukan nya du pinggang ramping zhifa.
“apa kamu tidak mau honeymoon sayang” raka bersandar di bahu istri nya yang kini hanya memakai daster dan jilbab langsung , raka pun heran ternyata zhifa tak jauh dari mama nya jika di rumah hanya memakai daster dan jilbab langsung an tak berpoles make up sedikit pun.
“di rumah ajalah mas kasian za mau di titip siapa kalau kita pergi”
Raka cemberut bahkan bayi kecil itu tak mengijinkan diri nya malam pertama sama sekali setiap raka ingin ia selalu menangis .
“Kita pesan baby sister aja yang biar kita bisa honeymoon”
“haha besok honeymoon kita bawa za aja ya sekalian sama bunda juga atau gak sama keluarga kita jadi rame gitu ad yang jaga za gantian gimana” usul zhifa sangat konyol menurut raka mana ada orang honeymoon tetapi membawa rombongan seperti itu.itu namanya liburan bukan honeymoon.
“Yang” rengek raka kepada zhifa bak anak kecil meminta uang kepada ibu nya tetapi tak di kasih.
“Apasih mas kamu ini kaya za aja baru juga 3 hari tinggal bareng udah berubah aja sifat nya” ucap zhifa menyisir rambut raka dengan jari nya ia tak menyangla bahwa raka memang manja dan posesif memang sewaktu dulu zhifa tak pernah melihat tingkah raka seperti .
__ADS_1
“Kamu nih kalau kita bawa keluarga plus temen kamu itu nama nya liburan yang bukan honeymoon dimana² honeymoon itu berdua “
“udah ih iya besok kita bicarain lagi ya sekarang mandi nanti kalau za udah bangun kamu mandiin juga ya aku mau ke belakang nyiram taman” ucapan zhifa lalu berdiri dari pangkuan raka.
“Cantik banget sih istri gue duh jadi gak sabar pengen arghhr” ucapan raka di akhiri sepeti suara harimau mengaung gemes.
Ia beranjak ke kamar mandi karna badan nya lengket semua tetapi ia menoleh ke arah ranjang di lihat za yang masih tertidur pulas jadi ia meninggalkan nya mandi sebentar.
.
.
“lagi apa bik?” ucap zhifa mengkagetkan paryh baya yang berumur sekitar 50 tahun itu ia adalah asisten di rumah ini sekali gus orang yang merawat raka sejak kecil.
“eh apa bik” latah bik ningsih
Zhifa menahan senyum nya lebih tepat nya menahan tawa karna bik ningsih Memang latah tapi ia latah sambil berjoget itu membuat kekonyolan sendiri bagi nya.
“maaf ya bik zhifa ngagetin” sesal zhifa tak enak hati.
“ealah sih non udah tau bibik latah kok mbok ya seneng banget tiba² muncul gitu” ucapan bik ningsih Dengan logat jawa nya.
“zhifa bantui ya bik mumpung ga ad kerjaan “
“gak usah non mending non masuk aja deh ini kan kerjaan bibik” bik ningsih menarik sapu yang sempat di ambil oleh zhifa akhirnya terjadi lah berdebat kecil antara mereka hanya dengan pasal membantu tidak ad yang mengalah.
“Huh yaudah deh zhifa mask mau liat za dulu, bibik mah gak mau ngalah “ akhirnya zhifa lah yang mengalah karna ia tak mau berdebat lagi percuma juga bikin ningsih gak bakal mau memberiikan sapu dan membiarkan zhufa menyapu.
“taraaa jadi deh” ucap tania seneng melihat lue yang ia buat bersama bunda arum selesai dengan sempurna ya walaupun tania hanya membantu sedikit setidak nya ia tau cara membuat itu.
“Yeyy kamu hebat baru pertama kali udah jago” puji arum melihat tania yang cekatan mengadon kue sampai membantu arum menakar bahan² kue .
“Bunda bisa aja ini juga ajaran dari bunda.. Makasih bun udah kaya ngajarin tania” ucqp tania tulus memeluk arum semenjak arum memeluk nya tania jadi dapat merasakan kasih sayang seorang ibu yah walaupun bukan ibu kandung nya. Bicara tentang ibu tania sampai lupa mebaca buku dari mahendra waktu itu.
“Sama² sayang kapan² kita buat lagi ya”
...----------------...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...