Perjalanan Kisah Cinta Zhifa

Perjalanan Kisah Cinta Zhifa
menyetujui


__ADS_3

Happy reading ★~(◠ω◕✿)


Flashback on


“Raka, aldo dan kembar karna acara ulang tahun pernikahan mama dan papa seminggu lagi jadi mama harap kalian membawa pasangan kalian yah”


“tumben di adakan ma” tanya aldo


“mama sama papa hanya ingin buat kenang² an saja ini ulang tahun pernikahan yang ke -30 jadi mau buat sejarah yakan pa” ucap mama intan


“ lyah dan kamu Raka ini khusus jika kamu tidak membawa calon istri saat acara besok papa pastikan hari itu juga kamu akan bertunangan dengan pilihan papa” tegas papa galang menatap putra sulung nya dengan serius.


“apasih pa pakek bawa² pasangan segala “ protes raka tidak terima.


“Heh anak muda namanya acara ulang tahun pernikahan jadi harus membawa pasangan supaya pasangan mereka bisa awet seperti yang mempunyai acara” ucap intan bijak


“Raka usahain dateng tapi pasangan Raka gak janji “


“gak ada gitu ya Raka harus wajib tidak ad bantahan” kekeh intan


“ udah bang bawa aja kenapa sih mustahil lo gak deket sama cwek kan” sembur zaura


“ bang bawa aj mahasiswi lo itu” ceploa aldo dengan muka polos nya lalu di balas dengan tatapan tajam oleh raka.


“upss” ucap aldo menutup mulut nya


“ mahasiswi!!kamu deket sm mahasiswi mu sendiri rak?? “ tanya intan menatap raka penuh pertanyaan


“ gak ma “


“ halah “


“ mama jangan percaya sama aldo gak bagus itu musyrik”


“ Udahlah raka mau tidur aja” pamit raka menaiki tangga menuju kamar nya


“ aldo” panggil intan lembut tetapi penuh makna dan jangan lupakam senyuman maut sanh ibu.

__ADS_1


“ gak ma gak serius bercanda tadi “ gugup aldo langsung berlari ke atas, di susul oleh si kembar takut terkena sasaran oleh sang ratu penguasa rumah.


“ kita ke atas dulu ma pa” ucap si kembar sambil berlari menyusul aldo


“ anak kamu itu” ucap galang menyenggol lengan istri nya


“ anak kamu juga “ kesal intan meninggalkan galang sendiri an


“ apa salah ku kenapa aku selalu di tinggal” gumam galang tak mau berpikir ia berlari menyusul istri nya


Flashback off


•••


“Saya mohon zhifa kali ini bantu saya” mohon raka


“ Oke baiklah pak saya akan bantu untuk kali ini” ucapan zhifa membuat raka bernafas lega.


“Baiklah besok malam saya akan menjemput “ ucap raka tersenyum


“ hati² zhif saya yang akan membayar makanan nya”


“eh jadi ngerepotin pak” ucap zhifa tak enak


“ tidak ap² ucapan Terima kasih saya”


Lalu mereka menuju ke kasir untuk membayar makanan.


Saat keluar kafe mobil zhifa di depan mobil raka saat di perempatan mobil zhifa membelok ke arah kanan sedangkan mobil raka membelok ke kiri, yah rumah mereka tak searah lebih tepatnya berlawanan arah.


...****************...


Hari ulang tahun pernikahan orang tua raka tiba malam hari nya zhifa sudah mengenakan gaun yang sudah di pakerkan oleh raka, zhifa mengenakan gaun berwarna violet



Zhifa menuruni anak tangga ia tidak melihat bunda nya lalu zhifa berdiri sambil melihat dimana bunda nya

__ADS_1


“Oh MasyaAllah zhifa anak bunda cantikk banget” seru bunda arum dari arah pintu keluar


“bunda bisa aja” zhifa tersipu malu


“tapi ini ribet banget bun berat”rengek zhifa di lengan bunda nya. gaun nya seperti gaun pernikahan besar dan berat. zhifa ingin tudak memakai nya tetapi kata bunda nya tidak sopan karna itu pemberian dari raka, yang mungkin teman dari acara malam ini.


“haha udah ayok keluar itu raka nya udah nunggu lo” ajak arum menarik tangan zhifa


“Ha Seriously bun” kaget zhifa


“iya serius ayok cepet jalan nya zhif”seret bunda arum


“ bunda ihh ini susah jalan nya” kesal zhifa sedangkan arum hanya terkekeh geli melohat tingkat putri nya.


 


Di teras rumah raka yang sudah sekitar 15 menit mengobrol dengan bunda zhifa, bunda zhifa menanyakan ini itu pertama yang bunda zhifa tanya kan adalah agama raka, setelah mengetahui raka adalah dosen zhifa dan ia beragama Islam bunda arum bernafas lega setidak nya kalau zhifa mau tidak terhalang perbedaan kalau dilihat dari raka seperti nya raka menyukai zhifa.


“aduh maaf lama ya raka” keluh bunda arum


“gak papa kok tan” ucap raka tersenyum lalu melihat ke arah sebelah arum yang sangat wahh


“cantik” batin raka


Zhifa menunduk tak berani melihat ke arah raka ia hanya melihat sepatu dan celana raka saja dari bawah lutut. raka memakai baju yang senada dengan zhifa.


“Ya sudah kalau begitu saya permisi tante, saya pinjam anak nya gak papa kan tante” canda Raka menyalamin tangan bunda arum.


“haha bawa aja gak papa tapi itu anak nya bandel banget awas darah tinggi loh”tawa arum


“ bundaaa” rengek zhifa menggoyang goyang kan tangan arum yang di pegang dari tadi.


“ haha bunda bercanda sayang, udah sana itu sama raka”


jangan lupa vote dan like


 

__ADS_1


__ADS_2