Perjalanan Para Pemimpi

Perjalanan Para Pemimpi
Kejadian Memalukan


__ADS_3

"Ninda." Aku menghampiri Ninda yang berada di sebuah bangku kantin.


"Ada apa vira ?"


"Sore ini jam 3 di rumah Tiva, kau akan datang untuk kerja kelompok bukan ?"


"Tentu, jika kalian tidak keberatan aku datang, aku akan datang."


"Aku sudah bertanya pada Tiva, kau boleh masuk di kelompok kami. Jadinya kau harus datang untuk kerja kelompok di rumah Tiva nanti sore."


" Jam tiga sore di rumah Tiva, aku akan mengingatnya." Ninda mengangguk.


"Baiklah, karena kau sudah tau tentang kerja kelompok kita. Aku pergi dulu yah."


Aku berdiri dan merapikan pakaianku.


" Aku juga ingin pergi sekarang." Ninda berdiri dan tersenyum lalu pergi.


Aku melangkahkan kaki keluar dari kantin sekolah. Aku berjalan menuju perpustakaan. Tempat paling menyenangkan dan nyaman di sekolah ini.


'Tunggu, bukankah itu anak yang ada di perpustakaan hari itu.'


Aku memperhatikan anak laki laki yang mengambilkan buku Tiva beberapa hari yang lalu. Dia bersama Haru kakaknya Ninda dan seorang anak laki laki yang jarang aku lihat.


'Jadi dia teman dari kakaknya Ninda.'

__ADS_1


Aku memperhatikan wajah ketiga anak itu. Jika di lihat lihat. Aku sangat jarang melihat mereka. Kecuali Haru. Dulu saat baru masuk di sekolah ini. Aku hampir bosan melihatnya selalu muncul saat Ninda membuat masalah. Tapi sekarang, aku jarang melihatnya karena Ninda sudah tidak lagi membuat masalah.


Ah sudahlah, kenapa juga aku memperhatikan mereka. Lebih baik aku pergi saja.


" Vira ?" Seseorang memanggilku. Aku menoleh dan melihat Ninda berada di belakangku.


" Humm, ada apa ?"


" Bukankah aku yang harusnya bertanya, kenapa kau dari tadi memperhatikan kakakku dan teman temannya ?" Ninda terlihat penasaran.


"Bukan apa apa, aku tidak sengaja melihat mereka saat aku lewat." Aku berusaha tersenyum.


'astaga aku ketahuan memperhatikan. Semoga dia gak mikir macam macam.'


"Apa yang kau pikirkan Ninda ?"


" Apa kau menyukai salah satu di antara mereka ?" Ninda berbisik di telingaku.


" Tidak, tidak. Bukan seperti itu. Aku hanya.."


" Kalian bertengkar lagi ?" Aku menghentikan kata kataku saat Haru dan teman temannya menghampiri kami.


" Tidak, kami tidak bertengkar. Hanya saja.." Ninda menatapku seperti ingin menjahili ku.


" Hanya saja kami sedang berdiskusi tentang kerja kelompok. Benarkan Ninda ?" Aku segera melanjutkan kalimat Ninda sebelum Ninda yang melanjutkannya.

__ADS_1


"Iya, aku tidak membuat masalah dengannya lagi seperti katamu. Bisakah kami pergi sekarang." Ninda tersenyum.


" Baiklah kalau begitu." Haru pergi di ikuti kedua temannya tadi.


" Ninda, kau ini yah benar benar." Aku kesal.


" Kau belum melanjutkan kata katamu tadi. Kau hanya.." Ninda menatapku.


"Aku hanya jarang melihat mereka. Makanya aku tidak sengaja memperhatikan mereka sekilas saat aku lewat."


"Lagian masih kecil udah suka sukaan yang dibahas. Pertama tama suka sukaan, setelah itu cinta cintaan. Malas aku bahas nya." Aku meluapkan semua kekesalan ku.


" Cinta cinta katamu. Memangnya apa yang kau pikirkan saat aku mengatakan kata suka."


"Maksudmu ?" Aku mengerutkan jidat.


" Suka bukan berarti tentang percintaan Vira. Suka yang ku maksud bisa saja. kakakku selalu bersikap baik sehingga kau akan suka jika menjadi temannya. Kau sih mudah bangat berfikir aneh." Ninda berjalan pergi dengan senyum lebarnya.


"Woi, Ninda jangan katakan kejadian barusan kepada siapa pun." Aku setengah berteriak karena Ninda sudah mulai menjauh.


"Tenang aja, aku gembok mulutku kalau menyangkut kejadian barusan." Ninda berhenti dan berbalik.


" Aku pergi yah." Dia tersenyum dan kembali berjalan.


Astaga memalukan sekali. Kenapa juga aku harus memperhatikan mereka. Kan sekarang Ninda tidak akan pernah lupa dengan kejadian ini. Meskipun dia tidak memberitahu siapa pun. Tetap saja, aku tidak bisa tenang memikirkan. Ninda akan menggodaku karena hal ini kedepannya.

__ADS_1


__ADS_2