Perjalanan Para Pemimpi

Perjalanan Para Pemimpi
Kejutan Kelas Baru


__ADS_3

" Kau ! Kenapa kau ada di sini ?" Aku menunjuk Haru.


"Memang kenapa jika aku ada sini." Dia duduk di samping Aiden.


"Ini kelasku juga." Haru menatapku.


"APA ?! Kupikir kau itu kakak kelas kami." Aku terkejut.


"Bukan, kita seangkatan."


"Tapi, kau kakaknya Ninda dan-"


"Dan kau seangkatan dengan Ninda jadi kakak dari Ninda mana mungkin seangkatan denganmu, begitu yang ingin kau katakan bukan." Haru memotong perkataanku.


"Ninda adik kembarku jadi wajar jika kita seangkatan."


"Kembar ?" Ucapku tak sadar.


"Iya, aku dan Ninda itu kembar. Kembar tak identik." Ungkap Haru yang membuatku sangat terkejut. Selama satu tahun ini aku tidak tau teman sekelas ku Ninda punya kembaran.


"Kenapa ?" Haru menatapku.


"Nggak ada kok." Aku tersenyum kecil.


Baru sehari di kelas baruku ini dan aku mendapat banyak sekali kejutan. Tapi setelah dipikir pikir tahun lalu juga sama. Tahun lalu hari hari pertamaku penuh dengan drama.


Huhum, setelah mengingat ngingat kenangan hari hari pertama kami masuk sekolah,terasa sangat lucu, sangat dramatis.


Hahhh, baiklah mari kita mulai awal yang baru di kelas yang baru dan teman teman yang baru.


...○•┈┈┈┈••❁🏡✨🏡❁••┈┈┈┈•○...


Tinyo syantik 🖤


Nana, kayaknya kita makin sulit ketemu :(


^^^Kenapa ? ^^^

__ADS_1


Tinyo syantik 🖤


Kau taukan sekarang kita beda kelas ?! Jadi di sekolah kita gak bisa sama sama terus. Paling cuman papasan doang:/


^^^Tapi kita masih bisa belajar dan bermain bersama di taman kalo sore :D^^^


Tinyo syantik 🖤


Tapi, sekarang setiap sore aku ada les. Dan gak mungkin juga kalau setiap sore kita ketemu di taman, owh Vi. Kita sekarang saling jauh, terima kasih sudah menjadi sahabatku. Aku akan merindukanmu :(


^^^Owh, mau gimana lagi. Kau harus menghadiri lesmu Tinyo. Dan juga, kita mungkin tidak bisa sedekat yang dulu. Tapi, asal kau tau Tinyo. Kau itu sahabatku selamanya. Baik kita selalu bersama atau tidak. ^^^


^^^Lagian dramatis bangat. Masih satu sekolah udah kayak mau pindah planet aja. Kita masih bisa ketemuan. Gak usah sok sok rindu, nanti rindu beneran. Rindu itu berat aku tidak akan sanggup biar kau saja. ^^^


Tinyo syantik 🖤


Hehehehe :v


Tinyo syantik 🖤


Kau mau aku nanggung beratnya rindu sendirian.


Tinyo syantik 🖤


Teman gak ada akhlak.


^^^Alah, kau pun sama. Katanya setia kawan. Waktu kita dikejar anjing kau lari ninggalin aku dibelakang mu. ^^^


Tinyo syantik 🖤


Aku setia kawan sebenarnya tapi kalau soal di kejar anjing itu hidup masing masing :v


^^^Waktu itu harusnya kau gendong aku -_-^^^


Tinyo syantik 🖤


Mana bisa Jubaidah !

__ADS_1


Kok temanku udah gak waras yah -_-


^^^Kau sendiri berteman dengan orang gak waras. ^^^


Tinyo syantik 🖤


Udah udah, gak selesai selesai ini sampai upin ipin tamat TK.


^^^Yaudah, udahan aja kalau begitu. ^^^


Tinyo syantik 🖤


Ok, aku off dulu. Bye (⁠~⁠ ̄⁠³⁠ ̄⁠)⁠~


Aku mematikan HP ku. Tiva kadang kadang.


Ah, sudahlah aku lapar.


Aku pergi ke dapur mencari makanan. Sore sore gini enaknya ngemil deh. Ah aku jajan di minimarket aja deh.


"IBU ! AKU KE MINIMARKET YAH."


"TUNGGU VI. SEKALIAN BELIIN GARAM." Ibu balas berteriak.


Aku berjalan menuju belakang rumah. Ibu merogoh kantong bajunya dan memberiku uang.


"Ingat, ga-ram. Kamu itu kadang kadang kalau disuruh. Disuruh beli garam malah beli gula." Ibu memukul pelan kepalaku.


"Astaga bu. Itu waktu Vi kecil. Perkara 5 tahun yang lalu masih di ingat." Ucapku judes.


" Ingatlah, ingatan ibu itu seperti ingatan gajah. Kuat meski nanti sudah tua."


"Sekarang aja ibu udah tua." Ucapku.


"Ihhh, sorry yah Vi. Ibu itu masih muda. Liat ibu masih muda kan. Muda dan cantik." Ibu menatap menunjuk tubuhnya.


"Humm, tapi tetap cantikan Vi sih." Ucapku sembari meninggalkan ibu yang duduk duduk di belakang rumah.

__ADS_1


"Ingat, garam yah." Ibu mengingatkan.


"Iya iya."


__ADS_2