Perjalanan Para Pemimpi

Perjalanan Para Pemimpi
Kelas Baru, Cerita Baru, Teman Baru


__ADS_3

Hari yang baru. Lembaran baru. Yang lalu biarlah berlalu. Kita bisa memutar waktu kembali ke masa lalu. Biarlah yang lalu menjadi pelajaran berharga kedepannya.


Ini hari pertamaku di tahun ajaran baru. Pindah ke kelas yang baru dengan teman kelas yang baru. Sayang sekali aku dan Tiva tidak berada di kelas yang sama tahun ini. Aku ditempatkan di kelas 8.4 sedangkan Tiva berada di kelas 8.3. Yah, meskipun kelas kami berdekatan. Tapi tetap saja siswa seperti diriku ini yang sangat sayang dengan kelas dan perpustakaan sekolah mana bisa banyak bergaul dengan anak kelas lain.


"Vira." Jay-yum terlihat heran saat aku memasuki kelas 8.4.


" Kenapa ?"


"Kamu di kelas ini juga ?"


"Iya, kau sendiri ?" Aku memperhatikan tanda di depan kelas untuk memastikan aku tidak salah kelas.


" Iya, berarti kita satu kelas." Jay-yum terlihat senang.


"Owh yah, bagus kalau begitu."


" Duduk di sini aja, belum yang nempatin." Jay-yum menunjuk sebuah meja.


Aku meletakkan tasku di meja yang di tunjuk oleh Jay-yum.


"Jay-yum, kita kan selama ini hanya sebatas kenalan, gimana kalo kita jadi teman kedepannya ?" Aku tersenyum kecil sambil memandang Jay-yum.


"Ide bagus,bahkan kalo kamu minta mau jadi sahabat pun boleh." Ujar Jay-yum sambil tertawa kecil.

__ADS_1


"Hum, baguslah kalau begitu." Aku tersenyum senang.


Aku dan Jay-yum saling bercerita tentang kegiatan kegiatan kami selama di sekolah ini, kehidupan sehari-hari, dan hal hal random yang terpikirkan.


"Apakah disini sudah ada yang menempati ?" Seorang anak laki laki menunjuk sebuah meja di depan mejaku.


Dan tunggu, bukankah dia anak yang berada di perpustakaan waktu itu.


"Ah, itu, belum ada yang menempati." Jay-yum menjawab anak tersebut.


"Owh, terima kasih." Anak itu meletakan tasnya dan duduk.


"Kamu dari kelas mana ?" Jay-yum menatap anak tersebut.


"Aku ?" Anak itu menunjuk dirinya.


"Jay-yum Mida Khumaira dari kelas 7.3, panggil saja Jay-yum." Jay-yum memperkenalkan diri.


"Dan dia Vira dari kelas 7.4, nama lengkapnya-" Jay-yum menatapku.


" Nadia Vira Qonita." Aku melanjutkan kalimat Jay-yum.


"Ohh,Jay-yum dan Vira. Aku akan mengingatnya." Dia mengangguk.

__ADS_1


"Sepertinya aku pernah melihatmu. Tapi dimana yah ?" Aiden menatapku.


"Aku tidak tau kau pernah melihatku dimana saja. Aku seringnya berada di kelas atau gak di perpustakaan."


"Perpustakaan?" Aiden mengerutkan keningnya.


" Aku pertama kali melihatmu di perpustakaan beberapa bulan yang lalu." Aku tersenyum kecil.


"Kau mengambilkan buku yang tidak bisa kami raih waktu itu." Aku melanjutkan perkataanku.


" Owh iya sekarang aku ingat. Kau yang berada di perpustakaan waktu itu kan ? Yang berjinjit berusaha meraih buku." Aiden menunjukku.


"Iya itu aku dan sahabatku. Namanya Tiva."


"Tiva ? Sepertinya dia tidak ada dikelas ini." Aiden menatap sekeliling.


"Dia memang tidak ada di sini. Kalau tidak salah dia ada di kelas 8.3."


"Oh." Aiden mengangguk.


Aiden kembali duduk dan membaca sebuah buku. Entahlah sepertinya dia itu kutu buku. Tapi jika di lihat dari penampilannya dia tidak terlihat seperti kutu buku di film film. Di film film biasanya kutu buku itu terlihat sangat culun. Tapi Aiden sama sekali tidak. Rambutnya tidak terlalu rapi dan tidak juga berantakan. Pakaiannya rapi dan bersih meski gak terlalu rapi sih, pokoknya biasa aja gak terlalu rapi tapi gak berantakan juga. Bagaimana mendeskripsikannya aku tidak bisa mengungkapkan tampilannya yang pastinya dari penampilannya tidak terlihat culun dan tidak juga terlihat seperti berandal.  Ah begitulah, aku kehabisan kata kata.


"Aiden !" Seseorang memanggil Aiden.

__ADS_1


"Haru, kamu sudah datang." Aiden menatap Haru kakaknya Ninda yang berdiri di depan pintu.


'Haru, kenapa dia ada disini ?' gumamku dalam hati.


__ADS_2