Perjalanan Para Pemimpi

Perjalanan Para Pemimpi
Nilai Jay-yum


__ADS_3

"ASTAGA VI ! KAU BELUM BANGUN. JAM BERAPA INI ? KAU MAU TERLAMBAT." Suara ibu membuatku terkejut.


Aku membuka mataku. Aku masih mengantuk sekali. Kulihat jam dinding yang ada di kamarku.


ASTAGA!


Sudah jam 06.00. Aku terlambat. Aku bergegas menuju kamar mandi.


"LIHAT KAU HAMPIR TERLAMBAT VI, IBU MEMANGGILMU DARI TADI DI DAPUR DAN TERNYATA KAU MASIH TIDUR !" Ibu meneriaki ku saat aku melewatinya di ujung pintu.


"MAAF BU, AKU KESIANGAN." Teriakku di kamar mandi.


Kenapa aku bisa terlambat seperti ini ? Menyebalkan sekali !


Aku bergegas mandi dan membersikan tubuhku. Aku kesal sekali. Aku berlari ke kamarku. Aku bergegas memakai seragamku. Merapikan kamarku dan memeriksa tasku. Aku lari ke dapur. Aku ambil sepotong roti di atas meja.


" IBU ! AKU BERANGKAT ! AKU AKAN TERLAMBAT NANTI." Teriakku sambil berlari keluar dari rumah.


"HATI-HATI VI !" Teriak ibu di dalam rumah.


Aku bergegas menuju halte. Kulihat bus sudah berada di halte dan hendak berangkat. Aku mempercepat lariku.


"PAK ! TUNGGU !" Aku berteriak saat bus sudah mampir berangkat.


Aku naik ke dalam bus dengan nafas ngos-ngosan. Telat dikit dan aku akan terlambat.


...○•┈┈┈┈••❁ 🏫✨🏫 ❁••┈┈┈┈•○...


"Vira ?" Jay-yum menatapku saat aku berlari masuk kedalam kelas.


" Selamat pagi Yum." Sapaku sambil mengatur napas.


"Selamat pagi juga." Jay-yum tersenyum.


" Kok ngos-ngosan gitu ?" Jay-yum memperhatikanku.

__ADS_1


"Hampir telat tadi. Jadi bawaannya cemas sampai ngos-ngosan gini." Ucapku sambil tertawa kecil.


"Owh."


"Pagi !" Ucap Jay-yum sambil menatap ke arah pintu.


Aku menoleh. Aiden, dia masuk kedalam kelas dengan menatapku dan Jay-yum.


"Pagi juga." Ucapnya dengan muka datar.


"Haru belum datang ?" Tanya Aiden sambil menatap ke bangku Haru.


"Belum kayaknya." Jay-yum menggelengkan kepalanya.


"Owh." Balas Aiden pendek.


"Dingin bangat sih." Bisik Jay-yum padaku. Aku hanya mengangguk untuk meresponnya.


"Owh iya Vira. Aku penasaran soal kemarin." Jay-yum menatapku dalam dalam.


"Kamu kenal sama si Haru itu ?"


"Owh." Balas Jay-yum.


"Emang kenapa?"


"Gak ada kok." Jay-yum tersenyum kecil.


"PAK HARTO SUDAH DATANG !" Teriak sekelas kami sambil berlari ke bangkunya.


Anak anak segera berhamburan masuk ke kelas. Pak Karto adalah salah satu guru yang mengajar dikelas kami. Dia juga adalah Wali kelas kami tahun ini.


...○•┈┈┈┈••❁🏫📚🏫❁••┈┈┈┈•○...


"Vira, kau mau kemana ?" Jay-yum bertanya padaku saat aku berdiri.

__ADS_1


"Perpustakaan." Balasku singkat.


"Mau ikut ?" Aku menatapnya.


"Ayo !" Jay-yum berdiri dan menyusul ku.


"Vira, kau sering ke perpus ?"


"Humm, iya sering. Aku tuh kalau gak di kelas, paling di perpus."


"Aku sebenarnya pengen ke perpus tapi gak ada yang nemenin." Ucap Jay-yum lirih.


"Yaudah, mulai sekarang kita ke perpus bareng aja." Aku menyarankan.


"Ide yang bagus." Ucap Jay-yum bersemangat.


"Oke, mulai sekarang,hari ini,menit ini,detik ini kita akan barengan terus ke perpustakaan." Jay-yum tersenyum.


Kami beriringan berjalan ke perpustakaan sekolah. Menghabiskan waktu istirahat bersama.


"Jay-yum ?"


"Ada apa Vira ?" Jay-yum melirikku sekilas lalu kembali membaca bukunya.


"Kau juga masuk lewat jalur beasiswa bukan ?"


"Iya, aku masuk lewat jalur beasiswa. Kita kan pertama kali ketemu saat pengumuman hasil tes masuk." Jay-yum menutup bukunya.


"Bagaimana keadaanmu di sini, lancar dan aman ?"


"Maksudnya ?" Jay-yum mengerutkan keningnya sepertinya dia tidak mengerti.


"Apa nilaimu aman ? Maksudku tidak ada yang turun gitu ?" Tanyaku penasaran.


"Bagaimana denganmu ?" Jay-yum menatapku dalam dalam.

__ADS_1


"Kau terlebih dahulu." Ucapku lirih.


"Hahh, sebenarnya-" Jay-yum menatap sekeliling.


__ADS_2