Perjalanan Para Pemimpi

Perjalanan Para Pemimpi
Pindah


__ADS_3

" Vii ?"


"Ibu !"


" Kau dari mana saja ?"


" Aku tadi di sekolah, kenapa?"


"Kenapa katamu ?" Ibu menjewer telingaku.


" Aduh ibu sakit."


" Kau bertanya kenapa ?"


" Ayahmu yang bodoh itu meninggalkan anak yang cengeng di sekolah. Dan kau tanya kenapa ?"


"Ibu mengkhawatirkan dirimu Vii !"


"Maaf ibu, tapi bukankah aku bilang aku akan baik baik saja ?"


" Baik baik saja katamu?" Ibu membuka jaket yang aku kenakan.


"Rambut kek sarang laba-laba, mata dan hidung memerah, baju berantakan. Dan kau bilang baik baik saja ?"


" Aku kan habis nangis, jadi wajar tampilan kek gini. Setidaknya aku pulang dalam keadaan sehat tanpa sakit apa pun selain hati."


"Aku sakit hati melihat hasil usahaku." Aku tersenyum kecut.


" Aku akan mandi. Setelah itu aku akan baik baik saja."


" Vii !"


"Ada apa lagi ibu ku tersayang?"


" Jaket siapa ini putri ku tersayang?"


Astaga, itu jaket Haru. Mati aku !


"Jaket temanku yang dia pinjam kan kepadaku."


" Teman ?"


"Iya teman."


"Teman ?"


"Teman sekelas ibu."


" Kalau di lihat sepertinya jaket cowok deh."

__ADS_1


Humm, mati aku !


" Cuman teman ibu."


" Teman ?"


"Iya."


"Yakin ?"


"Yakin seyakin yakinnya ibu."


"Yakin bukan pacarmu ?"


Sesuai dugaan. Firasat ku memang benar. Investigasi akan segera di lakukan.


"Bukan ibu."


" Pacarmu ?"


"Aku bilang bukan !"


"Lihat, Vii sudah mulai main cinta cintaan !"


" Ibu !"


"Aku bilang bukan !"


"Teman sekelas ku ibu !"


" Apakah kau sudah mulai pacaran ?"


"Ibuku tersayang dan tercinta."


"Ayahku akan menggantung diriku jika dia tau aku punya pacar."


"Ayah akan berkata."


" Vii, apakah kau mau berhenti sekolah dan menikah saja ?"


" Dan Ibu yang akan menjadi orang pertama yang akan membantu ayah melakukan rencananya itu."


"Apa kau ingin mencobanya Vii ?"


"Tidak terima kasih ibu, aku tidak ingin nikah muda. Masih untung jika nikah muda. Bagaimana jika aku akan mati muda. Jadi tidak terima kasih ibu ku tercinta."


"Sana mandi, dan cuci jaket temannnnn mu ini." Ibu melempar jaket itu.


Aku masuk ke dalam kamarku. Melempar jaket tersebut ke atas kasur dan aku merebahkan tubuhku di atas kasur. Aku mandi nanti saja ah.

__ADS_1


Aku menatap jaket tersebut. Karena jaket ini. Ibu tidak akan berhenti mengejekku karena jaket ini. Menyebalkan sekali !


...•┈┈┈••✵🏡✨🏡✵••┈┈┈•...


"Vii !" Suara ibu membuatku terhentak.


"Katanya mau mandi !"


"Humm, ibu sebentar lagi. Aku masih mengantuk."


"Tidak, ini sudah jam 4 sore. Bangun sekarang !"


" Jam 4 ?" Aku bangun dan melihat jam. Astaga ternyata sudah jam 4 sore.


"Bangun dan mandi !"


"Iya bu."


"Cepatlah."


Aku bangun dan bergegas mandi sebelum terlalu sore. Kenapa aku ketiduran yah ?


Mungkin karena terlalu lelah dengan kehidupan. Haha, terdengar dramatis. Tapi inilah hidupku. Bertahan atau tidak ?


Benarkah nilaiku di manipulasi?


Haruskah aku bertahan di sekolah itu ?


Aku tidak tau harus apa sekarang. Bagaimana jika Aiden ternyata tidak bisa membantuku ?


Tapi, kenapa. Bukankah mereka itu guru ?


Inikah yang mereka ajarkan ?


Jika bertanya kenapa koruptor terlalu banyak di negri ini. Kurasa kita harus melihat siapa yang mengajari mereka.


Mereka mengajarkan kita bahwa kita harus bersikap jujur. Tapi mereka sendiri ?


Pantaskah seorang guru yang menjadi panutan. Berlaku seperti ini ?


Membeda bedakan yang satu dengan yang lain ?


Mengorbankan yang satu demi yang lain ?


Begitukah seharusnya seorang guru bertindak ?


Hatiku hancur !


Hancur sehancur hancurnya. Kenapa aku harus memilih bersekolah di sekolah itu ?

__ADS_1


Aku mengorbankan waktu dan tenaga mengejar masa depan tapi di sana aku dan masa depanku di korbankan hanya demi derajat dan uang ?


Begitu Kah ?


__ADS_2