Perjalanan Para Pemimpi

Perjalanan Para Pemimpi
orang itu bernama


__ADS_3

"Mimpiku yah ?" Tiva berfikir.


"Aku ingin menjadi seseorang yang di kenal dengan namaku sendiri. Dikenal sebagai Ativa Rasyida. Bukan nona dari keluarga Qori. Aku tidak ingin menikmati hidupku sebagai pewaris. Aku ingin merasakan bagaimana menjadi perintis. Aku ingin mulai dari nol. Walaupun hasilnya nanti tidak sesuai harapan, tapi aku akan puas dengan usahaku."


"Mimpiku?" Ucapku.


"Aku ingin menunjukan kepada orang orang, bahwa aku layak. Aku layak untuk sukses. Aku ingin menunjukan bahwa meskipun aku bukan dari keluarga yang kaya. Aku bisa menjadi orang yang besar. Aku ingin orang orang ketika melihat keluargaku akan berkata. Bukankah itu keluarga dari Nadia Vira Qanita?  Aku ingin mereka ketika melihatku akan berkata. Bukankah itu Nadia Vira Qanita yang membuat keluarga yang biasa menjadi keluarga yang luar biasa ?"


"Mimpi kalian sungguh luar biasa." Jay-yum tersenyum kecil.


"Bagaimana denganmu ?" Tanyaku padanya.


"Aku ?" Jay-yum menarik nafas panjang.


"Aku ingin tunjukan bahwa orang sukses bukan hanya karena dia berasa dari keluarga kaya. Aku ingin tunjukan bahwa bintang bukan hanya milik mereka yang berkuasa. Aku ingin tunjukan. Kau tidak harus berasal dari keluarga kaya jika ingin sukses."


" Aku berasal dari keluarga biasa. Tapi keluarga luar biasa berasal dariku." Aku menyandarkan tubuhku di bangku taman.


"Jangan lihat aku dari keluargaku. Lihat aku dari usahaku." Ucap Tiva mengikuti posisiku.


"Jangan lihat aku sebagai pewaris, lihat aku sebagai perintis. " Ucap Jay-yum mengikuti posisiku dan Tiva.


" Kita pemimpi yang suka bermimpi tinggi. Tapi mimpi kita hari ini akan menjadi kenyataan esok hari."


"Benarkan ?" Ucapku sambil tersenyum pada mereka berdua.


" Benar sekali !" Mereka menjawab serentak.


"Suatu hari nanti kalian akan membaca berbagai buku bukuku."


" Suatu hari nanti kalian akan mendengar berbagai lagu laguku."


" Suatu hari nanti kalian akan melihat gedung gedung ku."


"Haruskah kita wujudkan mimpi kita ini ?" Jay-yum menatap kami berdua.


"Tentu saja, kenapa kita bermimpi jika tidak di wujudkan." Tiva menyahut.


" Aku suka bermimpi. Tapi tidak suka jika itu selamanya menjadi mimpi." Ungkap ku.


"Sekarang sudah sangat sore. Aku harus pulang !" Jay-yum berdiri dan berjalan pergi.

__ADS_1


" Bagaimana denganmu Vi ?" Tiva menatapku.


" Aku akan pulang sekarang, nanti aku di cari oleh ibuku."


" Baiklah ayo kita pulang !"


" Ayo !"


...•┈┈┈••✵🏡✨🏡✵••┈┈┈•...


Aiden


Aku menemukan sesuatu!


^^^Apa ?^^^


Aiden


sepertinya orang itu sudah mengincar mu dari lama.


^^^memang kenapa denganku ?^^^


Aiden


^^^siapa ?^^^


Aiden


entahlah aku belum tau siapa.


^^^lalu bagaimana kau tau ?^^^


Aiden


ayahku mengikuti sebuah pertemuan antar para pengusaha. Dan sepertinya orang itu sudah mulai pencitraan.


^^^kau sudah tau siapa orang itu ?^^^


Aiden


baru namanya saja. Namanya Ridwan Arum R.

__ADS_1


^^^jadi sekarang kita harus mencari anak dari si Ridwan ini ?^^^


Aiden


tepat sekali! Tapi kita tidak tau siapa anaknya ? Kelas berapa ? Dan kenapa dia mengincar mu ?


^^^bukankah tadi kau mengatakan bahwa aku sepertinya mengenal anaknya itu ?^^^


Aiden


iya, aku mengatakannya. Tapi aku belum tau secara pasti. Itu hanya dugaanku saja. Karena dia menggunakan dirimu. Aku pikir dia menggunakan dirimu karena kau penerima beasiswa yang dekat dengan anaknya.


^^^benarkah ?^^^


Aiden


aku belum tau pastinya. Karena itu aku mohon bertahanlah selama satu semester.


^^^aku harus bertahan karena kau sudah membayar biaya selama satu semester -_-^^^


Aiden


itu sebenarnya


^^^sebenarnya apa?^^^


Aiden


∅ pesan di hapus.


^^^kenapa di hapus?^^^


Aiden


gak jadi.


^^^kenapa ?^^^


Aiden


gak penting. Btw aku off dulu. Di panggil soalnya.

__ADS_1


^^^ya udah. ^^^


Aku mematikan HP ku dan merebahkan tubuhku di kasur. Sebenarnya siapa orang ini ? Siapa si Ridwan ini ? Kenapa dia mengincar ku ?


__ADS_2