
Tinyo syantik π€
Vi ketaman yuk !
^^^bentar aku izin dulu.^^^
Tinyo syantik π€
oke ^_^
"IBU !"
"APA VI ?!"
"AKU KAU KETAMAN YAH !"
"PERGILAH TAPI CEPAT PULANG !"
"OKE, MAKASIH IBUKU TERSAYANG."
^^^aku udah izin!^^^
Tinyo syantik π€
oke, aku udah ngasih tau Jay-yum, dia juga pergi.
^^^good !^^^
Aku mengambil jaketku dan bersiap pergi ke taman.
"Ibu aku pergi yah."
"Ingat untuk cepat pulang !"
"Tentu."
" pergilah!"
"Dah ibu."
"Dah !"
Aku berjalan menuju taman. Aku pergi ke tempat yang biasa kami datangin. Sebuah bangku taman yang tidak terlalu banyak yang melewati. Disana danau yang tidak terlalu besar akan terlihat indah.
Bentar !
^^^kapan kau mengatakan kepada Jay-yum untuk datang ?^^^
Tinyo syantik π€
yah aku bilang sejam lagi. Kan kau tau dia akan kesal jika kita memberitahu dia mendadak. Emang kenapa ?
__ADS_1
^^^gak ada. Cuman nanya aja.^^^
Tinyo syantik π€
jangan bilang kau sudah di taman ?
Astaga, tau aja di anak kalau aku udah sampai.
^^^enggak kok.^^^
Tinyo syantik π€
aku pikir kau sudah sampai. Secara masih satu jam lagi dari janjian.
^^^hehehe, tenang aja. Aku belum bersiap.^^^
Humm, kebiasaan. Biasanya kalau Tiva memberi tau untuk ketaman. Biasanya dia sudah di jalan atau bahkan sudah sampai. Itu sebabnya aku setiap Tiva mengatakan akan ketaman. Aku akan langsung datang. Sekarang aku harus apa selama sejam sendiri di sini ?
Ngemil kek nya enak nih. Yah entah kenapa ngemil selalu menjadi pilihan. Orang bilang cokelat membuat gemuk. Nah aku dulu nyoba cokelat biar bisa gemuk. Sampai sekarang aku gak gemuk gemuk. Padahal pengen agak gemuk !
Aku makan cokelat ?
Gemuk kagak, doyan iya !
Ngemil elit ! Gemuk sulit !
Aku pergi membeli cemilan untuk menunggu sejam lagi. Mungkin baca novel online sambil ngemil akan membuatku tidak merasakan waktu.
...β’ββββ’β’β΅ππ»πβ΅β’β’ββββ’...
Tidak terasa waktu sejam berlalu. Dan Jay-yum sudah terlihat dari Jauh.
Dia sepertinya sudah melihatku sehingga mempercepat langkahnya.
"Udah datang ?"
"Belum, aku cuman arwah penasaran, Vi belum datang masih di rumah."
" Ehh, kau bisa aja !" Ucapnya mendorong kepalaku pelan.
" Jadi pengen ku buang ke danau deh." Ucapnya mengusap kepalaku.
" Hehehe, jangan gitu dong. Kan banyak orang. Nanti aku berubah wujud dari mermaid gimana ?"
"Aku akan membuatmu menangis dan mengeluarkan mutiara."
" Bagaimana kau membuat ku menangis ? Aku tidak akan terpengaruh oleh apapun yang kau lakukan nanti."
"Membantu mu menangis sangat mudah. Air matamu akan jatuh dengan sendirinya tanpa kau sadari nanti."
"Lihat Tinyo sudah datang !" Aku melihat Tiva sudah kelihatan.
__ADS_1
"Bentar kenapa dia berhenti ?" Ucap Jay-yum heran.
"Dia lihat apaan tuh?"
"Kita lihat yuk !" Ajak ku.
" Gak usah, sepertinya aku tau dia lihat apa." Jay-yum terlihat menahan tawa.
"Apa ?"
"Liat tuh." Jay-yum menunjuk ke arah Tiva.
Aku melihat apa yang dia maksudkan danβ¦
Aiden !
Ni bocah kalau bawa gitar nih. Wah biasanya Akan membuat Tiva dilema sendiri.
"Seperti kita hanya akan berdua nih. Biasanya kalau tuh anak udah nongol. Bawa gitar. Nah bentar lagi kita harus berdua lagi dah." Jay-yum menggelengkan kepalanya.
"Tuh anak napa di sini sih ? Datang di saat yang tidak tepat."
"Hai Bestieee !" Karena asik ngobrol dengan Jay-yum aku tidak sadar Tiva sudah ada di di depan kami.
" Lah gak pergi main gitar ?" Tanya Jay-yum.
"Malas ah."
"Kenapa?"
" Yah, gak mau aja gitu. Gak minat aku main gitar hari ini."
"Owh, kirain kau mau nyasar ke Aiden lagi." Jay-yum tertawa kecil.
"Aku merasakan aura mengejek di sini !"
" Sudahlah kalian berdua. Kalian ini kek anak kecil aja."
" Owh iya, aku hampir lupa. Papaku baru pulang dari kota sebelah. Ini ada oleh oleh." Tiva mengeluarkan beberapa cemilan khas kota sebelah.
" Itu Ian dan Haru bukan sih?" Jay-yum menyipitkan matanya.
" Mana ?" tanya Tiva.
" Itu loh di sana. Kayaknya lagi olahraga." Jay-yum menunjuk dua orang yang terlihat lari lari kecil mengeliling danau.
" Lebih seperti lari dari kenyataan deh." Tiva menatap dua anak itu.
Aku dan Jay-yum refleks menatap Tiva. Tiva yang di tatap mengedipkan matanya berulang kali sampai kami bertiga tertawa.
Kami akhirnya kembali duduk dan mengobrol berbagai hal. Dan jika sudah begini sudah gak nyadar tadi awalnya ngomong apaan kalau ada yang tiba tiba nongol di pikiran itu akan di bicarakan dari a sampai z.
__ADS_1