Perjalanan Seorang Pemuda Miskin Menuju Kesuksesan

Perjalanan Seorang Pemuda Miskin Menuju Kesuksesan
Bab 26


__ADS_3

Di samping itu, Isabel juga terkejut melihat adegan tadi, dimana ia teringat dengan adegan pemuda yang diserang oleh Etha yang tak lain adalah Eric.


Kejadiannya hampir persis sama dimana Etha melakukan tendangan namun dengan santainya pemuda itu membalasnya dengan tendangan sehingga membuat Etha jatuh terpental. Hal itu membuat Isabel bertanya-tanya. Apakah Eric pemuda tampan yang ia sukai? Namun jika melihat penampilan Eric yang sekarang, Isabel buru-buru menghalau pikiran itu. Menjelang sore hari, perkuliahan sudah selesai. Bella menunggu Eric di depan gerbang universitas. Eric menghampiri Bella untuk menepati janjinya mengajak makan bersama.


"Hai, Bella. Apa kamu sudah menunggu lama? ayo kita berangkat!"


Bella sangat senang dan tersenyum ketika mendengar Eric mengatakan itu.


"Ayo, dengan senang hati." Mereka berdua pergi ke restoran dengan mengendarai mobil BMW Bella.


"Bella, bisakah kita mampir sebentar ke salon? Aku ingin mengganti pakaianku karena ingin bertemu seseorang nanti."


"Oh tentu saja. Silakan, Eric." Bella heran dengan pernyataan Eric yang ingin bertemu dengan seseorang. Setelah Eric mengganti pakaiannya, ia langsung keluar dari salon, usai dari salon, Eric terkejut ketika melihat 7 orang pria menarik tangan Bella.


Mereka semua adalah preman sewaan dari David yang ingin menculik Bella untuk memancing Eric keluar. Tanpa disangka, Eric yang melihat kejadian itu segera berlari menghampiri 7 preman tadi.


"Hentikan!" ujar Eric dengan lantang.


Sebelum mereka melihat ke belakang, mereka terkejut melihat Eric sudah mematahkan 2 tangan dan kaki teman mereka. Betapa kejamnya Eric saat itu, ia tidak mau melihat orang terdekatnya terluka, karena ia pernah merasakan bagaimana rasanya disiksa dan dibully.


"Lepaskan temanku atau kalian akan ku habisi!" ucapnya dengan tatapan seperti hendak membunuh.


Eric lalu membawa Bella masuk ke dalam Mobil BMW series milik Bella. Mereka berdua langsung pergi ke restoran Leonard Lee.


Setibanya di sana, Bella berjalan di belakang Eric. Bella terus memegangi tangan Eric dari belakang dan mereka berdua pun duduk.


Eric mengeluarkan ponsel miliknya untuk menghubungi Frank-asistennya nanti.


Setelah lama mencari, tanpa Eric sadari, ia bersebrangan meja dengan Frank.


"Halo, Tuan Frank. Apakah itu engkau?" Eric lalu pergi menghampiri Frank.


"Bella, bisakah kamu duduk sendirian? Aku ada urusan sebentar dengan orang itu." Mendengar itu, Bella hanya mengangguk tak berdaya.

__ADS_1


Begitu melihat Eric, Frank terkejut, karena sebelumnya dia berpikir jika Eric adalah orang yang sudah tua. Namun ternyata ia salah besar. Eric yang mempekerjakannya masih sangat muda.


"Hei, Tuan Frank. Apa kau telah lama menungguku?" ujar Eric seraya duduk di depannya.


"Tidak, Tuan Eric. Aku baru saja datang."


Setelah lama berbincang, Eric langsung mengatakan tujuan utama dan tugas untuk Frank nantinya.


"Tujuan saya ke depannya ingin memiliki seluruh aset properti yang ada di kota Leonard ini, dan saya ingin seluruh aset itu diatas namakan oleh keluarga brown."


Brown-nama keluarga Eric dulu, dan nama lengkap Eric tentu saja Eric Brown.


"Tugas utama kamu adalah, kamu harus bisa membeli seluruh properti di kota Leonard ini bagaimana pun caranya. Saya akan menyiapkan dana $900.000.000.000 untuk itu. Apakah itu cukup? atau masih kurang?"


Mendengar pernyataan itu, Frank terkejut sebab Eric ingin memiliki seluruh aset properti di kota Leonard. Tidak hanya itu, juga kaget mendengar Eric telah menyiapkan dana sebesar $90


Tanpa pikir panjang, Eric memberikan Frank sebuah kartu ATM Hitam.


"Ini kartunya. Ada dana di sana yang sudah saya siapkan sebanyak $900.000.000.000. Dengan itu, kamu bisa membayar untuk membeli aset ini. Saya akan menjadikanmu CEO di semua aset yang saya miliki.


"Tuan, dengan dana sebesar ini, anda tidak hanya memiliki kota Leonard, tetapi anda juga bisa memiliki kota lainnya."


"Tidak. Aku hanya ingin memiliki aset di kota Leonard saja, dan jangan lupa untuk mengatasnamakan semua ini atas nama keluarga Brown. Jika ada yang tidak mau menjual propertinya, tawar saja dengan harga yang tinggi supaya mereka mau menjualnya."


"Siap, Tuan. Saya akan melakukan seperti apa yang anda perintahkan. Beri saya waktu 3 bulan untuk menyelesaikan semua ini, dan lihat saja minggu depan, restoran Leonard Lee ini akan menjadi milikmu, maksudku, milik keluarga Brown."


"Bagus. Aku akan menunggu kabar darimu nanti."


Setelah membahas tujuannya, mereka melanjutkan pembicaraan mereka.


Tidak berselang lama, Isabel dan Henry turut datang ke restoran itu untuk makan.


"Hei, Bella, kamu juga makan disini? Apa kamu sendirian? Di mana si Eric? katanya kamu makan bareng sama dia?"

__ADS_1


"Oh, Eric. Katanya dia ada urusan sebentar." Bella sendiri tak mau memberi tahu Isabel Jika Eric berada di sampingnya.


"Bagus kalo begitu, jadi aku bisa makan dengan tenang kalo anak itu tidak disini."


Setelah Eric selesai mengobrol, Eric langsung datang dan duduk kembali di meja Bella dan membuat Bella merasa senang.


"Eric apakah aku boleh menyuapi mu sekali?" tanya gadis cantik itu.


"Tentu saja boleh, Nona Bella. Silakan, aku dengan senang hati menerimanya."


Bella langsung menyuapi Eric dengan romantis, ia pun sengaja melakukan itu supaya Isabel yang duduk tak jauh darinya dengan melihat adegan itu.


"Heii Isabel, lihat Bella! Bukankah itu laki-laki yang bersama dengan Lyra? Lalu mengapa dia begitu romantis bersama Bella?" ucap Henry.


"Ah, iya, betul."


Isabel terkejut karena orang yang dia sukai tengah duduk romantis bersama Bella.


"Tenang, aku akan merekam adegan mereka dan menyebarluaskan di group kampus kita," ucap Henry seraya mengeluarkan ponselnya.


Adegan itu langsung direkam oleh Henry, ia pun mengirimnya ke dalam group kampus. Sontak saja hal itu membuat group kampus geger melihat Bella sangat mesra dengan laki-laki yang dekat dengan Lyra sebelumnya.


"Wahh dia sangat playboy, kemarin dia bersama Lyra sekarang dia bersama Bella. apa itu tidak berlebihan?" ucap salah satu siswi di Universitas Lyra.


Dengan adegan ini, semua orang beranggapan jika Eric adalah laki-laki yang tidak baik dan playboy.


Lyra tak kalah terkejutnya melihat adegan Bella yang menyuapi Eric dengan sangat romantis, Lyra tidak menyangka jika Bella akan seperti itu kepada Eric. Entah mengapa, Lyra begitu cemburu melihat Eric dekat dengan wanita lain.


Tanpa basa basi, Lyra langsung menghubungi ponsel Eric, dan Eric pada saat itu terkejut melihat Lyra yang tiba-tiba menelpon nya.


Ponsel Eric berdering


"Telepon dari siapa itu, Eric?" tanya Bella.

__ADS_1


"Oh, dari Lyra, tapi ada keperluan apa Lyra menelponku?"


__ADS_2