Perjalanan Seorang Pemuda Miskin Menuju Kesuksesan

Perjalanan Seorang Pemuda Miskin Menuju Kesuksesan
Bab 89


__ADS_3

Setelah mematahkan seluruh anggota tubuh Fredrin. Eric mengambil satu parang dari tangan gangster itu dan menyerahkannya kepada Burhan.


"Paman Burhan! Silahkan, aku memberikan kamu untuk mengakhiri nyawa fedrin untuk membalaskan dendam istrimu." Ucap Eric dengan hormat.


Burhan belum kembali dari keterkejutan melihat kejadian ini. Dia benar-benar tidak menyangka kalo Eric sendirian mampu mengalahkan black Kobra. Dia juga masih terkejut tadi melihat Eric ditembak membabi buta tetapi dia tidak mengalami cedera sama sekali.


Burhan melihat Eric dimatanya sebagai dewa penyelamat kota wuhan.


"Paman! Apa kamu mendengar ku?" Tanya Eric kepada Burhan yang masih linglung. Burhan kembali tersadar, " Iya.. Aku dengar."


Eric melihat sebuah belati kecil dibawahnya, lalu dia menukarkan belati itu dengan pedang ditangan nya. Mungkin membunuh menggunakan parang/pedang terlalu menyiksa. Lebih baik belati, sekali tusuk di leher nya langsung mati.


Eric berkata dengan serius, "Paman! Silahkan ambil belati ini. Balaskan dendam istrimu dengan membunuh fedrin. "


Burhan mendengar ini menjadi terkejut, sebab dia masih trauma berat dengan sosok fedrin.


Burhan Buru-buru menggeleng kan kepala, " Tidak... Tidak.. Tidak... Aku tidak berani melakukan itu."


Eric yang melihat Burhan sangat ketakutan, dia tahu bahwa Burhan sangat trauma berat dengan black Kobra dan fedrin.


Eric tidak memaksa, dia berbalik dan menyerah belati itu ke Elena. "Nona Elena! Apakah kamu mau membalaskan dendam ibumu langsung?"


Elena masih dalam khayalan dengan kejadian tadi. Melihat Eric berdiri didepan nya, membuat Elena berlari dan langsung memeluk Eric.


Elena memeluk Eric dengan berlinang air mata, dia entah tiba-tiba ingin memeluk Eric, keadaan hatinya sedang kacau. Dia merasakan semacam emosi yang tidak jelas kepada Eric, awalnya dia hanya mengagumi Eric, tetapi karena seharian mengalami kejadian aneh dengan Eric, membuat Elena merasakan perasaan yang aneh dalam dirinya.


Elena berkata dengan terisak sedih," Eric! Terima kasih ya atas semua kejadian ini! Sekarang aku tahu apa tujuan mu datang ke wuhan."


Melihat Elena memeluknya, Eric merasa tidak nyaman dipandangi semua orang, dia Melepaskan pelukan Elena dengan pelan-pelan dan memberikan belati itu kepada Elena, " Ambil belati ini, silahkan balaskan dendam ibumu dengan membunuh fedrin."


Elena mengangguk lalu menyerahkan belati itu kembali ke Eric." Terima kasih Eric! Tetapi aku tidak berani membunuh seseorang dalam hidupku. Aku harap kamu bisa membalaskan dendam ibuku kepada dia. Niatku kenyertaimu!"


Eric mengangguk, " Baiklah."

__ADS_1


Eric lalu berjalan kearah fedrin dan bersiap membunuh nya. Tetapi Eric tidak berniat membunuh fedrin dengan belati, dia menggunakan tinjunya lalu meninju bagian leher fedrin dangan keras hingga membuat fedrin tidak bernafas lagi.


Semua musuh sudah ditaklukkan dan hanya tersisa xzuang.


Xzuang berdiri dnegan tatapan kosong melihat semua kejadian tadi. Dia seperti patung, tidak bergerak dari awal.


Eric kali ini tidak memiliki rasa kasihan kepada xzuang, dia dengan penuh aura membunuh berjalan kearah xzuang.


Jika dia ingin menghabisi black Kobra, maka Eric harus membunuh pemimpin dan pendukung black Kobra. Jadi dia harus memusnahkan fedrin dan xzuang.


Xzuang ketakutan melihat Eric maju kearahnya. Dia kemudian duduk bersujud dan meminta maaf, "Maaf kan aku tuan, aku tidak terlibat dengan mereka"


"Tidak terlibat?" Eric berkata dengan dingin," Apakah kamu tidak merasa bersalah melecehkan para gadis-gadis? Sudah berapa banyak gadis yang kamu lecehkan? Jika kamu berkata dengan jujur, maka aku bisa memberikan keringanan kepadamu."


Mendengar Eric, xzuang Buru-buru berkata dengan jujur, dia merasa, jika dia berkata jujur, maka Eric akan memberikan nya hukuman ringan, " Saya xzuang memang melecehkan gadis. Tetapi saya tidak tau berapa banyak gadis yang saya melecehkan. Saya telah melecehkan gadis selama dua puluh lebih. Jadi saya tidak bisa menghitungnya"


Eric mendengar itu menjadi sangat marah, jika dia melakukan itu selama dua puluh tahun lebih dengan melecehkan beberapa gadis sehari, lalu kalo dijumlahkan berapa banyak gadis yang xzuang lecehkan?. jadi eric tidak membalas xzuang dengan perkataan.


Setelah melakukan itu, Eric berbalik ke arah Burhan.


Dia melihat Burhan yang masih ketakutan," Paman! Menurut pendapat ku, pemerintah disini pasti tidak menyalahkan ku kan karena telah membunuh mereka?"


Burhan tersadar dengan pertanyaan Eric dan Buru-buru berkata, " Tidak.. Sama sekali tidak. Bagaimanapun, pemerintah wuhan telah menjadi musuh organisasi ini. Jika mereka mengetahui kamu yang berhasil menumpas organisasi ini, maka kamu pasti akan diberikan penghargaan."


Eric berkata, " Oke! Aku akan merepotkan paman untuk membersihkan tempat ini. Dan satu lagi, ratakan semua bisnis milik black Kobra tanpa tersisa supaya mereka tidak akan bisa bangkit kembali,"


Burhan Buru-buru mengangguk," Oke! Aku akan menghubungi kepolisian untuk menangani masalah ini. Malam ini juga aku akan memerintahkan seseorang untuk menghancurkan semua klub milik black Kobra. Serahkan semua urusan itu ke padaku, kamu bisa pulang duluan dengan Elena."


Eric mengangguk dan berkata, " Oke! Aku akan pulang duluan dengan nona Elena."Eric menghela nafas dan berkata, "Satu lagi permintaan ku paman! Perintah seseorang untuk menyuntik luke obat lumpuh. Biarkan dia semasa hidupnya duduk di kursi roda supaya dia tidak bisa melakukan perbuatan jahat yang dapat membahayakan paman nanti."


Burhan Buru-buru mengangguk, "Oke! Aku akan melakukannya seperti yang kamu minta. Bahkan juga aku akan memasukkan luke kedalam penjara atas kasus pelecehan seksual kepada banyak orang. Dia pasti akan berada didalam penjara semasa hidupnya."


Eric mengangguk puas sebagi jawaban.

__ADS_1


"Ayo nona Elena kita lebih awal pulang! Ini sudah larut malam, "Ucap Eric.


Elena mengangguk ringan, dia memegangi tangan Eric dan berjalan keluar klub menuju tempat parkir.


Hari ini adalah hari kehancuran black Kobra, dalam artian Eric telah berhasil menyelesaikan misi pertamanya dari Jeremiah dengan sangat mulus.


Jujur saja berdasarkan kekuatan dan kemahiran Eric dalam beladiri, seluruh anggota black Kobra belum ada apa-apa ditingkat level seni beladiri Eric.


Elena dan Eric tiba ditempat parkir.


"Elena, apakah kamu yang akan mengemudikan mobil?" Tanya Eric tersenyum.


Elena menggeleng kan Kepala,"tidak, kamu saja. "


Setelah mengatakan itu, mereka berdua masuk kedalam mobil dan meninggalkan lokasi kejadian.


Elena saat ini hatinya dipenuhi kekaguman terhadap sosok Eric. Dari rentetan kejadian dia bersama dengan Eric sebelumnya membuat Elena menimbulkan semacam perasaan aneh terhadap Eric.


Elena sepanjang perjalanan terus menatap Eric dengan tatapan kosong.


Eric menjadi canggung ketika Elena terus menatapnya," Kenapa kamu menatapmu seperti itu?" Tanya Eric.


Elena tersenyum dan berkata, "Aku melihatmu seperti iblis!"


Eric pura-pura terkejut dan berkata, "Oh, benarkah? Lalu kenapa kamu tidak takut denganku, aku ini iblis lho!" Canda Eric.


Elena tanpa sadar berkata sambil tersenyum, " Iya! Kamu iblis yang membuatku jatuh cinta. "


Setelah mengatakan itu, Elena tersadar dan segera menutup mulut nya dengan malu.


Eric tersenyum dan berkata, " Oh! Apakah nona Elena wanita tercantik di wuhan bisa jatuh cinta juga?" Canda Eric.


Elena berkata dengan cemberut. " Kamu jangan besar kepala dulu! Mana mungkin aku bisa jatuh cinta kepada iblis seperti mu!"

__ADS_1


__ADS_2