Perjalanan Seorang Pemuda Miskin Menuju Kesuksesan

Perjalanan Seorang Pemuda Miskin Menuju Kesuksesan
Bab 95


__ADS_3

Setelah beberapa jam perjalanan, mereka telah tiba di bandara,.


"Tuan! Ayo bangun kita sudah sampai," Ucap Pengemudi membangunkan Eric dan Elena.


Eric segera terbangun mendengar suara pengemudi tadi. Tetapi Elena masih tertidur pulas di sambil memeluk Eric.


Eric membangunkan Elena dengan menepuk pipi nya beberapa kali sambil menggumamkan nama Elena.


"Elena.. Elena... Elena... "


Mendengar namanya dipanggil, Elena segera terbangun dari tidurnya dan melepaskan pelukan nya dengan Eric sambil merapikan pakaiannya.


"Maaf, aku tadi terlalu mengantuk! Karena semalaman aku tidak tertidur," Gumam Elena dengan wajah memerah malu.


Eric tersenyum sambil membuka pintu mobil," Tidak apa-apa! Ayo keluar kita sudah sampai."


Elena mengangguk dan membuka pintu juga. Setelah keluar dari mobil, Elena buru-buru menghampiri Eric dan berjalan bersamanya.


Elena tidak bisa lepas dari popularitas dari publik, ketika orang-orang melihat Elena mereka semua datang berlarian minta berfoto layaknya artis, banyakkan dari mereka semuanya laki-laki.


Tetapi, melihat banyak orang ingin mendekat kearah nya, Elena buru-buru kesamping Eric lalu menggandeng tangan Eric layaknya Eric seperti tunangan bagi Elena.


"****! Bagaimana bisa putri idaman kita sudah memiliki pasangan? Bukankah, tidak ada laki-laki yang bisa menarik perhatiannya menurut berita yang aku dapat?" Ucap kerumunan ribut mendiskusikan Elena.


"Iya betul, mungkinkah elena berbohong kepada kita? Jika orang itu bukan siapa-siapa nya, lalu kenapa Elena mau menggandeng tangan pemuda itu?" Kerumunan ribut memperdebatkan Elena.


Semua orang sangat iri dengan Eric dan bahkan dari mereka ingin mencabik-cabik Eric karena menyentuh Elena.


Semua orang bertanya-tanya dengan sosok pemuda yang bersama Elena.


Tiba-tiba dari kerumunan muncul seorang pemuda berjas hitam dan rambut tertata rapi kebelakang. Lalu pemuda itu menghampiri Elena.

__ADS_1


"Hai Elena, " Ucap pemuda itu.


Elena berbalik dan menemukan sesosok yang sedikit familiar," Bimo? Ada apa?"


Pemuda itu bernama Bimo, dia adalah salah satu anak muda terkaya yang dari dulu mengejar sosok Elena. Bimo juga satu universitas dengan Elena.


Bimo dengan nada lembut menjawab, " Tidak apa-apa kebetulan sekali kita bertemu. " Bimo menghela nafs dan melirik kearah Eric" Siapa laki-laki yang bersamamu Elena?" Tanya Bimo.


"Perkenalkan ini Eric tamu terhormat keluarga ku, " Elena menghela nafas lalu berkata, " Eric, perkenalkan ini Bimo teman universitas aku. Dia salah satu anak yang berbakat loh dalam olahraga, dia sering memenangkan pertandingan kungfu untuk mewakili universitas."


Mendengar Elena memujinya membuat Bimo bertingkah semakin sombong. "Oooo hanya tamu keluarga. tapi kenapa kamu memegang tangannya?" Ucap Bimo dengan cemburu.


Elena buru-buru berkata dengan cemberut," Memangnya kenapa? Apa ada yang salah?"


Pernyataan Elena membuat Bimo kesal, bagaimanapun dari sejak ia mengenal Elena, tidak pernah sama sekali Elena memegangi tangan seorang pria manapun.


Tapi sekarang Bimo melihat Elena memegangi tangan pria, dan Elena pun tidak memperdulikan pertanyaan nya membuat Bimo sedikit iri dan marah.


Bimo berkata dengan nada sarkas, " Sepertinya, laki-laki ini tidak cocok sama sekali denganmu Elena. Laki-laki seperti ini mana bisa melindungi mu ketika dalam bahaya, palingan dia yang bersembunyi duluan ketika ada bahaya. Orang seperti dia hanya bisa bermain game. "Ucap Bimo dengan nada sarkastik kepada Eric.


Bimo mengepalkan tinjunya dengan marah lalu berkata, " Hei nak! Jangan terlalu banyak gaya disini. Aku bisa memaafkan mu iika kamu memohon kepadaku, jika tidak mungkin kamu akan dalam masalah."


Eric tersenyum kecut dan berkata, " Maaf aku menolak meminta maaf."


Eric tak mau membuat masalah apapun, jadi dia mengatakan itu untuk memutuskan pembicaraan.


Semuanya orang hanya bisa menonton adegan itu, banyak dari mereka ingin melihat Eric dihajar oleh Bimo. Bagaimanapun mereka semua sangat benci melihat Eric karena telah menyentuh Elena.


Bimo mendengus dingin, " Apakah kamu benar-benar mencari masalah disini?"


Eric menggelengkan kepala, "Tidak! Kamu sama sekali tidak layak berurusan denganku! "

__ADS_1


Mendengar ini, Bimo sangat marah. Dia mengepalkan tinjunya dan melompat kearah Eric dan ingin mendarat kan pukulan di dada Eric.


Banyak dari orang bertepuk tangan melihat adegan itu, bagaimanapun mereka semua tidak sabar melihat Eric dipukul.


Eric melihat Bimo menyerang kearahnya, Eric menggelengkan kepalanya dan hanya tersenyum.


Eric membalas tinju Bimo dengan tinjunya juga, seketika tinju mereka berdua bertabrakan. Eric sedikit menggunakan tenaga dalamnya dalam pukulan itu untuk memberi Bimo sedikit pelajaran.


Tinju mereka berdua bertabrakan. setelah bertabrakan, Bimo tiba-tiba mundur terhuyung-huyung kebelakang. Bimo menyeringai kesakitan berteriak seperti b∆bi yang baru saja disembelih.


Tangan Bimo yang digunakan untuk memukul Eric tadi benar-benar patah karena balasan dari tinju Eric. Bimo meraung kesakitan.


Seketika kerumunan menjadi terdiam melihat kejadian peristiwa itu. Mereka benar-benar tidak menyangka kalo Bimo atlet kungfu yang sering menjuarai kejuaraan akan kalah hanya dengan satu pukulan dari Eric.


Bimo juga sangat terkejut dengan kekuatan Eric. Awalnya dia mengira Eric hanyalah anak orang kaya yang tidak bisa melakukan apapun selain hanya bergaya. Jadi dia sengaja mengejek Eric supaya mempermalukan nya didepan Elena dan bimo juga ingin bisa mendapatkan perhatian Elena kalo dia lebih pantas dari Eric.


Namun siapa sangka dia yang akan dipermalukan di kejadian ini. Di samping dia dipermalukan, Bimo juga mengalami patah tulang yang lumayan serius, dan diperkirakan dia tidak akan bisa mengikuti kejuaraan kungfu dalam dua bulan ke depan dengan cedera tangannya yang sekarang.


Kekuatan seperti itu tidak pernah Bimo lihat selama ia masuk dalam seni beladiri. Bagaimanapun, maskernya saja tidak bisa mengalahkan Bimo hanya dengan satu pukulan tadi seperti yang dilakukan Eric.


Jadi, Eric dimata Bimo sangat ngeri, dia tidak berani menatap kearah Eric lagi.


Sedangkan Eric hanya berdiam diri seperti patung seolah-olah tidak pernah terjadi apapun.


Eric menggelengkan kepalanya dan bergumam dalam hati,' terlalu sombong tidak baik, hanya bisa memalukan diri sendiri," ucap Eric dalam hatinya.


Kemudian Eric berbalik melirik Elena dan berkata, "Ayo Elena kita pergi! disini terlalu rame."


Elena hanya mengangguk ringan dan buru-buru memegangi tangan Eric"ayo!"


Eric dan Elena kemudian berjalan ke ruang keberangkatan penumpang, dan kebetulan juga waktu sudah menunjukkan pukul 9:00 dan Eric akan segera meninggalkan wuhan cina.

__ADS_1


"Kalian berdua kemana saja tadi? Ayah sudah lama menunggu kalian berdua!" Gumam Burhan.


Elena buru-buru maju dan menjawab, " Tau kah ayah! Tadi Bimo menantang Eric berkelahi, Bimo memukul Eric dan Eric memukul tangan Bimo sehingga membuat tangan Bimo patah!" Gumam Elena dengan penuh semangat.


__ADS_2