
Dia merasa bahwa semakin lama dia tinggal, semakin canggung situasinya.
Karena itu, eric datang dengan alasan acak untuk pergi sebelum berbalik dan menuruni tangga dengan cepat.
"Tunggu, Eric!"
Nanako mengejarnya, berlari menuruni tangga dengan jam tangan itu di tangannya.
Setelah mengintip Eric dengan malu-malu, dia mengembalikan jam itu kepada Eric sebelum berkata, "Apa maksudmu dengan ini? Ini tidak bisa diterima. Mengapa kamu memberiku jam tangan premium yang diberikan oleh temanmu untukmu? Aku bahkan tidak bisa mulai membandingkan nilainya dengan jam ku yang rusak!"
"Hah? Aku tidak bermaksud apa-apa. Anggap saja itu sebagai kompensasi untuk jam yang aku rusak sebelumnya!"
"Kamu tidak bisa hanya mengharapkan aku memperlakukannya sebagai kompensasi belaka! Ini adalah barang paling berharga dan berharga bagi anda. Temanmu menghadiahkan ini untukmu! Seharusnya barang berharga seperti ini hanya diberikan paling cocok untuk keluarga atau pacarmu! Kamu tidak bisa hanya memberi seorang gadis sesuatu seperti ini dan menyebutnya sebagai kompensasi! Apakah kamu tahu apa yang jiso dan yang lainnya katakan saat kamu pergi barusan?" kata Nanako sambil pipinya mulai merona.
Nanako adalah dewi yang sangat baik hati dan dia telah dikejar oleh banyak anak laki-laki sebelum ini. Namun, sangat sedikit dari mereka yang mampu menyentuh hati Nanako.
Tentu saja, dia tidak tertarik pada Eric hanya karena dia telah memberinya jam tangan ini. Tapi nanako hanya merasa tersentuh dengan ketulusan Eric.
Jujur saja, nanako memiliki sedikit ketertarikan dengan Eric. Walaupun penampilan Eric sesederhana itu, tetapi tidak dapat dipungkiri, aura ketampanan Eric bisa dirasakan oleh seorang seperti nanako.
Namun pada saat yang sama, perasaan yang tak terlukiskan untuk Eric mulai tumbuh jauh di lubuk hatinya.
Nanako hanya merasa bahwa Eric adalah orang yang sangat jujur dan tulus terhadap semua orang di sekitarnya. Jarang sekali menemukan anak laki-laki seperti itu sekarang. Kebanyakan laki-laki yang nanako temui hanya bisa merayu dan memperlakukan seperti biasa.
Nanako belajar dengan baik dan juga bekerja keras.
Nanako akhirnya mengerti bahwa itu adalah perasaan kagum ...
Rantai pikirannya terputus ketika Eric bertanya, "Apa yang dikatakan jiso dan yang lainnya?"
"Aku... tidak tahu," kata Nanako sambil melihat ke samping sejenak sebelum kembali menatap Eric. "Bagaimanapun, ini terlalu berharga! Aku menolak untuk menerimanya!"
"Aku tetap bersikeras memberikanmu jam tangan ini sebagai kompensasi. Aku tidak mau berhutang budi kepada siapapun,jadi terima saja jam ini." jawab Eric dengan senyum pahit di wajahnya.
__ADS_1
Kata-kata Eric benar-benar membuat Nanako geli. "Ngomong-ngomong, apakah kamu tipe orang yang tidak suka berutang budi pada orang lain, Eric?"
"Aku!" kata Eric sebelum mengangguk.
"Baiklah. Aku akan memegang jam tangan ini untuk saat ini. Aku akan mengembalikannya kepada mu ketika kamu berubah pikiran nantinya! " jawab Nanako dengan senyum lebar di wajahnya.
"Baik!"
Tidak berpikir terlalu keras tentang itu, Eric berpikir bahwa masalah itu akhirnya diselesaikan saat Nanako menerima jam tangan itu. Setelah memberi nanako jam ini, Eric tidak menemukan alasan untuk tinggal lebih lama lagi.
"Hei! Hei, Eric!"
Nanako mengejarnya lagi. "Mengapa kita tidak bertukar informasi kontak untuk berteman?"
"Itu... Yah, baiklah." setelah mengatakan itu, Eric memberikan nanako melakukan scan terhadap informasi kontaknya. Eric tidak tahu harus berkata apa lagi.
Dia tidak bisa begitu saja menolak dan berbalik untuk pergi. Dia bukan orang seperti itu. Bagaimanapun, Nanako pasti akan kehilangan muka jika dia pergi tanpa menerima tawarannya.
Tentu saja, Eric tidak terlalu narsis untuk percaya bahwa dewi yang begitu cantik akan menyukainya.
Setelah pertukaran selesai, Nanako membawa jam tangan itu saat dia berjalan ke atas lagi. Pada saat itu, beberapa gadis masih meragukan klaim Eric tadi.
"Nanako! Nanako, Eric tidak ingin mengambilnya kembali?" tanya gadis-gadis itu dengan senyum di wajah mereka saat mereka melihatnya perlahan kembali ke meja mereka.
"Ha ha ha! Lihat, tebakanku benar! Eric benar-benar jatuh cinta padamu, ! Dia memberimu hal yang paling berharga dan berharga yang harganya puluhan ribu dolar! Itu saja sudah cukup untuk menjelaskan semuanya!" kata jiso dengan percaya diri.
"Betul sekali! Kalian semua mungkin tidak menyadarinya sebelumnya, tapi Eric menatap Nanako seolah-olah dia takut dia akan menolak hadiahnya!"
"Hei, hei! Kalian semua harus tahu bahwa jam tangan premium mahal semacam ini biasanya diberikan kepada istri atau pacar! Ha ha ha! Anak itu benar-benar pintar!"
Gadis-gadis itu terus berbicara di antara mereka sendiri dengan gembira.
"Oh? Menjadi protektif dan defensif terhadap Eric? Nanako, jangan bilang kamu sudah..." kata Jiso sambil menunjukkan ekspresi terkejut sambil menatap Nanako.
__ADS_1
"Jika kamu mengatakan omong kosong lagi, maka aku akan memasukkan jam tangan ini ke mulutmu!" Ucap nanako dengan muka cemberut.
Gadis-gadis itu hanya tertawa dan terus mengobrol. Mereka semua tak henti-henti menggoda Nanako.
Setelah melakukan pertemuan singkat tadi eric langsung kembali ke apartemen nya. Tanpa diduga, dia menerima pesan whatsapp dari Nanako tidak lama kemudian.
Nanako[ Eric! Apakah kamu punya waktu luang nanti sore?].
Eric membalas [ sepertinya aku kosong. Memangnya kenapa?]
Nanako tersenyum melihat jawab Eric [ kalo begitu, aku mau mengajak kamu menghadiri acara reuni teman sekelas ku dulu waktu SMA ] nanako membalas diakhiri emot sedih.
Eric membalas[ mengapa harus mengajakku? Kita baru saling kenal!"
Nanako membalas[ Aku tidak mempermasalahkan kita baru kenal atau tidak. Aku hanya ingin meminta bantuan anda!] pesan nanako diakhir dengan emot memohon.
Eric membalas [Baiklah! Aku menerimanya dengan Syarat jiso tidak ikut hadir! Bagaimana?]
Eric benar-benar dibuat stress oleh perempuan jiso itu. Kata-kata jiso tak bisa ditahan dan disaring. Semuanya bisa merusak suasana.
Nanako membalas [ setuju! Aku akan menjemput anda disamping gerbang universitas. Oke?]
Sebenarnya Eric tidak terlalu begitu peduli dengan pertemuan tersebut, akan tetapi dia hanya ingin mengisi waktu luang nya saja.
"Lyra pliss!! Kamu disana hanya duduk tanpa melakukan sesuatu. Aku benar-benar tidak memiliki teman lagi untuk diajak" Naruto brutal memohon kepada Lyra.
Lyra dengan dingin berkata "Walaupun kamu sepupuku aku tidak bisa begitu saja keluar bersama laki-laki."
Kehadiran Lyra pertama kali di Jepang membuat Naruto kehilangan sisi dinginnya. Walaupun Lyra sepupunya, tak menutup kemungkinan naruto menganggapnya sebagai calon pacarnya pada akhirnya.
Naruto terus memohon dan meminta bantuan dari neneknya, " Nenek! Izinkan Lyra membantu ku menghadiri reuni Teman-temanku. Aku pasti akan menjaga Lyra dengan baik ketika disana."
__ADS_1
Nenek menjawab "aku mengizinkanmu keluar bersama Lyra! Tapi itu tergantung dari Lyra apakah Lyra mau keluar dengan kamu."