Perjalanan Seorang Pemuda Miskin Menuju Kesuksesan

Perjalanan Seorang Pemuda Miskin Menuju Kesuksesan
Bab 34


__ADS_3

"Diam saja, Nak, kami telah diperintahkan oleh bos kami untuk terus mengikuti dan mengawasimu ke manapun kamu pergi," balasnya jujur.


Mendengar itu Eric semakin penasaran, siapa orang dibalik bos yang mereka maksud itu.


"Bisakah aku bertanya sekali lagi, siapa nama bosmu itu dan darimana dia berasal?" tanya Erick. Sambil terus memperhatikan lelaki itu.


Mendengar pertanyaan Eric dua orang tadi hanya menggelengkan kepala dan tersenyum kecut sembari berkata.


"Aku tidak bisa memberi tahumu, nanti kau akan tahu sendiri siapa sebenarnya dia," ucapannya tegas.


Diposisi ini Eric benar benar sangat bingung, siapa bos di belakang mereka berdua yang terus mengawasinya dan menjaga keselamatannya saat ini.


"Baiklah kalo begitu, aku tidak akan menanyakan pertanyaan itu lagi, dan bagaimana dengan perempuan tadi apakah dia dibawa oleh ketua gangster itu?" kata Erick. Sambil menatap orang yang dia ajak bicara.


"Ohh tidak nak, kami berdua memberi pelajaran ke semua gangster itu dan membunuh bos mereka, supaya tidak ada kerusuhan yang mereka buat lagi," jelasnya tegas.


Mendengar itu Eric sedikit lega.


"Kalo kami boleh tau kenapa kamu tiba-tiba berangkat ke Jepang, Eric?" tanyanya dengan penasaran.


"Aku berada di sini untuk melanjutkan studi kuliah dan mencari seseorang," lanjut Erick tenang.


"Begitu ya, sungguh bagus," balasnya mengerti.


"Apakah aku boleh pergi sekarang?" tanyanya penasaran.


"Belum.. Memang keadaanmu tidak terlalu parah, kau bisa pergi dari sini besok pagi," katanya tegas.


Mendengar itu Eric hanya mengangguk.


Setelah ber malaman di gubuk kecil tempat kedua orang itu tinggal, di pagi harinya Eric langsung bangun dan berpamitan untuk pergi.


Sekarang tujuan Eric pertama untuk membeli sebuah apartemen untuk dia tinggali. Eric langsung masuk kesebuah gedung besar dan dia di sana untuk membeli 1 buah apartemen.

__ADS_1


Eric berjalan menuju staf pembayaran.


"Nona, berapa harga 1 apartemen di sini?" tanya Erick. Dengan penasaran, sambut menatap tegas wanita berseragam itu.


Mendengarnya staf perempuan itu langsung memandangi Eric dari penampilannya, dan staf beranggapan Eric hanyalah anka muda yang iseng iseng bertanya harga apartemen dan tidak membelinya.


"Satpam! Cepatlah kemari, tolong usir anak muda ini, dia mau membuat masalah di sini," ucap staf perempuan itu. Memasang tatapan tajam.


Eric terkejut mendengar pernyataan staf tadi soalnya dia bertanya dengan sikap yang sangat baik dan sopan.


"Hai Nona, mengapa kau begitu kepadaku, apakah aku pernah membuat masalah di sini? Aku ingin membeli 1 buah apartemen untuk ditinggali apakah itu suatu masalah bagimu." Padahal saat itu Erick terlihat sangat serius. Namun dia direndahkan begitu saja.


"Haduh,dasar bocah tidak waras, sudah banyak anak muda sepertimu datang kesini hanya menanyakan harga dan tidak membelinya, aku sudah bosan melayani orang seperti mereka, dan itu termasuk sepertimu. Sudah pergi sebelum aku memanggil satpam lagi," katanya malas untuk melayani.


"Non, apa salahnya kamu menyebutkan harga, lagipula aku pasti akan membelinya kalo mampu," sambut Erick. Dengan perasaan tidak mengerti.


"Satpam! Cepat kemari, seseorang telah membuat onar, usir dia!" perintah seorang gadis dengan suara yang lantang.


Lalu tiga satpam datang langsung memegangi tangan Eric dan mau mengusirnya.


"Anak muda baiklah kalo begitu aku akan menyebutkan harganya dari yang paling murah dan paling mahal," kayanya dengan tegas.


"Harga 1 apartemen yang paling murah adalah $ 450 ribu usd dan untuk yang termahal $1 juta usd. Apakah kau terkejut mendengar harga sebesar itu, hahaha, aku yakin kau sangat terkejut," cela staf perempuan itu dengan sombong.


Tentu uang segitu bukanlah hal yang sulit bagi Eric sekarang, bahkan dia mampu membeli 10 juta Apartemen banyaknya dengan uangnya yang sekarang.


"Halo, aku ingin membeli apartemen yang paling mahal seharga 1 juta tadi, siapkan struk pembayarannya dan serahkan kepadaku," ucap Erick dengan tenang. Sambil menatap gadis berseragam.


Mendengar itu staf tadi sedikit terkejut, anak yang keras kepala. "Awas saja jika kau tidak mampu membayarnya, kau akan aku laporkan ke polisi. Ini jumlah totalnya silahkan kamu membayarnya," ucap Staff itu dengan ketus.


Eric langsung berjalan menuju wanita itu dan menggesek kartunya dan suara dari mesin terdengar. Hingga muncul tulisan pada layar hitam berwarna hijau tua. Pembayaran berhasil.


Mereka semua saat itu sangat sangat terkejut, termasuk staf wanita tadi yang terus memandang rendah Eric.

__ADS_1


"Maafkan saya Tuan, saya kira Anda juga seperti anak muda yang kebanyakan menanyakan harga tapi tidak pernah sama sekali membeli apartemen di sini. Sekali lagi maaf tuan ini kunci kamar apartemen Anda," katanya dengan perasaan bersalah.


Eric hanya sedikit tersenyum tipis mendengar pernyataan staff perempuan itu.


Sekarang Eric sudah memiliki tempat tinggal dan langkah yang Eric pikirkan selanjutnya ialah menemukan keberadaan Lyra. hari sudah malam dan kini Eric akan tidur, tetapi Eric di bangunkan oleh bunyi ponselnya.


Itu adalah panggilan dari Bella.


"Heii Eric! Bagaimana kabarmu sekarang apa kau baik baik saja?" tanya Bella. Sambil berbicara cukup keras. Dia memperhatikan Eric dengan teliti.


"Nona Bella, tentu saja aku baik baik di sini," kata Erick yang cukup terkejut.


"Syukurlah kalo begitu. Terus bagaimana dengan Lyra, apa kau sudah menemukan informasi mengenai Lyra?" tanya Bella yang terlihat khawatir.


"Ohh aku belum menemukan keberadaan Lyra untuk saat ini, dan juga Lyra telah mengganti nomor ponselnya sehingga aku sulit menemukan keberadaannya," sambut Erick yang ramah.


"Hmm, bagaimana dengan kuliahmu? Apa kau sudah menemukan universitas yang cocok?" tanya Bella penasaran.


"Ohh itu, aku belum menemukan dan belum mendaftar di Universitas, tapi besok akan aku usahakan untuk mendaftar di Universitas di sini," balas Erick dengan jujur.


"Begitu ya, semoga kamu betah ya Eric di Universitas barumu, ingat jangan lupakan Bella yang imut ini, hahah!" ucap Bella. Dia terlihat cukup senang mendengar perkataan dari Eric.


"Oooo tentu saja nona Bella yang cantik dan imut mustahil Ericini bisa melupakanmu, kalo begitu aku mau istirahat dulu nona Bella yang cantik dan imut. Dadaaaa," kata Eric. Lelaki itu langsung melambaikan tangan kanannya sebagai salam perpisahan.


Setelah mematikan panggilan Bella, Eric langsung istirahat tetapi Eric teringat, bahwa tujuannya ke Jepang bukan hanya untuk Lyra, tapi untuk menemukan kebenaran keluarga yang bernama brown.


Setelah istirahat semalam, Eric bangun pagi untuk pergi melakukan pendaftaran di Yokohama University. setelah melakukan pendaftaran, ini adalah hari pertama Eric merasakan kuliah di Jepang.


Eric berpenampilan seperti biasanya, berkacamata dan berpakaian lusuh. Eric sengaja berpenampilan seperti itu untuk mencari teman yang benar-benar menerima dia apa adanya.


Setibanya Eric di Yokohama university ia sangat terpukau melihat kemegahan bangunannya yang mewah, tidak seperti universitas dia sebelumnya.


Setelah itu Eric langsung mencari kelas barunya lalu masuk dan memperkenalkan diri. Dan setelah perkenalan diri, Eric langsung duduk di kursi tengah belakang, tapi pada saat dia duduk kursinya tiba-tiba ditendang oleh seorang Mahasiswa di belakangnya.

__ADS_1


"Hei pengemis, apa yang mau kau lakukan, apakah kau berfikir untuk duduk di depanku? Pergi dan menjauh dari pandanganku!" katanya. Sambil mengejek dan merendahkan Eric.


Mendengar perkataan pria itu semua isi kelas Eric tertawa terbahak-bahak. kecuali ada satu pria yang duduk paling ujung belakang kelas, dia tidak sama sekali senyum ataupun tertawa.


__ADS_2