
Eric maju dan melihat keadaan Naruto yang menyedihkan, "wah cederanya separah ini! Siapa yang tega sekali memukuli Naruto seperti ini!"
Eric sengaja mengatakan ini untuk melihat ekspresi Naruto.
Naruto yang mendengar ini mau tak mau mengutuk dalam hatinya, ' sialan kau bajingan! Kau sendiri yang memukuli ku, tapi kau melemparkan nya ke orang' ucap Naruto dalam hatinya.
Eric berpura-pura perihatin, " Aku kasihan melihat kondisi Naruto. Bagaimana kalo aku akan memanggil polisi saja untuk menyelidiki kasus ini nenek."
Mendengar Eric berencana memanggil polisi mau tak mau Naruto menjadi panik dan semakin mengutuk Eric dalam hatinya.
'Eric ini benar-benar ingin membunuhku. Bagaimana jika dia benar-benar memanggil polisi? Bukankah aku yang salah dari insiden ini lalu apakah aku sendiri yang akan menanggung semuanya? Awas kau Eric bajingan 'kutuk Naruto dalam hati.
Naruto segera berkata untuk mencegah Eric, " Tidak! Tidak! Tidak... Tidak usah membawa masalah ini kepolisian. Aku sudah menyelesaikan dengan temanku."
Eric segera berkata, "bagaimana tidak! Kamu terluka parah, jadi orang yang memukuli ku harus menerima hukuman juga dari pihak kepolisian!"
Nenek dan Lyra juga berkata, "Ya betul apa yang dikatakan Eric! "
Naruto benar-benar dibuat tidak berdaya oleh gocekan Eric kali ini. Dia merasakan kalo Eric bukan orang yang sesederhana yang dia kira.
"Nenek! Tinggalkan kami berdua dengan Eric! Aku ingin meminta bantuan kepadanya" Ucap Naruto.
Lyra segera menopang permintaan Naruto, "Bantuan apa yang kamu mau minta sama Eric?" Tanya Lyra dengan kesal.
Eric segera berbicara," Nenek Lyra! Kalian berdua bisa keluar dulu sebentar, mungkin Naruto benar-benar ingin meminta bantuan ku."
Lyra dan neneknya saling memandang mendengar permintaan Eric, "baiklah Eric, tapi jika Naruto melakukan apa-apa terhadapmu. Jangan lupa beritahu aku" Ucap Lyra dengan nada khawatir.
"Tidak masalah."
Mereka berdua pun keluar dari ruangan itu dan hanya menyisakan Eric dan Naruto.
"Jangan melibatkan pihak polisi dalam kasus ini Eric! Bagaimanapun pihak polisi di jepang tidak memiliki toleran terhadap seluruh gangster dijepang ." Naruto berkata sedih lalu melanjutkan, "Apa sebenarnya mau mu Eric. Apa kamu tidak puas aku seperti ini sekarang?"
Eric tertawa dan berkata, "hahaaa.. Bagaimana aku mau memanggil polisi! Itu hanya membuang waktumu saja! Jadi tujuanku datang kesini untuk memperingati mu." Eric menghela nafas lalu melanjutkan," Apakah Lyra alasanmu membenciku sebelumnya? Apakah kamu benar-benar masih mau berurusan dengan ku?"
__ADS_1
Kata-kata Eric membuat naruto bergidik ketakutan," Tenangkan dirimu dulu Eric! Aku berjanji sekarang tidak akan pernah berfikir untuk memprovokasi mu! Dan betul sebelumnya aku menyukai sepupuku Lyra. Itu alasanku membencimu, tapi sekarang aku benar-benar mengaku kalah dan tidak akan pernah berani mengganggumu lagi!"
Naruto kali ini benar-benar merasa kalah. Dia tidak pernah berfikir kalo Eric mampu melakukan ini sebelumnya. Dia hanya berfikir Eric orang yang sederhana dan tidak memiliki apa-apa. Tetapi sekarang dia tidak bisa terkejut melihat perubahan peristiwa.
"Apakah benar yang kamu katakan?" Tanya Eric.
Naruto menganggu dengan serius! Ketulusan keluar dari raut mukanya.
"Baiklah kalo begitu. Urusan kita sekarang bisa dianggap selesai! Kamu pegang kata-kata mu. Jika tidak, aku yang akan menghampiri mu ke markas gangster mu."
Naruto menganggu dan berkata, "kamu bisa percaya kata-kata ku."
Eric mengangguk dan merasa puas! "Baiklah kalo begitu aku akan pergi.. Semoga kamu cepat pulih kembali"
Setelah mengatakan itu Eric langsung berbalik dan keluar.
Melihat Eric meninggalkan tempatnya, naruto tersenyum sinis. 'kau boleh mengancamku! Tapi bisakah kamu melawan puluhan gangster?' ucap naruto dalam hati.
Dia kemudian menelpon seseorang, "Dia akan melewati universitas! Siksa dia seperti dia memukuli ku! Panggil 50 orang terkuat."
'Hahaaa kali ini kau akan memasuki jebakan ku, kau juga akan merasakan bagaimana tidur di bangsal selama beberapa bulan' ucap naruto tertawa dalam hatinya.
Dia sebelumnya merencanakan pembalasan ke Eric bersama anak buah gangster nya.
Melihat Eric keluar dari pintu Lyra menghampiri nya. "Eric bagaimana? Apa yang naruto tanyakan kepadamu?" Tanya Lyra khawatir.
Eric hanya tersenyum kecut, "tidak ada! Tidak ada masalah?"
"Benarkah?" Tanya Lyra.
Eric mengangguk sebagai tanggapan. Eric memandang Lyra dan neneknya dan berkata, "Sepertinya aku harus pulang dulu! Ini sudah larut malam"
Lyra tercengang dan segera berkata, "Hah pulang? Bukankah kamu baru saja tiba disini? Bagaimana kamu berfikir untuk cepat pulang? Apakah Naruto mengatakan sesuatu terhadapmu sehingga membuat kamu ingin cepat-cepat pulang?"
Eric tersenyum sendiri melihat Lyra berbicara dengan kalimat panjang seperti itu.
__ADS_1
"Apakah ada yang lucu?" Tanya Lyra.
Eric hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum.
"Lalu mengapa kamu tersenyum?"
Eric segera berkata, "Aku tersenyum melihat kamu yang terus berbicara, dan semakin kamu berbicara kamu terlihat semakin cantik." Goda Eric.
Lyra yang mendengar ini tersipu malu sehingga membuat mukanya merah merona karena malu.
Nenek Lyra yang mendengar gombalan Eric tertawa kecil." Hehee! Betul apa yang dikatakan Eric! Kamu semakin banyak bicara semakin cantik," Gumam nenek Lyra sambil mendukung Eric.
"Apakah kamu beneran mau pulang?" Tanya Lyra lagi untuk memastikan keputusan Eric.
Eric mengangguk dan berkata, " Aku ingin segera pulang tidur lalu memimpikan wajah cantikmu tadi!"
"Huekkkk" Mendengar ini Lyra merasa geli dan mencubit Eric.
Sedangkan neneknya didamping hanya tertawa dan bahagia melihat cucunya tersenyum.
"Sejak kapan kamu jago merayu ku seperti ini? ini benar-benar membuat ku merasa geli" Ucap Lyra dengan muka cemberut malu.
Eric mengusap lembut pipi Lyra tapi Lyra menepis nya dan berkata, " Eeh sudah pulang sana! Apa kamu tidak malu dilihat nenek!"
Neneknya tertawa ngik-ngik.
"Apa yang nenek tertawakan? Apakah nenek dan Eric sudah gila menganggap perkataan ku adalah bahan lawak?" Ucap Lyra cemberut.
"Bukan begitu Lyra, tapi nenek benar-benar pertama kali melihat kamu bersikap seperti ini. Sebelumnya kamu hanya diam dan tidak banyak bicara, namun didekat Eric kamu seperti mesin kayu yang sedang menebang pohon. Bukankah ini terlalu lucu?" Ucap neneknya sambil tersenyum menahan tawa.
Mendengar perkataan neneknya, Lyra tidak bisa berkata-kata lagi, dia diam cemberut. Sedangkan Eric dan neneknya masih tertawa melihat tingkah nya.
"Ya sudah! Nenek aku pulang dulu. Aku mau titip Lyra, jangan biarkan Lyra terlalu merindukan ku, karena rindu itu berat." Goda Eric.
Lyra sudah tak tahan melihat sikap Eric yang terus menggodanya, " Eric!! Kamu benar-benar.." Lyra berkata mencubit Eric sambil memelototinya dan memberi syarat. Lyra sebenarnya sangat senang digoda oleh Eric, tetapi tidak didepan nenek. Karena Lyra malu akan hal itu.
__ADS_1