
Jiso dan nanako menunggu respon Eric dari pertanyaan jiso.
Eric juga tahu betul, pasti nanako dan jiso sudah pernah menonton vidio kematian palsunya.
Eric tersenyum dan berkata, "Vidio itu hanyalah kematian palsu yang aku Rekayasa. Memang betul aku yang ada dalam vidio itu, tetapi semua itu hanyalah hasil editing." Jelas Eric.
Mendengar ini, nanako dan jiso menghela nafas, "Sudah aku duga itu pasti hasil editan. Hatiku benar-benar mengatakan kalo kamu itu belum mati! "Jelas nanako.
Sedangkan jiso masih kebingungan dengan kejadian peristiwa ini, tetapi apa yang Eric katakan juga masuk akal baginya.
Nanako masih belum melepaskan pelukannya. Ini adalah rindu yang ia pendam selama bertahun-tahun kepada Eric, dia benar-benar masih merindukan Eric walaupun dia tahu Eric sudah mati dalam pikirannya. Tetapi sekarang pemikiran itu semua sudah dipatahkan dengan kemunculan eric didepannya.
"Ini pasti akan menjadi berita besar! Aku akan memberi tahu orang tuaku juga karen telah menemukan mu. Aku sudah menceritakan semua tentangmu kepada ayahku, dan dia sangat menyukai keperibadian mu eric!" Ucap nanako menghela nafas dan melanjutkan, "Kamu harus ikut denganku pulang,"
Eric tersenyum dan menjawab, "nanako...! Kamu dan jiso benar-benar harus merahasiakan pertemuan kita ini. Jangan memberitahu siapapun tentang hal ini. Oke! " Bujuk Eric.
Nanako buru-buru menggelengkan kepala dan berkata, "Tidak! Tidak... Ini adalah penemuan besarku. Aku haru memberi tahu semua orang biar mereka tahu kalo kamu masih hidup. "
Eric tersenyum dan memegang lembut pipi nanako dengan kedua tangan nya." Nanako yang cantik...! Apakah kamu ingin membunuhku?" Tanya Eric dengan lembut.
Nanako bingung, "aaakku... Bagaimana mungkin aku berfikir untuk membunuhmu. Kamu adalah harta berharga bagiku! " Ucap nanako.
Eric tersenyum lalu berkata, " Lalu kenapa kamu ingin memberitahu semua orang kalo aku masih hidup? Bukankah kamu sengaja ingin membunuhku?"
Nanako semakin bingung dengan pernyataan Eric" Maksudmu?"
Eric menggelengkan kepala lalu berkata, " Jika kamu memberitahu semua orang, dan orang yang ingin membunuhku juga mengetahuinya, maka dia akan berusaha lebih keras untuk membunuhku lagi. Apakah kamu ingin melihat aku mati?"
Kata-kata Eric membuat nanako terdiam dan tak bisa berkata-kata lagi. Padahal dia ingin sekali menyiarkan berita kalo Eric masih hidup.
"Jadi! Bagaimana?" Tanya nanako.
Eric buru-buru berkata, "ya kamu harus merahasiakan semuanya. Kamu dan jiso tidak boleh memberitahu siapapun tentang pertemuan kita ini. Pokonya kalian berdua harus merahasiakannya." Jelas Eric.
Nanako tidak bisa berkata-kata lagi. Bagaimana pun dia takut kalo peristiwa pembunuhan Eric benar-benar akan terjadi. Jadi dia hanya bisa memendam kemauannya.
Nanako buru-buru bertanya, "lalu kemana kamu akan pergi sekarang?"
"Aku akan kembali ke tempat persembunyian ku." Ucap Eric.
__ADS_1
Nanako buru-buru berkata, "aku ikut denganmu!"
Eric menyerngit, "tidak bisa, kamu harus pulang."
"Tidak mau, pokonya aku ingin ikut." Bantah nanako.
Eric berkata menakut-nakuti, "tidak bisa, disana itu dingin dan banyak serigala yang suka memakan manusia."
Nanako bersikeras, " Aaku tidak peduli apapun itu. Aku mau ikut dan tinggal bersamamu."
Eric bingung bagaimana harus menanggapi nanako ini, dia melihat jiso yang masih linglung memandang kearahnya.
Eric buru-buru memegang lembut pipi nanako dengan kedua tangan nya lalu berkata, " Nanako.. Kamu tidak bisa ikut bersamaku. Kamu harus pulang,"
"Jika aku pulang, akan sulit bertemu denganmu lagi nanti. Aku pokonya harus ikut pulang denganmu. "Nanako mengatakan itu sambil memeluk tubuh Eric.
Eric menghela nafas lalu berkata, "Nanako! Kamu tidak boleh bersikap terlalu kekanak-kanakan, orang tuamu akan khawatir denganmu jika mereka tau kamu tidak pulang. "Eric mencubit lembut pipi nanako lalu melanjutkan," Aku janji akan ke Jepang cepat atau lambat, jadi kita bisa bertemu nanti di Jepang dan kamu tidak perlu jauh-jauh datang mencari ku. "
"Benarkah itu?" Tanya nanako.
Eric hanya mengangguk sebagai tanggapan.
Lalu nanako melepas pelukannya dari eric dan menyeka semua air matanya.
Eric tersenyum lalu mengangguk sebagai jawaban..
Jiso disamping diam-diam mengangumi Eric. Bagaimanapun tadi Eric benar-benar terlihat sempurna ketika melawan para penjahat. Disamping Eric jago dia juga memiliki wajah yang tampan, ini yang membuat jiso diam-diam juga mengagumi Eric.
Tetapi dia tau, kalo nanako sahabat sejatinya menyukai Eric dari dulu, dia tidak berani melakukanya.
"Eric bisakah aku mengambil beberapa foto bersamamu?" Minta nanako dengan lembut menggoda Eric dengan matanya yang terus berkedip-kedip menatap eric.
Eric tersenyum," Bisa! Asal kamu jangan menyebarkan!"
Nanako buru-buru berkata, "tidak masalah. Aku akan menyimpannya di tempat yang paling aman,"
Nanako sangat bersemangat, dia buru-buru memberikan polselnya ke jiso.
Nanako buru-buru memerintahkan, "Cepat! Ambil beberapa gambar ku dengan Eric yang bagus ya!"
__ADS_1
Ini adalah pertama kali dalam hidupnya nanako memeluk seorang pria seumuran nya.
Hatinya tidak karuan saat bertemu Eric pertama kali tadi. Senang, sedih bahagia dan terharu bercampur aduk dalam pikirannya sehingga membuat nanako agresif tak terkendali.
"Ayo! Ambil beberapa foto lagi," nanako menghela nafas lalu melihat kearah Eric, "Eric!"
Eric tersenyum, "Ya! ada apa?"
"Pose berciuman boleh gak?" Ucap nanako dengan muka memerah karena malu.
Raut wajah Eric yang tadinya tersenyum kini menjadi tegang. la ingat dulu ketika dia dicium oleh nanako, bagaimanapun dulu dia tidak terlalu peduli dengan ciuman nanako karena dia masih lugu. Tapi sekarang, dia tau apa arti ciuman seorang wanita kepada laki-laki.
Eric menggelengkan kepala, "Tidak.. Tidak. Tidak... Kita bukan pasangan."
Nanako buru-buru memelototi Eric," Lalu apa hubungannya dengan kita bukan pasangan? Bukankah itu sekedar ciuman? " Ucap nanako sambil matanya berkedip-kedip menggoda Eric.
Eric menghela nafas, "Nanako! Apa kamu tidak malu fotonya nanti dilihat seseorang. Kita tidak ada hubungan apa-apa. Bagaimana jika orang mengatakan kamu perempuan murahan nanti?"
Nanako menggelengkan kepalanya lalu berkata, "Tidak akan ada yang berani mengatakan itu!! kamu tidak perlu khawatir, aku akan menyimpan foto ini ditempat aman sebagai kenang-kenangan. Bagaimana?"
Eric memperingati, "Nanako! Berciuman itu hanya untuk orang yang sudah berpasangan."
Nanako buru-buru berkata, " Bukankah kamu pernah mencium ku diam-diam dulu? Waktu itu kita bukan pasangankan? Tapi kamu malah mencium ku ditempat yang sepi.. Sekarang kamu mengatakan berciuman itu hanya untuk pasangan.. Bukankah kamu sama saja dengan munafik?"
Eric bingung mau membalas apa," Nanako.. Aku tidak pernah berpikir melakukan itu. Waktu itu aku benar-benar sedang memberi nafas buatan, tanpa sengaja kamu langsung terbangun ketika aku memberi nafas. "Eric menghela nafas lalu melanjutkan," Jadi jangan terlalu memikirkan. Itu hanya sebuah kecelakaan."
Nanako terdiam," Eric! Ini hanya ciuman kecil untuk berfoto saja. Tidak lebih kok! Jika kamu tidak mau melakukannya, maka aku akan ikut pergi denganmu."
Eric tidak bisa berkata-kata lagi melawan argumen nanako," Tapi kamu janji tidak memperlihatkan nya ke orang lain. Jika itu terjadi maka aku tidak akan pernah menemui mu lagi." Ancam Eric.
"Setuju!" Tanpa menunggu lama nanako langsung membalas Eric.
Jiso masih memainkan ponsel sembari menunggu nanako dan Eric selesai berdebat. Dia tidak dengar apa yang dibicarakan nanako dan Eric.
"Jiso... Bersiap ambil foto sebanyaknya ya!" Ucap nanako.
Jiso mengangkat jari jempolnya, " Oke! "
Nanako langsung memandang mata Eric, dia menarik wajah Eric dan mereka pun berciuman.
__ADS_1
Tubuh Eric benar-benar gemetar ketika nanako mendarat ciuman dibibirnya. Sedikit lembut tapi sangat menegangkan bagi Eric.
Nanako dengan ganas mencium Eric, dia tidak berniat berfoto tetapi memanfaatkan kesempatan untuk meluapkan rindunya dengan Eric selama bertahun-tahun.