Perjalanan Seorang Pemuda Miskin Menuju Kesuksesan

Perjalanan Seorang Pemuda Miskin Menuju Kesuksesan
Bab 91


__ADS_3

Elena merasa hidupnya sekarang tidak adil. Bagaimanapun, dia dari dulu tidak pernah memiliki perasaan terhadap laki-laki. Namun sekarang, dia memiliki perasaan kepada Eric, tetapi perasaannya itu sepertinya tidak terbalas oleh Eric. Hal ini yang membuat Elena merasa hidupnya tidak adil.


Elena adalah gadis yang cantik, dan setiap apapun yang dia minta akan di kabuli oleh ayahnya. Jadi dengan emosi yang ia dapatkan dari ayahnya selama ini, Elena pasti akan berusaha menyuruh ayahnya untuk tidak membiarkan Eric pergi dari wuhan.


Elena berkata dengan berlinang airmata, "ayah! Bagaimana jika Eric benar-benar pergi besok?"


Burhan Buru-buru berkata dengan serius," Elena, aku ingin bertanya sesuatu kepadamu. Apakah kamu benar-benar memiliki perasaan kepada Eric?" Tanya Burhan.


"Iya! "


Elena tanpa ragu menganggukkan kepalanya, Burhan bertanya lagi dengan serius, "Apakah kamu setuju jika ayah jodohkan atau nikahkan dengan Eric?"


Elena tanpa ragu-ragu berkata, " Aku setuju! "


Elena mengatakan ini tanpa ragu-ragu, mulutnya seolah-olah dikendalikan oleh perasaan hatinya saat ini.


Burhan berkata dengan tersenyum sinis, " Aku punya satu cara untuk bisa menjodohkan kalian berdua. Lagi pula, aku juga sangat setuju jika kamu menikah dengan eric."


Elena bertanya dengan ingin tahu, " Bagaimana caranya?"


Burhan tersenyum, "Kamu harus tidur satu kamar dengan Eric malam ini, dengan cara ini kamu akan bisa menikah dengan Eric. Tetapi jika kamu mau melakukannya. Jika tidak, ayah tidak bisa memberikan kamu ide yang bagus lagi!"


Mendengar ide ayahnya ini membuat Elena sangat malu, 'hah? Tidur dengan laki-laki yang bukan pasanganku? Bukankah aku sama saja dengan perempuan murahan?.. Ohhh tidak.. Ini demi masa depanku juga, ' ucap Elena berkaca-kaca dalam hatinya.


Elena dengan malu-malu mengangguk sebagai jawaban.


Melihat Elena mengangguk, Burhan merasa lega, "Oke! Ayo ikut bersama ayah. Kita akan bertemu dan berbicara singkat dulu dengan Eric. Nanti setelah selesai berbicara singkat, ayah akan menyuruh Eric menghiburmu dikamar mu."Burhan menghela nafas lalu melanjutkan," Nah, setelah kalian berdua didalam kamar, ayah akan mengunci pintu dari luar. Bagaimana apakah kamu setuju dengan pengaturan ayah?"

__ADS_1


Elena dengan malu-malu mengangguk.


Sebenarnya, mustahil Elena akan melakukan hal ini kepada laki-laki. Bagaimanapun, dari dulu dia selalu jadi incaran laki-laki tampan dan kaya. Tetapi Elena sangat bersikap dingin dan sama sekali tidak mau mengenal laki-laki.


Tetapi sekarang, setelah dia bertemu Eric dan berhasil merebut hatinya sekaligus membuatnya nyaman. Ini yang membuat perasaan Elena tidak karuan ketika Eric mengatakan dia akan meninggalkan elena.


Jadi, dengan emosi Elena sekarang, dia akan melakukan apa saja untuk bersama Eric lebih alam lagi atau bahkan memiliki Eric seutuhnya.


Elena mengikuti ayahnya dari belakang menuju ruang tamu.


Eric yang melihat kedatangan Burhan dan Elena membuat tersenyum dan menyapa, " Tidak usah menyuruh Elena keluar paman, mungkin saja Elena terlalu capek untuk hari ini. Jadi biarkan saja dia menikmati istirahat nya."


Burhan duduk sambil melambaikan tangan, Dia tidak mau istirahat... Sebenarnya dia menangis dalam kamar karena kamu akan segera pulang besok katanya,"


Mendengar pernyataan Burhan membuat Eric menjadi canggung. Ternyata benar dugaannya kalo Elena ngambek karena tidak Terima dengan kepergiannya.


"Sepertinya betul paman! Aku akan pulang besok. Aku takut jika berlama-lama disini akan merepotkan paman," Ucap Eric dengan malu-malu.


Burhan melambaikan tangan dan berkata, " tidak.. Tidak.. Tidak.. Sama sekali tidak. Jika kamu tinggal disini selamanya, aku tidak keberatan."


Eric menggaruk Kepala dan berkata, " Aku ingin pulang karena ingin melihat kampung halamanku paman.. Aku sudah lama tinggal di gunung titlis bersama guru Jeremiah. Jadi itu sebabnya ketika aku tiba di wuhan aku langsung menuju markas black kobra untuk menuntaskan misi yang diberikan guru Jeremiah kepadaku." Eric menghela nafas dan berkata, " Akun ingin cepat-cepat menyelesaikan misi ini supaya aku bisa kembali ke kota Leonard lebih awal."


Mendengar itu Burhan sekarang tau bagaimana rasanya Eric ingin melihat kampung halamannya kembali setelah pergi bertahun-tahun. Dia sebenarnya tidak tega menghalangi Eric untuk pulang, tetapi dia dan Elena juga enggan mau kehilangan Eric.


Jadi Burhan Buru-buru berkata, "Kenapa tidak memberitahu keluarga mu, suruh mereka berangkat ke cina untuk liburan. Aku akan mengurus semua keberangkatan mereka, jadi bagaimana?"


Mendengar ini, wajah Eric yang tadinya ceria menjadi sedih," Aku sudah tidak mempunyai keluarga lagi disana paman. Keluarga ku ketika aku berusia tiga tahun semua nya mati terbunuh dalam kecelakaan dan hanya menyisakan aku dari insiden itu. Aku besar dipanti asuhan tanpa kasih sayang orang tua." Eric menghela nafas dan berkata, " Menurut dari berita yang aku dapatkan dari guru, kecelakaan itu sudah ada yang merencanakan nya. Orang itu ingin menghabisi keluarga ku, jadi aku ingin mencari tahu siapa pelaku utamanya."

__ADS_1


Elena dan Burhan yang mendengar cerita Eric membuat dua baris air mata menetes dipipi mereka. Bagaimanapun pengalaman hidup yang Eric jalani tanpa kasih sayang sesosok ayah ibu sangat menyakitkan.


Burhan berkata dengan nada pelan, " Eric! Kamu kan sudah tidak memiliki keluarga. Aku juga sudah tidak memiliki keluarga selain anakku Elena. Jadi, jika kamu tidak keberatan, kamu bisa tinggal disini dan menikah bersama Elena untuk mewarisi kekayaan keluarga ini." Burhan menghela nafas lalu melanjutkan," Baru kali ini aku melihat putriku sangat menyukai dan mencintai seseorang. Jika kamu tidak keberatan, menikahlah dengan Elena."


Elena yang mendengar ini menjadi tersipu malu tetapi dalam hatinya sangat bahagia. Dia baru saja bertemu dengan Eric, tetapi perasaannya terhadap Eric sangat cepat tumbuh setelah melewati semua kejadian dengan Eric satu hari penuh.


Eric tidak tau cara menanggapi masalah ini, jika dia menolaknya maka pihak lain akan merasa sangat tersakiti dan tidak dihormati, " Paman, maaf sebelumnya. Aku belum memikirkan pernikahan sebelum aku bisa membalas dendam atas kematian orang tuaku. "


Burhan juga bisa merasakan tekad Eric untuk membalaskan dendamnya. Jadi dia sebenarnya sangat enggan memaksa Eric, tetapi semua ini ia lakukan untuk kebaikan putrinya. dan dia juga sangat menginginkan Elena bersama dengan Eric.


Elena mendengar Eric tidak mau membuat dirinya menangis dan berlari masuk kedalam kamar nya.


Melihat Elena pergi dengan menangis membuat Eric merasa sangat bersalah.


"Eric, sebenarnya paman juga tidak ingin memaksamu. Tetapi Elena sudah terlanjur menaruh perasaan terhadapmu. " Burhan menghela nafas lalu melanjutkan, "Tidak apa-apa jika kamu belum siap! . Aku minta tolong kepadamu hibur putriku malam ini. Sebab, dia tidak pernah bersedih menangis selama hidupnya selain ketika ibunya meninggal."


Eric mendengar ini sama sekali tidak keberatan, jadi dia Buru-buru berkata, " Tidak masalah paman. Aku akan menghibur nona Elena sebentar."


Kemudian Burhan mengajak Eric ke kamar Elena dan sesampainya didepan kamar Elena, Burhan membuka pintu dan mempersilahkan Eric masuk.


"Eric! Aku harap kamu bisa menghibur putriku supaya tidak bersedih lagi. Aku tidak tega melihatnya terus terusan menangis." Ucap Burhan.


Eric juga merasa bersalah, dia yang membuat Elena menangis seperti ini," Baik paman! Aku akan berusaha menghibur nona Elena."


"Ayo, silahkan masuk. Paman akan pergi dulu, semoga kamu bisa menghibur Elena." Ucap Burhan dengan tersenyum.


Eric mengangguk dan langsung masuk.

__ADS_1


Ketika melihat Eric sudah masuk ke kamar putrinya, Burhan langsung mengunci pintu kamar itu dari luar dan meninggalkan nya.


__ADS_2