
Eric mendengar ini diposisikan dengan jawaban yang sulit. Jika Eric dengan terang-terangan menolak, maka pihak lain pasti akan tersakiti.
Eric tersenyum dan berkata, " Paman! Aku saat ini masih memiliki banyak misi yang harus diselesaikan dari guru. Jadi untuk saat ini aku belum berfikiran untuk menikah. Jadi prioritas utamaku sekarang adalah menyelesaikan misi dari guru Jeremiah."
Eric tidak berani menolak, jadi dia hanya membuat alasan.
Elena yang melihat ayah terus mendesak Eric membuat dirinya merasa malu, jadi dia buru-buru berkata, " Ayah! Jangan terlalu memaksakan Eric. Betul kata Eric masih banyak misi penting yang ia harus selesai kan. Betul kan Eric?"
Eric mengangguk sebagai jawaban.
Sebenarnya Elena mengatakan ini dengan sangat amat berat hati. Dia juga lebih enggan dari ayahnya melihat Eric akan pergi. Tetapi dia juga tidak terlalu bisa memaksakan Eric untuk menikah dengannya.
Burhan sendiri tidak bisa berkata-kata lagi setelah mendengarkan putrinya yang menghalangi terlalu memaksakan Eric.
Jadi dia hanya merasa kecewa dalam hatinya.
"Kapan jadinya kamu akan pulang?" Tanya Burhan kepada Eric.
Eric tersenyum dan berkata, " Sepertinya lebih cepat lebih baik. Sudah lama aku tidak melihat kampung halaman."
Burhan buru-buru bertanya, " Kamu bilang kamu tidak mempunyai keluarga di sana? Lalu dimana kamu akan tinggal ketika baru tiba di sana?"
Eric berkata dengan santai, "Tenang paman, aku masih mempunyai teman lama di sana. Jadi aku yakin untuk tempat tinggal, dia pasti bisa membantu,"
Tidak ada cara lain lagi yang Burhan ingin lakukan untuk mencegah Eric pergi. Bagaimanapun putrinya Elena juga mengikhlaskan Eric untuk pergi, jadi dia hanya menerima kenyataan ini dengan ketidakpuasan.
Burhan melihat kearah kerumunan yang masih berdiam diri menonton mereka. Lalu Burhan membubarkan mereka semua.
Ayo kita sarapan dulu, Elena ajak Eric untuk sarapan, ayah akan tunggu kalian dimeja makan." Ucap Burhan sambil berbalik pergi.
Melihat Burhan pergi, Eric kini menjadi merasa lega.
"Nona Elena, ayo kita sarapan dulu seperti kata ayahmu," Ucap Eric mengajak.
"Tidak mau" Ucap Elena dengan dingin.
__ADS_1
Eric menyerngit mendengar ini," Kenapa?"
"Eric, "Elena menghela nafas dan berkata, "Kamu harus berjanji untuk tidak melupakanku ya! berkunjunglah kesini jika kamu mempunyai waktu luang!" Ucap Elena dengan muka merah merona menggoda Eric.
"Aku janji, " Eric mengulurkan tangannya dan berkata, " Aku akan bermain kesini jika ada waktu luang aku harap tuan rumah seperti nona Elena menyambut tamu seperti ku nanti dengan baik."
Elena mendengar ini menjadi tersenyum, "Tentu saja! Aku akan mengajak anda ketika saat itu untuk berkeliling wuhan dan keliling dunia."
Eric tersenyum dan mengangguk sebagai jawaban.
Mereka berduapun langsung pergi untuk sarapan bersama, di sana meja sudah dipenuhi dengan beragam anek makanan enak.
Melihat banyak hidangan makanan yang enak membuat Eric makan dengan lahap. Bagaimanapun Eric sudah lama tidak menikmati makanan seenak ini. Di gunung tutlis, Eric hanya makan apa yang Jeremiah makan. Jadi, ini adalah pertama kalinya setelah sekian lama Eric tidak menikmati banyak makanan lezat.
"Eric, paman sudah menyuruh Jack memesan tiket pesawat penerbangan ke Leonard jam 9:30 nanti. Kita bisa berangkat ke bandara setelah selesai sarapan" Ucap Burhan.
Eric buru-buru berkata, "Kenapa paman repot-repot melakukan itu? Aku kan bisa memesannya sendiri!"
Burhan melambaikan tangannya, " Tidak.. Tidak.. Itu sudah menjadi hal yang harus aku lakukan. Kita akan berangkat ke bandara nanti bersama. Aku akan menyuruh seseorang dulu menyiapkan beberapa konvoi mobil rolls royce untuk kita kendarai nanti ke bandara."
Eric hanya mengangguk sebagai jawaban.
Sudah empat mobil rolls royce terparkir didepan untuk dikendarai nanti.
Mobil rolls royce ini nampak terlihat sederhana, tetapi mobil sangat kerap digunakan para pejabat dan orang-orang kaya untuk menjemput atau menyambut para tamu mereka.
Mobil rolls royce jenis ini walaupun terlihat sederhana tetapi kisaran harga nya dua juta usd AS. desain konterior dalam mobil sangat indah dan nyaman untuk dikendarai.
Saat ini Elena keluar dari dalam rumah. dia menggunakan gaun merah yang sangat mencolok dan dikombinasikan sedikit warna hitam pekat.
Elena ketika menggunakan gaun ini terlihat sangat anggun dan cantik. Kulitnya yang putih dan bening bersatu dengan warna gaun yang ia pakai.
Semua mata terpandang kearah Elena ketika dia baru keluar rumah.
"Elena, mobil mana yang kamu akan naiki?" Tanya Burhan.
__ADS_1
Elena melirik Eric dan berkata, "aku akan bersama Eric, mobil manapun yang Eric mau aku akan ikut!,"
Burhan buru-buru berkata, "oke! Kalo begitu ayo cepat masuk, kita akan segera berangkat."
Lalu mereka semua masuk kedalam mobil, Eric dan Elena berada di mobil yang sama, mereka berdua duduk di kursi penumpang.
"Wah! Nona Elena semakin cantik ketika mengenakan gaun ini!" Goda Eric.
"Benarkah?" Elena berkata dengan cemberut," Lalu kenapa kamu tidak mau menikah denganku?"
Eric tertegun mendengar pernyataan Elena.
Melihat ekspresi Eric yang terdiam Elena tersenyum dan berkata, " Aku hanya bercanda! Kamu jangan terlalu menganggap kata-kataku serius!"
Eric mengangguk dan berkata, "Betul! Tapi kalo kata-kataku sangat benar, kalo nona Elena benar-benar sangat cantik mengenakan gaun ini, pasti banyak laki-laki dicina berbaris menunggu nona Elena jika mereka melihatmu, "goda Eric.
Ketika Eric selesai menyatakan itu, Elena langsung memeluk Eric. Eric menjadi tegang ketika dipeluk, dia berusaha melepaskan pelukan Elena.
Elena mendongak melihat ekspresi Eric dan berkata, " Eric, biarkan aku melakukan ini. Jangan melepaskannya, bagaimanapun kita akan segera berpisah dan tidak tau entah kapan kita akan bertemu lagi. Aku mau memelukmu sampai bandara,"
"Tapi nona Elena.. " Eric tak sempat menyelesaikan kalimat Elena menutup mulutnya.
Elena berkata lembut," Tidak ada tapi-tapi." Setelah mengatakan itu, Elena lanjut memeluk Eric.
Eric yang melihat tekad kuat Elena tidak bisa memaksanya melepaskan pelukan itu, nanti yang ada Elena akan merasa tersakiti lagi.
Elena bergumam kecil sambil membelai wajah Eric, "Apa kamu tau kisah ratu sofia dan pengembala kambing?"
Eric menggelengkan kepalanya.
Elena menghela nafas dan berkata, " Ratu sofia dan pengembala itu jatuh cinta hanya membutuhkan waktu satu hari setelah mereka bertemu. Tidaklah kamu mau seperti kisah mereka juga?"
Eric tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
Elena juga tersenyum dengan jawaban Eric.
__ADS_1
Mereka berdua terus menerus mengobrol didalam mobil hingga Elena dan Eric tertidur didalam mobil. Elena tertidur dalam keadaan sambil memeluk tubuh Eric.
Elena bukan tipe gadis murahan, tetapi Elena seperti gadis murahan ketika bertemu dengan pawang atau orang yang paling dicintainya. Apapun ia akan lakukan demi untuk bersama orang itu. Tidak hanya berlaku pada Elena, mungkin saja berlaku kepada seluruh wanita yang ada di alam semesta ini.