Perjalanan Seorang Pemuda Miskin Menuju Kesuksesan

Perjalanan Seorang Pemuda Miskin Menuju Kesuksesan
Bab 36


__ADS_3

Tetapi Naruto tidak sepenuhnya percaya kalo Eric yang melakukan hal itu, sebab dari penampilan Eric sangat culun dan tak bisa seni bela diri. Begitupun teman sekelas yang lain, mereka tak percaya apa yang dikatakan Haruka dan mereka semua tertawa terbahak-bahak.


"Kenapa kalian tertawa..? Apa kalian tidak mempercayai ku,, sudahlah... Kalo ada dari kalian yang berani menyentuh Eric akan aku pukul perut kalian."


Mulai saat itu semua isi sekelas mulai menghormati Eric karena dia teman dekat Haruka, dimana Haruka sendiri terkenal di kampus itu sebagai mahasiswi yang paling berprestasi dan cantik.


"Ooohh terimakasih atas bantuan mu nona Haruka." Ucap Eric.


"Tidak apa apa eric.. Apakah kamu juga berkuliah di kampus ini?"


"Sepertinya begitu nona Haruka, hahhhhh."


Hari itu seusai kelas kampus berakhir Naruto maju ke depan kelas dan mengumumkan sesuatu.


"Kepada teman teman kelasku semua, hari ini saya Naruto nakagawa ingin mentraktir kalian semua untuk makan malam di restoran red lantern, aku harap semua wajib hadir tanpa terkecuali."


Semua isi kelas bersorak bahagia, sebab ini baru pertaman kali mereka diundang makan malam oleh Naruto, alasan Naruto mengundang mereka untuk makan malam ialah untuk mempermalukan Eric di restoran tersebut, sebab ia masih ingin membalas dendam tapi ia tidak bisa sebab itu adalah teman Haruka.


"Eric pokoknya kau harus ikut nanti makan malam."


"Ohh tentu saja Haruka, sebab aku ingin lebih akrab dengan teman kelas lainnya."


Singkatnya malam pun tiba, semua teman kelas Eric sudah hadir di restoran red lantern.


Red lantern itu sendiri adalah restoran paling mahal dan bergengsi di kota Yokohama. Dan orang-orang biasa belum tentu bisa makan di restoran itu.


Inilah alasan Naruto pertama memilih restoran itu untuk mempermalukan Eric, sebab dari segi pandangannya, Eric adalah orang yang miskin.


Satu meja dikelilingi full oleh teman kelas Naruto, termasuk Haruka dan Akira sudah ada di sana, tak lama kemudian datang Eric.


"Hii maaf teman teman aku terlambat."

__ADS_1


Ketika saat itu Eric mau duduk tapi tak ada yang mau duduk berdekatan dengan Eric. "Heii lusuh jangan kau duduk disini cari tempat yang lain, aku tak mau duduk berdekatan denganmu."


Dan begitu seterusnya, tak ada yang mau menerima Eric duduk didekat mereka, diposisi ini Eric sudah sangat malu, karena ia dipandangi oleh banyak orang.


"Eric kemari duduk saja bersama aku" Ucap Haruka.


"Haruka jangan,, kalo kamu mengajak dia duduk disini otomatis dia berada di samping ku, aku tidak mau hal itu terjadi, lebih baik suruh saja pemuda lusuh itu pulang." Ucap salah satu teman kelas mereka.


"Haruka, kenapa kamu tidak meminta Eric untuk kembali pulang dulu? Lain kali kamu bisa mengundangnya keluar untuk makan malam. Lihat saja betapa berantakan dan sulitnya penataan meja dan tempat duduk sekarang! Memalukan" ucap salah satu gadis teman kelas mereka.


Diposisi itu siapapun yang merasakannya pasti akan merasa malu yang sangat sangat memalukan, Naruto pada saat itu segera angkat bicara. "Yah, Eric tidak harus pergi. Namun, dia harus pergi dan duduk di meja di sana untuk makan malam sebagai gantinya. Aku akan memberinya beberapa hidangan di atas piring. Lagipula itu tidak akan membuat banyak perbedaan baginya, kan?"


"Oke, menurutku itu ide yang bagus. Karena Eric hanyalah orang miskin, kita seharusnya tidak membiarkan dia terbiasa makan terlalu banyak makanan enak. Jika tidak, dia tidak akan mampu membayar nafsu makannya di masa depan!" Ucap Akira.


"Ohhh Eric seperti ini nasibmu hahhhh... Bagaimana kalo kamu duduk di meja sebelah sana sendirian? Bukankah itu ide yang bagus, soalnya kamu belum pantas duduk bersama kami disini." Gumam Naruto.


Sejujurnya, Eric hanya ingin membanting tangannya ke atas meja dan segera pergi.


Meninggalkan?


Jika dia pergi, bukankah dia akan diejek dan diejek sepanjang hari oleh mereka tanpa alasan sama sekali?.


"Baiklah tuan Naruto, aku akan duduk di sana sendirian."


Mendengar itu Naruto hanya tersenyum kecut, sebab rencananya yang ingin mempermalukan Eric kini akan berjalan dengan lancar.


"Ayok teman teman silahkan kan dipesan menu apa yang kalian inginkan," Ucap Naruto.


Menu menu makanan di sana sangat mahal, mulai dari $700 harga yang paling murah hingga $12.000 yang paling mahal.


"Bagaimana kalo kita pesan dua porsi hidangan has yang berbeda seharga $5.000, mungkin itu sudah cukup teman teman." Ucap Naruto.

__ADS_1


Semua teman kelas hanya menerima keputusan Naruto, sebab mereka hanya ditraktir, mengingat kapan lagi mereka bisa memasuki restoran tersebut.


Ketika hidangan has mereka datang mereka sangat senang menikmatinya, sedangkan sisi lain Eric hanya menerima kentang goreng dan air putih.


"Heiii lihatlah si Eric, apa kau tidak memesankanya sesuatu yang enak Naruto?" Ucap Akira.


"Ohh pemuda itu tidak pantas menikmati makanan disini, sebab dia hanya pemuda kampungan, sangat cocok untuk dia makan kentang goreng dan air putih hahhh." Gumam Naruto.


"Betul sekali, sungguh pemuda yang malang, kenapa dia hadir padahal disini bukan tempatnya hahhhh." Ucap salah satu gadis teman kelas mereka.


Eric sendiri pun telah menyadari kalo ini hanyalah akal akalan Naruto untuk mempermalukan nya malam itu. Lalu Eric berencana untuk memesan semua menu restoran itu tapi tiba-tiba satu baris panjang pelayanan berjalan kearahnya dan membawakan semua jenis hidangan di restoran itu, mulai dari yang paling murah hingga yang paling mahal, mejanya full dengan hidangan has.


Eric terkejut siapa yang melakukan ini," mungkinkah Naruto, tapi melihat hidangan dimeja Naruto hanya dua jenis tentu yang mengirim semua hidangan bukan dari Naruto, tetapi dari siapa semua hidangan ini?"


Semua teman teman yang berada dimeja Naruto bahkan Naruto pun terkejut melihat banyak pelayan yang berbaris membawakan makanan kemeja Eric.


"Wahh lihatlah Eric, banyak sekali makanan dimeja nya, mungkinkah dia yang memesan makanan itu? Sedangkan kita hanya dua jenis hidangan khas saja." Ucap salah satu teman mereka.


Melihat makanan di meja nya yang banyak dan mahal, Eric benar benar tidak ragu atau takut untuk membayar, walaupun seseorang mungkin telah memesan untuk menjebaknya. Karena uang bukan masalah bagi Eric sekarang.


"Heii Haruka, apakah kau mau mencoba makananku?"


Mendengar itu Haruka langsung duduk menuju meja Eric.


"Terimakasih Eric, aku dengan senang hati menerima tawaran mu."


"Eric, bolehkan kami juga ikut merasakan makanan dimeja mu itu?" Ucap seorang teman kelas mereka.


"Ohhh tentu saja kalian semua boleh bergabung dan mencicipinya."


Mendengar ajakan Eric, semua teman kelas dimeja Naruto langsung pindah ke meja Eric dan hanya menyisakan Naruto dan Akira dimeja tersebut.

__ADS_1


Niat awal Naruto mempermalukan Eric kini berbalik sendiri, dia yang mempermalukan dirinya.


__ADS_2