
Eric tertawa renyah dan berkata, " Masuk akal. Aku juga mana pantas berdampingan dengan nona Elena yang paling cantik di wuhan ini.. " Eric tertawa lalu melanjutkan," Iblis seperti ku harus mencari pasangan iblis juga biar serasi. Kalo aku bersama dengan nona Elena, ibarat bumi dan langit, terlalu jauh perbandingan nya.
dalam hati Elena merasa menyesal mengatakan itu dia merasa kehilangan setelah Eric mengatakan itu tadi.
Sebab, selama Elena hidup, belum pernah ada laki-laki yang bisa membuatnya kagum dan merasakan emosi yang tidak dapat dijelaskan seperti Eric. Oleh karena itu, Elena Buru-buru berkata, " Bagaimana kalo kita ditakdirkan bersama?
Eric berkata sambil tersenyum," Tidak bisa!. Alam semesta akan menolak jika iblis menikahi seorang bidadari. Iblis harus pergi mencari pasangan iblisnya juga. Bidadari juga harus mencari pasangan pangeran nya..jelas?" Eric tertawa mengatakan itu.
"Tidak bisa seperti itu" Ucap Elena dengan cemberut.
Eric sudah tau apa makna dari kata-kata Elena. Tetapi dia tidak bisa terus membuat Elena nyaman sebab ia akan segera meninggalkan cina.
Eric juga sudah punya Lyra dihatinya dari dulu, jadi dia tidak bisa memberi hatinya kepada Elena.
Eric takut Elena akan semakin nyaman bersamanya sehingga pada akhirnya membuat Elena akan tersakiti sendiri.
Lalu Eric berkata dengan tersenyum," Tidak bisa bagaimana? Itu sudah hukum alam nona Elena. Mana mungkin semut bisa menikahi gajah, mana mungkin juga iblis akan bisa menikahi seorang bidadari.!" Ucap Eric sambil tertawa.
Dalam hati Elena sangat kesal dengan kata-kata Eric. Elena menyesal mengatakan Eric iblis sebelumnya yang ujungnya akan membuatnya sakit hati dengan jawaban Eric.
Elena tidak bisa berkata-kata lagi untuk membalas eric, Elena Buru-buru bertanya untuk mengalihkan pembicaraan sebelumnya," Eric! Berapa lama kamu akan tinggal di Wuhan?"
Eric menjawab," Seperti aku akan pulang besok ke Leonard,"
Elena terkejut dan Buru-buru berkata, "Apakah kamu bercanda? Bagaimana mungkin pulang secepat itu."
Eric berkata sambil tersenyum," Aku akan pulang besok! Sebab, sudah tidak ada hal yang bisa aku kerjakan di Wuhan. Lalu untuk apa aku disini lebih lama lagi."
Elena Buru-buru berkata, " Kamu baru saja tiba di Wuhan. Tapi kamu mau langsung pulang. "Elena menghela nafas lalu berkata, "Seharusnya kamu tinggal beberapa hari lagi disini, lagi pula aku belum sepenuhnya mengajak kamu berkeliling kota wuhan
Eric melambaikan tangannya," Tidak perlu melakukan itu nona Elena, jika aku tinggal lebih lama disini, aku takut akan merepotkan mu dengan paman burhan. Jadi aku akan kembali besok ke Leonard. "
__ADS_1
Elena mendengar Eric bersikeras untuk pulang membuat dirinya menangis dalam hati. Dua garis air mata mengalir dipipi Elena yang cantik.
Elena Buru-buru memalingkan wajahnya dari Eric dan menatap keluar kearah jendela.
Sepanjang perjalanan, Eric melihat Elena tidak berbicara lagi dan terus menatap keluar kearah jendela membuat Eric merasa bersalah mengatakan itu tadi.
Tetapi, memang itulah kenyataan yang ia akan lakukan besok. Eric sudah tidak sabar pulang ke kota kelahirannya Leonard. Dia juga sudah tidak sabar memberi Lyra kejutan dengan kedatangannya bagaimanapun Lyra juga sudah menganggapnya mati.
Jadi, ketika Lyra bertemu dengannya, ini pasti akan menjadi kejutan yang besar baginya.
Sepanjang perjalanan, Elena tidak berbicara dengan Eric sampai ia tiba dirumahnya.
Setelah ia tiba, Elena tidak repot-repot memandangi eric. Dia langsung membuka pintu mobil dan tiba-tiba menangis memasuki kamarnya.
Eric merasa bingung dengan sikap Elena yang tiba-tiba menangis dan pergi meninggalkan nya. Kemudian Eric turun dari mobil dan duduk diruang tamu menunggu kepulangan burhan.
"Bro! Ini pakai pakaian baru. Tuan burhan telah menceritakan ku semua kejadian tentangmu. Jadi dia menyuruhku menyiapkan baju untukmu!" Ucap Jack yang datang dari belakang Eric.
Eric Buru-buru berkata, " Oke, terimakasih master Jack! "
Jack menggaruk kepala dan berkata, "Aduh! Jangan memanggilku terlalu sopan! Aku akan sangat malu jika dipanggil master, jadi panggil saja Jack bro. "Jack menghela nafas dan berkata, " Ngomong-ngomong, kamu bisa mengganti pakaianmu dia kamar tamu. Ini kunci kamarnya,"
Eric mengangguk dan berkata, "oke, Terima kasih atas keramahan adan Jack!"
"Sudah seharusnya saya lakukan bro!" Ucap Jack.
Eric mengangguk sebagai jawaban dan langsung masuk kamar untuk mengganti pakaian nya.
Setelah mengganti pakaian, Eric keluar dan duduk diruang tamu sambil memainkan ponsel untuk menunggu burhan pulang.
Singkat saja, dua jam sudah berlalu dan burhan pulang menemukan Eric duduk diruang tamu seorang diri.
__ADS_1
"Eric, dimana Elena? Apa dia tidak menemanimu berbicara?" Tanya burhan.
Eric berbalik dan menemukan burhan dibelakangnya," Nona Elena masuk kamar. Mungkin saja dia lelah dengan kejadian tadi. "Ucap Eric sambil tersenyum.
Mendengar ini burhan sangat bingung dengan sikap anaknya Elena. Bagaimana tidak, tadi di klub roskiee, Elena tidak mau meninggalkan Eric seolah olah dia sudah jatuh cinta dengan Eric. Tetapi sekarang situasinya sudah aman, dan Elena sama sekali tidak terlihat dekat dengan Eric, ini yang membuat burhan bingung dengan sikap Elena.
Lagi pula, dia sangat mengharapkan Elena saat ini berjodoh dengan Eric. Sudah tidak bisa dijelaskan lagi kekaguman burhan kepada Eric. Jadi dia akan berusaha bagaimanapun caranya menyatukan Eric dan Elena.
"Ahh! Anak itu sama sekali tidak tau cara menghargai tamu. Tunggu disini dulu Eric, aku akan memanggilnya." Ucap burhan dengan nada kesal.
Eric Buru-buru berkata, " Tidak perlu paman. Mungkin nona Elena sangat kelelahan tadi."
Burhan melambaikan tangannya, " Tidak! Dia harus menunjukkan hormat kepada tamunya. Aku akan memanggilnya dulu. Tunggu disini sebentar." Setelah mengatakan itu, burhan langsung menuju kamar Elena.
Dia berusaha membuka kamarnya tetapi dikunci dari dalam oleh Elena. Burhan mengetuk dan sesekali menggedor pintu Elena dengan kesal.
Elena mendengar pintunya diketuk dan terus-terusan digedor membuat dirinya tak nyaman. Elena datang dan langsung membuka pintu itu.
Burhan terkejut melihat putri nya yang sedang menangis, lalu Burhan Buru-buru bertanya dengan keheranan," Elena! Apa yang membuat mu menangis? Kenapa kamu tidak menemani Eric diruang tamu?"
Elena menangis dan memeluk Burhan sambil berkata, " Eric ayah! "
Burhan terkejut dan bertanya, " Eric? Apa yang telah dia lakukan kepada putri ayah ini? "
Elena menangis dengan terisak dan berkata, Eric! dia bilang, dia akan pulang dan meninggalkan cina besok.
Burhan terkejut," Hah! Eric mau meninggalkan wuhan besok katamu?"
Elena mengangguk sebagai jawaban.
Burhan juga terkejut dan merasa akan kehilangan sesuatu. Dia sekarang tau apa alasan Elena menangis, Elena menangis pasti karena tidak ingin melihat Eric pergi.
__ADS_1