Perjalanan Seorang Pemuda Miskin Menuju Kesuksesan

Perjalanan Seorang Pemuda Miskin Menuju Kesuksesan
Bab 39


__ADS_3

Eric seketika merasa sangat kesal saat itu juga gara-gara terpercik air hujan disebabkan oleh truk itu," Aduh! Apakah kamu tidak apa-apa tadi?"


Gadis dengan cepat mengangguk, "Tidak apa-apa, hanya sedikit basah di bagian sepatuku."


Eric mengangguk, "Bagus kalo begitu!"


Gadis itu mencubit bahu eric dengan ringan sambil berkata. "Jangan terlalu lambat jalannya! Aku sekarat karena kesakitan!"


Mendengar itu, Eric langsung mempercepat langkahnya."Oh! Baik kalo begitu! Aku akan lebih cepat lagi!"


Untungnya, rumah sakit tidak terlalu jauh dari Universitas mereka. Dengan cepat, Eric tiba dirumah sakit dan langsung membawa gadis itu masuk menemui dokter untuk memeriksa lukanya.


"Bagaimana keadaannya dok?" tanya Eric kepada dokter itu.


Dokter itu menghela nafas dan berkata, " Pacarmu tidak kenapa-napa. Dia baik-baik saja!"


Eric seketika langsung terkejut mendengar pernyataan dokter itu, " Dia bukan pacar saya dokter, dia seorang yang saya tolong karena baru mengalami kecelakaan!"


Dokter itu tertawa kecil dan dengan cepat berkata, " Oh! Aku mengira kalo dia adalah pacarmu, soalnya kamu terlihat begitu akrab menggendongnya tadi"


Dokter itu menghela nafas dan berkata lagi," Tetapi kamu tidak perlu khawatir, dia tidak kenapa-napa, di hanya sedikit keseleo. Dan itu akan sembuh dalam waktu singkat "


Setelah mengatakan itu, sang dokter langsung pergi meninggalkan Eric dan gadis itu.


Mendengar keadaan gadis ini baik-baik saja, Eric akan segera pergi. Karena baginya, dia tidak memiliki kewajiban untuk membantu merawat dan menjaganya.


"Kalo begitu, aku akan sekarang! " Eric mengatakan itu sambil berbalik untuk pergi!


Melihat Eric yang hendak akan pergi meninggalkan nya, gadis itu memanggil Eric," Tunggu! Siapa namamu?,"


Mendengar itu, Eric dengan cepat berbalik dan membalas, "Namaku Eric Brown!"


"Nama yang bagus! " Gadis itu tersenyum dan memperkenalkan dirinya juga," Perkenalkan, namaku Nanako!"


Eric membalas dengan senyuman kecil, " Nama yang bagus juga!"


Nanako dengan cepat berkata menatap Eric, "Terimakasih banyak telah membawaku ke rumah sakit. Jika tidak ada kamu barusan, mungkin aku bisa pingsan karena kesakitan. Tetapi beruntung ada kamu datang!" Nanako menghela nafas dan melanjutkan," Aku tidak tau bagaimana caraku membalas kebaikanmu ini! "


Eric buru-buru melambaikan tangannya," Untuk apa anda membalasnya? Saya sebelum berhutang budi kepada anda, jadi saya memiliki kewajiban untuk membalas kebaikan anda."


"Nanako! Apa kamu baik baik saja?" Pada saat itu, pintu rumah sakit didorong terbuka. Empat gadis berjalan masuk kedalam ruangan nanako saat itu juga.

__ADS_1


Mereka semua sepertinya teman Nanako.


Mereka ada di sini karena Nanako telah mengirimi mereka pesan teks sebelumnya. Nanako memberi tahu mereka bahwa dia pergi ke rumah sakit karena mengalami kecelakaan kecil.


Nanako juga dengan cepat menyadari kehadiran teman-temannya.


"Aku tidak apa-apa! Hanya saja kakiku mengalami keseleo kecil sehabis jatuh sebelumnya. Tetapi beruntung ada Eric yang menolongku,dia juga yang membawaku ke rumah sakit. " jelas Nanako sambil tersenyum sambil menatap Eric.


Mereka sedikit mengernyit mendengar pernyataan nanako. Menurut penjelasan nanako, dia terjatuh dah mengalami keseleo, dan seseorang menyelematkan nya lalu membawanya ke rumah sakit.


"Wow, beruntung sekali orang itu, dia pasti sangat beruntung karena bisa menyentuh kulitmu yang indah ini!"


Setelah mengatakan itu, keempat gadis itu berbalik menolehkan pandangan nya kearah Eric.


Terlihat jelas di mata mereka bahwa mereka merasakan sedikit kekecewaan ketika melihat Eric.


Pakaian yang dikenakan Eric sedikit hambar dan jujur saja, pada pandangan pertama, eric tampak seperti orang brengsek yang menyedihkan.


Namun, dia memang terlihat seperti orang yang baik dengan wajah yang bagus.


Dia tampak seperti orang yang jujur dan konyol juga.


Walaupun dengan pakaian seadanya, tetapi tidak bisa disembunyikan, aura ketampanan Eric tetap terpancar dari dirinya.


Kebanyakan gadis di zaman sekarang tidak terlalu mencari pria tampan, melainkan pria kaya. Karena mereka berfikir tidak akan bisa hidup jika dengan ketampanan saja tanpa adanya tunjangan hidup.


Begitulah teman-teman nanako saat ini, mereka berempat hanya suka dan mengejar pria kaya.


"Hei yang tampan! Jadi kamu yang menyelamatkan Nanako?" kata seorang gadis itu.


Eric langsung membalas nya dengan menghela nafas." Aku hanya membantunya!"


Eric tidak tahu harus berbuat apa. Kegugupannya meningkat saat dia melihat semua gadis cantik ini.


Eric jelas tidak seperti ini di masa lalu.


"Ooo seperti itu! ngomong-ngomong, Nanako tidak pernah berutang budi pada siapa pun. Bagaimana kamu ingin Nanako membalas budi kepadamu?"


Gadis-gadis itu terus menggoda Eric.


"Itu benar! Nah bagaimana dengan ini, mengapa kita tidak meminta Nanako untuk menikahi dia?" Gadis-gadis itu tertawa bersamaan.

__ADS_1


"Pernikahan agak ekstrim, kenapa tidak meminta Nanako saja untuk menghabiskan malam dengan dia saja?"


"Ah! Ini sangat memalukan!"


Gadis-gadis itu terus mengobrol dengan keras tanpa memikirkan orang lain diruang itu.


Eric merasa sangat malu mendengar itu.


Eric buru-buru melambaikan tangannya dan berkata." Tidak, aku tidak..!"


Terlihat jelas kegugupan diwajah Eric akibat pernyataan semua gadis ini terlalu berlebihan baginya.


"Oh, kenapa begitu? Apakah menurutmu Nanako tidak cantik? Apakah itu masalahnya?" tanya beberapa gadis saat mereka berkumpul di sekitar Eric.


"T-tidak! Itu bukanlah apa yang saya maksud!"


"Lalu apa maksudmu hm? Kenapa kamu tidak menjelaskannya, tampan?"


Sementara teman sekamarnya terus menggoda eric, Nanako memperhatikan dalam diam dari ranjang sakitnya.


Ketika nanako melihat Eric, nanako bisa melihat bahwa wajah Eric sudah sangat memerah setelah dibombardir oleh ejekan teman-teman nya.


Nanako tidak bisa menahan tawa melihat pemandangan itu. "Baiklah teman-teman, berhenti menggodanya! Jiso, aku ingin makan apel. Bisakah Anda mengupas satu untukku?"


Jiso menoleh setelah mendengar permintaan nanako."Baik,tunggu sebentar,aku akan mengupas nya untukmu!"


Jiso adalah seorang gadis tinggi dan dan cantik.


Jiso kemudian berbalik untuk melihat Eric lagi dan berkata sambil tersenyum. "Hei tampan, Bisakah kamu mengupas apel untuk Nanako?"


"Hah? Saya?" Eric terkejut dengan permintaan Jiso


"Tentu saja, jika kamu sudah mengupas buah ini, kamu bisa membawaku kencan bersamamu jika kamu mau!" goda Jiso sambil perlahan mendekati Eric.


Ini adalah pertama kalinya eric bertemu dengan gadis yang begitu berani.


Dari setiap sepuluh kalimat yang diucapkan gadis-gadis itu, delapan di antaranya adalah omong kosong.


Mereka juga sama-sama berani dan lugas ketika berbicara.


Setelah mempermainkan Eric sedikit lebih lama, Eric hampir tidak bisa menahan diri untuk terus tinggal disini. Setelah apel dikupas, mereka menyuruhnya mengupas pisang.

__ADS_1


Setelah itu, mereka bahkan menyuruh Eric untuk membasahi jam di tangan nanako dengan air hangat.


begitu Eric menyelesaikan ini, dia akan langsung pergi sejauh mungkin. Eric merasa akan gila jika terus tinggal lebih lama lagi disini.


__ADS_2