
Wanita itu dengan malu-malu bertanya, Kemana tujuanmu akan pergi?" Tanya wanita itu untuk eric.
Wanita itu sekilas masih seumuran dengan eric, dia memiliki wajah yang putih cantik dan memiliki kaki yang panjang dan indah.
"Kota wuhan" Dengus Eric dingin tanpa melihat reaksi wanita itu.
Wanita itu terkejut, "Oh sungguh? Aku juga mau ke wuhan! Di sana tempatku tinggal. "
Eric menjawab dengan dingin," Bagus kalo begitu."
Melihat sikap Eric yang dingin padanya, wanita itu kehabisan kata-kata.
"Oiya! Kita belum berkenalan, siapa tau kita nanti bertemu lagi! Perkenalkan, namaku Elena!" Ucap wanita itu sambil mengulurkan tangannya.
Namun Eric tak merespon tangan wanita itu dia hanya menjawab, " Namaku Eric brown, bisa dipanggil eric senang bertemu denganmu nona Elena." Ucap eric sambil tersenyum.
Elena baru pertama kali melihat seorang pria dingin kepadanya seperti eric. Dengan wajahnya yang anggun tidak mungkin pria manapun akan bersikap dingin kepadanya, tetapi tidak dengan eric, dia masih tidak terpengaruh dengan kecantikan Elena.
Elena penasaran dengan eric dia ingin menanyakan sesuatu, tetapi bus segera datang dan eric langsung masuk tanpa melihat nya.
Elena gadis cantik yang dingin dengan para pria, tetapi pria eric ini lebih dingin terhadapnya. Ini membuat Elena penasaran dengan kepribadian laki-laki seperti eric.
---
Singkat nya eric sudah tiba di wuhan dan langsung mencari alamat walikota seperti tertera di alamat itu.
"Halo tuan! Apakah benar ini rumah burhan walikota wuhan?" Tanya eric kepada satpam penjaga.
Satpam itu Buru-buru berkata, " la benar! Ada bisa saya bantu anak muda?" yang
Eric Buru-buru menyerahkan alamat itu dan berkata, " Tuan! Tolong berikan kertas ini kepada pak burhan, bilang saja jeremiah dari gunung titlis mengutus seseorang datang menemuinya."
Satpam itu kebingungan dengan perkataan eric, namun dia hanya menuruti permintaan eric, Baiklah! Tunggu sebentar disini, aku akan masuk memberitahu tuan burhan."
Dia menerima kertas yang eric berikan dan pergi menemui burhan.
"Tuan! Ada seseorang diluar ingin bertemu dengan tuan!" Ucap satpam tadi.
__ADS_1
Burhan Buru-buru berkata, " Aku tidak pernah membuat janji dengan seseorang, suruh dia membuat janji kalo ingin menemuiku! "Ucap burhan dingin.
Satpam itu Buru-buru menyerahkan kertas itu," Ini tuan ada kertas dari anak itu, dia bilang dia utusan jeremiah dari gunung titlis."
Mendengar itu burhan terkejut, ia perlahan mencoba mengingat dan menyadari kalo dia pernah meminta bantuan kepada jeremiah, dan dia Buru-buru bangun berkata, "dimana dia sekarang? Dia adalah tamu terhormat ku, ayo bantu aku menyambutnya keluar."
Satpam itu bingung dengan sikap burhan yang tiba-tiba berubah, bagaimanapun burhan tidak pernah sepasif ini walaupun bertemu dengan sesama walikota lainnya, tetapi dia bersikap pasif kepada anak itu, ini membuat satpam itu kebingungan.
Burhan Buru-buru bangun dan berjalan keluar untuk menyambut eric.
Seisi rumah terkejut melihat burhan tiba-tiba berlarian keluar, tidak seperti biasa tanya jika ada tamu, mustahil burhan bangun dari tempat duduknya menyambut tamu itu keluar, tetapi kali ini dia melakukannya.
Selamat datang di wuhan! Kamu pasti murid dari guru jeremiah kan?" Tanya burhan.
Eric tersenyum lalu berkata, "Ya tuan! Saya dipercaya menyelesaikan misi kali ini."
Mendengar Eric menyebut misi, burhan semakin bersemangat. Bagaimanapun kasus ini belum bisa ia atasi selama menjadi walikota di wuhan. la sangat depresi menghadapi organisasi blac kobra itu. Jadi ketika dia mendengar eric akan membantu menyelesaikannya, dia sangat bersemangat.
Burhan Buru-buru berkata, "Ayok! Silahkan masuk kalo begitu, akan lebih baik kita membicarakannya didalam saja."
Burhan mengajak Eric masuk dan berbicara mengenai masalah ini di ruang tamu. Eric dan Burhan terus berbincang mengenai cara mengatasi masalah ini.
"Eric! Perkenalkan Ini Jack, dia yang akan membantumu mendapatkan semua informasi tentang black kobra."
Eric mengulurkan tangannya, "Senang bertemu denganmu tuan Jack! " Ucap ramah Eric.
Jack juga membalas respon Eric dengan cara yang sama. Eric dan Jack saling bertukar kontak untuk memudahkan ia saling menghubungi.
"Tuan! Sepertinya aku perlu berkeliling untuk melihat situasi kota wuhan, "Ucap Eric,
Burhan Buru-buru berkata, "Oh tidak masalah! Aku akan meminta seseorang untuk mengajakmu berkeliling."
Burhan tahu betul jeremiah, dia adalah orang yang hebat dimata jeremiah. Jadi Eric yang diutus oleh jeremiah ini pasti bukan orang sembarangan dimata Burhan, dari sikap dan tampang Eric Burhan juga menyukainya.
"Tunggu sebentar! Aku mempunyai anak perempuan untuk mengajakmu berkeliling mengenali kondisi kota. Aku akan memintanya" Ucap Burhan
Dia Buru-buru menyuruh Jack ke kamar mar putrinya untuk membujuk anaknya keluar, "Jack! Panggil dia kesini, bilang ada tamu besar ku dan aku membutuhkannya mengajak tamu mengelilingi kota wuhan." Perintah Burhan.
__ADS_1
"Baik tuan!" Respon Jack.
Jack langsung bangkit dan ke kamar putri Burhan.
"Nona Elena! Ayolah, ada tamu besar tuan Burhan, dan tuan memintaku untuk membujuk mu supaya menemaninya jalan-jalan mengelilingi wuhan. Kalo tidak ayahmu akan marah!" Ucap Jack memohon.
"Suruh saja ayah yang menemani tamunya! Kenapa harus aku? Dia selalu mementingkan bisnisnya dari pada putrinya. " Dengus Elena.
Jack bingung mau mengatakan apalagi untuk membujuk elena, "nona Elena bisa mengatakan itu didepan ayahmu! Yang penting ayo ikut denganku dulu menemuinya, kalo tidak maka aku akan dimarahi, kamu tahu sendiri kan dimana sikap ayahmu."
Elena merenung sejenak lalu berkata, "Ayo kalo begitu! Biar aku akan mengatakan nya langsung didepan nya."
Elene bangun dan berjalan ke ruang tamu untuk memarahi ayahnya, dia melihat ayahnya duduk dengan seorang tamu yang sedikit familiar.
"Ayah! Kenapa ayah memintaku untuk menemani tamu keliling? Kenapa tidak ayah saja yang melakukannya?" Tegur Elena.
Burhan berbalik dan angkat bicara, "Elena! Jaga sopan santun mu didepan tamu! "
Eric juga berbalik ketika mendengar Burhan menyebut nama Elena, karena nama itu pernah ia dengar sebelumnya.
Elena dan Eric terkejut saling memandang.
Elena tersenyum bahagia menunjuk Eric," Eric kan?" Tanya Elena
Eric tersenyum dan berkata, "Kita bertemu lagi nona Elena."
Elena sangat senang dengan kehadiran eric.
Bagaimanapun dia masih ingin mengetahui tentang Eric tetapi tidak bisa saat itu. Sekarang dia bertemu lagi dengannya, Elena Buru-buru duduk disofa.
Burhan tidak kalah terkejutnya melihat putrinya sudah mengenal Eric," Kalian berdua saling mengenal?" Tanya Burhan dengan bingung.
Elena tersenyum memandangi Eric," Ayah! Eric tadi menyelamatkan ku dari pencuri di halte bus ketika balik dari bandara." Ucap elena tersenyum memandangi wajah Eric.
Burhan bubu-buru mencoba memperkenalkan Elena kepada Eric, "Eric! Izinkan saya memperkenalkan putri sulung saya, Elena kepada Anda. Dia kuliah untuk gelar doktor di Universitas jiao tong."
Setelah itu, Burhan menyapa Elena dan berkata, "Elena! Ayah akan memperkenalkan mu kepada Eric brown, dia adalah tamu terhormat keluarga kita, dia adalah orang hebat."
__ADS_1