
Semua orang belum kembali dari keterkejutan mereka. Setelah Eric dan Lyra pergi dan tidak terlihat lagi, akhirnya mereka semua tersadar kembali.
Setelah kepergian Eric dan Lyra, semua pandang sekarang tertuju pada Naruto. Mereka semua ingin melihat ekspresi Naruto.
Mereka semua ingin bertanya kepada Naruto tentang masalah ini, tetapi tidak ada yang berani menanyakan hal tersebut.
"Naruto! Apakah Lyra itu pacar kamu? Kenapa dia diambil Eric?" Ucap nanako bertanya dengan nada sarkastik.
Sebenarnya nanako juga cemburu terhadap Lyra, maka dari itu dia melampiaskan nya kepada Naruto, sebab Lyra dibawa kesini oleh Naruto.
Naruto yang mendengar pertanyaan nanako merasakan dirinya baru saja menerima tamparan keras lagi!
Jika bukan karena nanako perempuan, Naruto mungkin sudah menghajar habis nanako. 'Awas saja kamu nanako, kamu akan menerima pembalasan ku bersama Eric bajingan itu, ' ucap Naruto dalam hati.
Naruto tidak membalas pertanyaan nanako, dia hanya diam dan duduk sambil mengeluarkan ponsel miliknya.
Naruto menulis pesan untuk memanggil anak buah gangster nya. ' [ aku membutuhkan Lima dati kalian yang terkuat, bantu aku menculik seseorang. Aku akan mengirim fotonya, nanti ketika aku memberikan kalian aba-aba, kalian harus langsung beraksi melakukannya.]
Lyra dan Eric pergi untuk berkeliling, mereka berdua menaiki taksi dan bercanda bahagian dalam taksi itu.
"Eric! Kenapa kamu pindah kuliah ke jepang juga?" Tanya Lyra dengan bingung.
Eric bertanya balik dan berkata, " Menurutmu kenapa?"
Lyra menggelengkan kepala, " Entahlah! Jadi kenapa dan apa alasanmu?"
Eric tersenyum dan berkata, "sudah pasti tujuan utamaku ke Jepang untuk mengejar Lyra Jones. Apakah kamu keberatan akan hal itu?"
Lyra balik bertanya, " Menurut mu bagaimana?
Eric berkata dengan polos, " Menurut ku setelah kamu mengetahui alasanku, kamu akan mengusirku dari Jepang. Dan menyuruhku pulang."
Lyra tertawa dan berkata, " Hahaa...Bagaimana mungkin aku begitu tega memarahi Eric Brown yang paling aku kagumi."
Setelah beberapa bulan tidak melihat dan mendapat kabar dari Eric, akhirnya sekarang semua itu dapat terbayarkan.
"Lyra, apakah kamu tidak malu melihatku berpenampilan seperti ini? Bagaiman jika kita mampir ke salon toko dulu untuk merubah beberapa penampilan ku?" Tanya Eric.
Lyra menjawab dan berkata, "Oh! Aku sama sekali tidak malu akan hal itu, tapi bagusnya juga kita melakukan idemu tadi,sebab aku akan mengajakmu bertemu dengan nenekku."
Eric berkata, " Ooow bagus kalo begitu." Dan Eric menambahkan, "Pak berhenti didepan salon itu." Ucap Eric kepada sopir taksi.
__ADS_1
Lyra sama sekali tidak peduli latar belakang Eric. Dia hanya membutuhkan kenyamanan dalam hidupnya. Ketika dia dekat Eric, rasa nyaman itu muncul dihatinya.
Saat ini acara reuni kelas itu selesai. Naruto menulis pesan kembali, '[ bersiap-siaplah, target akan segera keluar dari tempat acara. Kalian jangan sampai salah target.]'
Orang yang akan diculik oleh Naruto kali ini adalah nanako.
Nanako sebelum teman-temanya bubar dan pulang, dia pulang duluan. Dari awal sejak Eric dibawa oleh Lyra dia merasa tidak nyaman dan ingin secepatnya meninggalkan tempat itu. Tapi dia tidak emosi hanya karena perasaan nya sedang kacau. Lalu dia meninggalkan acara reuni setahun sekali ini. Nanako bukalah orang yang seperti itu.
Dan sekarang adalah waktu yang dia nanti-nantikan untuk pulang. Nanako berdiri di tempat orang menunggu kendaraan seperti taksi m ngambil penumpang.
Disana sangat sepi karena sudah mulai gelap dan malam. Nanako hanya memainkan ponsel miliknya.
Dalam keadaan sepi tiba-tiba datang sebuah mobil dan berhenti didepan nanako. Nanako tentunya tidak tahu kalo itu adalah bahaya, jadi dia berdiri menunggu orang keluar dari mobil itu dan berniat bertanya.
Tetapi perkiraan nya salah, dua orang keluar dari mobil dan membawa semacam bius untuk membuat orang tak sadarkan diri.
Nanako terkejut dan hendak berteriak, tetapi dia tidak sempat melakukan hal itu, dia langsung tak sadarkan diri.
Orang-orang itu mengangkat tubuh nanako dan memasukkan dibelakang bagasi mobil.
Setelah beberapa jam akhirnya Eric selesai mengubah penampilannya, sekarang dia terlihat tampan seperti tuan muda dari keluarga kaya.
"Eric apakah kita akan pergi menemui nenekku malam ini?" Tanya Lyra.
Lyra mengajak Eric untuk pergi menemui neneknya, mereka berdua seperti sebelumnya mengendarai taxi.
Tak lama perjalanan mereka berdua akhirnya tiba disebuah villa besar dan megah.
"Eric ayo masuk! Nenekku pasti senang dengan kedatangan mu. "Ucap Lyra sambil matanya berkedip kedip menggoda Eric. Eric hanya mengangguk ringan dan keluar dari taxi.
Tiba-tiba Eric menerima sebuah panggilan dari nanako.
Lyra yang mendengar nada ponsel Eric mau tak mau bertanya "Dari siapa itu Eric?"
Eric menjawab dan berkata "Oh ini dari teman! Tunggu sebentar aku akan menjawabnya dulu." Kemudian Eric menekan tombol jawab.
Diseberang telepon muncul seorang suara laki-laki, bukan nanako.
"Eric! Jika kamu ingin keselamatan nanako, cepat datang dan jemput dia. Sekarang dia dalam kendaliku." Ucap seseorang dari seberang telepon.
Eric terkejut sekaligus memiliki firasat buruk terhadap kata-kata orang diseberang telepon.
__ADS_1
Tentu saja karena ini nomor ponsel nanako, tetapi bukan nanako yang berbicara melainkan seseorang mengancam keselamatan nanako. Orang diseberang telepon terus terusan mengancam keselamatan nanako. "Jika kamu tidak segera datang menjemputnya, jangan sesali kejadian selanjutnya. Kami semua akan memperkosanya jika kamu tidak datang menyelamatkan nya."
Eric yang mendengar ini marah gemetar dan mengepalkan tinjunya. Tetapi dia tidak mau jika Lyra mengetahui insiden ini. Eric dengan tenang menjawab panggilan itu seolah-olah tidak ada apa-apa.
"Dimana lokasimu?" Tanya Eric
Orang diseberang telepon menjawab, " Kami berasa di hutan belakang universitas. Apakah kamu akan datang atau hanya melihat nasib nanako selanjutnya?"
Eric lalu menjawab dan berkata, " Tunggu disana, jangan apa-apa kan dia." Eric memutuskan panggilan telepon nya dan bergegas akan pergi.
Lyra yang melihat ekspresi muka Eric berangsur-angsur berubah.
"Eric apa yang sebenarnya terjadi? Siapa ya menelpon mu itu?" Tanya Lyra dengan kebingungan.
Eric segera berkata, "Ini teman lagi membutuhkan bantuan, ada hal yang sangat mendesak yang harus kami selesaikan."
Lyra kecewa dan berkata, "Oh? Terus bagaimana dengan nenekku? Apakah kamu tidak akan menemuinya hari ini?"
Eric dengan pasrah berkata, " Sepertinya! Urusan saat ini terlalu mendesak. Lain kali saja aku akan datang kesini bertemu nenekmu. Jangan lupa juga titipkan salam kepada nenek, oke!"
Lyra yang mendengar perkataan Eric mukanya berangsur-angsur menjadi cemberut. " Baiklah! Tapi kamu harus janji menemui nenekku lain kali?"
Eric mengulurkan jari kelingking nya dan berkata, " Kamu bisa percaya itu,"
Kemudian Lyra membalas jari kelingking Eric dan tersenyum. "Oh yaa! Aku lupa, kalo aku belum memiliki informasi kontak mu," Eric lalu mengeluarkan ponselnya dan Lyra melakukan scan.
"Aku duluan ya! Soalnya ini masalah mendesak. Sampai bertemu di lain waktu.. " Eric berkata berjalan mundur sambil melambaikan tangan.
Lyra merespon dan berkata, "Hati-hati Eric!" Kemudian Eric berjalan untuk mencari tumpangan.
"Taksi! Jalan universitas Yokohama, cepat! jangan lam-lama, " Ucap Eric kepada sopir taksi.
"Bos apa yang kita akan lakukan terhadap pemuda itu? Apa kita akan membunuhnya nanti? Tanya gangster kepada Naruto selaku ketua gangster saat ini.
Naruto segera berkata, " Jangan bunuh dia! Patahkan saja semua lengan beserta kakinya. Adapun masalah jemputan ke rumah sakit, aku telah menghubungi seseorang untuk mengantarnya ke rumah sakit. Jika dia mati! ini akan menjadi masalah buat kita."
Tak lama dalam perjalanan Eric akhirnya tiba di hutan belakang universitas. Dia hanya turun sendirian dan berjalan kearah cahaya didepannya.
Tak jauh dari pandangan, Eric melihat dia mobil terparkir ditengah jalan dan ada enam pria yang berdiri.
__ADS_1
Eric sudah menduga pasti orang ini pelaku dibalik penculikan nanako. Eric berlari menghampiri mereka.
Namun berapa terkejutnya Eric melihat Naruto juga ada disana.