Perjalanan Seorang Pemuda Miskin Menuju Kesuksesan

Perjalanan Seorang Pemuda Miskin Menuju Kesuksesan
Bab 64


__ADS_3

Saat titik terendahnya, ayah Eric menemukan dia, karena ayah Eric saat itu sangat dermawan dan baik kepada setiap orang dia membantu Jeremiah dan memenuhi semua kebutuhan nya.


Hingga saat Jeremiah akhirnya memperlihatkan kemampuan seni beladiri ke ayah Eric. Yule brown benar-benar kagum dan tidak percaya dengan kemampuan nya.


Singkatnya sampai saat ia digunung es titlis ini!, itu semua berkat bantuan dari yule brown. Oleh karena itu Jeremiah merasa sangat berhutang budi kepada Yule brown.


Eric hanya bisa melongo kebingungan dengan sikap Jeremiah kepadanya. Dia tidak terlalu mengenal ayahnya dulu, karena dia pada saat itu masih kecil. Dan sekarang dia perlahan mengetahui bagaimana kehidupan ayahnya dulu.


Jeremiah Buru-buru bertanya, "Varani! Aku berterimakasih kepadamu karena telah menjaga anak yule. Aku benar-benar menganggap yule seperti anakku sendiri."


Varani membungkuk, "Guru tidak perlu terlalu sopan kepadaku. Bagaimana pun akulah yang harus berterimakasih kepada guru. Aku juga ingin membalas budi kepada paman yule karena telah banyak membantuku dulu dan kismoshi."


Jeremiah tersenyum mengelus rambut eric laku bertanya, "Hal apa yang membuat mu membawa Eric kesini varani? Aku benar-benar baru mengetahui anak yule masih hidup. Jika kamu tidak membawanya kesini, aku pasti dak akan pernah mengetahuinya."


Varani segera angkat bicara, "jadi begini ceritanya guru sehingga aku bisa membawa Eric ke tempat ini...." Varani menjelaskan dari awal dia menyelamatkan Eric sampai dia berhasil membawanya ketempat ini.


Varani menjelaskan semuanya secara detail tanpa meninggalkan satu kesalahan kecil. Dia juga menceritakan bagaimana paman Eric berusaha membunuhnya hanya karena harta warisan keluarga. "Jadi begitu guru! Aku sangat berharap Eric bisa tinggal disini dan belajar seni beladiri supaya dia bisa menjaga dirinya dimasa depan.".


Setelah mendengar cerita varani tadi, emosi Jeremiah tiba-tiba meningkat. Dia memegang gelas kayu dan meremas nya hingga hancur.


Emosinya bercampur aduk setelah mendengarkan kisah hidup Eric selama ini. Apalagi ketika varani menceritakan usaha pembunuhan Eric yang dilakukan oleh pamannya sendiri membuat Jeremiah sangat marah hingga meneteskan airmata.

__ADS_1


Emosi semacam ini belum pernah dirasakan Jeremiah dalam hidupnya. Selain perihatin dengan kehidupan Eric, dia juga merasakan betapa beratnya hidup Eric selama bertahun-tahun.


Jeremiah Buru-buru membujuk Eric, "Eric! Tinggal lah bersama kakek disini. Aku akan menjagamu dan menjadikanmu petarung terbaik sepanjang sejarah."


Eric mengangguk mengepalkan tinjunya, " Terima kasih guru."


Jeremiah tersenyum dan berkata, "Kamu tidak perlu terlalu sopan kepadaku," Jeremiah menghela nafas lalu melanjutkan," Mari kita rayakan hari yang istimewa ini dengan sedikit sentuhan anggur merah!!


Varani Buru-buru berkata, " Terima kasih guru! Sepertinya aku dan kismoshi akan turun gunung guru hari ini. Aku titipkan Eric pada guru. " Ucap varani sambil membungkuk mengepalkan tinju.


Jeremiah tersenyum mengangkat tangannya, Baiklah! Aku ucapkan terimakasih untukmu dan kismoshi hari ini. Semoga kalian kembali dengan selamat."


Varani mengangguk dan membungkuk sambil mengepalkan tinjunya. "Terima kasih guru! Sampai jumpa," Ucap varani


"Eric! Kamu harus benar-benar berlatih disini. Supaya kamu bisa menjaga dirimu kelak dimasa depan." Jelas Jeremiah.


Eric mengangguk ringan, "baik guru. Aku akan mengikuti semua instruksi mu."


Jeremiah tersenyum mengangguk puas, Jangan malu-malu, anggap saja rumah sendiri. Silahkan bertanya mungkin ada yang ingin kamu ketahui dari kakek."


Eric Buru-buru bertanya, " tempat disini sangat dingin. Kenapa guru memilih tinggal disini?" Tanya Eric.

__ADS_1


Jeremiah tersenyum lalu berkata, " Aku sengaja mengambil tempat ini, karena suasana dingin dapat meningkatkan kekebalan tubuh seorang yang belajar seni beladiri. Dan juga suasana dingin seperti sangat mudah membuka meridian dalam tubuh seorang yang ingin belajar seni beladiri. Dan satu lagi, fisik seorang ahli seni beladiri akan meningkat pesat dan membuat seseorang awet muda juga."


Eric mengangguk mendengar ini, akhirnya dia tau alasan Jeremiah ingin tinggal ditempat dingin seperti gunung titlis ini.


Eric penasaran kehidupan ayahnya, berhubung Jeremiah mengetahui kehidupan ayahnya, Eric memberanikan diri bertanya lagi," Apa yang guru tau tentang ayah ku? Aku ingin mendengar lebih banyak tentang dia, waktu itu aku masih belum tau apa-apa tentang ayahku."


Jeremiah tertawa dan bahagia mendengar Eric menanyakan hal ini, lalu Jeremiah dengan gembira menyampaikan, "Yule brown!! Ayahmu dulu adalah orang yang bisa dikatakan paling jenius dan rajanya dalam berbisnis. Apapun bisnis yang ia geluti, maka dia akan menjadi rajanya bersinar pada saat itu. Tak ada yang berani melawan ayahmu bersaing dalam bisnis, banyak orang yang berusaha melawannya. Tetapi mereka sama saja nasibnya, kalah dan mengalami kerugian besar." Jeremiah menghela nafas lalu melanjutkan, "Satu hal yang perlu kamu ketahui! Ayahmu adalah orang yang rendah hati namun tegas."


Eric mendengar kan itu sangat kagum dan bahagia mendengar kisah ayahnya," Apakah ada lagi yang guru ketahui tentang ayahku?" Tanya Eric.


Jeremiah Buru-buru menjawab, "Ayahmu dulu adalah orang yang tampan dan berpendidikan. Aku tidak berbohong jika semua wanita Jepang sudah berbaris mengagumi ayahmu dan ingin menikahi ayahmu. Semua keluarga kaya juga ingin menikahkan ayahmu dengan anak-anak mereka. Banyak gadis-gadis cantik berbondong-bondong mendapatkan perhatian ayahmu. Dan masih banyak lagi yang aku ketahui tentang ayahmu, jika aku ceritakan semuanya, mungkin tiga hari tiga malam belum cukup waktu untuk menceritakan nya." Jelas Jeremiah dengan tertawa.


Eric mendengar itu tidak bisa mempercayainya, bagaimana tidak ayahnya yang terlihat sederhana dulu adalah orang yang paling populer di Jepang pada masanya.


Dia akhir-akhir ini mengetahui bagaimana kehidupan sama lalu ayahnya dulu.


Jeremiah berkata lagi, "Jika kamu menyebut nama ayahmu di jepang, mungkin semua orang di generasi nya akan mengenal namanya. Bagaimanapun ayahmu dulu masa mudanya sangat populer, para gadis-gadis Jepang lebih mengenal ayahmu dari pada mereka mengenal menteri-menteri waktu itu." Jeremiah senyuman nya memudar lalu berkata, " Tetapi sangat disayangkan ayahmu meninggal diwaktu yang begitu muda."


"Tapi aku sangat bersyukur menemukanmu hari ini, aku akan membalas kebaikan ayahmu. Aku akan mendidik mu dengan semua pengalaman hidupku selama ini sehingga menjadikanmu seseorang yang tak tertandingi." Ucap Jeremiah sambil menepuk bahu Eric.


Eric Buru-buru berkata, " Baik guru! Aku akan menuruti semua instruksi mu."

__ADS_1


Hati Eric benar-benar dipenuhi kekaguman dengan masa lalu ayahnya. Dia tidak pernah berfikir laki-laki sederhana dan miskin seperti ayahnya dulu adalah orang yang genius dan kaya. Namun itu semua nyata, Yule brown sengaja hidup dalam kemiskinan untuk membesarkan Eric supaya Eric tumbuh menjadi orang yang rendah hati dan tidak sombong. Tetapi itu semua gagal, yule lebih dulu meninggal dengan istri nya dan hanya menyisakan Eric saja.


__ADS_2