
Nanako tidak dapat mempungkiri, kalo sosok Eric benar-benar sangat tampan di matanya. Tetapi bukan itu yang membuat nanako memiliki perasaan seperti ini, akan tetapi kejadian akhir-akhir ini yang dia lalui bersama Eric terasa sangat menyenangkan.
Nanako sangat berterimakasih kepada Eric, dan dia juga sangat ingin tahu tentang Eric. Setelah pengakuan Eric, nanako mau tidak mau membayangkan bagaimana rasanya bersama bermain terus menerus dengan Eric.
Nanako merasa bahwa Eric mungkin akan sangat baik padanya dalam segala hal. Namun, harapan semacam ini benar-benar bertentangan dengan kenyataan. Itu membuat Nanako, yang merupakan gadis yang sangat kompetitif, ingin memenuhi harapannya sendiri.
Tentu saja, premis dari seluruh proses ini adalah bahwa Eric telah membuat gadis ini tertariktertarik padanya.
Jiso melihat nanako tiba-tiba menangis mau tak mau menghentikan mobilnya. Yang jiso tau bahwa nanako adalah gadis yang paling ceria diantara semua teman-temannya.
Dia tidak pernah bersedih seperti ini apalagi menangisi seorang laki-laki. Selama jiso berteman dengan nanako, dia tidak pernah melihat nanako menyukai seorang pria manapun, apalagi sampai membuatnya menangis seperti ini.
Jiso memeluk nanako dan berkata, " Nanako! Apakah Eric yang melakukan ini kepadamu? Awas saja kalo aku bertemu dengan dia lagi, aku akan memukilinya! Berani sekali dia membuat mu seperti ini!" Ucap jiso untuk menenangkan hati nanako.
Nanako menangis terisak sambil berkata, " Tidak! Tidak! Bukan dia yang salah tapi aku!"
Jiso bertanya dengan lembut "Kamu yang salah? Aku tidak paham permasalahannya, coba jelaskan kepada ku secara perlahan."
"Aku yang salah! Bagaimanapun aku terlalu berharap lebih terhadap orang sepertinya..?" Ucap nanako dengan nada putus asa.
Mendengar nanako mengatakan itu, perut jiso serasa ada yang menggelitik. Dia tertawa terbahak-bahak di atas tangisan nanako.
"Mengapa kau menertawakan ku?" Tanya nanako dengan bingung dan berhenti menangis.
Jiso tertawa sambil memegang perutnya dan berkata, "Oh Nanako, aku tidak pernah berfikir kamu akan berinisiatif menyukai seseorang pria. Kami temanmu dari dulu menantikan hal ini. Kami semua sudah memiliki 7 pacar bahkan lebih tapi kamu belum memiliki laki-laki untuk disukai.. Dan sekarang kamu baru saja bertemu dengan dia beberapa hari tapi kamu menyukainya dan bahkan sedang menangisinya...?" Jiso tertawa lagi dan menambahkan " Disamping aku senang aku juga ikut bersimpati terhadap dirimu nanako. Ini benar-benar lucu!!"
Jiso tidak pernah membayangkan sesuatu seperti ini akan benar-benar terjadi kepada nanako. Dia mengetahui nanako pernah berkata akan menutup hatinya untuk pria manapun sebelum dia lulus di Universitas. Bagaimanapun Akio adalah salah satu pemuda kaya tampan yang mengejar nanako yang hampir lebih dari dua tahun.
Tetapi Nanako tidak memperdulikan Akio bagaimanapun cara Akio memberinya kesan baik.
Tetapi laki-laki yang bernama Eric ini benar-benar berhasil mengambil hati nanako hanya bertemu beberapa hari saja dengannya.
"Jujur padaku nanako! Apakah kamu benar-benar menyukai pria Eric itu?" Tanya jiso dengan nada heran.
Nanako hanya mengangguk sebagai jawaban sambil mengusap air matanya seperti anak kecil.
Jiso tertawa lagi, "bagus.. Baguss... Ini kabar baik. Kamu akhirnya sudah mempunyai laki-laki yang di sukai" Ucap jiso dengan mata berbinar.
__ADS_1
"Aku tidak menyukainya!" Ucap nanako.
"Lalu kenapa kamu menangisi dan mengangguk tadi?" Tanya jiso.
"Aku juga tidak tau, tapi aku merasa sakit hati ketika dia mengatakan dia menyukai wanita lain. "
Jiso terkejut, "Hah? Apakah si Eric itu buta? Bagaimana dia bisa mengatakan ada wanita yang lebih cantik dari kamu? Pria itu benar-benar harus kita beri pelajaran, dia buta dengan kecantikan kamu nanako."
"Sudah lupakan saja! Aku tidak mau berurusan dengan dia! Aku akan melupakan dia."
Jiso tercengang, "Kamu mau melupakan dia? Bisakah kamu melakukan itu? Menurut orang! Cinta pertama itu sulit dilupakan lho!"
"Benarkah?
Jiso hanya mengangguk sebagai jawaban. "Lupakan! Ayok kita pulang, sudah larut malam" Ucap nanako.
"Ehh!! Eh!! Pulang katamu? Bukankah kita akan pergi ke rumah sakit?" Tanya jiso.
Nanako segera berkata, " Aku tidak tertarik lagi, lagi pula aku tidak apa-apa. Jadi ayok kembali."
Jiso tidak tahan lagi dengan perubahan sikap nanako hari ini. Sikapnya setiap menit berubah ubah, tadi senang, sekarang sedih, tadi tertawa sekarang kesal. Ini semua membuat jiso sakit kepala dan bingung.
"Nanako! Eric benar-benar tampan, aku tidak menyangkan dia menyembunyikan ketampanan dan memilih berpenampilan bobrok seperti itu! Tapi apakah kamu benar-benar bisa melupakannya?" Tanya jiso.
Nanako mendengus dingin dan berkata "la, aku akan melupakannya dan kejadian sebelumnya."
Jiso berkata dengan main-main, "Ohh baguslah! Jadi ketika kamu melupakan dia! Maka aku orang yang pertama kali akan mendekati dia."
Kata-kata jiso membuat nanako khawatir dan resah. "Apa yang kamu katakan? Apakah kamu lupa dengan janjimu tidak menggangguku sehari saja?" Jiso tertawa sambil menepuk setir mobil, baiklah-baiklah! Aku tidak akan merebut pangeran tampan mu itu."
Nanako mendengar ini tersipu malu dan mukanya memerah.
Nanako saat ini benar-benar ingin melupakan Eric dalam pikiran nya. Tetapi adegan mereka berdua berciuman masih terus teba bayang-bayang dipikirkan nanako yang membuat nanako diam-diam senyum-senyum sendiri.
---
Saat ini Eric telah tiba di rumah sakit dengan taksi. Lalu dia segera mencari nomor ruang inap 36 seperti yang di tulis Lyra di wechat tadi.
__ADS_1
Eric sampai membuka pintu ruangan itu. Saat pertama kali dia masuk, dia melihat kedua kaki Naruto diperban dengan sangat tebal, dan mukanya menjadi bengkak-bengkak.
Lyra menengok ke belang melihat pintu terbuka, lalu melihat sosok Eric telah tiba.
Lyra segera berlari dan meraih tangan Eric dengan penuh kebahagiaan.
"Nenek ini Eric yang aku ceritakan sebelumnya!" Lyra menarik tangan Eric dan membawanya kedepan neneknya.
Neneknya menengok kebelakang dan melihat seorang pemuda tampan berdiri disamping Lyra.
"Oh! Ini pemuda yang sering Lyra ceritakan kepadaku! Tadi Lyra mengatakan kamu pergi jauh-jauh ke Jepang untuk mengejar Lyra, apakah benar yang dikatakan Lyra atau Lyra hanya membual?" Ucap nenek.
Lyra disamping mukanya yang cantik memerah karena merasa malu.
Eric tersenyum dan memperkenalkan dirinya, "Hehe! Seperti nya nenek, sebelumnya perkenalkan nama saya Eric nenek!"
"Kamu tidak usah memperkenalkan dirimu! Lyra sudah menceritakan semua tentang dirimu!"
"Benarkah?" Tanya Eric.
Lyra disamping itu semakin malu dengan rayuan neneknya menggoda Eric.
"Eric! Neneku suka membual. Jangan terlalu dianggap serius" Ucap Lyra memutuskan pembicaraan.
"Gadis bodoh! Bagaimana mungkin aku membual, kamu sendiri yang mengatakan itu sebelumnya, hehheee! " Ucap nenek.
Lyra mengalah dan cemberut, "Ya sudah!! Aku memang mengatakan itu! Jadi sekarang nenek puas kan aku jujur!"
Neneknya disamping itu hanya tertawa kecil.
"Khemmmm"...
Naruto yang terbaring lemah yang baru sadarkan diri dilupakan. Jadi dia segera bersuara supaya dirinya lebih diperhatikan. Termasuk perhatian Lyra.
Tetapi sejak kedatangan Eric, dia menjadi gugup. Dia takut jika Eric benar-benar akan menceritakan semua insiden ini sebelum.
Jika Eric benar-benar menceritakan ini ke Lyra dan neneknya. Maka tamatlah riwayatnya.
__ADS_1
"Ooo aku lupa! Eric lihatlah keadaan Naruto sekarang. Dia habis dipukuli oleh preman katanya. Aku tidak tau kenapa mereka memukuli dia." Gumam Lyra memecah kebangunan.
Bagaimanapun, dia tau bagaimana dia meninggalkan Naruto bersama dengan Eric. Jadi Lyra memastikan, pasti Naruto dan Eric agak canggung ketika bertemu.